Facebook Pixel Code Seperti Apa Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan?

Seperti Apa Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan?

Seperti Apa Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan?

Penting untuk Bunda memahami seperti apa tahapan perkembangan bayi dari bulan ke bulan. Sebab, satu tahun pertama usia si Kecil merupakan masa tumbuh kembang paling penting yang menjadi fondasi dari periode keemasannya.

Ingin tahu sejauh mana perkembangan bayi bisa apa dari bulan ke bulan? Yuk, simak tahap perkembangan bayi sesuai dengan usianya dalam artikel berikut ini, Bun!

Pentingnya Mengetahui Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan

Tahukan Bunda? Mengetahui perkembangan bayi bisa apa dari bulan ke bulan merupakan hal yang penting, lho. 

Tujuannya adalah untuk menilai apakah perkembangan dan pertumbuhan bayi sudah sesuai dengan “jalur” yang tepat atau tidak, sekaligus mengidentifikasi bayi yang mungkin memiliki masalah perkembangan. 

Sejak bayi baru lahir sampai berusia 12 bulan atau satu tahun, ia terus berkembang dan bertumbuh sesuai usianya. Perkembangan ini dapat dilihat dari keterampilan dan kemampuan yang perlahan dapat ia lakukan. 

Akan tetapi, ingat ya, Bun. Tahap perkembangan bayi dari bulan ke bulan tidak bisa disamaratakan. Hal ini karena setiap anak bisa bertumbuh kembang dengan cara dan kecepatannya masing-masing. 

Jadi, jangan cepat khawatir jika si Kecil tidak memperlihatkan perkembangan yang sama dengan anak seusianya. 

Selama bayi terus menunjukkan pertumbuhan ke arah yang positif dan tidak menunjukkan tanda-tanda keterlambatan atau gejala kondisi kesehatan tertentu, Bunda dan Ayah sebetulnya tidak perlu terlalu khawatir.

Jika Bunda ingin lebih yakin, ada baiknya bawa si Kecil ke puskesmas atau dokter spesialis anak secara berkala untuk mengetahui apakah bayi sudah melewati perkembangan dan pertumbuhan sesuai dengan usianya atau belum. 

Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan

Secara umum, tahapan perkembangan bayi dari bulan ke bulan ditandai dengan peningkatan kemampuan kognitif, motorik, bahasa dan komunikasi, serta keterampilan sosial juga emosional.

Setiap aspek pencapaian anak tersebut saling berpengaruh satu sama lain, Bun. Jadi, sangat penting bagi orang tua untuk terus memantau perkembangan si Kecil, ya.

Berikut adalah tahap perkembangan bayi dari bulan ke bulan yang perlu Bunda dan Ayah ketahui selengkapnya:

1. Perkembangan Bayi Usia 1-3 Bulan

Tiga bulan pertama bisa dibilang menjadi masa yang terberat dalam mengasuh seorang bayi. Pasalnya, si Kecil masih akan dependen atau bergantung kepada Bunda atau Ayah untuk mengurus diri mereka. Bayi Bunda hanya bisa menangis, makan, buang air, dan tidur.

Walaupun bayi mungkin belum bisa diajak berinteraksi karena masih lebih banyak tidur, pada usia 1 bulan ia sudah mulai bisa mengeksplorasi tangan dan kakinya. Bayi 1 bulan mulai "menjawab" kata-kata Bunda dan Ayah dengan ocehan. Ia juga mulai bisa fokus sebentar melihat wajah orang yang ditatapnya, tetapi cenderung lebih menyukai objek berwarna cerah dengan jarak hingga 1 meter.

Di usia 2 bulan, penglihatan bayi mengalami perkembangan yang sangat baik. Bayi 2 bulan bisa melihat berbagai objek di sekitarnya dengan lebih jelas, kurang lebih sekitar 45 cm dari wajahnya. Ia pun mulai mengamati tangan dan mengenali jari-jemarinya. 

Pada fase ini, bayi sering kali membuka atau menutup tangan, atau menggenggam kedua tangannya secara bersamaan. Tak jarang, si Kecil berusaha mengambil benda di dekatnya, walaupun terkadang ia tidak tahu bagaimana cara melepaskannya. 

Selanjutnya, bayi bisa apa di usia 3 bulan? Di usia ini, si Kecil sudah bisa mengenali objek hingga jarak 38 cm, serta mengikuti benda dengan matanya.

Coba Bunda gerakkan wajah atau mainan di depan wajah bayi. Kemudian, lihatlah mata bayi yang akan mengikuti gerakan wajah Bunda atau mainan yang digerakkan. Bila Bunda tiba-tiba menghilang dari hadapannya, ia pun sudah bisa mengikuti gerakan ke mana Bunda pergi. 

Selain penglihatan, indra pendengaran bayi juga sudah berkembang lebih baik di usia 3 bulan ini. Ia mulai mengenali suara orang-orang di dekatnya, dan langsung menoleh ke sumber suara bila mendengar suara-suara tertentu. 

Lalu, apa lagi tahapan perkembangan bayi di tahap usia 1-3 bulan? Berikut penjelasannya:

  • Mampu mengangkat kepala dan dada untuk beberapa saat, terutama ketika ia berbaring dan Bunda menggendongnya dengan posisi badan tegak lurus. 

  • Merespons saat mendengar suara.

  • Mampu mengatakan “ooh” dan “aah”.

  • Mengoceh spontan atau bereaksi dengan mengoceh. 

  • Bisa tersenyum ketika diajak bicara atau tersenyum.

  • Mampu tertawa dan memekik kencang.

  • Mampu memperlihatkan sedikit-sedikit ekspresi wajah, seperti mengerucutkan bibir, mengangkat alis, mengerutkan alis, hingga melebarkan atau menyipitkan matanya.

  • Mulai mengenali aroma. Misalnya, aroma tubuh Bunda, dan aroma ASI. 

  • Dapat membedakan antara suara yang dikenal dengan suara lainnya.

  • Mulai mencari sumber suara yang datang.

  • Mampu mengikuti gerakan objek di hadapannya.

  • Mulai mengenali tangan dan jari jemarinya.

2. Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan

Perkembangan bayi bisa apa dari bulan ke bulan berhubungan dengan pencapaiannya sebelumnya. Misalnya, jika sebelumnya si Kecil sudah dapat bermain di lantai, di usia 4 bulan mereka akan semakin semakin aktif, seperti dengan berguling atau mendorong badan ke atas.

Kemudian pada perkembangan bayi 4 bulan sampai 5 bulan, koordinasi tangan, kaki, dan penglihatannya sudah semakin baik, Bun. Ini ditandai dengan kemampuan si Kecil dalam melihat, meraih, dan memegang mainan atau benda di sekitarnya yang menarik perhatian. Sebagai contoh, mengambil makanan, menarik rambut Bunda, hingga menggoyangkan mainan kerincingan favoritnya. 

Jika Bunda perhatikan, sekarang bayi usia 4-5 bulan bisa berceloteh dan menirukan kata-kata yang biasa ia dengar dengan memperhatikan gerakan bibir orang lain. Misalnya, mengucapkan ‘ooo’, ‘aaaah’, ‘ma-ma’, dan ‘da-da’. 

Lalu, pada usia 6 bulan bayi sudah bisa apa? Bayi sudah bisa mengenali wajah orang-orang di sekitarnya dan mulai mengerti jika ada orang asing yang belum pernah ditemuinya. Bayi usia 6 bulan juga suka melihat wajah mereka sendiri di cermin. Selain itu, bayi 6 bulan koordinasi tangannya semakin baik. Si Kecil mulai mahir memindahkan benda, seperti mainan dari satu tangan ke tangan lainnya. 

Kemudian, si Kecil juga akan melewati masa teething di mana ia akan merasakan gejala-gejala, seperti demam dan rewel, lantaran giginya sedang tumbuh.

Tak hanya itu, di usia ini biasanya bayi telah mampu menunjukkan berbagai perkembangan seperti berikut:

  • Mengangkat kepala sendiri.

  • Duduk sendiri dengan baik, tapi masih perlu sedikit sandaran.

  • Mampu menahan tubuh dengan kaki atau dada saat dalam posisi telungkup.

  • Menggulingkan tubuh.

  • Berubah posisi dari berbaring menjadi duduk, atau dari berdiri menjadi duduk.

  • Mengucapkan ‘ooo’, ‘aaaah’, ‘ma-ma’, dan ‘da-da’. 

  • Tertawa lepas ketika diajak bercanda atau bicara.

  • Tersenyum saat sedang berkaca di depan cermin.

  • Memekik dan mengubah suaranya seolah hendak bicara.

  • Menyatukan kedua tangannya.

  • Memegang mainan maupun objek lainnya, kemudian memasukkan ke dalam mulut.

  • Mengikuti atau melihat apa pun ke berbagai arah.

  • Melihat dan memandang wajah orang di sekitarnya sekitar 180 derajat.

  • Berusaha mengambil mainan atau objek yang jauh dari jangkauannya.

  • Memegang kaki dan berusaha memasukkannya ke dalam mulut.

  • Mulai mengenali wajah orang-orang terdekatnya.

  • Tersenyum sendiri atau merespons senyuman orang lain.

  • Mulai diberikan MPASI di usia 6 bulan.

3. Perkembangan Bayi Usia 7-9 Bulan

Wah, tidak terasa perkembangan bayi dari bulan ke bulan berjalan dengan cepat ya, Bun! Sekarang si Kecil sudah berusia 7 bulan. Di usia ini, bayi sudah mulai bisa belajar merangkak. Selain merangkak, bayi umur 7 bulan biasanya juga sudah dapat memutar badan dan duduk lebih lama. 

Dari segi kemampuan komunikasi, bayi 7 bulan sudah bisa menoleh dan merespon ketika namanya dipanggil. Kebanyakan bayi usia 7 bulan sudah semakin pintar berceloteh. Misalnya, mengeluarkan kata “ba”, “ma”, “da”, “ga”, atau yang lainnya. Selain mengucapkan “ba-ba-ba-ba”, ia kini sudah bisa berceloteh “ma-ma-ma”, “ba-ga”, “ma-ga”, “mmmm”, “bbbbb”, dan lain-lain. 

Lalu, apa yang terjadi pada bayi usia 8 bulan? Bayi di usia ini akan merasa penasaran terhadap segala hal yang di sekelilingnya. Bahkan, ia sedang senang-senangnya menunjuk sesuatu yang dilihatnya. Untuk kemampuan kognitifnya, kini bayi usia 8 bulan sudah bisa memahami hubungan antara sebab dan akibat. Misalnya, kalau ia melempar barang, barang tersebut akan jatuh, atau mengarah ke tujuan tertentu.

Hingga usianya 9 bulan, si Kecil akan menunjukkan pencapaian-pencapaian baru, seperti kemampuan motorik yang meningkat (seperti menggulingkan badan dan duduk sendiri), koordinasi tangan-mata yang membaik, komunikasi yang berkembang (sudah dapat mengulang suku kata, seperti dengan menyebut ‘Mama’).

Akan tetapi pada saat yang bersamaan, si Kecil akan mengalami rasa cemas dan takut bila dihadapkan dengan orang asing. 

Kemudian, apa lagi perkembangan yang terjadi pada bayi usia 7-9 bulan? Berikut uraiannya:

  • Duduk sendiri tanpa perlu atau dipegangi oleh orang lain.

  • Mampu memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya.

  • Mengambil benda yang berukuran kecil.

  • Mampu membenturkan benda ke permukaan.

  • Bayi berdiri sendiri dengan tangan tetap berpegangan pada orang lain atau furnitur di sekitarnya.

  • Belajar berkata “mama” atau “dada” tapi belum jelas.

  • Mengoceh dan mengucapkan “ooh” dan “aah”.

  • Memahami makna kata “tidak” walaupun sering kali tidak mematuhinya.

  • Membentuk suara yang sudah lebih jelas.

  • Menyebut suku kata tunggal serta gabungan suku kata.

  • Meraih dan memegang mainan atau benda tertentu.

  • Makan sendiri meski masih berantakan.

  • Menggunakan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan.

  • Melambaikan tangan untuk menandakan perpisahan.

Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Duduk dan Cara Tepat Stimulasinya

4. Perkembangan Bayi Usia 10-12 Bulan

Pada usia 10 bulan sampai 12 bulan, si Kecil akan mulai bisa merangkak dengan mahir. Lalu, kini si Kecil bisa menggenggam benda dengan koordinasi yang baik.

Kemudian, pemahaman akan lingkungan sekitarnya juga semakin meningkat. Hal ini ditandai dengan kemampuannya menemukan benda-benda yang tidak ada di depan matanya. 

Sebagai contoh, si Kecil akan tahu bahwa Bunda masih ada, meski tidak berada di ruangan yang sama dengannya.

Perkembangan bayi di usia ini juga sudah mampu melakukan berbagai keterampilan dan kemampuan sebagai berikut: 

  • Berpindah posisi dari berbaring ke duduk, kemudian duduk ke berdiri, dan kembali lagi ke duduk.

  • Mengangkat salah satu kakinya untuk melangkah sambil berdiri. 

  • Mampu mengucapkan kata “dadah” dan “mama’ dengan mengetahui maknanya.

  • Mampu melakukan tindakan yang menarik perhatian. 

  • Senang dibacakan buku cerita dan mengikuti alur cerita yang Bunda ceritakan. 

  • Melambaikan tangan. 

  • Mampu menempatkan objek satu per satu ke dalam sebuah wadah. 

  • Meraih dan menggenggam benda di sekitarnya.

  • Mengoceh banyak hal. 

  • Mampu mengikuti objek yang bergerak cepat. 

  • Mengucapkan 1—3 kata selain “mama” atau “papa”, tapi belum begitu jelas.

  • Memahami arti beberapa kata.

  • Mengulangi kata yang sama terus-menerus. 

  • Hampir mampu menirukan aktivitas yang dilakukan orang lain, seperti pura-pura menelepon, menyapu, atau memasak.

  • Mulai menunjukkan kemandirian saat berada di lingkungan yang ia kenali, tapi akan terus menempel pada Bunda dan Ayah saat di lingkungan yang asing baginya.

Oh ya, Bunda juga bisa ketahui lebih banyak tentang perkembangan bayi dari bulan ke bulan melalui fitur Catatan Perkembangan Anak, lho! Yuk, coba sekarang!

Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Bayi 0-12 Bulan

Untuk mendukung perkembangan bayi dari bulan ke bulan, Bunda bisa melakukan berbagai cara stimulasi sederhana. Stimulasi ini dapat dilakukan di lingkungan rumah baik berdua saja dengan Bunda maupun bersama anggota keluarga yang lain atau teman sebaya. 

  • Sering ajak bayi ngobrol dan bercanda. Bunda bisa sering mengajaknya ngobrol atau bercanda saat melakukan kegiatan sehari-hari seperti saat menyusui, mengganti popok, mandi, atau memakaikan pakaian bayi. 

  • Sering berikan sentuhan. Bayi ternyata sangat senang bila Bunda sering memberinya sentuhan, lho! Stimulasi ini dapat membuatnya merasa sangat nyaman, tenang, dan dicintai. Jadi, cobalah berikan bayi sentuhan langsung dengan kulit Bunda, seperti menggendong, memeluk, mencium, mengelus, atau memberinya pijatan lembut.

  • Melatih bayi tengkurap.  Bunda bisa terus melatihnya melakukan hal ini di rumah. Tummy time menjadi bekalnya menuju keterampilan baru, seperti merambat, merangkak, duduk, hingga berdiri dan berjalan.

  • Membacakan buku. Aktivitas ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasanya, sekaligus merupakan bekal agar ia bisa mencintai buku ketika sudah besar nanti. Terkadang, si Kecil sudah memiliki buku bergambar favoritnya, sehingga Bunda bisa membacakan buku untuknya.

  • Siapkan area untuk menjelajah. Cobalah buat lingkungan rumah yang aman dan mendukung pergerakannya menggunakan alat dan barang seadanya di rumah. Pastikan Bunda menyingkirkan perabot rumah yang mudah dijangkaunya, serta memberi pengaman di tiap sudut meja agar tidak membahayakannya saat bermain.

  • Teruskan pemberian ASI. Pemberian ASI eksklusif masih dapat mencukupi kebutuhan nutrisi bayi untuk tumbuh dan berkembang. Setelah itu, WHO dan UNICEF merekomendasikan pemberian ASI dapat dilanjutkan dan dikombinasikan dengan MPASI sampai si Kecil berusia 2 tahun. Bayi yang mendapat ASI umumnya tumbuh dengan cepat pada 2-3 bulan pertama kehidupannya.

  • Rutin kontrol ke dokter. Ini bertujuan untuk memastikan apakah si Kecil bertumbuh ke arah yang positif sesuai usianya atau tidak. Umumnya, dokter akan memeriksa seperti apa pertumbuhan berat, tinggi atau panjang badannya, serta lingkar kepalanya. Pemeriksaan lain mungkin juga diperlukan sesuai kebutuhan. 

Jika ada imunisasi yang perlu didapat di bulan ini, dokter biasanya akan menyertakannya di akhir sesi kontrol dan akan menjadwalkan imunisasi selanjutnya.

Waspadai Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi 

Memang, perkembangan bayi dari bulan ke bulan memiliki keunikan tersendiri dan kecepatan pencapaian perkembangan yang berbeda-beda. Meski demikian, Bunda perlu waspada apabila si Kecil menunjukkan tanda-tanda di bawah ini: 

  • Gerakan yang asimetris atau tidak seimbang misalnya antara anggota tubuh bagian kiri dan kanan.

  • Menetapnya refleks primitif (refleks yang muncul saat bayi) hingga lebih dari usia 6 bulan.

  • Hiper / hipotonia atau gangguan tonus otot.

  • Hiper / hiporefleksia atau gangguan refleks tubuh.

  • Adanya gerakan yang tidak terkontrol.

  • Bayi masih menggenggam setelah usia 4 bulan.

  • Adanya dominasi satu tangan (handedness) sebelum usia 1 tahun.

  • Perhatian penglihatan yang inkonsisten.

  • Perhatian atau respons yang tidak konsisten terhadap suara atau bunyi, misalnya saat dipanggil tidak selalu member respons.

  • Kurangnya kemampuan mata mengikuti gerak benda. 

  • Bayi jarang senyum atau tidak menunjukkan ekspresi kesenangan lainnya.

  • Bayi belum berespons atau tidak mencari sumber suara.

  • Bayi kurang bersuara dan menunjukkan ekspresi wajah.

  • Bayi tidak merespon panggilan namanya.

  • Bayi belum bisa babbling (mengoceh), seperti mama, baba, dada.

Hal-hal tersebut bisa saja menandakan bahwa tumbuh kembang bayi dari bulan ke bulan mengalami gangguan atau masalah. 

Maka, Bunda perlu segera berkonsultasi ke dokter apabila si Kecil memperlihatkan salah satu atau berbagai tanda tersebut.

Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Berjalan dan Bagaimana Cara Stimulasinya?

Itu dia berbagai informasi mengenai perkembangan bayi dari bulan yang perlu Bunda dan Ayah perhatikan. Apabila si Kecil belum menunjukkan kemampuan-kemampuan di atas, jangan panik dulu, Bun. Coba berikan ragam stimulasi seperti yang sudah dijelaskan di atas. 

Namun, jika ada hal-hal mencurigakan terkait tumbuh kembangnya, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

 

Referensi:

  1. IDAI | Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
  2. editor. (2018, April 25). First Year Infant Development. American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/first-year-of-life/first-year-infant-development/
  3. Growth and Development, Ages 1 to 12 Months | Michigan Medicine. (2021). Uofmhealth.org. https://www.uofmhealth.org/health-library/hw251065
  4. IDAI | Mengapa ASI Eksklusif Sangat Dianjurkan pada Usia di Bawah 6 Bulan. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mengapa-asi-eksklusif-sangat-dianjurkan-pada-usia-di-bawah-6-bulan
  5. IDAI | ASI Eksklusif pada Ibu yang Bekerja. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-eksklusif-pada-ibu-yang-bekerja#:~:text=Mengapa%20harus%20ASI%3F,pernafasan%2C%20dan%20infeksi%20pada%20telinga
  6. IDAI | Air Susu Ibu dan Tumbuh Kembang Anak. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-tumbuh-kembang-anak
  7. Hirshlag, J. (2018, April 4). Your Guide to Well-Baby Visits. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/first-year/health-and-safety/well-baby-visits-guide/
  8. 1-Month Infant Developmental Milestones | Help Me Grow MN. (2023). Helpmegrowmn.org. https://helpmegrowmn.org/HMG/DevelopMilestone/1Month/index.html

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut