Facebook Pixel Code Kenali Gejala Difteri Pada Anak dan Penyebab Difteri Terjadi

Kenali Penyebab dan Gejala Difteri pada Anak

Kenali Penyebab dan Gejala Difteri pada Anak

Kenali Penyebab dan Gejala Difteri pada Anak

Sempat dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB) akhir 2017, penyakit difteri sudah lama ada. Pada 2011-2016, fenomena difteri di Indonesia mencapai 3.353 kasus. Ribuan kasus difteri di Indonesia sepanjang 5 tahun tersebut membuat Indonesia berada di posisi kedua dunia terkait serangan difteri. Pada 2016, World Health Organization (WHO) mencatat 7.097 kasus difteri yang dilaporkan di seluruh dunia. Nyatanya, 342 kasus di antaranya terjadi di Indonesia.

Difteri merupakan penyakit menular. Penyebab difteri disebabkan oleh racun bakteri yang membuat penebalan pada organ tubuh. Jika terjadi di tenggorokan, ini akan membuat penderitanya sulit bernapas. Jika terjadi di jantung, racun difteri bisa berpotensi gagal jantung.

Rentannya anak terkena difteri tentu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Bunda. Apalagi, kasus difteri banyak terjadi di Indonesia. Jangan panik dulu jika buah hati terkena difteri karena difteri dapat disembuhkan. Semakin cepat difteri terdeteksi dan ditangani, semakin besar pula kesempatan untuk pulih.

Kenali gejala difteri pada anak, supaya Bunda bisa langsung melakukan tindakan medis yang tepat.

Gejala Difteri pada Anak

Ketika tertular bakteri yang menyebabkan difteri, anak tidak akan langsung sakit. Perlu waktu sekitar dua minggu sampai bakteri bereaksi dengan membuat pembengkakan dalam organ tubuh. Namun, sebelum itu sebenarnya sudah ada beberapa gejala yang bisa Bunda perhatikan.

Biasanya infeksi bakteri difteri akan mulai membuat anak sakit tenggorokan. Buah hati pun mungkin mengalami demam ketika bakteri tersebut sudah mulai menyebar di tubuhnya. Hanya saja, demamnya tidak tinggi berkisar 38 derajat Celcius. Saat demam, anak pun kerap menggigil. Demam ringan ini biasa berlangsung selama 48 jam.

Lewat 2 hari, gejala difteri akan semakin terlihat. Racun difteri akan mulai membuat lapisan tebal di belakang leher. Ini membuat anak menjadi sulit bernapas dan menelan. Alhasil, napsu makan buah hati akan menurun dan tubuhnya menjadi lemas.

Jika belum yakin itu adalah gejala difteri, Bunda bisa mengecek tenggorokan buah hati. Jika ada warna putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidungnya, bisa dipastikan buah hati terkena infeksi difteri. Gejala difteri makin jelas apabila leher penderita mulai tampak membengkak atau dikenal dengan istilah bull neck.

Pada situasi tertentu, gejala difteri juga dapat dilihat dari kemampuan anak menggerakan otot-otot motoriknya, seperti kaki atau tangan. Ini karena bakteri difteri kerap menyebabkan kelumpuhan.

Jika kondisi buah hati sudah pada tahap ini, Bunda sebaiknya segera membawa buah hati ke fasilitas kesehatan atau dokter terdekat. Pembengkakan di tenggorokan akan makin membuat buah hati sulit bernapas. Pembengkakan juga bisa terjadi di organ vital seperti jantung, yang bisa memicu gagal jantung hingga kematian pada anak.

Ambil Langkah Cepat Penangan Difteri

Difteri dapat disembuhkan dengan penanganan cepat dan tepat. Segera bawa anak  ke fasilitas kesehatan setempat. Ini khususnya apabila anak sudah mengeluh nyeri tenggorokan disertai suara berbunyi seperti mengorok.

Dikarenakan difteri merupakan penyakit menular, sebaiknya Bunda tidak menolak jika dokter menyuruh rawat inap. Anak yang terkena difteri harus mendapat perawatan intensif sehingga mungkin perlu mendapatkan perawatan isolasi. Hal ini untuk menjaga daya tahan tubuh anak yang makin melemah agar tidak terpapar penyakit lain. Isolasi juga diperlukan agar virus difteri tidak makin meluas ke orang lain.

Jika berinteraksi dengan orang yang terkena difteri, sebaiknya seluruh anggota keluarga segera melakukan imunisasi difteri di fasilitas kesehatan setempat. Vaksin difteri merupakan jenis imunisasi yang bisa diberikan berulang. Bahkan, orang dewasa juga dianjurkan mendapatkan imunisasi ini setiap 10 tahun sekali.

 

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 3 - 5 tahun

Ibu Perlu Tahu, Ini Perkembangan ...

Tumbuh kembang si Kecil dapat dipantau dengan hal-hal baru yang mereka kuasai. Yuk, cari tahu tanda...

Cara Mendidik Anak agar Kreatif ...

Tidak hanya pintar akademis, anak juga perlu memiliki kreativitas dan keaktifan yang baik. Berikut...

Permainan untuk Anak Perempuan yang ...

Permainan anak perempuan yang tepat dapat mengasah otak dan mengembangkan kemampuan fisik dan...

Berapakah Berat dan Tinggi Badan ...

Ibu pasti selalu mengikuti setiap tahapan pertumbuhan si kecil terutama dari perubahan fisik....

Penyebab dan Cara Mengatasi Anak ...

Berbagai hal dapat menjadi penyebab anak tidak percaya diri. Ketahui apa penyebabnya dan bagaimana...

Cara Memilih Susu Terbaik untuk ...

Memasuki masa sekolah, anak masih perlu asupan nutrisi tambahan dari susu. Lalu, bagaimana cara...


Artikel Terpopuler

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Periode Emas Pertumbuhan Anak ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjutSAYA SETUJU