Facebook Pixel Code Memahami Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun

Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun dan Tips Stimulasinya

Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun dan Tips Stimulasinya

Perkembangan bahasa merupakan salah satu tonggak pencapaian anak yang perlu Bunda dan Ayah perhatikan. Sebab, bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan untuk berpikir, mengekspresikan perasaan, serta memahami pikiran dan perasaan orang lain. Keterampilan ini menjadi modal utama untuk si Kecil bisa bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya sampai ia dewasa nanti.

Lantas, bagaimana perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel berikut ini!

Memahami Perkembangan Bahasa

Perkembangan bahasa adalah proses mencakup kemampuan untuk berkomunikasi secara dua arah dan memahami ucapan lawan bicaranya sesuai tahapan usia anak. Perlu Bunda ketahui kalau keterampilan berbahasa sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan dan perkembangan otak anak. 

Kemampuan bahasa sendiri terbagi menjadi dua, yaitu reseptif dan ekspresif. Kemampuan reseptif adalah kemampuan memahami bahasa dan suara, misalnya anak mampu menggabungkan dua sampai tiga kata. 

Sementara itu, kemampuan bahasa ekspresif adalah kemampuan menggunakan kata dan gerak tubuh secara bersamaan untuk mengkomunikasikan sesuatu. Contohnya, ketika anak bicara dengan celoteh panjang yang tidak bisa dipahami, tapi ia mampu menirukan irama, ritme, dan gestur pembicaraan orang dewasa.

Meski begitu, tahapan perkembangan bahasa tiap anak tentu berbeda-beda, Ma. Bahkan, umumnya anak perempuan mengalami perkembangan bahasa yang lebih cepat dibandingkan anak laki-laki. Perbedaan ini sangat dipengaruhi oleh banyak aspek. Oleh sebab itu, perlu Bunda pahami bahwa tiap anak merupakan individu yang unik dan memiliki cara berkembang sendiri-sendiri.

Bagaimana Tahap Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun? 

Bunda harus mengenali tahap perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun agar bisa memantau tumbuh kembangnya dengan baik. Berikut adalah tahap perkembangan bahasa anak usia 1-3 tahun yang perlu Bunda ketahui selengkapnya.

1. Perkembangan Bahasa Anak Usia 1 Tahun

Perkembangan bahasa anak usia 1 tahun sangat menarik untuk diperhatikan, Bun! Karena di usia ini, Bunda bisa melihat si Kecil tumbuh menjadi makhluk sosial yang mulai berinteraksi dengan orang lain. Selain itu, ia akan lebih aktif bicara sebagai cara mengekspresikan kebutuhannya.

Menurut Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak dari Kementerian Kesehatan, memasuki usia 1 tahun, si Kecil biasanya sudah dapat mengulang atau menirukan bunyi yang didengar, bereaksi terhadap suara pelan atau bisikan, serta dapat menyebutkan 2 hingga 3 suku kata tanpa arti atau yang belum bisa sepenuhnya dipahami. 

Setelah usia 1 tahun hingga 18 bulan, si Kecil biasanya sudah bisa mulai memanggil Ayah dengan panggilan sederhana, contohnya dengan sebutan “Papa”, ataupun memanggil Bunda, dengan sebutan “Mama”. 

Tidak jarang juga anak di rentang usia ini, sudah mulai dapat menunjuk apa yang diinginkan dengan gestur sederhana, seperti menarik tangan Bunda, tanpa menangis ataupun merengek. Pada usia ini, biasanya ia sudah bisa memahami arti dari suatu kata, dan sudah mampu menyebut 3-6 kata yang memiliki arti atau makna tertentu. 

Di usia ini pula, si Kecil sudah lebih mudah diajak berkomunikasi dua arah. Misalkan, sudah mulai bisa menunjuk benda ataupun anggota tubuh yang Ibu ucapkan. Sebagai contoh, bila Bunda bertanya “Hidung adik yang mana?” atau “Kucing mana ya, dik?”

Selain itu, apa lagi perkembangan bahasa anak di usia ini?

  • Menghafal nama-nama orang terdekat.

  • Memahami arahan sederhana.

  • Tertawa dengan baik.

  • Bisa berkata “tidak” dan membuat gesturnya.

  • Mulai meminta bantuan dengan suara dan gestur.

  • Mampu mengucapkan kalimat dengan 2-3 kata.

2. Perkembangan Bahasa Anak Usia 2 Tahun

Tahukah Bunda? Pada perkembangan bahasa anak usia 2 tahun, koleksi kosakata anak sudah meningkat secara signifikan, yakni 50 kata atau lebih, pada rentang usia 19-24 bulan. 

Si Kecil mampu memahami kata-kata tunggal atau sederhana, serta mampu menyebutkan kata-kata tersebut. Ia sudah bisa berbicara secara jelas walaupun hanya baru mengucapkan frasa atau kalimat pendek, Bun. 

Tak hanya itu, anak Bunda sudah bisa menyebutkan bagian-bagian anggota tubuh, seperti hidung, tangan, mata, dan telinga, juga warna benda, dan orang-orang yang dikenal atau sering kali dilihatnya sehari-hari.

Lebih lanjut, dalam tahap perkembangan bahasa pada anak usia 2 tahun, si Kecil mampu memahami makna di balik kalimat-kalimat perintah sederhana, seperti kata mengambil mainan.

3. Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun

Jika Bunda perhatikan, anak sudah mulai fasih berbahasa di usia 3 tahun ini. Menginjak usia 3 tahun, anak mulai paham lebih dari 200 kata dan dapat menggunakannya dalam sebuah kalimat panjang. Anak juga sudah bisa menggunakan kata “aku”, “kita”, atau menyebut namanya sendiri. Hal yang diucapkan oleh anak pun sekarang sudah mulai lebih mudah dimengerti orang lain. 

Menariknya, anak juga memahami konsep tentang waktu dan tempat sehingga membantu mereka menjelaskan sesuatu tentang hal-hal tersebut. 

Perkembangan anak 3 tahun dari sisi komunikasi ini membuat anak dapat menjawab pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, dan di mana. Jadi, Bunda dan si Kecil sudah bisa berdialog secara bergantian. Pasti seru ya, bisa ngobrol banyak dengan si Kecil, Bun?

Selain itu, beberapa anak mulai dapat bernyanyi sendiri ketika bermain atau menggunakan kemampuan berbicaranya untuk menirukan suara mainannya.

Baca Juga: Nutrisi untuk Bantu Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia 3 Tahun ke Atas

Tips Stimulasi Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun

Melatih komunikasi si Kecil tidak bisa dilakukan secara instan, Bun. Dibutuhkan proses seiring dengan perkembangan bahasanya, serta pengulangan dan kesabaran agar si Kecil semakin paham dan terampil berkomunikasi.

Maka itu, di sinilah tugas Bunda dan Ayah untuk mengoptimalkan perkembangan anak. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menstimulasi kemampuan bahasa anak, yakni: 

1. Sering Ajak Anak Ngobrol

Sering mengajak si Kecil ngobrol bisa menjadi salah satu cara mengoptimalkan kemampuan bahasa anak usia 1 tahun. Sebaiknya, Bunda dan Ayah selalu mengajak anak berkomunikasi sesering dan sedini mungkin agar ia terbiasa mendengarkan kata-kata. 

Tak perlu yang susah-susah, Bunda tetap bisa memakai percakapan sehari-hari saat berkomunikasi dengannya. Contoh, memulainya dengan mengatakan apa saja kegiatan yang sedang Bunda dan anak lakukan. 

Misalnya, ketika menyuapi anak, Bunda bisa membicarakan makanan apa yang Bunda masak, ada warna dan bentuk apa saja di dalam makanan tersebut. 

Kemudian, Bunda dapat membuat percakapan dengan meniru suara-suara yang dikeluarkannya (misalnya papa dan mama), merespon perkataannya walaupun Bunda tak mengerti apa yang dikatakan, serta berkomunikasi dengan gestur atau gerakan badan.

Jangan lupa juga ya, Bunda, untuk sering memberikan senyuman dan memandanginya, serta sentuhan seperti pelukan, gendongan, dan gestur yang menunjukkan rasa sayang lainnya pada si Kecil.

2. Menanyakan Pertanyaan Sederhana

Jika si Kecil sudah berusia 2-3 tahun, Bunda bisa membuat anak dapat menjawab pertanyaan yang dimulai dengan siapa, apa, dan di mana. Jadi, Bunda dan si Kecil sudah bisa berdialog secara bergantian. 

Pancing juga anak bicara dengan memberinya pilihan sebagai tahapan awal. Pastikan pilihan yang Bunda berikan sama baik dan bermanfaat. Misalkan, “Adik mau berenang atau main sepeda?” Ajak anak untuk memberi alasan dari pilihan yang dia tentukan.

3. Beri Instruksi Sederhana

Mengarahkan anak dengan instruksi sederhana merupakan salah satu cara untuk menstimulasi perkembangan anak usia 2 tahun.

Bunda dan Ayah bisa memberi sederet instruksi sederhana yang mudah dipahami anak, misalnya mengembalikan mainan ke tempatnya, membuang sampah, atau menaruh pakaian kotor ke dalam keranjang.

4. Bacakan Buku Cerita

Membacakan buku cerita secara rutin bisa menjadi salah satu cara stimulasi keterampilan bahasa sekaligus kognitif anak usia dini

Bunda dan Ayah bisa membacakan buku cerita bergambar ukuran besar yang berwarna-warni, buku dengan gambar yang muncul (fitur pop up) atau gambar 3 dimensi, serta buku dengan gambar ilustrasi yang bertekstur untuk menarik perhatian bayi.

Libatkan bayi dengan membiarkannya membolak-balikkan halaman buku yang sudah dibaca, atau menyentuh gambar timbul yang berilustrasi dalam buku. 

Bunda juga bisa mulai mengajarkan si Kecil nama dari gambar-gambar yang ada dalam buku. Misalkan, menunjukkan gambar mobil, dan menyebutkan “mobil”. Lalu, ajak si Kecil mengulanginya. Bunda bisa melakukan aktivitas ini bersama si Kecil dan anggota keluarga lain, lho!

5. Penuhi Kebutuhan Nutrisinya

Tidak hanya berkomunikasi langsung dengan si Kecil, memberikan nutrisi yang baik dapat mendukung mengasah kemampuan berbahasa anak usia dini. Pasalnya, nutrisi dibutuhkan otak untuk memproses informasi dan menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan si Kecil? Bunda bisa menyajikan makanan atau kudapan selingan yang mengandung zat besi, omega 3 & 6, antioksidan, kolin, karbohidrat kompleks, protein, hingga beragam vitamin, karena nutrisi-nutrisi tersebut penting untuk progres tumbuh kembang si Kecil.  Zat besi juga mendukung pertumbuhan jaringan sel-sel otak untuk mendukung kemampuannya belajar berkomunikasi sejak dini.

Baca Juga: Kalsium dan Vitamin D, Asupan Kunci Perkembangan Motorik si Kecil

Untuk semakin mendukung tumbuh kembang si Kecil, berikan pula susu pertumbuhan yang difortifikasi seperti susu SGM Eksplor 1+.

Sebab, susu SGM Eksplor 1+ dilengkapi dengan DHA, Minyak Ikan, Omega 3&6 serta nutrisi penting lainnya, bantu si Kecil tumbuh maksimal jadi generasi maju yang berpikir cepat dan berani. ​

SGM Eksplor 1+ juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan dengan IronC™, yakni kombinasi unik zat besi dan vitamin C, untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi penting yang diperlukan anak hingga 2x lipat.

Tertarik mencoba? Jangan lupa daftarkan diri Bunda di Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses ke banyak fitur-fitur menarik lainnya. Gratis, lho! Tunggu apalagi? Yuk, daftar sekarang!

 

Referensi tambahan:

  1. Development milestones - your child at 3 years. (2021, December 26). Pregnancybirthbaby.org.au; Healthdirect Australia. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/development-milestones-3-years
  2. Verywell. (2022). 2-Year-Old Child Development Milestones. Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/2-year-old-developmental-milestones-2631964
  3. Higuera, V. (2020, March 25). How to Teach Your Toddler to Talk. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/health/how-to-teach-toddler-to-talk#tips-and-activities
  4. 2-3 years: toddler development. (2022, December 15). Raising Children Network. https://raisingchildren.net.au/toddlers/development/development-tracker-1-3-years/2-3-years

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut