Facebook Pixel Code 12 Manfaat Minyak Ikan untuk Anak dan Tips Memenuhinya

12 Manfaat Minyak Ikan untuk Anak dan Tips Memenuhinya

12 Manfaat Minyak Ikan untuk Anak dan Tips Memenuhinya

Nutrisi memiliki peran penting dalam mendukung proses tumbuh kembang si Kecil. Di antara berbagai asupan nutrisi yang penting untuk anak, jangan sampai melewatkan asupan minyak ikan, ya, Bun! Karena, manfaat minyak ikan untuk anak sangatlah banyak, terutama bagi proses perkembangan otak yang optimal.

Jadi, sangat penting untuk Bunda bisa senantiasa memenuhi kebutuhan omega-3 anak, terutama dari asupan makanan yang mengandung minyak ikan.

Lalu, apa lagi manfaat minyak ikan untuk anak dan bagaimana tips memenuhi kebutuhannya tiap hari? Yuk, temukan jawabannya pada ulasan berikut ini, Bun!

Berbagai Manfaat Minyak Ikan untuk Anak

Kebaikan minyak ikan sebagian besarnya datang dari kandungan asam lemak omega-3. Di dalam omega-3 terdapat tiga jenis asam lemak penting, yaitu alpha-linolenic acid (ALA), eicosapentaenoic acid (EPA), dan docosahexaenoic acid (DHA).

Minyak ikan itu sendiri bisa diperoleh dari berbagai jenis ikan laut berlemak, yang umumnya berasal dari ikan cod. Akan tetapi, tahukah Bunda bahwa minyak ikan tuna adalah salah satu minyak ikan terbaik untuk anak?

Minyak ikan yang terbuat dari ikan tuna memiliki kadar omega 3 serta DHA dan EPA yang lebih tinggi daripada minyak ikan cod biasa. Minyak ikan tuna juga ternyata memiliki protein, zat besi, zinc, fosfor, magnesium, vitamin A, D, E, B12, B3, B6, B2, dan B1 yang lebih tinggi ketimbang minyak ikan kod.

Ini karena ikan tuna menyimpan minyak dalam dagingnya, berbeda dengan ikan kod yang menyimpan minyak justru di dalam organ hatinya. Jadi dalam proses pengolahannya, ikan tuna akan menghasilkan minyak yang lebih banyak dan lebih kaya nutrisi dibanding hasil ekstraksi dari organ hati saja.

Untuk lebih jelasnya, berikut berbagai manfaat minyak ikan untuk anak yang wajib Bunda ketahui.

1. Meningkatkan Fungsi Otak Anak

Manfaat utama minyak ikan untuk anak adalah meningkatkan fungsi otak, khususnya dalam hal pembelajaran dan penguatan memori. Hal ini tentu tak lepas dari kandungan asam lemak omega-3 di dalamnya.

Menurut hasil studi dalam jurnal Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids, sebanyak 183 partisipan anak yang mendapat asupan asam lemak omega-3 lebih tinggi mengalami peningkatan kemampuan belajar secara verbal.

Kemampuan belajar verbal yang dimaksud di sini adalah ketika anak bisa menyampaikan gagasannya dengan kata-kata, atau kemampuan mengingat suatu konsep atau prinsip tertentu dan menyatakan kembali dengan kata-kata.

Sebagai contoh, ketika anak belajar tentang bahaya bermain dengan benda-benda tajam seperti pisau, ia tidak hanya bisa mengerti tentang konsep sebab dan akibatnya saja, tapi juga bisa menceritakannya kembali kepada Bunda dengan kalimatnya sendiri.

Pembelajaran verbal merupakan proses kognitif kompleks yang terdiri dari pemecahan masalah, kemampuan berpikir untuk merumuskan konsep, dan kemampuan mengingat sesuatu untuk dihubungkan dengan yang lain (misalnya, mengingat kata “pisau” yang dihubungkan dengan kata “luka” atau “bahaya”)

Selain itu, sebuah penelitian kecil juga melaporkan bahwa konsumsi DHA sebanyak 400 sampai 1.200 mg tiap hari meningkatkan aktivitas otak bagian depan (prefrontal korteks) yang bertanggung jawab untuk mengatur fungsi perhatian, kontrol impuls, dan perencanaan. 

Kadar DHA yang lebih tinggi bisa Bunda dapatkan dari minyak ikan tuna, yang menurut Functional Neurological Center pada tahun 2022 bahkan lebih bagus daripada ikan kod untuk mendukung perkembangan dan pertumbuhan otak anak karena memiliki rasio DHA:EPA 4:1.

2. Meningkatkan Kemampuan Membaca

Para peneliti dari Oxford University membuktikan bahwa anak-anak usia prasekolah yang diberi 600 miligram omega-3 tiap harinya selama empat bulan berturut-turut cenderung lebih cepat belajar membaca dibandingkan anak yang tidak mendapatkan asupan omega-3. 

Manfaat yang satu ini juga masih ada hubungannya dengan peningkatan kemampuan belajar verbal. Pasalnya, membaca juga ikut membantu anak membentuk asosiasi verbal, yaitu hubungan antar objek yang diamati atau objek yang dibayangkan dengan kata-kata.

Anak yang memiliki kemampuan asosiasi verbal dapat menyatakan dengan jelas tentang suatu objek, baik keberadaannya, ciri-cirinya, apa yang membedakan dan menyamakan objek tersebut dari objek lain, dan kaitan antara objek yang satu dengan yang lain.

Sebagai contoh, ketika anak membaca tulisan “apel” ia akan bisa mengaitkan kata tersebut dengan buah apel yang berbentuk bulat, berwarna merah, dan rasanya manis. Ia juga bahkan bisa menunjuk mana buah apel ketika diminta, bukan justru menunjuk buah jeruk, misalnya.

Dalam menyatakan ide atau gagasannya, anak juga harus berpegang pada aturan tata bahasa yang baik agar perkataannya dapat dimengerti oleh orang lain, dan ini bisa diraih dengan latihan membaca terus menerus.

Baca Juga: Si Kecil Mau Masuk Sekolah? Persiapkan untuk Punya 9 Skill Ini!

3.  Membantu Pertumbuhan Tulang

Sebuah penelitian telah menunjukkan bahwa kandungan asam lemak omega-3 dapat membantu mendukung osteoblas, sel yang berperan penting dalam pembentukan tulang.

Kondisi ini sangat relevan untuk pembentukan dan pertumbuhan tulang anak yang sehat. Penelitian juga menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 dapat meningkatkan kekuatan tulang.

Selain itu, omega-3 yang berasal dari minyak ikan tuna juga dapat membantu mengendalikan peradangan yang menyebabkan pengeroposon tulang (osteoporosis).

Hal lain yang memungkinkan omega-3 dapat membantu mendukung kesehatan tulang, yaitu cara kerjanya dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium dan mineral penting yang dibutuhkan untuk struktur tulang yang sehat.

4. Membantu Anak Tidur Nyenyak

Sebuah studi yang diterbitkan pada Journal of Sleep Research menemukan hubungan kadar asam lemak omega-3 yang rendah dengan risiko masalah gangguan tidur pada anak. 

Jadi bila si Kecil seringkali susah tidur, coba pastikan asupan omega-3nya sudah terpenuhi. Sebuah studi melaporkan konsumsi suplementasi minyak ikan yang mengandung 600 mg DHA selama 16 minggu berturut-turut dapat membantu anak tidur lebih nyenyak di malam hari.

5. Mencegah Alergi pada Anak

Tahukah Bunda? Rutin mengonsumsi makanan mengandung omega-3, salah satunya yang terdapat pada minyak ikan diketahui dapat menurunkan risiko alergi pada anak, seperti rhinitis dan eksim.

6. Meringankan Gejala Asma

Manfaat minyak ikan juga pernah diteliti untuk meringankan gejala asma anak oleh sebuah studi yang dimuat pada European Respiratory Journal. 

Hasil penelitian tersebut membuktikan bahwa sebanyak 29 anak yang mengonsumsi kapsul minyak ikan mengandung 120 mg kombinasi DHA dan EPA setiap hari mampu mengurangi gejala asma yang dialaminya.

Pada penelitian lainnya disebutkan bahwa konsumsi minyak ikan yang mengandung asam lemak omega-3 tinggi dapat membantu mengurangi gejala asma, khususnya asma yang disebabkan oleh polusi udara di dalam ruangan.

7. Mengurangi Gejala ADHD

Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) adalah gangguan perilaku yang membuat anak sulit fokus dan konsentrasi. 

Nah, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa memberikan suplemen omega-3 dapat membantu mengurangi gejala ADHD pada anak-anak. 

Bahkan, studi yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition & Food Sciences menyebutkan suplementasi asam lemak omega-3 di dalam minyak ikan bisa membantu mengurangi gejala ADHD pada anak.

Sebab, ada semakin banyak bukti bahwa kekurangan asam lemak omega-3 dapat memiliki efek buruk pada perkembangan otak dan perkembangan sarafnya, sehingga berdampak pada kemampuannya untuk belajar dan berfungsi secara sosial.

Selain itu, studi yang dipublikasikan pada Journal of Lipids juga mengungkapkan bahwa konsumsi asam lemak omega-3 dapat membantu meningkatkan perhatian serta mengurangi hiperaktivitas.

8. Mencegah Penyakit Jantung

Kekurangan asupan omega-3 telah dihubungkan dengan beberapa kondisi kesehatan, misalnya penyakit jantung. Ini artinya, asupan omega-3 dari minyak ikan dapat membantu melindungi anak dari penyakit jantung juga. 

Namun, manfaat ini bisa didapat anak apabila ia mengonsumsi makanan yang mengandung sumber minyak ikan, terutama makanan laut (ikan kembung, sarden, dan kerang).

9. Mengendalikan Gula Darah Anak yang Obesitas

Dewasa ini terjadi peningkatan jumlah anak obesitas dan peningkatan kasus diabetes melitus tipe 2. Diduga ini dipengaruhi oleh resistensi insulin yang berkembang sejak kecil pada anak dengan obesitas, yang selanjutnya dapat berkembang menjadi diabetes melitus tipe 2 saat mereka dewasa nanti.

Dalam jurnal tinjauan sistematik dan meta-analisis yang diterbitkan oleh Canadian Journal of Diabetes disimpulkan bahwa suplemen omega-3 dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Semakin sensitif tubuh terhadap insulin, ini berarti tubuh hanya membutuhkan sedikit kadar insulin untuk menurunkan kadar gula darah secara efektif.

Di sinilah suplementasi asupan omega-3 dapat berperan untuk mengendalikan gula darah anak yang obesitas dengan meningkatkan sensitivitas insulinnya.  

10. Mencegah Depresi

Beberapa hasil penelitian lainnya juga menunjukkan bahwa asam lemak omega-3 juga dapat membantu menjaga suasana hati anak dengan mencegah depresi dan gangguan mood.

Di samping itu, banyak juga penelitian yang menunjukkan bahwa kekurangan omega-3 dalam konsumsi harian juga dapat meningkatkan risiko gangguan mood, termasuk depresi.

11. Menjaga Kesehatan Mata

Manfaat minyak ikan untuk anak berikutnya adalah menjaga kesehatan mata. Kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi dari minyak ikan tuna dapat membantu meningkatkan aliran darah ke mata, sehingga mampu menjaga penglihatan anak tetap sehat dalam waktu yang lama.

12. Mengurangi Nyeri Sendi

Asam lemak omega-3 pada minyak ikan memiliki kandungan zat antiradang dipercaya dapat mengurangi nyeri sendi yang mungkin dialami si Kecil.

Baca Juga: Nutrisi untuk Bantu Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun ke Atas

Aturan Minum Minyak Ikan yang Direkomendasikan untuk Anak

Kebutuhan minyak ikan untuk anak bergantung pada usia dan jenis kelaminnya. Kalau Bunda membeli suplemen vitamin minyak ikan untuk anak tambahan, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan.

Adapun anjuran asupan asam lemak omega-3 per hari untuk anak menurut National Institutes of Health, yakni sebagai berikut:

  • Usia 0-12 bulan: 0.5 gram/hari.

  • Usia 1-3 tahun: 0.7 gram/hari.

  • Usia 4-8 tahun: 0.9 gram/hari.

Jika dikonsumsi secara teratur, fungsi minyak ikan untuk anak dapat dirasakan tak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga mendukung setiap tahapan tumbuh kembangnya

Pilihan Makanan Mengandung Sumber Minyak Ikan

Mengingat omega-3 tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh secara alami, Bunda perlu selalu memenuhi kebutuhan harian anak lewat hidangan ikan dan juga makanan lainnya, seperti:

1. Ikan Tuna

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ikan tuna adalah salah satu sumber omega-3 terbaik untuk anak karena tuna menyimpan minyak dalam dagingnya, berbeda dengan ikan kod yang menyimpan minyak justru di dalam organ hatinya. Jadi ketika anak mengonsumsi daging ikan tuna, ia juga bisa mendapatkan asupan omega-3.

Per 100 gram daging ikan tuna mengandung 5 mg omega 3 serta DHA dan EPA sebanyak 5 mg. Selain itu, daging ikan tuna juga mengandung vitamin A yang lebih tinggi (2520 IU) daripada ikan cod (40 IU).

Vitamin A mendorong pertumbuhan dan perkembangan anak normal, termasuk mendukung perbaikan jaringan dan tulang serta perkembangan kulit, mata, dan respons imun yang sehat. 

2. Ikan Kembung

Salah satu rekomendasi makanan mengandung sumber minyak ikan adalah ikan kembung. Jenis ikan lokal satu ini memiliki kandungan DHA sebanyak 0,59 gram dan EPA sebanyak 0,43 gram. Tak hanya itu, ikan kembung juga kaya akan selenium dan vitamin B12.

3. Ikan Sarden

Jenis ikan yang sering Bunda temukan dalam bentuk kalengan ini mengandung asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) yang baik untuk perkembangan otak anak. 

Dalam satu kaleng ikan sarden, kira-kira mengandung DHA sebanyak 0,74 gram dan EPA sebanyak 0,45 gram. Ikan sarden juga merupakan makanan bernutrisi karena kaya akan selenium, serta vitamin D dan B12.

4. Udang 

Udang juga menjadi pilihan makanan mengandung asam lemak omega-3. Hidangan laut ini mengandung DHA dan EPA sebanyak 0,12 gram, serta kaya protein dan kalium. Selain tinggi nutrisi, udang juga mudah Bunda temukan di pasar tradisional, dan bisa diolah menjadi berbagai masakan.

5. Sayuran Hijau

Sayuran berdaun hijau merupakan sumber asam lemak omega 3 ALA yang baik untuk anak. Beberapa di antara jenis sayuran hijau yang bisa Bunda berikan kepada si Kecil antara lain bayam, kangkung, brokoli, sawi hijau, kembang kol, dan pakchoy.

Selain mengandung omega 3, sayuran ini juga tinggi serat yang baik untuk pencernaan anak Bunda.

Baca Juga: 5 Cara Jitu Mengatasi Anak yang Tidak Mau Makan Nasi

Selain makanan-makanan di atas, asam lemak omega-3 serta DHA dan EPA yang lebih tinggi juga dapat Bunda temui dalam susu pertumbuhan anak terfortifikasi seperti SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx

SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx menjadi satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung minyak ikan tuna dan formula IronC, yaitu kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C dengan perbandingan 1:2 untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi penting hingga 2x lipat. Kombinasi IronC juga berperan penting dalam proses daya pikir dan kemampuan belajar anak. 

SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx dengan IronC juga dilengkapi dengan protein, zinc, kalsium, vitamin D, serta nutrisi penting lainnya untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak.

Ingin mencari inspirasi seputar pemenuhan gizi anak sehari-hari sebelum ia mulai masuk sekolah? Yuk, daftarkan diri Bunda di Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses ke banyak informasi parenting terbaru serta beragam promo menarik lain seputar susu SGM. Gratis!

Referensi:

  1. Mayo Clinic. (2017). Fish oil. Retrieved September 14, 2020, from https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-fish-oil/art-20364810
     
  2. Kuratko, C., Barrett, E., Nelson, E., & Salem, N. (2013). The Relationship of Docosahexaenoic Acid (DHA) with Learning and Behavior in Healthy Children: A Review. Nutrients, 5(7), 2777–2810. https://doi.org/10.3390/nu5072777
     
  3. Bernstein, A. S., Oken, E., & de Ferranti, S. (2019). Fish, Shellfish, and Children’s Health: An Assessment of Benefits, Risks, and Sustainability. Pediatrics, 143(6), e20190999. https://doi.org/10.1542/peds.2019-0999
     
  4. Eatright.org. (2019). Do Kids Need Omega-3 Fats? Retrieved September 14, 2020, from https://www.eatright.org/food/vitamins-and-supplements/types-of-vitamins-and-nutrients/do-kids-need-omega-3-fats
     
  5. LeWine, H. (2019, July 24). Fish oil: friend or foe? - Harvard Health Blog. Retrieved September 14, 2020, from https://www.health.harvard.edu/blog/fish-oil-friend-or-foe-201307126467
     
  6. Nutrients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3738999/. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  7. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/omega-3-for-kids#dosage. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  8. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323144. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  9. Web MD. https://www.webmd.com/diet/guide/your-omega-3-family-shopping-list. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  10. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/cod-liver-oil-kids#The-Health-Benefits. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  11. Prostaglandins, Leukotrienes and Essential Fatty Acids. https://www.plefa.com/article/S0952-3278(08)00194-4/fulltext#relatedArticles. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  12. Journal of Lipids. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5603098/. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  13. Journal of Sleep Research. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jsr.12135. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  14. Journal of Nutrition & Food Sciences. https://www.longdom.org/open-access/omega36-fatty-acids-and-learning-in-children-and-young-people-a-review-of-randomised-controlled-trials-published-in-the-last-5-yea-2155-9600-1000670.pdf. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  15. Critical Reviews in Food Science and Nutrition. https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10408398.2013.876959?journalCode=bfsn20.  Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  16. Nutri Advanced. https://www.nutriadvanced.co.uk/news/top-10-reasons-to-give-your-kids-omega-3/. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  17. Fish Oil and Lipids From Marine Source. https://sci-hub.se/https://doi.org/10.1533/9781845691684.1.56. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  18. Encapsulation of Fish Oils. https://sci-hub.se/https://doi.org/10.1533/9781845694210.3.370. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  19. Fish and Omega-3 Fatty Acids. https://www.canada.ca/content/dam/hc-sc/migration/hc-sc/fn-an/alt_formats/hpfb-dgpsa/pdf/pubs/omega3-eng.pdf. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  20. Omega-3 Fatty Acid Content in Fish. https://seafood.oregonstate.edu/sites/agscid7/files/snic/omega-3-content-in-fish.pdf. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  21. Food Struct. https://foodstruct.com/compare/cod-vs-tuna. Diakses pada 31 Oktober 2022.
     
  22. Ghasemi Fard, S., Loh, S. P., Turchini, G. M., Wang, B., Elliott, G., & Sinclair, A. J. (2020). Microencapsulated Tuna Oil Results in Higher Absorption of DHA in Toddlers. Nutrients, 12(1), 248. https://doi.org/10.3390/nu12010248
     
  23. Rozner, R., Vernikov, J., Griess-Fishheimer, S., Travinsky, T., Penn, S., Schwartz, B., Mesilati-Stahy, R., Argov-Argaman, N., Shahar, R., & Monsonego-Ornan, E. (2020). The Role of Omega-3 Polyunsaturated Fatty Acids from Different Sources in Bone Development. Nutrients, 12(11), 3494. https://doi.org/10.3390/nu12113494
     
  24. Orchard, T. S., Pan, X., Cheek, F., Ing, S. W., & Jackson, R. D. (2012). A systematic review of omega-3 fatty acids and osteoporosis. The British journal of nutrition, 107 Suppl 2(0 2), S253–S260. https://doi.org/10.1017/S0007114512001638
     
  25. Mone, P., Varzideh, F., Kansakar, U. et al. Omega-3 fatty acids coordinate glucose and lipid metabolism in diabetic patients. Lipids Health Dis 21, 31 (2022). https://doi.org/10.1186/s12944-022-01642-w
     
  26. Hou, M., Zhou, W., Sun, L., Wang, B., Shen, J., Cao, L., & Lv, H. (2021). Effect of fish oil on insulin sensitivity in children: A systematic review and meta-analysis of randomized, controlled trials. Canadian Journal of Diabetes, 45(6). https://doi.org/10.1016/j.jcjd.2020.11.004
     

Artikel Lainnya

10 Obat Batuk Alami yang Efektif ...

Obat batuk alami untuk anak dapat Bunda buat dengan mudah menggunakan bahan yang ada di dapur,...

Tanda-tanda Speech Delay pada Anak ...

Speech delay adalah keterlambatan bicara yang tidak sesuai dengan usia anak. Ditandai dengan...

4 Cara Mendidik Anak agar Menjadi ...

Mendidik anak memang bukan perkara mudah. Tapi, jangan pernah kelewatan sampai ​​pakai...

Anak Takut Berinteraksi dengan Orang ...

Anak yang takut berinteraksi dengan orang lain mungkin membuat Bunda bingung. Jangan khawatir, ada...

Tinggi Badan yang Ideal untuk ...

Tinggi badan anak idealnya bertambah terus tiap tahun. Jadi, berapa tinggi badan yang normal untuk...

Berat Badan yang Ideal untuk ...

Anak yang berat badannya yang ideal tentu menjadi harapan orang tua. Lalu, berapakah berat badan...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut