Facebook Pixel Code 8 Cara Mengajak Anak Pemalu Jadi Aktif Bersosialisasi

8 Cara Mengajak Anak Pemalu Jadi Aktif Bersosialisasi

8 Cara Mengajak Anak Pemalu Jadi Aktif Bersosialisasi

8 Cara Mengajak Anak Pemalu Jadi Aktif Bersosialisasi

8 Cara Mengajak Anak Pemalu Jadi Aktif Bersosialisasi

Memasuki usia pra sekolah, Bunda bisa mulai memperkenalkan cara-cara bersosialisasi sederhana supaya anak jadi terbiasa berbaur dan berinteraksi dengan orang-orang baru.

Meski begitu, jangan khawatir jika anak tidak bisa langsung berbaur di lingkungan yang baru, Bun. Anak kecil di usia ini memang lazim menunjukkan reaksi yang berbeda-beda ketika bertemu teman baru.

Ada yang bisa langsung akrab dan nyaman, tapi tidak jarang juga yang masih merasa malu-malu atau bahkan sulit membuka diri untuk berinteraksi dengan teman sebayanya.

Anak Bunda mungkin saja merasa malu karena tidak terbiasa atau belum siap menghadapi situasi yang baru.

Kalau sudah begini, Bunda harus cermat dalam mencari cara mengatasi anak pemalu dan penakut agar aktif bersosialisasi, ya! Penasaran bagaimana caranya?

Cara Melatih Anak Aktif Bersosialisasi

Memiliki sifat pemalu terbilang wajar, khususnya di usia anak-anak. Namun, jangan biarkan sifat pemalu si Kecil berkelanjutan yang nantinya malah mengganggu aktivitas sosialnya. 

Bagaimana cara bersosialisasi yang bisa diajarkan kepada anak pemalu agar ia lebih percaya diri? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Dukung anak mencoba hal baru

Melatih cara bersosialisasi kepada anak pemalu harus dimulai dari rumah, yang merupakan tempat aman dan nyaman bagi mereka. Dilansir dari laman Child Mind Institute, Bunda bisa memberikan contoh untuk anak supaya ia mau mencoba berbagai hal atau kegiatan baru.

Saat si Kecil sedang mempelajari sesuatu hal pastikan juga untuk tidak memarahinya ketika membuat kesalahan. Ada baiknya ajarkan bagaimana cara yang benar dan berikan apresiasi untuk setiap usaha yang sudah ia lakukan.

Jangan lupa, edukasi si Kecil untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi sebuah tantangan. Belajar untuk tidak cepat menyerah merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting agar ia memiliki mental yang kuat.

Dengan cara bersosialisasi ini, si Kecil perlahan-lahan akan terbentuk memiliki karakter yang percaya diri. Berbekal kepercayaan diri, ia bisa lebih siap berbaur mengenal setiap orang di lingkungan sosialnya kelak. 

Baca juga: 5 Cara Mendidik Anak Usia Dini Demi Tumbuh Kembang Optimal

2. Ajak berpartisipasi dalam kerja kelompok

Ketika anak sudah mulai akrab dengan teman terdekatnya, kini Bunda bisa pelan-pelan melibatkannya dalam kegiatan kelompok. Pada tahap ini, Bunda bisa memasukkan si Kecil ke PAUD atau kursus-kursus tertentu. Lalu, cari tahu mana yang paling menarik minatnya.

Menurut Lawrence E. Shapiro, Ph.D dalam bukunya 101 Ways to Teach Children Social Skills, Bunda akan bisa lebih membebaskan anak untuk bergaul dengan lebih dulu mengetahui apa minat anak. 

Nanti dengan sendirinya anak akan bisa lebih membuka diri dengan teman-teman yang memiliki minat sama dengan dirinya. Akhirnya, dari sini kemampuan bersosialisasi anak akan lebih terasah sehingga lama kelamaan terciptalah hubungan pertemanan.

3. Biarkan si Kecil utarakan perasaannya

Selain beberapa latihan, cara lain yang tak kalah penting untuk mengatasi rasa malu dalam diri anak adalah dengan mengajak anak berbicara dari hati ke hati. Mendekatkan diri kepada orang tua akan membantu anak lebih merasa bebas untuk mengutarakan perasaannya.

Komunikasi antara Bunda dan si Kecil memiliki peran yang cukup penting. Pasalnya dalam situasi ini, anak mulai terbiasa untuk terbuka dan Bunda pun mengetahui apa yang tengah si Kecil alami dan rasakan dalam dirinya.

Ajak si Kecil ke tempat yang membuatnya nyaman untuk bercerita. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan ringan tentang perasaannya. Jika si Kecil masih enggan untuk bicara, yakinkan ia dengan cara yang tidak memaksa untuk berbagi agar perasaannya lebih tenang.

Ketika si Kecil sudah mau bercerita, dengarkan dengan seksama dan pahamilah dirinya. Berikan saran-saran membangun sesuai usianya, dan jangan lupa untuk menyemangati si Kecil dengan afirmasi atau kata-kata positif.

4. Menerapkan metode parenting yang efektif

Selain ketiga cara di atas, dilansir dari CDC, berikut beberapa tips bersosialisasi sederhana yang juga bisa diajarkan orang tua agar untuk melatih anak pemalu bisa lebih percaya diri dan mudah bergaul:

  • Merespon si Kecil dengan cara yang mudah diprediksi atau positif.

  • Menunjukkan kasih sayang dan sensitivitas.

  • Memiliki aturan dan rutinitas yang dilakukan semua orang di rumah.

  • Mengajak si Kecil membaca buku dan membahasnya bersama.

  • Selalu mengutamakan kesehatan dan keamanan si Kecil.

  • Mengajarkan disiplin tanpa menunjukkan emosi apalagi kekerasan fisik.

5. Contohkan cara bersosialisasi yang baik

Orang tua adalah panutan bagi anak-anaknya. Maka, Bunda bisa langsung berikan contoh seperti apa cara bersosialisasi yang baik dengan orang lain ketika sedang bersama si Kecil.

Bila perlu, lakukan sesering mungkin untuk melatih si Kecil semakin aktif bersosialisasi.

Contohnya, Bunda bisa lebih sering mengajaknya ke suatu acara atau perkumpulan. Perlihatkan bagaimana Bunda menyapa setiap orang dan memulai percakapan.

Jangan lupa libatkan si Kecil juga dalam interaksi tersebut, Bun. Anak pemalu pasti akan belajar dari apa yang ia lihat dari Bunda dan Ayah, sehingga lama kelamaan si Kecil pun terlatih untuk bersosialisasi!

Nah setelah mengajarkan cara bersosialisasi, Bunda juga bisa Cek 5 Potensi Prestasi si Kecil, lho! Apakah ia sudah termasuk anak yang tangguh, percaya diri, aktif bersosialisasi, berpikir cepat, dan tumbuh tinggi? 

6. Jangan sebut anak “pemalu”

Meski anak mungkin masih malu di depan banyak orang, hindari menyebut si Kecil dengan kata-kata “pemalu” apalagi “penakut” ya, Bun!

Julukan ini tidak akan memotivasinya untuk lebih percaya diri, karena justru membuat si Kecil semakin merasa ada yang salah dengan dirinya.

Selain itu, melabeli anak pemalu juga menunjukkan kalau memiliki rasa malu adalah hal yang buruk dan salah. Akibatnya, si Kecil malah akan semakin menutup diri.

Daripada menyebut si Kecil pemalu, ada baiknya Bunda memberi afirmasi positif kepada anak dengan kata-kata seperti “anak percaya diri”, “anak pemberani, atau “anak yang membanggakan orang tua”, agar si Kecil terpengaruh dengan energi positif dan mau mewujudkannya jadi kenyataan. 

7. Ceritakan asyiknya aktif bersosialisasi

Memiliki karakter yang aktif bersosialisasi atau pandai bergaul tentu memberi keuntungan tersendiri bagi anak. 

Anak yang mudah bergaul cenderung memiliki banyak teman dari berbagai kalangan dan lebih mudah mendapat berbagai kesempatan cemerlang ketika di sekolah maupun saat berkarir nanti. 

Ceritakan kepada si Kecil dampak positif ini agar ia tertarik untuk lebih aktif bersosialisasi ke depannya.

Bunda bisa membahas bagaimana anak yang pandai bergaul akan disenangi banyak teman, bahkan menjadi kesayangan guru di sekolah. Dengan berada di lingkungan yang positif, si Kecil bisa lebih semangat belajar untuk mengukir prestasi sesuai minat dan bakatnya.

8. Dukung dengan asupan nutrisi yang tepat

Bunda mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya aktif bersosialisasi dengan nutrisi? Ternyata, ada lho!

Sebab, asupan nutrisi yang baik berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil, baik secara fisik, kognitif, hingga emosional dan kepribadiannya. 

Mengutip laman Jendela Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, kandungan makanan (dan minuman) dengan nutrisi seimbang menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh si Kecil dalam berkarya dan beraktivitas. 

Dengan mengonsumsi makanan padat nutrisi secara teratur, si Kecil dapat memiliki perkembangan kognitif, bahasa, serta kesehatan fisik yang lebih baik. Semua ini tentunya ikut berperan membantu anak memiliki perilaku yang baik untuk dapat bersosialisasi dengan baik pula. 

Akan tetapi, faktanya 1 dari 3 anak Indonesia berpotensi terhambat tumbuh kembangnya karena anemia, dan 50% kasus anemia disebabkan karena defisiensi zat besi. Padahal zat besi memiliki peran penting seperti mendukung pembentukan saraf otak, mendukung perkembangan kognitif, motorik, dan sensorik si Kecil serta mendukung pertumbuhan fisiknya. 

Maka itu, Bunda perlu memastikan kebutuhan zat besi si Kecil terpenuhi dengan makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, bayam, dan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti SGM Eksplor 3 Plus. Bunda juga bisa mendukung penyerapan zat besi dengan memberikan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, mangga, dan brokoli.

Baca Juga: Kebiasaan Ini Bantu Anak Bersosialisasi

Yuk Bunda, maksimalkan Potensi Prestasi Anak Generasi Maju si Kecil dengan bergabung menjadi member Klub Generasi Maju. Di sini Bunda bisa dapatkan informasi dan tips stimulasi yang lengkap untuk mengasah tumbuh kembang anak. Nikmati juga beragam penawaran menarik lainnya!

Referensi:

  1. Brain Balance Centers. https://www.brainbalancecenters.com/blog/ways-improve-childs-social-skills. Diakses pada 8 Agustus 2022.
     
  2. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/features/parent-shy-child. Diakses pada 8 Agustus 2022.

Artikel Lainnya di Tahapan 3 Tahun

Mengenal Tahap Perkembangan Anak Menurut ...

Apa saja ya Bun tahap perkembangan anak menurut umur 3-5 tahun? Untuk tahu lebih lengkap, simak...

Cari Tahu 5 Manfaat Minum Susu ...

Mengonsumsi susu sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan si Kecil, termasuk mereka yang...

Gejala Anemia Pada Anak dan ...

Bunda wajib tahu apa saja gejala anemia pada anak, penyebab, dan cara mengatasinya agar bantu...

Bunda Waspadai Anemia pada Anak ...

1 dari 3 anak Indonesia di bawah 5 tahun berpotensi mengalami anemia, khususnya anemia defisiensi...

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Benarkah Si Kecil yang Tidak ...

Zat Besi merupakan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif si...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut