Panduan Membaca Label Makanan untuk Anak dengan Alergi

Oleh Anisa Rahmadani | 22 Mar 2019
Panduan Membaca Label Makanan untuk Anak dengan Alergi

Kurang teliti membaca label komposisi bahan pada kemasan makanan bisa mengakibatkan si Kecil menyantap bahan penyebab alergi tanpa disengaja. Salah satu langkah tepat untuk menangani alergi adalah dengan mengendalikan faktor penyebab alergi. “Kendali” adalah langkah ke-3 dari reaksi #TanggapAlergi yang dikenal dengan istilah “3K” yaitu Kenali, Konsultasikan, Kendalikan. Melalui penerapan 3K secara berkelanjutan, si Kecil yang mengidap alergi akan mampu menjalani proses tumbuh kembang secara optimal seperti anak-anak lain seusianya.

Mengendalikan faktor penyebab alergi bisa dilakukan dengan menghindari konsumsi makanan pencetus alergi. Sekilas langkah ini tampak mudah, terutama bila Bunda menyiapkan sendiri makanan yang dikonsumsi keluarga sehingga tahu persis apa saja bahan pangan yang digunakan. Tapi bagaimana bila Anda sekeluarga sedang berada di perjalanan dan tak punya pilihan selain mengonsumsi makanan dalam kemasan?

Dalam kondisi tersebut, Bunda perlu teliti membaca label komposisi bahan yang tertera pada kemasan pembungkus makanan. Sikap teliti ini penting karena terkadang ada komponen pencetus alergi yang ditulis dengan nama lain, bukan dengan istilah yang biasa dipakai sehari-hari. Untuk menghindarinya, Bunda bisa mengacu pada panduan berikut ini sebelum memilih produk makanan dalam kemasan yang aman bagi si Kecil:

  • Jika alergi kacang tanah:hindari kacang tanah, tepung kacang, protein kacang, kacang campur, selai kacang, minyak kacang, saus satai, dan arachis oil (juga dikenal dengan nama groundnut oil atau peanut oil).
  • Jika alergi kedelai:hindari kacang kedelai, lesitin/lecithin, kecap, protein kedelai, tempe, perasa dari kedelai, tahu, minyak kedelai, edamame, kinako flour (tepung yang terbuat dari kedelai), miso (bumbu yang terbuat dari kedelai yang difermentasi), bean curd, dan soy/soya.
  • Jika alergi telur:hindari telur, albumin, tepung telur, kuning telur, putih telur, mayonnaise/mayones, meringue (adonan yang terbuat dari putih telur), meringue powder, globulin, livetin, dan bahan-bahan berawalan“ovo” (ovoglobulin, ovomucin, dll).
  • Jika alergi susu: hindari susu, lemak susu, mentega/butter, krim, laktosa, protein susu, yogurt, susu fermentasi, keju, kasein/casein, coklat susu, curds, custard, sour cream, lactalbumin, whey (cairan semi-transparan yang tertinggal selama proses pengendapan dalam pembuatan keju) dan dairy.
  • Jika alergi gandum:hindari tepung terigu, gluten, rye/jelai, durum, wheat, wheatgrass, cereal, breadcrumbs, bran, dan semolina.
  • Jika alergi seafood:hindari aneka jenis makanan laut, saus ikan, kaldu ikan, saus tiram, worcestershire sauce/saus steak, dressing caesar salad, surimi (seafood “imitasi” yang terbuat dari campuran telur, tepung, dan potongan ikan atau kerang).

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERKINI

Panduan Membaca Label Makanan untuk Anak dengan Alergi
Kenali Alergi
Panduan Membaca Label Makanan untuk...

Kurang teliti membaca label komposisi bahan pada kemasan makanan bisa mengakibatkan si Kecil...

Bun, Ini Bedanya Nebulizer dan Inhaler
Tips & Edukasi
Bun, Ini Bedanya Nebulizer dan Inhaler

Sebagai salah satu cara mengatasi alergi debu, beberapa terapi penanganannya, antara lain...

Alternatif Makanan untuk Anak dengan Alergi Susu Sapi
CMPA
Alternatif Makanan untuk Anak dengan...

Alergi susu sapi biasanya muncul pada tahun-tahun pertama kehidupan dan gejalanya umumnya makin...

Formula Soya sebagai Alternatif bagi Anak dengan Alergi Protein Susu
CMPA
Formula Soya sebagai Alternatif bagi...

Susu formula kedelai merupakan salah satu alternatif susu yang paling digemari. Harganya yang...

testaje