Facebook Pixel Code Apa Itu Growth Spurt pada Bayi dan Bagaimana Mengatasinya?

Mengenal Growth Spurt dan Tanda-Tandanya pada Bayi

Mengenal Growth Spurt dan Tanda-Tandanya pada Bayi

 

Bunda, pernah dengar istilah growth spurt alias pacu tumbuh? Bayi yang baru lahir bisa mengalami beberapa kali fase pacu tumbuh dalam 12 bulan pertama usianya. Bayi yang sedang mengalami fase pacu tumbuh cenderung jadi lebih rewel dari biasanya. 

Apa penyebabnya dan bagaimana mengatasinya? Yuk, cari tahu lebih dalam tentang fase percepatan tumbuh di ulasan berikut ini!

Apa Itu Growth Spurt

Growth spurt adalah fase percepatan pertumbuhan bayi yang terjadi di awal-awal kelahirannya. Fase ini disebut juga sebagai fase pacu tumbuh atau lonjakan pertumbuhan.

Growth spurt bisa terjadi beberapa kali dalam kurun waktu 12 bulan pertama usia bayi, yaitu di usia 7–10 hari, 1-3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, 6 bulan, dan 9 bulan. Satu periode fase pacu tumbuh biasanya berlangsung 2–3 hari, kadang bisa juga sampai seminggu. 

Apa yang Dirasakan Bayi Saat Fase Pacu Tumbuh?

Selama fase pacu tumbuh, bayi biasanya akan menjadi lebih aktif dan cenderung lebih rewel dari biasanya. Si Kecil juga jadi tidak mau ditinggal, ingin selalu menempel pada Bunda dan digendong sepanjang waktu, kemudian bisa menangis saat coba dibaringkan.

Dalam kurun waktu ini, jangan kaget bila ada sedikit perubahan perilaku si Kecil ya, Bun. Bunda perlu lebih bersabar dan telaten mengingat kondisi emosional bayi sedang mengalami sedikit perubahan. Setelah melewati fase ini, si Kecil akan kembali seperti biasanya. 

Fase pacu tumbuh juga bisa menyebabkan kenaikan berat badan bayi, serta perkembangan panjang badan dan lingkar kepala yang lebih cepat dari minggu-minggu sebelumnya. 

Bunda bisa memantau pertumbuhan si Kecil secara berkala menggunakan Grafik Pertumbuhan Anak. Seluruh informasi terkait kurva dan grafik pertumbuhan ini juga sudah disesuaikan dengan pedoman dari WHO, lho!

Apakah Growth Spurt itu Normal?

Growth spurt adalah bagian alami dari perkembangan bayi. Beberapa faktor yang memengaruhinya adalah genetik serta kebutuhan dan asupan nutrisi.

Namun yang juga perlu diingat, setiap bayi tumbuh dan berkembang pada kecepatan berbeda-beda.

Selama masih menyusu rutin, popoknya selalu basah yang berarti asupan ASI atau makanannya tercukupi, serta berat dan panjang badannya mengikuti standar grafik pertumbuhan WHO, bayi Bunda sudah dapat dikatakan tumbuh dengan baik.

Baca Juga: Seperti Apa Tahap Perkembangan Bayi dari Bulan ke Bulan?

Apa Tanda Bayi Growth Spurt?

Tanda-tanda growth spurt pada bayi cukup mudah dikenali. Umumnya ada 3 tanda utama yang ditunjukkan bayi saat mengalami fase pacu tumbuh, antara lain:

1. Lebih Rewel dari Biasanya

Pada fase ini biasanya bayi jadi lebih rewel karena dipicu rasa lapar dan haus yang meningkat. Namun, Bunda tak perlu khawatir. Rewelnya bayi tak akan berlangsung lama dan berangsur hilang dengan sendirinya setelah periode percepatan tumbuh berakhir.

2. Selalu Ingin Menyusu

Bayi yang tiba-tiba selalu ingin menyusu sepanjang waktu juga bisa menandakan sedang mengalami lonjakan pertumbuhan. Soalnya, proses pertumbuhan yang pesat akan membutuhkan lebih banyak cadangan energi.

Jika Bunda khawatir tidak dapat mengimbangi nafsu makan bayi, pastikan untuk minum banyak cairan dan terus makan makanan yang sehat untuk ibu menyusui agar pasokan ASI lancar.

Namun, tetap perhatikan juga tanda-tanda bayi kenyang dan sudah cukup ASI. Jika bayi mulai gumoh setelah menyusu lebih lama dari biasanya, ia mungkin makan terlalu banyak. 

Jika biasanya si Kecil menyusu ASI sekitar 8 kali sehari, maka saat mengalami fase pacu tumbuh ia bisa menyusu lebih sering hingga sekitar 12-18 kali sehari.

3. Pola Tidur Berubah

Fase pacu tumbuh juga membuat bayi tidur lebih lama dari biasanya. Hal ini justru bagus, karena tidur dengan nyenyak membuat hormon pertumbuhan pada tubuh si Kecil bekerja maksimal.

Akan tetapi, ada juga sebagian bayi yang mungkin jadi lebih jarang tidur saat proses percepatan tumbuh berlangsung atau sering terbangun di malam hari.

4. Berat dan Panjang Badan Bertambah Lebih Cepat 

Selama fase pacu tumbuh berlangsung, berat dan panjang badan si Kecil akan bertambah dengan sangat cepat. 

Umumnya, setelah melewati fase ini, berat badan bayi berusia 12 bulan akan meningkat 3 kali lipat daripada berat lahir dan panjangnya akan bertambah sekitar 25 cm. 

Oleh karena itu, jangan heran jika tiba-tiba baju yang kemarin masih muat dipakai mendadak menjadi terlalu kecil. 

Tapi perlu diingat, pertambahan berat dan panjang tubuh masing-masing bayi berbeda, ya, Bunda. Ada yang mungkin lebih pesat dan ada yang sedikit lebih lambat. 

Untuk mengetahui pertumbuhan si Kecil dengan pasti, Bunda perlu secara rutin membawanya ke pusat layanan kesehatan dan menjalani pengukuran. 

Cara Menangani Fase Growth Spurt

Menghadapi bayi yang sedang melewati proses pacu tumbuh memang cukup menantang. Bunda mungkin akan lebih banyak menghabiskan waktu untuk menyusui si Kecil hingga menenangkannya dari rasa rewel. 

Berikut tips menghadapi fase pacu tumbuh pada bayi yang bisa Bunda lakukan:

1. Susui Lebih Sering

Selama fase ini, bayi bisa menyusu tiap 30 menit sekali atau sebanyak-banyaknya hingga 18 kali sehari, lho, Bun! Jadi, penting agar Bunda bisa memenuhi kebutuhan menyusui si Kecil selagi mampu.

Agar gizi yang didapatkannya optimal, pastikan cara menyusu dan pelekatan bayi sudah tepat sehingga ASI masuk dengan maksimal dan si Kecil pun cepat merasa kenyang. 

2. Menidurkan Hingga Lelap

Setelah menyusu, usahakan segera menidurkan si Kecil ya, Bun. Tujuannya bukan hanya untuk menjaga pola tidurnya tetap teratur, tapi juga memberi Bunda waktu senggang agar bisa ikut beristirahat. 

Buat si Kecil nyaman dengan menggendong dan mengayunnya sampai tertidur. Jangan lupa, berikan suasana tidur yang nyaman pula untuk menghindari rewel berkepanjangan, Bun.

Misalnya buat suhu ruangan menjadi lebih sejuk, redupkan lampu, dan meminimalisir kebisingan agar si Kecil bisa tidur dengan nyenyak.

Baca Juga: 6 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi Secara Sehat

3. Atasi Rewel dengan Tenang

Tenang adalah kunci utama menghadapi bayi yang mengalami fase pacu tumbuh. Hal ini karena si Kecil memiliki ikatan batin yang kuat dengan Bunda. 

Jika Bunda panik, otomatis bayi akan semakin rewel. Sebaliknya apabila Bunda tenang, si Kecil pun ikut merasakan hal yang sama. 

4. Bergantian Menenangkan si Kecil

Tak dapat dipungkiri, fase pacu tumbuh yang terjadi pada sebagian besar bayi membuat orang tua cukup kewalahan menghadapinya. Terutama Bunda yang harus menyusui si Kecil lebih sering.

Jika Bunda kelelahan, tak ada salahnya meminta Ayah atau orang lain di sekitar Bunda untuk  bergantian menenangkan si Kecil. Dengan begitu, Bunda dapat beristirahat sejenak.

5. Maksimalkan Waktu Tidur Bunda

Memenuhi kebutuhan si Kecil saat fase pacu tumbuh memang penting, tapi Bunda juga perlu beristirahat agar kesehatan fisik dan mental tetap terjaga dengan baik.

Maka itu, cobalah ‘mencuri’ waktu untuk diri sendiri ketika si Kecil tidur. Bunda bisa makan, mandi, dan tidur selama waktu tersebut. Bunda yang bahagia, pastinya turut membuat si Kecil merasa bahagia!

6. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Selama Menyusui

Berhubung fase percepatan tumbuh membuat si Kecil menyusu lebih sering, artinya Bunda perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.

Cara ini dilakukan tak lain agar ASI Bunda semakin berkualitas, sehingga bayi pun mendapat asupan yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya di masa ini. 

Nutrisi yang terpenuhi dengan baik saat menyusui akan menghasilkan ASI yang tinggi lemak dan kalori. Asupan ekstra ini bisa membuat si Kecil lebih cepat kenyang dan berat badannya naik.

Nah akan tetapi, growth spurt bukanlah satu-satunya penyebab bayi rewel. Jika si Kecil mengalami tanda-tanda growth spurt di atas disertai tanda gejala lain seperti perut kembung, besar kemungkinan ia mengalami kolik.

7. Skrining Rutin

Untuk menghadapi fase pacu tumbuh dan untuk memastikan si Kecil bertumbuh sesuai dengan standar, Bunda perlu mengajaknya ke pusat kesehatan secara rutin untuk mendapatkan skrining. 

Saat skrining, si Kecil akan mendapatkan pengukuran berat badan, panjang badan, dan lingkar kepala. Dengan begitu, dokter dapat memberikan penanganan sedini mungkin apabila ditemukan potensi gangguan tumbuh kembang. 

Berapa kali Bunda perlu mengajak si Kecil untuk skrining? Bunda sebaiknya membawa si Kecil skrining sebanyak: 

  • 0-12 bulan : 1 bulan sekali. 

  • 12-36 bulan : 3 bulan sekali.

  • 36-72 bulan : 6 bulan sekali

  • 72 bulan ke atas : 1 tahun sekali. 

Baca Juga: Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk Anak

Perbedaan Fase Growth Spurt dan Kolik

Tangisan bayi yang mengalami fase pacu tumbuh umumnya hanya dipicu oleh keinginan untuk menyusu lebih sering. Jika bayi sudah kenyang menyusu, ia bisa kembali tenang.

Sementara tangisan bayi yang rewel karena kolik dapat diakibatkan oleh berbagai faktor seperti masalah pencernaan atau terlalu banyaknya rangsangan sensori.

Pada intinya, dua kondisi ini jelas berbeda. Kolik bisa disebabkan masalah kesehatan, tapi growth spurt adalah bagian normal dari pertumbuhan anak.

Dengan bertambahnya umur si Kecil, baik growth spurt ataupun kolik akan berangsur menghilang. Jadi, Bunda tak perlu khawatir. Pasti Bunda bisa melewatinya dengan baik!

Sekarang Bunda tidak perlu khawatir berlebihan ketika si Kecil tiba-tiba lebih rewel dan minta ASI lebih banyak, sebab Bunda tahu ia sedang berada dalam fase pacu tumbuh. 

Semoga artikel ini membantu!

Referensi:

  1. Clinic, C. (2021). Growth Spurts & Baby Growth Spurts — What They Are & What To Do. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22070-growth-spurts

  2. IDAI | Pentingnya Memantau Pertumbuhan dan Perkembangan Anak (Bagian 1). (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1

  3. McTigue, S. (2019, December 16). Understanding Baby Growth Spurts. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/baby/baby-growth-spurts

  4. Clinic, C. (2021). Growth Spurts & Baby Growth Spurts — What They Are & What To Do. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22070-growth-spurts

  5. Baby growth spurts: 3 signs your baby is actually going through one - Today’s Parent. (2019, April). Today’s Parent. https://www.todaysparent.com/baby/signs-your-baby-going-through-a-growth-spurt/

  6. Does my baby need more milk during a growth spurt? (2022). BabyCenter. https://www.babycentre.co.uk/a25012755/does-my-baby-need-more-milk-during-a-growth-spurt

  7. Overview and Importance of Hindmilk for Infants. Verywell Family. (2016) https://www.verywellfamily.com/hindmilk-431992

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut