Facebook Pixel Code Tekstur MPASI 8 Bulan dan Cara Mengenalkannya pada Bayi

Tekstur MPASI 8 Bulan yang Perlu Bunda Ketahui

Tekstur MPASI 8 Bulan yang Perlu Bunda Ketahui

 

Ketika mencapai usia 8 bulan, MPASI bayi akan mengalami perubahan dalam tekstur makanan, yang tentu saja berbeda dari bulan-bulan sebelumnya. Saat mencapai usia ini, Bunda perlu meningkatkan tekstur makanan menjadi lebih kasar, karena kemampuan mengunyah bayi sudah mengalami perkembangan. Lalu, bagaimana tekstur MPASI 8 bulan yang boleh Bunda berikan?

Seperti Apa Tekstur MPASI 8 Bulan?

Bukan lagi makanan dalam bentuk bubur yang dihaluskan, sekarang tekstur MPASI 8 bulan bayi menjadi lebih padat atau makanan yang diolah agak kasar. Ini berarti Bunda hanya perlu menghaluskan makanan menggunakan blender saja tanpa perlu menyaringnya lagi.

Peningkatan tekstur ini bukan tanpa alasan, Bun. Tujuannya adalah untuk membiasakan diri dalam merangsang kemampuan si Kecil dalam mengunyah dan menelan makanan. Terlebih saat mencapai usia 8 bulan, bayi Bunda mulai mengembangkan keterampilan mengunyah, dan beberapa bayi mungkin sudah memiliki gigi. 

Pemberian MPASI bayi 8 bulan dengan tekstur yang lebih kasar juga umumnya memiliki kandungan kalori lebih tinggi, yang dapat membantu dalam meningkatkan berat badan bayi.

Jika pada usia 8 bulan atau lebih bayi belum diperkenalkan pada MPASI dengan tekstur yang lebih kasar, hal ini dapat berpotensi menyebabkan masalah dalam perkembangan pola makan bayi. Oleh karena itu, sangat penting untuk secara bertahap meningkatkan konsistensi makanan yang diberikan kepada bayi seiring berjalannya waktu.

Cara Mengenalkan Tekstur MPASI 8 Bulan yang Baru pada Bayi

Fase pemberian MPASI menjadi tantangan tersulit selanjutnya yang mungkin akan Bunda lewati. Terutama pada saat memperkenalkan tekstur atau jenis makanan baru pada si Kecil.

Walaupun, sebenarnya ada juga bayi yang bisa dengan mudah menerima setiap menu MPASI yang Bunda berikan, tetapi ada waktunya penolakan itu terjadi, Bun. Jadi, Bunda perlu punya kesabaran ekstra menghadapi si Kecil yang sedang memasuki fase ini. 

Proses belajar makan sangatlah penting bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi juga berperan dalam melatih keterampilan dan kebiasaan makan yang sehat.

Berikut ini beberapa cara mengenalkan tekstur baru pada bayi usia 8 bulan yang bisa Bunda lakukan, antara lain:

1. Kenalkan Tekstur Bertahap

Pada tahap awal pemberian MPASI, bayi akan mulai makan dengan tekstur yang dihaluskan atau berbentuk puree. 

Kemudian, seiring bertambahnya usia si Kecil, secara perlahan dapat meningkatkan teksturnya menjadi yang lebih kasar. Bunda dapat menyesuaikan tekstur makanan si Kecil sesuai dengan tahapan perkembangannya, agar proses pengenalan dapat berjalan lancar.

2. Mengenalkan Satu Jenis Makanan Terlebih Dulu

Ketika memulai pemberian makanan baru, Bunda disarankan untuk memperkenalkan satu jenis makanan selama beberapa hari pertama.

Hal ini bertujuan untuk mengamati respons si Kecil terhadap makanan tersebut, termasuk potensi reaksi alergi dan minatnya terhadap makanan baru tersebut.

Jika si Kecil menunjukkan minat pada makanan tersebut, Bunda dapat melanjutkan dengan memperkenalkan makanan lain yang memiliki tekstur sedikit lebih kasar.

3. Berikan Porsi Kecil

Hingga usia 8 bulan, si Kecil mungkin sudah terbiasa untuk makan makanan padat. Namun, untuk memperkenalkan jenis makanan dan tekstur MPASI 8 bulan yang baru sebaiknya tidak mengubah rutinitas secara tiba-tiba, ya. Bunda dapat memulai secara perlahan dan sedikit demi sedikit dulu.

Sebab, memberikan tekstur baru dengan tiba-tiba dalam satu waktu makan dapat mengganggu proses adaptasi si Kecil mencoba makanan baru. 

4. Lakukan dengan Konsisten

Saat memperkenalkan makanan dan tekstur MPASI bayi 8 bulan yang baru, penting bagi Bunda untuk mempertahankan konsistensi dan tekstur yang sesuai dengan kemampuan makan bayi. 

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hindari membuat perubahan tekstur secara tiba-tiba karena hal ini bisa mengganggu proses adaptasi dan membuat si kecil merasa tidak nyaman.

Jika si Kecil sudah mulai terbiasa dengan tekstur yang baru dan tidak mengalami alergi, selanjutnya Bunda dapat terus berikan tekstur baru tersebut.

5. Berikan Makan Tepat Waktu

Untuk membuat si Kecil menikmati makanan dengan tekstur MPASI 8 bulan yang baru, Bunda dapat memberikan MPASI saat si Kecil sedang merasa lapar. Aturlah waktu makan dengan tepat dan hindari untuk memberikan makan terlalu sering di luar jadwal makannya.

Hal ini dikarenakan dapat membuat si Kecil merasa kenyang dan mengganggu nafsu makannya, bahkan bisa menyebabkan bayi susah makan makanan apa pun yang Bunda berikan.

Baca Juga: Pilihan Finger Food untuk Bayi dan Tips Pemberiannya

Bagaimana Porsi dan Frekuensi Makan Bayi Usia 8 Bulan?

Selain memperhatikan tekstur makanan yang diberikan pada si kecil, Bunda juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisinya. Nah, agar mendapatkan nutrisi yang sesuai dengan usianya, porsi dan frekuensi makan juga menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Sebab, setiap bertumbuhnya si Kecil, bertambah pula kebutuhan energi dan nutrisinya yang didapat dari makanan.

Memberikan makanan dengan jumlah, komposisi, dan waktu yang tidak tepat bisa meningkatkan risiko bayi mengalami malnutrisi yang mengganggu proses pertumbuhan dan perkembangannya.

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), bayi usia 8 bulan disarankan untuk mengonsumsi makan utama sebanyak 2-3 kali sehari, yang dapat diselingi dengan pemberian camilan bayi sebanyak 1-2 kali. Porsi makan bayi usia 8 bulan biasanya sekitar 3 sendok makan atau setengah mangkuk berukuran 250 ml.

Namun, porsi makanan ini juga bergantung pada nafsu makan yang tengah dialami si Kecil. Karena bisa jadi hari ini bayi ingin makan lebih banyak, tetapi di hari berikutnya cenderung lebih sedikit.

Perlu diingat bahwa si kecil masih dalam tahap belajar makan ya, Bun, sehingga mungkin belum bisa langsung menghabiskan makanannya dalam porsi yang lebih besar. Penting untuk tidak memaksanya untuk menghabiskan makanan, karena hal ini hanya akan membuat bayi menolak makan sama sekali.

Nanti akan ada waktunya si Kecil mulai lahap untuk makan dengan porsi yang lebih besar. Untuk itu, diperlukan kesabaran ekstra dalam menjalani MPASI dan ketelatenan Bunda agar bayi dapat makan dengan baik.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Baby Led Weaning dan Cara Menerapkannya

Bayi Usia 8 Bulan Sudah Boleh Makan Apa Saja?

Ingat ya, Bun. Pemberian MPASI jangan hanya terfokus pada porsi dan tekstur MPASI 8 bulan saja, melainkan harus memperhatikan apa saja jenis makanan yang tepat untuk bayi berdasarkan usianya. Pada usia 8 bulan, Bunda perlu memberikan MPASI yang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sebagai sumber utama energi.

Selain itu, penting juga untuk memperhatikan asupan vitamin dan mineral, seperti zat besi, seng, dan vitamin A, karena kebutuhan nutrisinya sudah tidak bisa terpenuhi hanya dari ASI.

Berikut ini beberapa jenis makanan untuk bayi usia 8 bulan yang dapat Bunda berikan pada si Kecil untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya:

  • Protein hewani yang berasal daging sapi, daging ayam, telur, dan ikan perlu diberikan karena penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. 

  • Protein nabati seperti kacang-kacangan, tempe, dan tahu. Ini penting untuk mencukupi nutrisi yang tidak terdapat dalam sumber protein hewani, seperti serat dan vitamin yang dapat melancarkan pencernaan, dan antioksidan.

  • Karbohidrat dari nasi, kentang, ubi, singkong, atau jagung.

  • Zat besi dari daging sapi, kambing, ayam, atau ikan, telur, serta sayuran seperti bayam dan brokoli.

Nah, itulah beberapa hal penting mengenai tekstur MPASI 8 bulan yang perlu Bunda ketahui. Dengan memperhatikan tekstur yang sesuai, Bunda dapat memastikan si Kecil menerima nutrisi yang diperlukan sambil melatih perkembangannya.

Sedang cari rekomendasi resep MPASI 8 bulan, Bun? Yuk, unduh Panduan MPASI secara gratis dan dapatkan resep lengkap serta kumpulan tips MPASI untuk si Kecil. Tunggu apa lagi? Kunjungi sekarang juga, Bun!

Referensi:

  1. IDAI | Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI). (2018). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/pemberian-makanan-pendamping-air-susu-ibu-mpasi
  2. ‌Praktik, R., Makan, P., Bukti Pada Bayi Dan Batita, B., & Malnutrisi, M. (2015). Pedoman Ikatan Dokter Anak Indonesia │ i REKOMENDASI I K A T A N D O K T E R A N A K I N D O N E S I A. https://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2017/03/Rekomendasi-Pemberian-Makan-Berbasis-Bukti-1.pdf
  3. ‌When babies can start finger foods and the best finger foods for babies. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/solids-finger-foods/finger-foods_105
  4. ‌IDAI | Makanan Pendamping ASI (MPASI). (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/makanan-pendamping-asi-mpasi
  5. Clinic, C. (2022). Food Aversion Meaning & Causes - Cleveland Clinic. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/22948-food-aversion
  6. ‌NHS Choices. (2023). 7 to 9 months. https://www.nhs.uk/start-for-life/baby/weaning/what-to-feed-your-baby/7-to-9-months/
  7. ‌CDC. (2023, June 27). When, What, and How to Introduce Solid Foods . Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/nutrition/infantandtoddlernutrition/foods-and-drinks/when-to-introduce-solid-foods.html
  8. ‌7- and 8-month-old feeding schedules. (2022). BabyCenter. https://www.babycenter.com/baby/schedules/sample-baby-schedules-for-7-and-8-month-olds_3657236

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut