Facebook Pixel Code Penyebab Bayi Kentut Terus dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Kentut Terus dan Cara Mudah Mengatasinya

Penyebab Bayi Kentut Terus dan Cara Mudah Mengatasinya

Salah satu hal yang sering dilakukan bayi baru lahir selain tidur terus adalah kentut alias buang gas. Bahkan bayi yang berusia 2-3 bulan bisa buang gas hingga 13-21 kali dalam sehari, lho! 

Memang, kentut merupakan reaksi tubuh yang amat wajar terjadi sehari-hari. Tapi apakah bayi yang sering kentut itu normal? Eits, jangan khawatir dulu, Bun. Pada kebanyakan kasus, hal ini masih terbilang normal dan tidak membahayakan, kok!

Meski begitu, kondisi ini juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada perut bayi. Terlalu sering kentut juga bisa membuat bayi rewel dan menangis terus karena merasa tidak nyaman.

Jadi, yuk, ketahui penyebab bayi sering kentut dan cara mengatasinya kalau-kalau kondisi ini terjadi pada si Kecil!

Apa Penyebab Bayi Kentut Terus?

Bayi sering kentut adalah hal yang normal terjadi dan tidak berbahaya. 

Kita kentut karena ada gas di dalam usus yang harus dikeluarkan. Sebagian dari gas tersebut berasal dari udara yang tertelan saat kita makan berbicara atau bahkan menguap, sehingga ikut masuk ke usus. Sebagian lainnya merupakan gas alami yang diproduksi oleh bakteri di dalam perut untuk membantu mencerna makanan.

Bayi juga sama dengan orang dewasa, Bun. Kentut terjadi ketika perut bayi terisi oleh banyak gas yang mesti dikeluarkan. Karena banyaknya angin atau gas yang masuk, perut bayi jadi terasa keras. Gas inilah yang dikeluarkan sebagai kentut.

Faktor utamanya adalah karena sistem pencernaan bayi yang masih berkembang. Tahukah Bunda? Selama masa perkembangannya, bayi masih beradaptasi bagaimana cara mencerna makanan. Itulah sebabnya bayi kentut terus, karena perut si Kecil cenderung menyimpan gas lebih banyak ketimbang orang dewasa.

Lalu, apa lagi yang bisa menyebabkan bayi suka kentut terus?

1. Bayi Menelan Banyak Udara

Bayi mungkin bisa kentut terus setelah menyusu karena ia menyusu terlalu cepat atau posisi pelekatan mulutnya tidak pas sehingga ia justru menelan terlalu banyak udara.

Selain itu, bayi juga bisa menelan terlalu banyak udara saat ia batuk, menguap, atau bahkan ketika mengoceh.

Udara dari luar bisa masuk ke dalam perut lewat mulutnya sehingga menyebabkan perut kembung terisi gas.

2. Habis Menangis

Bila si Kecil rewel dan menangis terlalu lama, ia juga bisa menelan terlalu banyak udara yang menyebabkan perut kembung dan kentut terus.

Ketika bayi menangis ia cenderung akan menelan udara. Hal ini yang kemudian menyebabkan perutnya kemasukan gas dan membuatnya kentut terus. 

3. Bayi Sedang Sembelit atau Diare

Keseringan kentut juga bisa menandakan perut bayi sedang bermasalah. Entah karena sembelit atau diare. Dua masalah pencernaan ini umumnya dialami bayi karena perubahan pola makannya sendiri atau pola makan Bunda selama menyusui yang memengaruhi kondisi ASI. Dalam beberapa kasus, diare pada bayi mungkin juga disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri.

Jika diare, bayi biasanya akan kentut terus dibarengi dengan BAB yang juga lebih sering daripada biasanya. Kondisi fesesnya pun tampak cair dan sangat bau. Sementara jika sedang sembelit, bayi biasanya sering kentut tapi tidak BAB. 

Apabila kondisi ini berlangsung terus menerus dan membuat bayi tampak tidak nyaman, konsultasikan pada dokter spesialis anak, ya!

4. Mencoba Makanan Baru

Bayi Bunda sudah memasuki fase makanan pendamping ASI (MPASI)? Jika ya, sering kentut bisa jadi salah satu “efek samping” yang cukup wajar selama si Kecil baru mengenal makanan karena pencernaannya masih beradaptasi.

Selain itu, mengenalkan makanan baru juga mungkin berisiko menimbulkan reaksi alergi yang salah satunya ditandai dengan perut kembung. 

Baca Juga: Tips Mengatasi Demam Setelah Anak Imunisasi

Kentut pada Bayi yang Harus Diwaspadai

Walaupun sering kentut umumnya normal, Ayah dan Bunda perlu berjaga-jaga apabila bayi keseringan buang gas disertai dengansalah satu atau lebih dari kondisi ini:

  • Bayi rewel dan menangis terus-menerus sampai tidak bisa dikendalikan.

  • Bayi tidak buang ar besar dalam waktu yang lama. 

  • Ada darah dalam feses bayi.

  • Bayi muntah,

  • Bayi demam. 

  • Bayi mengeluarkan feses yang lebih banyak

  • Bayi mengalami penurunan berat badan.

  • Bayi sembelit atau susah buang air besar. 

  • Bayi tidak mau menyusu atau makan.

Segera bawa si Kecil ke dokter spesialis anak bila Bunda melihat satu atau lebih gejala di atas, ya. Pada kondisi yang jarang terjadi, salah satu atau lebih gejala di atas menunjukkan adanya gangguan pencernaan yang serius dan membutuhkan penanganan dari dokter. 

Bagaimana Cara Mengatasi Bayi Sering Kentut?

Meski bayi kentut terus merupakan hal yang normal terjadi, tak jarang kondisi ini bisa membuat bayi rewel.

Nah, jika si Kecil tampak tidak nyaman dengan gas yang banyak dalam perutnya, ada beberapa hal untuk membantunya. Berikut beberapa cara mengatasi bayi sering kentut yang bisa Mama dan Papa praktikkan di rumah.

1. Pastikan Posisi Menyusu Sudah Tepat

Salah satu cara mengatasi bayi sering kentut adalah dengan memastikan proses pelekatan bayi saat menyusui sudah tepat.  

Caranya adalah dengan memposisikan kepala si Kecil sedikit lebih tinggi dari perutnya untuk memudahkan ASI masuk ke dalam perut dengan lancar sehingga tidak banyak udara yang masuk. 

Pastikan juga mulut si Kecil menempel penuh pada area melingkar kecil berwarna lebih gelap pada payudara (areola) Bunda, diikuti perut bayi yang menghadap langsung dengan perut Bunda.

Posisi ini dapat membantu si Kecil menerima ASI secara baik, sehingga perut kembung pada bayi dan bayi kentut terus dapat dihindari.

2. Sendawakan Bayi Setelah Menyusu

Cara mengatasi bayi sering kentut berikutnya adalah dengan membuat si Kecil untuk bersendawa setelah diberikan susu. Sendawa dapat membantu mengurangi gas yang ada di dalam perutnya, Bun.

Jadi, cobalah untuk memposisikan bayi berdiri dengan posisi kepala di bahu Bunda. Kemudian, tepuk-tepuk lembut punggungnya secara perlahan dengan frekuensi tertentu. Lakukan langkah ini setiap kali Bunda selesai memberikan susu pada bayi, ya.

4. Gerakkan Kaki Bayi Seperti Sedang Bersepeda

Cara mengatasi bayi sering kentut juga bisa dengan menggerakkan kakinya seperti sedang bersepeda. Bagaimana caranya?

Pertama-tama, baringkan si Kecil dalam posisi telentang. Selanjutnya, angkat dan gerakkan kaki bayi memutar ke arah perut seperti sedang mengayuh sepeda.

Bunda juga bisa mendorong perlahan lutut bayi hingga ke arah perutnya, kemudian tahan selama 10 detik, lalu lepaskan dan luruskan kakinya. Ulangi beberapa kali sampai bayi buang angin. Cara ini dapat membantu mendorong udara keluar yang terperangkap di dalam perut. 

5. Pijat Perut Bayi

Memijat area perut bayi dapat membuatnya lebih rileks dan nyaman lho, Bun. Tak hanya itu, pijat bayi juga bisa membantu meredakan perut kembung sehingga membuatnya jadi lebih sering buang gas. 

Untuk melakukan langkah ini, Bunda bisa menekan perut bayi secara perlahan dengan gerakan memutar untuk membantu mengeluarkan gas berlebih. 

6. Lakukan Tummy Time

Cara lain untuk mencegah bayi kentut terlalu sering yakni dengan membantunya tengkurap atau melakukan tummy time. 

Tummy time berguna untuk meningkatkan kemampuannya bergerak, sehingga gas tidak terperangkap di dalam perut. 

Akan tetapi, beberapa bayi ada yang mengalami gumoh bila langsung tengkurap setelah menyusu atau makan.

Maka itu, Bunda perlu menunggu setidaknya 20-30 menit terlebih dulu sebelum melakukan tummy time. Pastikan Bunda mengawasi si Kecil saat ia sedang tummy time, ya.

Baca Juga: 5 Langkah Atasi Anak Sakit Perut dan Muntah

Nah, itulah Bunda penjelasan seputar penyebab bayi kentut terus dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!

Jangan lupa daftarkan diri Bunda di Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses ke banyak fitur-fitur menarik lainnya, ya. Daftar sekarang untuk dapatkan lebih banyak informasi terbaru seputar tumbuh kembang anak dan tips parenting lainnya. Bunda juga bisa dapatkan berbagai promo dan penawaran menarik, lho!

Tunggu apalagi? Yuk, daftar sekarang!

Referensi tambahan:

  1. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infant-gas. Diakses pada 30 November 2022. 
     
  2. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-gas. Diakses pada 30 November 2022. 
     
  3. Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725#when-to-call-the-doctor. Diakses pada 30 November 2022. 
     
  4. Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/baby-gas-prevent-relief#prevention. Diakses pada 30 November 2022.
     

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut