Facebook Pixel Code Berapa Berat Badan Ideal Anak Usia 2 Tahun?

Berapa Berat Badan Ideal Anak Usia 2 Tahun?

Berapa Berat Badan Ideal Anak Usia 2 Tahun?

Salah satu cara untuk menilai normal tidaknya pertumbuhan anak adalah lewat pertambahan berat badan. Lantas, seperti apa berat badan anak di usia 2 tahun ini? Kira-kira apakah sudah ideal sesuai grafik pertumbuhannya atau belum?

Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini!

Berapa Berat Badan Ideal Anak Umur 2 Tahun?

Banyak orang tua menganggap bahwa pipi yang makin tembam dan badan yang makin berisi adalah tolak ukur pertumbuhan anak. Padahal, idealnya berat badan anak yang sehat cenderung selalu naik setiap bulan, Bun. Lantas, berapa berat badan anak umur 2 tahun yang ideal?

Di umur 2 tahun, berat badan anak umumnya akan bertambah sekitar 2,5 kg dari berat badannya saat ia berusia 1 tahun.

Akan tetapi, memantau tumbuh kembang anak tidak cukup dengan melihat kenaikan berat badannya saja. Bunda juga harus melihat pertambahan tinggi badan si Kecil. Kenaikan berat badan anak yang sehat akan berbanding lurus dan searah dengan pertambahan tinggi badan.

Menurut tabel berat badan WHO dan Peraturan Menteri Kesehatan Kemenkes RI No. 2 Tahun 2020, patokan kisaran berat badan normal anak saat berusia 2 tahun sesuai jenis kelaminnya adalah sebagai berikut:

  • Anak laki-laki: antara 9,7-13,6 kilogram dengan tinggi badan sekitar 82-92 cm.

  • Anak perempuan: antara 9-13 kilogram dengan tinggi badan sekitar 80-92 cm.

Dengan mengacu pada kisaran tersebut, Bunda jadi bisa lebih tahu apakah berat dan tinggi badan si Kecil saat ini sudah ideal atau belum. 

Jadi ketika melihat anak Bunda kurus, jangan buru-buru berpikir ia kekurangan gizi, ya. Begitu pula jika melihat si Kecil tampak lebih gemuk daripada temannya, bukan berarti ia kegemukan atau obesitas. Bisa saja ia ternyata memiliki berat badan yang ideal sesuai dengan pertumbuhan tinggi badan di usianya. 

Cara Mengukur Berat Badan Anak

Untuk mengetahui berat badan ideal anak 2 tahun sudah mengikuti tinggi badannya atau belum, Bunda bisa mengacu pada grafik pertumbuhan anak yang dirancang oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Panduan umum ini juga digunakan oleh dokter dan tenaga kesehatan di Indonesia untuk memantau pertumbuhan anak serta kesehatan anak dan kecukupan gizinya. 

Namun jika Bunda ingin lebih yakin, ada baiknya bawa si Kecil ke posyandu atau puskesmas secara berkala untuk mendapatkan pengukuran yang lebih akurat dari dokter.

Karena selain mengukur berat badan, dokter juga akan mengukur tinggi badan dan lingkar kepalanya. Data ini akan dicatat setiap bulan untuk memantau apakah tumbuh kembang si Kecil sudah sesuai kurva pertumbuhan.

Lalu, bagaimana jika berat badan anak Bunda belum mencapai acuan berat badan ideal di atas?

Cara Menambah Berat Badan Anak Umur 2 Tahun

Jika berat badan si Kecil masih kurang dari patokan menurut grafik WHO, ini bisa menjadi pertanda anak kurus atau berat badannya kurang (underweight). Namun, jangan cepat-cepat khawatir, Bun. Untuk meningkatkan berat badan anak, ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan supaya angkanya naik mengikuti arah grafik pertumbuhan, yaitu:

1. Biasakan Pola Makan Seimbang

Untuk mencapai berat badan anak 2 tahun yang ideal, tidak perlu sampai menambah waktu makannya. Bunda masih bisa memberikan makan besar 3 kali sehari yang ditambah dengan 3 kali camilan di sela waktu makan.

Kuncinya adalah menerapkan pola makan seimbang. Pola makan seimbang artinya anak bisa mendapatkan jenis makanan yang bervariasi dan mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Berikut adalah pedoman pola makan gizi seimbang berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia:

  • Makan 3-4 porsi makanan pokok dalam satu hari, yang tidak hanya dari nasi, tapi juga bisa dari beras merah, kentang, singkong, ubi jalar, jagung, talas, dan lainnya.

  • Biasakan mengonsumsi 2-4 porsi lauk pauk yang berprotein tinggi setiap hari, utamakan protein hewani untuk anak seperti daging, ayam, dan ikan.

  • Biasakan minum air putih yang cukup.

  • Banyak makan buah dan sayur dengan porsi 300-400 gram per orang per hari, atau sebanyak 3-4 porsi sayur dan 2-3 porsi buah setiap hari atau setengah bagian piring berisi buah dan sayur (lebih banyak sayuran) setiap kali makan.

  • Biasakan sarapan pagi.

  • Batasi konsumsi makanan manis dan asin.

Baca Juga: 5 Cara Jitu Mengatasi Anak yang Tidak Mau Makan Nasi

2. Buat Menu Makanan Bervariasi

Setelah menyeimbangkan nutrisi yang diperlukan si Kecil, Bunda bisa membuat menu makanan yang bervariasi agar anak menikmati waktu makannya. 

Menu makanan yang bervariasi bisa menjadi salah satu cara menambah berat badan yang membutuhkan sedikit usaha dan kreativitas. Sebab, anak-anak cenderung cepat bosan dengan makanan yang itu-itu saja. 

Oleh karena itu, Bunda bisa masak sendiri guna memastikan makanan yang diberikan bervariasi, serta dilengkapi dengan gizi yang lengkap pula.

3. Jangan Batasi Asupan Lemak

Lemak sering dianggap musuh. Akan tetapi, zat gizi ini justru penting untuk tumbuh kembang si Kecil, terutama pertambahan berat badannya. 

American Heart Association merekomendasikan anak usia 2-3 tahun mengonsumsi lemak total sekitar 30 sampai 35 persen dari kalorinya. 

Akan tetapi, bukan berarti sumber makanan lemaknya bisa sesuka hati. Bunda justru harus hindari memberikan makanan yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans, seperti junk food, kukis dan cake, biskuit, dan snack.

Agar berat badan anak bertambah dengan cara yang sehat, Bunda bisa memilih sumber lemak yang lebih sehat, seperti lemak tak jenuh dari daging sapi tanpa gajih, alpukat, minyak zaitun, mentega atau margarin, ikan sarden, keju, kacang kedelai, dan ikan makarel.

4. Lengkapi Asupan Gizi dengan Pemberian Vitamin

Bila perlu, Bunda juga bisa memberikan vitamin penambah nafsu makan untuk mendukung kenaikan berat badan si Kecil mencapai kisaran idealnya. Sebuah hasil studi pada tahun 2018 juga menemukan bahwa asupan tambahan zat besi dan zinc dapat bantu meningkatkan status gizi, berat badan, dan nafsu makan anak.

Namun, baiknya selalu konsultasi lebih dulu dengan dokter sebelum memberikan vitamin apa pun pada anak.

6. Pastikan Anak Tidur Cukup

Si Kecil terbiasa begadang atau tidur larut malam? Ini berarti menandakan kalau waktu tidurnya menjadi tidak cukup tiap harinya, Bun. Jika dibiarkan terus menerus, hal ini dapat mengganggu pertumbuhannya secara keseluruhan. 

Alhasil, pertumbuhan dan kemampuannya untuk fokus, belajar, dan bersosialisasi akan terganggu. Jadi, penting sekali bagi Bunda untuk memastikan si Kecil cukup istirahat setiap hari.

Lalu, berapa lama tidur yang cukup untuk anak umur 2 tahun? Untuk anak berusia 1-2 tahun, sebaiknya mendapatkan tidur selama 11-14 jam sehari. Bunda juga bisa membiasakan si Kecil untuk tidur siang, agar perkembangan dan pertumbuhan tinggi badannya berjalan optimal. 

Setiap sebelum tidur, Bunda juga bisa berikan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti SGM Eksplor 1+ yang satu-satunya diperkaya dengan IronC™, yakni kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C untuk maksimalkan penyerapan semua nutrisi penting yang dibutuhkan si Kecil hingga 2x lipat.

SGM Eksplor 1 + juga dilengkapi dengan DHA, Minyak Ikan, Omega 3&6 serta nutrisi penting lainnya untuk bantu si Kecil berpikir cepat dan berani.

7. Dorong Anak agar Aktif Bergerak

Supaya berat badan anak 2 tahun yang ideal bisa tercapai, sebaiknya batasi screen time untuk menonton televisi atau bermain agar tidak lebih dari dua jam per hari. Coba alihkan kegiatan si Kecil dari menonton TV atau bermain gawai, menjadi aktivitas yang melibatkan fisik. 

Ajaklah si Kecil untuk melakukan olahraga bersama Bunda dan Ayah secara rutin setiap hari. Bunda juga bisa menyesuaikan jenis olahraga yang cocok untuk si Kecil. Misalnya, jogging, bermain bola, senam pagi, bersepeda, dan berenang. Mengajaknya bermain permainan tradisional, seperti petak umpet, lompat tali, layangan, engklek, dan lain sebagainya, juga bisa menjadi ide kegiatan yang seru untuk anak usia 2 tahun.

Selain menyehatkan dan menyenangkan, aktivitas fisik tersebut juga bermanfaat bagi kesehatannya. Mulai dari memperkuat tulang dan otot, mengendalikan berat badan, serta mengoptimalkan tinggi badannya. 

Baca Juga: 9 Cara Stimulasi Tepat untuk Anak Usia 2 Tahun agar Semakin Cerdas

Itulah dia beberapa tips yang Bunda lakukan di rumah untuk membantu anak mencapai berat badan anak 2 tahun yang ideal. Semoga tips ini bisa bermanfaat, ya!

Dapatkan juga lebih banyak artikel seputar tips parenting dan kumpulan resep bergizi tinggi untuk anak dengan mendaftarkan diri di Klub Generasi Maju. Gratis, Bun!

Referensi:

  1. Bloxham, L. (2020). What’s the difference between malnutrition and undernutrition, and why is it important? Concern Worldwide. https://www.concern.org.uk/news/whats-difference-between-malnutrition-and-undernutrition-and-why-it-important
  2. NHS Choices. (2023). How to help your child gain weight. https://www.nhs.uk/live-well/healthy-weight/childrens-weight/how-to-help-your-child-gain-weight/ 
  3. Masters, M. (2016, September 20). 2-Year-Old Child. What to Expect; WhattoExpect. https://www.whattoexpect.com/toddler/24-month-old.aspx
  4. The Bump Editors. (2022, June 8). 24-Month-Old. Thebump.com; The Bump. https://www.thebump.com/toddler-month-by-month/24-month-old
  5. Height and weight chart from newborn to 8 years: Average child and baby weight by age. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/baby-development/average-weight-and-growth-chart-for-babies-toddlers-and-beyo_10357633
  6. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf. 
  7. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. (2023). Kemkes.go.id. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2034/bagaimana-mengatasi-berat-badan-kurang-pada-anak
  8. Silver, N. (2022, July 25). How to Increase Your Height: Is There Anything I Can Do? Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/how-to-increase-height#how-to-increase-height
  9. Dietary Recommendations for Healthy Children. (2016, July 22). Www.heart.org. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/dietary-recommendations-for-healthy-children

 

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut