Facebook Pixel Code 10 Ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi, Kapan ke IGD?

Ciri-Ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi dan Pengobatannya

Ciri-Ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi dan Pengobatannya

 

Saat demam, tubuh si Kecil sebenarnya sedang melawan infeksi. Namun, Bunda juga harus waspada saat perlu penanganan khusus, seperti apa ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi?

Ciri-ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi

Suhu tubuh normal anak 36,5-37,0 derajat Celcius. Pahami ciri demam yang berbahaya agar tak terlambat memberi penanganan pada si Kecil!

1. Demam Lebih 39° Celcius

Jika bayi menunjukkan temperatur rektal di atas 39 derajat Celcius, Bunda sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter.

Sebab, anak berisiko mengalami kejang demam. Demam tinggi juga menjadi tanda adanya infeksi serius.

2. Demam Lebih dari 3 Hari

Meski Bunda sudah hati-hati menjaga kesehatan si Kecil, wajar bila ia terkena demam sesekali.

Tapi jika bayi usia 3-36 bulan yang demam lebih dari 3 hari atau bayi usia <3 bulan demam meski baru 1 hari, bisa digolongkan sebagai ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.

3. Obat Penurun Demam Tidak Mempan

Segera hubungi dokter jika demam bayi tidak lekas turun. Apalagi jika Bunda sudah memberinya obat demam.

Penggunaan obat bertujuan menurunkan suhu badannya dan membuat anak merasa lebih nyaman. Jika temperatur tidak kunjung turun, si Kecil butuh penanganan lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi Tanpa Obat

4. Nafsu Minum Berkurang 

Bukan sembarang demam jika memengaruhi perilaku bayi secara signifikan. Contohnya jika bayi jadi ogah minum susu.

Asupan cairannya berisiko sangat berkurang dibandingkan biasanya, hingga risiko dehidrasi. Ciri ini termasuk perlu Bunda waspadai.

5. Frekuensi Buang Air Kecil Turun

Bunda tak yakin apakah si Kecil kekurangan cairan? Coba perhatikan frekuensinya buang air kecilnya.

Bayi setidaknya buang air kecil > 6 kali sehari. Jika kurang dari itu dan diikuti dengan demam, Bunda perlu khawatir karena termasuk ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.

6. Demam yang Diikuti Kejang

Untuk beberapa kasus, kejang pada bayi termasuk efek samping demam tinggi. Kejang pada bayi umumnya berupa mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip.

Kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti gerakan menyentak. Saat kejang bayi tidak bisa memberi respons apabila dipanggil. Waspadai jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit. 

7. Demam Diikuti Diare

Bunda juga perlu memperhatikan feses si Kecil saat ia demam. Bawa bayi ke dokter ketika demamnya diikuti diare, yakni ketika fesesnya cair lebih dari tiga kali. Jika terlambat, bayi bisa kekurangan cairan.  

8. Demam Diikuti Sembelit

Di sisi lain jika frekuensi buang air besar bayi berkurang, Bunda juga perlu khawatir. Apalagi jika konstipasi pada bayi berlangsung dalam beberapa hari.

Jika Anda merasa si Kecil mengalami konstipasi dan perutnya buncit, hal ini termasuk  ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.

9. Demam dan Sering Muntah

Bunda perlu membedakan gumoh dan muntah. Jika gumoh terlihat spontan dan hanya mengeluarkan isi mulut, sementara muntah terlihat menyakitkan dan mengeluarkan isi perut.

Waspadai jika bayi muntah beberapa kali setiap habis makan dan tidak bisa menyimpan cairan di dalam perutnya lebih dari 8 jam.

10. Ruam pada Kulit Bayi

Bukan ruam popok, tapi ruam di area kulit yang tampak tidak biasa.

Jika bayi demam diikuti ruam yang Bunda sendiri pun tidak bisa menjelaskan alasannya, maka Anda perlu berkonsultasi kepada dokter. 

11. Infeksi pada Mata

Saat bayi demam tinggi, monitor juga tubuhnya. Bila demam disertai salah satu mata terlihat merah, bengkak, dan mengeluarkan cairan, Bunda juga perlu khawatir.

Bagaimana Cara Mengatasi Demam pada Bayi? 

Meskipun sering terjadi pada bayi, tentu demam membuatnya lebih rewel daripada biasanya. Berikut yang bisa Bunda lakukan untuk meringankan gejala:

  • Berikan kompres air hangat dan temperatur ruangan yang nyaman
  • Berikan baju yang nyaman, satu layer saja. 
  • Seka bayi dengan waslap atau spons bath hangat
  • Pastikan si Kecil mendapat cukup cairan

Perlu Bunda ingat, pertolongan di atas hanya bisa meringankan demam, namun tidak mengatasi penyebab infeksinya. 

Baca Juga: 7 Cara Mengatasi Demam pada Bayi Setelah Imunisasi

Kapan Anak Harus Dibawa ke IGD Saat Demam

Suhu tubuh normal anak berkisar antara 36,5-37 derajat Celcius. Jika lebih dari itu dan diikuti gejala lain, Bunda perlu memberi perhatian ekstra ke si kecil.

Tapi jika bayi berusia kurang dari 3 bulan, segera bawa ke dokter, sebab pada usia ini masih sangat lemah sistem imunnya.

Sementara untuk bayi di atas 3 bulan, segera bawa ke dokter atau IGD jika ia mengalami ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi seperti di atas. 

Bila Bunda masih memiliki pertanyaan, atau terkait pola asuh, tumbuh kembang anak, hingga seputar masa kehamilan dan menyusui, bisa menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju via WhatsApp. 

Aktif selama 24 jam, Sahabat Bunda siap hadir menemani perjalanan Bunda sebagai orang tua.

 

Referensi:

  1. Clinic, C. (2022, September 27). Fever in Babies and Children: When To Worry. Cleveland Clinic; Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/kids-fevers-when-to-worry-when-to-relax
  2. IDAI | ASI Sebagai Pencegah Malnutrisi pada Bayi. (2019). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-sebagai-pencegah-malnutrisi-pada-bayi
  3. When to seek medical attention for a baby. (2022). Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/healthy-baby
  4. 3. R. Morgan Griffin. (2012, August 2). What to Do When Your Kid Has a Fever. WebMD; WebMD. https://www.webmd.com/children/treat-fever-young-children
  5. When to Worry About a Child’s Fever | Sutter Health. (2024). Sutterhealth.org. https://www.sutterhealth.org/health/childrens-health/when-to-worry-about-a-childs-fever
  6. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  7. IDAI | Kejang Demam: Tidak Seseram yang Dibayangkan. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/kejang-demam-tidak-seseram-yang-dibayangkan

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut