Facebook Pixel Code Cara Melatih Anak Pemalu Agar Pintar Bersosialisasi

Cara Melatih si Kecil Agar Aktif Bersosialisasi

Cara Melatih si Kecil Agar Aktif Bersosialisasi

Cara Melatih si Kecil Agar Aktif Bersosialisasi

Memasuki usia balita, Bunda biasanya mulai memperkenalkan si Kecil ke dunia luar, salah satunya lewat bersosialisasi dengan orang-orang baru. Di fase ini, si Kecil pun lazim menunjukkan reaksi yang berbeda-beda, ada yang bisa langsung akrab dan nyaman, tetapi tidak jarang juga yang menunjukkan rasa malu atau bahkan enggan untuk bersosialisasi. Kalau sudah begini, Bunda harus cermat dalam mencari cara melatih si Kecil agar aktif bersosialisasi.

Sifat pemalu pada si Kecil bisa disebabkan karena berbagai hal. Mulai dari tidak terbiasanya dia dengan orang-orang baru, belum adanya kesiapan pada diri si Kecil menghadapi situasi berbeda dari kebiasaannya, hingga rasa malu yang memang berasal dari dalam dirinya sendiri karena ada kecenderungan untuk sulit membuka diri.

Cara Melatih Anak Pemalu 

Memiliki sifat pemalu memang terbilang wajar, apalagi jika terjadi di usia balita. Namun, jangan biarkan sifat pemalu si Kecil berkelanjutan yang nantinya malah mengganggu aktivitas sosialnya. Bagaimana cara terbaik melatih anak pemalu agar mau bersosialisasi dan bisa lebih percaya diri? Yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Dorong Si Kecil untuk Mencoba Berbagai Hal Baru

Melatih anak pemalu harus dimulai dari rumah, yang merupakan tempat aman dan nyaman bagi mereka. Dilansir dari laman Child Mind Institute, Anda sebagai orangtua bisa menjadi contoh sekaligus pembimbing ketika mendorong si Kecil mencoba berbagai hal atau kegiatan baru.

Saat si Kecil sedang mempelajari sesuatu hal, pastikan juga untuk tidak memarahinya ketika membuat kesalahan. Ada baiknya, ajarkan bagaimana cara yang benar dan berikan apresiasi untuk setiap usaha yang sudah ia lakukan.

Jangan lupa, edukasi si Kecil untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi sebuah tantangan. Belajar untuk tidak cepat menyerah merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting agar ia memiliki mental yang kuat.

Dengan skenario yang menyenangkan ini, si Kecil perlahan-lahan bisa mulai melatih kemampuan sosial dan bersiap jika harus menghadapi realita sesungguhnya.

2. Ajak Si Kecil Berpartisipasi Kegiatan Kelompok

Ketika si Kecil sudah mulai nyaman untuk bersosialisasi antar individu, kini Bunda harus melangkah ke tahap selanjutnya, yakni dengan kelompok. Pada tahap ini, Bunda bisa mengajak si Kecil ke beragam kegiatan kelompok dan cari tahu mana yang paling menarik minatnya.

Menurut Lawrence E. Shapiro, Ph.D dalam buku 101 Ways to Teach Children Social Skills mengetahui kelompok mana yang menjadi minat si Kecil menjadi penting. Sebab, dengan begitu si Kecil dapat lebih membuka diri dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama dengan dirinya. Akhirnya, akan terjadi perbincangan yang akan melatih skill sosialisasinya lebih baik lagi.

3. Biarkan Si Kecil Utarakan Perasaannya

Selain beberapa latihan, salah satu cara yang tak kalah penting untuk mengatasi rasa malu dalam diri si Kecil adalah dengan mengenalnya lebih mendalam. Secara rutin, Bunda bisa mengajak si Kecil berbicara dari hati ke hati untuk mengutarakan perasaannya.

Komunikasi antara Bunda dan si Kecil memiliki peran yang cukup penting. Pasalnya dalam situasi ini, si Kecil mulai terbiasa untuk terbuka dan Bunda pun mengetahui apa yang tengah si Kecil alami dan rasakan dalam dirinya.

Ajak si Kecil ke tempat yang membuatnya nyaman untuk bercerita. Mulailah dengan pertanyaan-pertanyaan ringan tentang perasaannya. Jika si Kecil masih enggan untuk bicara, yakinkan ia dengan cara yang tidak memaksa untuk berbagi agar perasaannya lebih tenang.

Ketika si Kecil sudah mau bercerita, dengarkan dengan seksama, pahamilah ia, berikan saran-saran membangun, dan jangan lupa untuk menyemangatinya. 

4. Menerapkan metode parenting yang efektif

Selain ketiga cara untuk melatih anak pemalu di atas, dilansir dari CDC, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan orangtua:

- Merespon si Kecil dengan cara yang mudah diprediksi atau positif

- Menunjukan kasih sayang dan sensitivitas

- Memiliki aturan dan rutinitas yang dilakukan semua orang di rumah

- Mengajak si Kecil membaca buku dan membahasnya bersama

- Selalu mengutamakan kesehatan dan keamanan si Kecil

- Mengajarkan disiplin tanpa menunjukan emosi apalagi kekerasan fisik

Orangtua yang menerapkan metode ini bisa membantu si Kecil bersaing di kehidupannya kelak. Hal ini dikarenakan tak hanya kemampuan bersosialisasi saja yang berkembang, perkembangan emosional, perilaku, dan kognitif anak pun bisa ikut terlatih.

Dukung dengan Nutrisi

Selain melatih dan memahami si Kecil dengan cara yang sudah dipaparkan sebelumnya. Asupan nutrisi yang baik dan lengkap juga perlu diperhatikan oleh Bunda untuk membantu kemampuan bersosialisasinya.

Nutrisi yang baik dan seimbang memiliki peran yang penting dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil. Pasalnya, asupan nutrisi merupakan salah satu fondasi utama untuk membantu si Kecil dalam mencapai potensi terbaiknya. 

Dikutip dari laman Jendela Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, kandungan makanan (dan minuman) dengan nutrisi seimbang menjamin terpenuhinya kebutuhan tubuh si Kecil dalam berkarya dan beraktivitas. Dengan mengonsumsi makanan (dan minuman) yang cukup nutrisinya secara teratur, si Kecil dapat memiliki perkembangan kognitif, bahasa, serta perilaku dan emosi dengan baik yang tentunya akan mendukung Ia untuk dapat memiliki kemampuan  bersosialisasi yang baik pula. 

Namun faktanya, 1 dari 3 anak Indonesia berpotensi terhambat tumbuh kembangnya karena anemia, dan 50% kasus anemia disebabkan karena defisiensi zat besi. Padahal zat besi memiliki peran penting seperti mendukung pembentukan saraf otak, mendukung perkembangan kognitif, motorik, dan sensorik si Kecil serta mendukung pertumbuhan fisiknya. Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan kebutuhan zat besinya dengan makanan kaya zat besi seperti daging merah, hati, bayam, dan susu pertumbuhan terfortifikasi. Bunda juga bisa mendukung penyerapan zat besi dengan memberikan makanan kaya vitamin C seperti jeruk, mangga, dan brokoli.  

Maka dari itu, selain melatih si Kecil secara rutin, Bunda juga tidak boleh lupa untuk memenuhi asupan nutrisi baik yang bisa diperoleh dari makanan dan minuman yang sehat. Untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki potensi kekurangan zat besi, Bunda dapat melakukan pengecekan di sini

 

Referensi:

Child Development Positive Parenting Tips | CDC. (2021). Retrieved 15 January 2021, from https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/positiveparenting/index.html 

Child Mind Institute. 12 Tips for Raising Confident Kids. Retrieved January  26, 2021,

from https://childmind.org/article/12-tips-raising-confident-kids/ 

Shapiro, Lawrence E. 101 Ways to Teach Children Social Skill. Retrieved December 17, 2020,

from healthiersfexcel.org: https://healthiersfexcel.org/wp-content/uploads/2018/07/

101-Ways-to-Teach-Children-Social-Skills.pdf 

CDC (Centers for Disease Control and Prevention). (2019, February 19). Child Development

Basics. https://www.cdc.gov/ncbddd/childdevelopment/facts.html 

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Catat! Ini Pentingnya Zat Besi ...

Kekurangan Zat Besi masih menjadi masalah bagi sebagian anak Indonesia. Kondisi ini bahkan memiliki...

Ini Nutrisi Pengganti Susu Sapi ...

Salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan si Kecil adalah Zat Besi, yang...

Tanggap Ciri Alergi Susu Sapi ...

Bunda perlu tanggap jika anak mengalami alergi, salah satunya dengan tahu ciri alergi susu sapi dan...

Apakah Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Bermanfaat ...

Kebutuhan nutrisi si Kecil selalu menjadi prioritas utama pada setiap orang tua. Orang tua tentu...

8 Nutrisi Bantu Dukung Periode Emas ...

Si Kecil yang memasuki usia 1-3 tahun akan mengalami masa pertumbuhan yang signifikan karena pada...


Artikel Terpopuler

Tips Mendapatkan Sumber Vitamin ...

Baca Selengkapnya >

Tips Mudah Atur Pola ...

Baca Selengkapnya >

Olah dan Simpan MPASI ...

Baca Selengkapnya >

Cara Melatih si Kecil ...

Baca Selengkapnya >

5 Tips MPASI Bergizi untuk ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan