Facebook Pixel Code Penyebab Bayi Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya

 

Bayi demam naik turun sering kali membuat Bunda cemas. Agar Bunda tak lagi khawatir, yuk ketahui penyebab demam naik turun pada bayi dan cara mengatasinya!

Apa Penyebab Bayi Demam Naik Turun?

Bayi dikatakan demam bila suhunya di atas 38°C. Biasanya demam juga disertai dengan rewel, tubuh yang lesu, dan mudah mengantuk. Ini penyebab demam naik turun pada bayi:

1. Infeksi Bakteri 

Demam dapat diakibatkan infeksi bakteri seperti infeksi telinga, infeksi saluran kemih (ISK), atau pneumonia. 

Demam yang naik turun akan kembali stabil ke suhu tubuh normalnya setelah infeksi bakteri mereda.

2. Infeksi Virus

Demam umumnya disebabkan infeksi virus seperti flu, batuk pilek, dan gastroenteritis. 

Sangat wajar kalau bayi demam naik turun setiap beberapa jam sekali, karena ini adalah cara alami imun tubuhnya melawan infeksi. 

Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir (0-3 Bulan)

3. Imunisasi

Bayi terkadang mengalami demam ringan setelah imunisasi. Demam adalah respons tubuh anak yang sedang membentuk kekebalan baru dari vaksin.

Tenang saja Bun, karena demam akibat imunisasi biasanya hanya berlangsung selama satu hari. 

4. Kepanasan 

Suhu tubuh bayi bisa naik saat ia kepanasan karena memakai baju atau selimut tebal atau habis mandi dengan air hangat.

Berjemur terlalu lama saat matahari sedang terik atau terlalu lama bermain di luar saat cuaca panas juga bisa membuat badan si Kecil panas seperti sedang demam.

Segera ganti baju si Kecil dengan yang berbahan tipis dan bawa dia ke ruangan sejuk untuk berteduh dan menurunkan suhu tubuhnya. 

Cara Mengatasi Demam Naik Turun pada Bayi

Menurunkan demam bayi bisa dilakukan untuk mengatasi rewel dan ketidaknyamanan si Kecil. Begini cara mengatasi demam naik turun pada bayi yang bisa Bunda lakukan di rumah: 

1. Berikan ASI

Menjaga bayi tetap terhidrasi adalah hal terpenting saat ia sedang demam, terutama bila demamnya disertai dengan muntah dan diare. 

Berikan ASI atau susu formula lebih sering supaya ia tidak mengalami dehidrasi. 

2. Pakai Baju Tipis 

Jika bayi demam naik turun, pakaikan baju yang tipis tapi bahannya bisa menyerap keringat. Menggunakan baju yang tebal akan membuatnya gerah dan suhu tubuhnya pun naik. 

Kalau bayi menggigil, berikan ia selimut tipis. Jaga juga suhu kamar supaya tidak terlalu panas atau terlalu dingin.

Baca Juga: 6 Cara Alami Menurunkan Demam pada Bayi Tanpa Obat

3. Peluk Bayi Tanpa Baju 

Saat bayi demam, Bunda bisa coba memeluk si Kecil dengan Metode Kanguru untuk menurunkan panas tubuh dan membantu bayi bisa merasa lebih nyaman.

Metode Kangguru adalah cara menggendong atau memeluk dengan meletakkan bayi di antara payudara dan dada bayi langsung menempel pada dada Bunda tanpa dibatasi oleh kain baju.

Cara ini membuat kulit bayi menerima kontak langsung dengan kulit Bunda, sehingga terjadi perpindahan panas dari bayi ke Bunda.

4. Kompres Air Hangat 

Letakkan handuk yang sebelumnya direndam di air hangat, peras sampai tidak ada air yang menetes. Taruh di lipatan ketiak dan lipatan selangkangan selama 10-15 menit.

Kompres air hangat akan membantu menurunkan panas dengan cara mengeluarkan panas melalui lewat pori-pori kulit melalui proses penguapan. 

5. Berikan Paracetamol

Berikan paracetamol untuk mengatasi demam naik turun pada bayi. Namun, parasetamol harus diberikan berdasarkan berat badan anak dan menggunakan sendok khusus obat.

Agar lebih yakin, tanyakan pada dokter untuk memastikan dosis dan cara pemberian paracetamol yang tepat untuk bayi.

Baca Juga: 7 Obat Alami Demam Bayi Saat Tumbuh Gigi

Kapan Harus ke Dokter?

Kadang demam naik turun membuat bayi menggigil karena tubuh sedang berusaha meregulasi suhu. Hal ini berbeda dengan kejang-kejang, sehingga Bunda tidak perlu panik. 

Namun jika bayi demam naik turun sudah lebih dari 3 hari, atau disertai gejala mengkhawatirkan di bawah ini, segera konsultasikan dengan dokter:

  • Usia ≤3 bulan dengan suhu 38°C atau lebih. 

  • Usia ≥3 bulan dengan suhu di atas 39°C.

  • Tidak mau menyusu atau minum selama 12-24 jam. 

  • Muntah dan diare parah.

  • Kulit tampak pucat, bahkan kusam keabuan, lehernya kaku.

  • Lemah, lesu, tidak aktif, dan susah untuk dibangunkan. 

  • Timbul ruam kemerahan atau keunguan di kulit. 

  • Sesak napas atau terlihat susah menarik napas. 

  • Jarang pipis. 

  • Menangis dan rewel terus-terusan, tapi air mata tidak keluar (tanda bayi dehidrasi)

  • Bibir, lidah, dan kuku jadi kebiruan.

  • Kejang-kejang. 

Dokter dapat mencari tahu penyebab pastinya dan memberikan perawatan yang tepat untuk si Kecil sesuai penyebabnya.

Bunda juga bisa, lho, bertanya langsung ke Sahabat Bunda Generasi Maju jika masih ada pertanyaan lebih lanjut seputar kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil secara gratis!

Referensi:

  1. AboutKidsHealth. “Fever in Babies and Children.” Www.aboutkidshealth.ca, www.aboutkidshealth.ca/fever.

  2. BabyCenter. “Fever in Babies and Kids: Causes, Treatment, and When to Worry.” BabyCenter, www.babycenter.com/health/illness-and-infection/fever-and-your-baby-or-child_84.

  3. Health Service Executive. “Paracetamol for Children.” HSE.ie, www2.hse.ie/conditions/paracetamol-for-children/.

  4. Pitone, Melanie. “Fevers.” Kidshealth.org, 2018, kidshealth.org/en/parents/fever.html.

  5. Queensland Health. What Is a Fever?. https://www.health.qld.gov.au/__data/assets/pdf_file/0016/434320/ed-child_fever.pdf.

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut