Facebook Pixel Code 10 Cara Mengatasi Anak 1 Tahun yang Susah Makan

10 Cara Mengatasi Anak 1 Tahun yang Susah Makan

10 Cara Mengatasi Anak 1 Tahun yang Susah Makan

Masalah susah makan sering menjadi tantangan terbesar yang harus dihadapi setiap orang tua. Padahal, anak membutuhkan asupan gizi yang mencukupi supaya si Kecil bisa bertumbuh kembang dengan optimal. Lalu, kenapa anak 1 tahun susah makan dan bagaimana caranya supaya si Kecil mau lahap makan? 

Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini, Bun!

Apa Penyebab Anak 1 Tahun Susah Makan?

Menginjak usia 1 tahun, anak terkadang jadi susah makan sehingga membuat Bunda khawatir dan bertanya-tanya. Apakah si Kecil bosan dengan menu-menu yang itu saja atau jangan-jangan, ia justru sedang sakit sehingga tidak mau makan?

Jangan panik dulu, Bun. Sebetulnya, sangat normal, kok, anak mengalami fase menolak makan. Sebetulnya, selama energi anak masih tinggi, dalam artian ia masih aktif bermain dan kurva pertumbuhannya stabil, Bunda sebetulnya tidak usah terlalu khawatir. 

Terlebih, setelah melalui lonjakan pertumbuhan yang sangat cepat (growth spurt) di tahun pertama kehidupannya, berat badan anak perlahan mulai bertambah lambat. 

Kondisi tersebut dapat mengurangi nafsu makannya, sehingga membuat mereka cenderung makan dengan porsi lebih kecil. 

Biasanya, anak yang susah makan akan menunjukkan reaksi atau perilaku sebagai berikut:

  • Si Kecil akan menjauhkan wajahnya dari sendok. 

  • Memalingkan kepalanya dan menjauhi makanan. 

  • Menutup mulut saat Bunda hendak menyuapi atau menyendoki makanan. 

  • Menumpahkan atau memuntahkan makanannya. 

  • Menyemburkan makanan yang sudah masuk ke dalam mulutnya.

  • Tidak mau mengunyah atau menelan makanan.

  • Menolak mengonsumsi makanan tertentu berdasarkan warna atau teksturnya.

  • Memilih jenis makanan baru dan hanya mau mengonsumsi makanan tersebut.

  • Tidak mau mencoba makanan baru.

  • Tidak tertarik lagi pada makanan yang sebelumnya jadi favorit.

  • Hanya mau makan dengan sendok atau garpu.

Anak umumnya akan paling susah makan pada umur 1 tahun. Adapun beberapa penyebab anak susah makan adalah sebagai berikut. 

1. Merasa “Asing” dengan Makanan yang Baru

Pada bayi yang berusia 1 tahun, penyebab anak susah makan paling utama bisa jadi karena ia masih merasa “asing” dengan makanan yang mungkin masih baru baginya, baik dari segi aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan. 

Anak-anak di usia ini mungkin masih terbiasa dengan makanan lunak atau yang dicincang halus dari MPASI-nya. Padahal di usia 1 tahun, anak bayi sudah harus mulai dibiasakan dengan makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya. 

Bukan berbentuk bubur halus (puree) atau makanan yang dilunakkan (mashed), tetapi makanan padat yang kaya gizi. 

Sebagai cara menaikkan tekstur makanannya, Bunda bisa membuat makanan si Kecil dengan cara dicincang kasar dalam beberapa minggu pertamanya mencoba makanan keluarga. 

Baca Juga: Penyebab Bayi Susah Makan di Awal Pemberian MPASI

2. Terlalu Sering Dipaksa Makan

Tahukah Bunda? Bagaimana cara Bunda memberikan makanan ternyata sangat berpengaruh terhadap perilaku si Kecil, lho!

Misalkan, mungkin karena tampilan makanan yang kurang menarik, rasa yang kurang enak di lidah, aroma yang mengganggu, atau si Kecil pernah mencobanya tapi tidak suka. 

Selain itu, alasan lain yang mungkin juga menjadi penyebab anak 1 tahun susah makan adalah karena Bunda memberi makan bayi dengan cara marah-marah.

Frustrasi adalah emosi yang sangat wajar dialami setiap orang tua ketika melihat anaknya menolak makan, tapi emosi Bunda yang terlalu tinggi juga bisa membuat si Kecil jadi takut sehingga menghubungkan waktu makan dengan hal yang menyeramkan. 

Latar belakang kebiasaan keluarga itu sendiri juga bisa berpengaruh, Bun. Sebagai contoh, bayi terus-terusan diberikan minum jamu-jamuan yang dipercaya dapat menambah nafsu makan.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), hal ini justru bisa menimbulkan trauma mendalam pada psikologis anak yang berakibat semakin sulit makan.

3. Anak Tidak Nyaman

Bukan hanya orang dewasa yang bisa stres, Bun. Bayi juga bisa stres terutama karena ia merasa tidak nyaman berlama-lama berada lingkungan yang berisik atau terlalu panas dan gerah.

Stres juga bisa terjadi ketika bayi merasa kesepian, bosan, atau ketakutan bertemu dengan orang baru. Tanda bayi sedang mengalami stres salah satunya adalah kesulitan makan.

4. Anak Sedang Sakit

Penyebab anak 1 tahun susah makan bisa jadi karena ia sedang merasakan sesuatu pada tubuhnya, Bun. 

Misalnya, mengantuk, merasa lelah setelah bermain, alergi makanan, sedang tumbuh gigi, mengalami masalah pencernaan, atau bosan dengan makanan yang Bunda sajikan.

5. Anak Teralihkan dengan Hal Lain

Anak yang dibebaskan untuk makan sambil main HP atau menonton televisi akan lebih mudah terpecah perhatiannya. Alhasil, ia akan menjadi lebih susah makan dan cenderung mengemut makanannya karena lebih tertarik kepada gawai atau televisi.

Baca Juga: Kebutuhan Gizi Anak 1-12 Tahun yang Wajib Bunda Ketahui

Bagaimana Cara Mengatasi Anak Usia 1 Tahun yang Susah Makan?

Anak yang susah makan dan suka pilih-pilih makan sering kali membuat orang tua frustasi. Hal yang paling penting adalah jangan pula memaksa anak agar mau makan. Ini tentu bukan hal yang bijak, Bun. Memaksa anak agar mau makan justru bisa membuat mereka merasa waktu makan adalah hal yang menakutkan. 

Sebagai solusinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun yang bisa Bunda lakukan di rumah. 

1. Buat Jadwal Makan yang Teratur dan Konsisten

Salah satu cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun adalah dengan menerapkan jadwal makan yang teratur. Hal ini dilakukan agar si Kecil bisa belajar dan memahami kapan ia merasakan lapar dan kenyang dalam satu hari. 

Jadi, Bunda hanya perlu lebih telaten membantu bayi terbiasa makan sesuai dengan jadwal. Umumnya, dalam sehari anak perlu makan 3 kali sehari dengan 1-2 kali makanan selingan (snack), dan ASI atau susu sesuai dengan kebutuhan usianya. 

Langkah ini juga sekaligus mengajarkannya tentang rutinitas sehari-hari. Dengan demikian, anak jadi tahu kapan waktunya untuk makan, tidur, bermain, dan lainnya. 

Pastikan Bunda memberi anak makan sesuai jadwal, ya. Sebab, jika anak terlalu lelah berkegiatan, mungkin ia akan menolak makan dan memilih untuk tidur. Alhasil, anak bisa jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.

2. Beri Makanan dalam Porsi Kecil Tapi Sering

Daripada menyajikan makanan langsung dalam porsi besar dan memaksa si Kecil untuk menghabiskannya dalam satu kali duduk, cobalah sajikan porsi yang lebih sedikit tapi diberikan lebih sering.

Setelah anak berhasil menghabiskan makananya sendiri, pantau sebentar dan berikan sekali lagi jika si Kecil masih terlihat lapar dan masih mau makan.

3. Jangan Berlama-Lama Menyuapi Anak Makan

IDAI juga menyarankan untuk membiasakan memberi makan maksimal 30 menit saja, karena terlalu lama ditakutkan akan membuat anak bosan dan semakin tidak mau makan.

Coba dulu beri jeda sekitar 10-15 menit. Jika anak masih belum mau makan lagi, lebih baik segera sudahi memberi makanan, Bun.

Jangan pula biasakan anak ngemil di luar jadwal makan camilannya karena hal ini akan menyebabkan anak tidak merasa lapar saat waktu makan tiba.

4. Sajikan Makanan dengan Tampilan Menarik

Menyajikan makanan dengan tampilan menarik juga bisa menjadi cara mengatasi anak yang susah makan. Jadi, jika selama ini Bunda selalu memberikan anak makan dengan tampilan biasa, cobalah cara lain untuk menyajikannya.

Misalnya, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan menarik dengan membentuk bulatan nasi goreng menjadi bentuk wajah. Kemudian, gunakan sayuran dan lauk pauk menjadi rambut atau potongan tubuh.

Mama bisa membentuk selada hijau sebagai sebuah mahkota atau rambut, serta wortel, tomat, atau mentimun sebagai badan atau tangan.

5. Variasikan Makanan Sekreatif Mungkin

Ketika anak sedang sakit dan tidak mau makan, Bunda bisa meningkatkan nafsu makannya dengan memberikan makanan-makanan favoritnya. Lalu, campur atau kombinasikan makanan favoritnya tersebut dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

Misalnya, Bunda bisa memberikan makanan dengan tekstur yang mirip dengan makanan favoritnya. Contoh, kentang atau ubi yang dihaluskan. 

Berikan juga berbagai variasi jenis makanan bergizi dan biarkan si Kecil memilih dan mengeksplor makanan yang diinginkan. 

Jangan memaksa ia untuk mencicipi makanan baru sebagai cara mengatasi anak susah makan usia 1 tahun. Bunda mungkin perlu beberapa kali menawarkan makanan baru sebelum si Kecil mau mencobanya.

6. Berikan Makanan dengan Varian Rasa Berbeda

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Nah, Bunda bisa memberi variasi makanan dengan rasa yang beragam saat menyajikan makanan atau camilan sehat di siang dan sore hari. Coba berikan rasa makanan yang gurih, atau yogurt, dessert, dan buah-buahan yang manis.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak, serta anak bisa mencoba rasa makanan lain yang belum pernah dicicipinya.

7. Tingkatkan Asupan Zat Besi dan Zinc

Sebuah studi yang dimuat pada Pakistan Journal of Medical Sciences menemukan bahwa rendahnya asupan zat besi dan zinc dalam tubuh dapat menjadi penyebab kurangnya nafsu makan pada anak. 

Untuk itu, cobalah kreasikan makanan mengandung zinc, seperti ayam, kentang, dan telur, serta makanan kaya zat besi seperti daging sapi, telur, ikan, tahu, dan sayuran berwarna hijau (bayam, kangkung, pakchoy, brokoli) sebagai menu makanan anak 1 tahun yang susah makan.

Bunda juga bisa melengkapi kebutuhan zat besi dan zinc dengan memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti SGM Eksplor 1+ Pro-gress Maxx.

Karena, susu SGM 1+ mengandung omega 3&6, serat pangan, zinc, kalsium, vitamin D, vitamin E, magnesium, fosfor, kolin, tembaga, selenium, serta nutrisi penting lainnya untuk dukung perkembangan si Kecil dalam 4 aspek, yaitu daya pikir, pencernaan, daya tahan tubuh, dan pertumbuhan yang maksimal.

Susu SGM 1+ juga merupakan satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung Iron-C™, yaitu kombinasi unik antara zat Besi dan vitamin C dengan perbandingan 1:2 untuk memaksimalkan penyerapan semua nutrisi penting di atas.

Selain itu, susu SGM 1+ menjadi satu-satunya susu pertumbuhan anak yang diperkaya dengan minyak ikan tuna dengan rasio DHA:EPA 4:1 yang bagus untuk perkembangan dan pertumbuhan otak anak.

8. Hindari Pemberian Susu Terlalu Banyak

Susu adalah salah satu sumber makanan yang punya gizi lengkap, mulai dari kalsium, protein, serat pangan, hingga deretan mineral dan vitamin seperti zinc, zat besi, dan vitamin C, yang penting untuk tumbuh kembang optimal si Kecil.

Namun, frekuensi pemberiannya perlu diperhatikan, Bun. Cukup berikan susu sebanyak 2 kali sehari saja, ya, yakni saat sarapan dan malam hari sebelum tidur.

Minum susu terlalu sering dalam satu hari pasti akan mengurangi nafsu makan anak karena ia sudah merasa terlalu kenyang dari asupan sumber protein dan karbohidratnya.

9. Ciptakan Lingkungan yang Nyaman Saat Makan

Ketika waktu makan malam tiba, Bunda bisa mengajak anak duduk bersama dengan anggota keluarga yang lain di meja makan. Dengan demikian, si Kecil akan melihat proses makan dan mampu memancingnya untuk mencoba makanan yang ada di meja makan.

Nah, agar sesi makan bersama keluarga bisa dinikmati seluruh anggota, berikut beberapa tips yang bisa Bunda coba:

  • Siapkan serbet agar makanan tidak berantakan. 

  • Biasakan anak untuk fokus saat makan. Jangan beri anak HP, mainan, atau menonton tv.

  • Saat waktunya makan besar, biasakan untuk mengonsumsi makanan utama dulu, baru minum di sesi akhir.

  • Hindari menyajikan makanan atau memberi makan dalam porsi besar sekaligus. Biasanya anak akan merasa kenyang duluan saat melihat makanan di hadapannya.

  • Ajak si Kecil untuk mencoba makan sendiri. 

  • Bila anak menolak makan dengan tanda seperti menangis, menutup mulut, atau memalingkan kepala. Jangan langsung berhenti ya, Bun. Coba tawarkan kembali makanan tanpa memaksanya.

10. Jadilah Contoh yang Baik Bagi Anak

Memberi contoh yang baik juga dapat menjadi alternatif agar anak usia 1 tahun bisa lebih doyan makan, Bun. Ini karena anak merupakan peniru ulung karena melihat tindakan orang-orang di sekelilingnya.

Jadi, sebelum meminta anak untuk mencoba makanan baru atau menghabiskan makanan yang Bunda sajikan, berikan contoh dulu.

Bunda bisa mengajak si Kecil duduk bersama di meja makan, kemudian berikan anak makanan yang sama dengan yang dimakan oleh anggota keluarga lainnya.

Jika di awal anak tampak ragu untuk mencicipi makanan tersebut, beri contoh dan katakan bahwa makanan tersebut tidak kalah lezat dengan makanan favoritnya.

Ada kalanya Bunda dan Ayah mungkin sama-sama punya kebiasaan suka memilah-milah makanan atau tidak menyukai jenis makanan tertentu.

Dalam kondisi ini, tak heran jika nantinya anak juga akan meniru kebiasaan orang tua yang satu ini. Jadi, supaya anak tidak susah makan makanan tertentu, sebaiknya hindari menunjukkan sikap tersebut di depan anak, ya.

Baca Juga: Resep Menu Makanan Anak 1 Tahun yang Susah Makan Bergizi dan Lezat

Nah, itu dia berbagai penyebab serta cara mengatasi anak 1 tahun susah makan yang bisa Bunda di rumah. Meski bukan perkara mudah, tetap semangat ya, Bun!

Namun, jika Bunda sudah mencoba berbagai upaya di atas, anak masih tetap susah makan dan bahkan berat badannya turun terus, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis anak guna mengetahui penyebab dan penanganannya dengan tepat.

Kalau butuh rekomendasi lain untuk resep makanan anak 1 tahun, yuk daftar di Klub Generasi Maju! Selain bisa terus update dengan menu resep makanan dan artikel-artikel terbaru seputar tumbuh kembang anak, Bunda juga bisa kumpulkan poin sebanyak-banyaknya untuk mendapatkan berbagai hadiah dan promo menarik lainnya.

Referensi:

  1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/sulit-makan-pada-bayi-dan-anak. Diakses pada 15 Desember 2022.
  2. Healthline. https://www.healthline.com/health/childrens-health/toddler-wont-eat-2. Diakses pada 15 Desember 2022.
  3. Very Well Health. https://www.verywellhealth.com/what-to-do-when-your-child-is-not-eating-anything-1323965. Diakses pada 15 Desember 2022.
  4. Web MD. https://www.webmd.com/parenting/baby/why-wont-baby-eat. Diakses pada 15 Desember 2022.
  5. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/baby-refusing-to-eat-reasons-tips-to-help_00724399/#possible-reasons-for-a-babys-refusal-to-eat. Diakses pada 15 Desember 2022.
  6. Mom Junction. https://www.momjunction.com/articles/reasons-for-loss-of-appetite-in-babies_00354350/#how-can-you-increase-your-babys-appetite. Diakses pada 15 Desember 2022.
  7. Baby Centre. https://www.babycentre.co.uk/a1008600/how-to-cope-with-feeding-a-fussy-toddler. Diakses pada 15 Desember 2022.
  8. Family Doctor. https://familydoctor.org/when-your-toddler-doesnt-want-to-eat/. Diakses pada 15 Desember 2022.
  9. National Library of Medicine. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4320702/. Diakses pada 15 Desember 2022.

Artikel Lainnya

12 Cara Alami Mengatasi Pilek pada ...

Ada banyak cara dan alternatif obat alami yang bisa membantu meredakan gejala pilek anak, seperti...

6 Manfaat Zinc untuk Tumbuh Kembang ...

Zinc memiliki banyak manfaat untuk anak, seperti mengoptimalkan perkembangan otak, dan mencegah...

Perkembangan Anak 1 Tahun, Sudah Bisa ...

Perkembangan anak usia 1 tahun sudah bisa dilihat dari kemampuan komunikasinya dengan merespon...

Pilihan Makanan Sehat untuk Anak 1 ...

Anak usia 1 tahun biasanya sudah boleh makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lain. Apa...

Pahami 6 Aspek Perkembangan Anak di ...

Tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh beberapa aspek penting, seperti fisik dan motorik. Simak...

Stimulasi Tepat Untuk Dukung Si ...

Selain asupan bergizi, banyak aktivitas yang bisa mendukung si Kecil selama masa physical...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut