Facebook Pixel Code Urutan Imunisasi Bayi 0-24 Bulan yang Wajib Diketahui

Urutan Imunisasi Bayi 0-24 Bulan yang Wajib Orang Tua Ketahui

Urutan Imunisasi Bayi 0-24 Bulan yang Wajib Orang Tua Ketahui

Setiap orang tua pasti ingin anak mereka tumbuh sehat dan aktif. Selain memastikan bahwa kebutuhan gizi si Kecil bisa terpenuhi lewat makanan bergizi setiap hari, Bunda perlu memahami bahwa ada cara lain yang juga tidak boleh disepelekan, yaitu melengkapi imunisasi sesuai urutan jadwal yang telah direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Kenapa imunisasi harus berurutan, ya?

Mengapa Urutan Imunisasi Bayi Harus Benar?

Imunisasi adalah upaya untuk membangun kekebalan tubuh anak lewat pemberian vaksin yang dapat bekerja mencegah penularan penyakit menular berbahaya.

Vaksin sendiri terbuat dari bakteri atau virus tertentu yang telah dilemahkan atau dimatikan untuk memancing terbentuknya antibodi di dalam tubuh anak terhadap penyakit tertentu. Antibodi inilah yang kelak berperan sebagai tentara di dalam tubuh dan siap melindungi si Kecil setiap kali bakteri atau virus sejenis menyerang. 

Pada dasarnya, bayi sudah punya kekebalan tubuh alami yang diperoleh semenjak berada di dalam kandungan. Namun, kekebalan tersebut berangsur-angsur menurun sehingga perlu diperkuat lewat pemberian vaksin. Vaksin merupakan langkah preventif utama yang perlu dilakukan sejak dini.

Nah, jadwal imunisasi dibuat berurutan dan harus didapatkan tepat waktu sesuai jadwal agar si Kecil bisa mendapatkan proteksi yang optimal ketika tubuhnya sangat membutuhkan, yaitu saat kekebalan tubuhnya menurut terhadap suatu penyakit.

Saking pentingnya peran imunisasi dalam menjamin kesejahteraan hidup anak di masa depan, seluruh negara yang menjadi anggota Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki program imunisasinya masing-masing. 

Di Indonesia sendiri, Kementerian Kesehatan Indonesia menganjurkan setiap anak mendapatkan imunisasi wajib dan tambahannya dari sejak usia 0 hingga 18 tahun. 

Baca juga: Curiga Vaksin Palsu? Ini yang Bisa Bunda Lakukan

Urutan Imunisasi Bayi Usia 0-24 Bulan

Seperti yang telah dijelaskan di atas, urutan imunisasi harus tepat agar vaksin mampu memberikan perlindungan dan kekebalan yang optimal. 

Oleh karena itu, IDAI bersama Kementerian Kesehatan RI sudah merancang Jadwal Imunisasi Wajib yang sesuai dengan usia anak.  

Berikut urutan imunisasi bayi usia 0-24 bulan yang direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI):

Usia Bayi 

Jenis Imunisasi

Segera setelah lahir dan kurang dari 24 jam dari waktu lahir

  • Hepatitis B (HB-1)


 

0-1 bulan

  • BCG

  • Polio 0

2 bulan

  • Hepatitis B (HB-2)

  • Polio 1

  • DPT 1

  • Hib 1

  • PCV 1

  • Rotavirus 1

3 bulan

  • Hepatitis B (HB-3) 

  • Polio 2

  • DPT 2

  • Hib 2

4 bulan

  • Hepatitis (HB-4)

  • Polio 3

  • DPT 3

  • Hib 3

  • PCV 2

  • Rotavirus 2

6 bulan

  • PCV 3

  • Rotavirus 3 (P)

  • Influenza 1

9 bulan

  • MR

  • JE 1

12 bulan

  • Varisela 1

  • Hepatitis A 1

18 bulan

  • Booster Hepatitis B

  • Booster Polio 

  • Booster DPT 

  • Booster Hib

  • Booster MR/MMR

  • Tifoid

24 bulan

  • Tifoid

Rentang usia 12-15 bulan 

  • Booster PCV

Rentang usia 12-18 bulan

  • Varisela 1 dan 2

Rentang usia 12-24 bulan

  • Hepatitis A 1 dan 2

 

Baca Juga: 7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Imunisasi Dasar Anak

Memahami Jenis-Jenis Imunisasi Sesuai Urutan

Bagi bayi, ada setidaknya 5 jenis imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah dan harus diberikan secara berurutan, yaitu:

1. Imunisasi HB (Hepatitis B)

Imunisasi HB digunakan untuk melindungi bayi dari infeksi virus hepatitis B yang dapat menyebabkan pengerasan hati yang berujung pada kegagalan fungsi hati dan kanker hati. 

Vaksin ini sebaiknya diberikan kepada bayi sebelum usianya 24 jam setelah lahir. Nah, sebelum penyuntikan vaksin hepatitis B, bayi terlebih dahulu diberi suntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. 

Namun, bagi bayi yang lahir dengan berat kurang dari 2000g, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda hingga bayi berusia 1 bulan atau lebih. 

Selain faktor berat badan bayi, ada kondisi khusus lain yang perlu diperhatikan, Bun, untuk pemberian imunisasi HB, yaitu ketika ibu positif terinfeksi virus hepatitis B atau secara medis disebut HBsAg positif.

Apabila Bunda melahirkan positif terinfeksi virus hepatitis B, bayi harus segera diberikan imunisasi HB dan HBlg (imunoglobulin hepatitis B) maksimal 7 hari setelah lahir. Namun suntikan ini tidak dianggap sebagai vaksin dosis pertama. 

Vaksin dosis pertama akan diberikan pada bayi bersamaan dengan imunisasi DPT. 

2. Imunisasi Polio

Imunisasi polio digunakan untuk mencegah bayi terinfeksi virus polio yang dapat menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.

Virus polio dapat menyerang usia berapapun, namun anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun lebih rentan terhadap virus ini. 

Imunisasi polio merupakan cara terbaik untuk melindungi si Kecil dari virus ini sebab tidak ada obat untuk penyakit polio. 

3. Imunisasi BCG

Imunisasi BCG (Bacillus Calmette and Guerin) digunakan untuk melindungi si Kecil dari TBC (Tuberkulosis) berat seperti radang selaput otak.

Vaksin BCG merupakan jenis bakteri hidup yang telah dilemahkan dan sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir atau sesegera mungkin sebelum bayi berusia 1 bulan.  

4. Imunisasi DPT

Imunisasi DPT digunakan untuk mencegah tiga jenis penyakit yaitu difteri, pertusis dan tetanus menghinggapi tubuh si Kecil. Vaksin ini mulai dapat diberikan kepada bayi mulai dari usia 6 minggu. 

5. Imunisasi MR/MMR

Imunisasi MR digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi campak (Measles) dan campak Jerman (Rubella) yang sangat menular. 

Sementara itu, imunisasi MMR terdiri dari tiga komponen vaksin yaitu gondongan (Mumps), campak (Measles), dan campak Jerman (Rubella). 

Vaksin MR itu sendiri merupakan pengganti vaksin MMR yang kini sudah tidak tersedia di fasilitas kesehatan Indonesia. 

6. Imunisasi Hib

Imunisasi Hib digunakan untuk mencegah infeksi haemophilus influenza tipe B, bakteri yang menyebabkan penyakit berbahaya seperti pneumonia (radang paru-paru), meningitis (radang otak), infeksi telinga (otitis media), dan lain-lain.

Penyakit ini kerap menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Bunda dapat mendapatkan imunisasi ini secara gratis di Posyandu terdekat. Umumnya si Kecil akan mendapatkan vaksin ini saat berusia 2,3,dan 4 bulan. 

7. Imunisasi PCV

Imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine) adalah vaksin berisi protein konjugasi yang digunakan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri streptococcus pneumoniae. 

Umumnya penyakit ini menyerang anak-anak dibawah usia 5 tahun dan dewasa di atas 50 tahun. Pada anak-anak, vaksin ini akan diberikan secara bertahap sebanyak 3 kali. Keterangan lengkapnya dapat Bunda lihat pada tabel bab selanjutnya. 

8. Imunisasi Rotavirus

Imunisasi rotavirus diberikan untuk mencegah si Kecil terjangkit diare berat dan komplikasi yang disebabkan oleh virus Rota seperti muntaber atau gastroenteritis. 

9. Imunisasi JE (Japanese Encephalitis)

Japanese encephalitis adalah penyakit radang otak yang disebabkan infeksi virus dari gigitan nyamuk. Ini merupakan penyakit radang otak tersering di sebagian besar Asia, termasuk Indonesia. 

Imunisasi JE penting untuk si Kecil sebab virus ini dapat menyebabkan gejala gangguan saraf hingga kematian. Gangguan saraf yang umumnya muncul adalah kelumpuhan gangguan motorik halus, epilepsi, kebutaan, penurunan kemampuan kognitif, dan lain sebagainya.  

10. Imunisasi Varisela

Ketika masih anak-anak, Bunda pasti sering melihat teman sekelas atau malah mengalami sendiri penyakit cacar air.

Nah, imunisasi varisela digunakan untuk mencegah si Kecil terkena cacar air yang sifatnya sangat mudah menular. 

11. Imunisasi Hepatitis A 

Imunisasi hepatitis A digunakan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A yang dapat menyebabkan peradangan pada organ hati. 

12. Imunisasi Tifoid 

Vaksin tifoid adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah demam tifoid yang disebabkan oleh Salmonella typhi. Demam yang disebabkan oleh virus ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pendarahan saluran cerna, meningitis, pneumonia, dan delirium.  

13. Imunisasi Influenza

Influenza merupakan penyakit yang sangat sering menjangkiti anak-anak. Influenza memiliki gejala yang lebih berat dari batuk-pilek biasa dan memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi komplikasi seperti pneumonia. 

Nah, vaksin influenza berfungsi secara efektif untuk mencegah penularan serta menekan risiko komplikasi influenza yang berat.

Baca juga: Mengatasi Anak Demam Setelah Imunisasi

Nah, itulah Bunda jadwal imunisasi bayi yang harus didapat secara urut dan tepat waktu. Supaya tidak pernah lupa jadwalnya, Bunda dapat mengakses Jadwal Imunisasi terbaru dari IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) secara gratis! Lewat tools ini, Bunda juga akan dapat reminder untuk melengkapi vaksin si Kecil yang akan dikirim langsung ke nomor Whatsapp Bunda, lho!

 

Referensi tambahan: 

  1. “Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.” Kemkes.go.id, 2022, yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1331/pentingnya-imunisasi-bagi-anak#:~:text= Melindungi%20tubuh%20bayi%20%2F%20anak%20dari,yang%20berdampak%20pada%20kualitas%20tumbuh. Accessed 5 Jan. 2023.

  2. “Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI.” Kemkes.go.id, 2018, infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/poliomyelitis-penyakit-virus-polio/#:~:text=Virus%20Polio%20adalah%20Virus%20yang,Leon)%2C%20termasuk%20family%20Picornaviridae.. Accessed 5 Jan. 2023.

  3. “Imunisasi Lengkap Indonesia Sehat – P2P Kemenkes RI.” Kemkes.go.id, 23 Apr. 2019, p2p.kemkes.go.id/imunisasi-lengkap-indonesia-sehat/. Accessed 5 Jan. 2023.

  4. “Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.” Kemkes.go.id, 2022, yankes.kemkes.go.id/view_artikel/803/mengenal-bcg-itis-reaksi-abnormal-pasca-imunisasi-bcg. Accessed 5 Jan. 2023.

  5. Rokom. “Berikan Anak Imunisasi Rutin Lengkap, Ini Rinciannya.” Sehat Negeriku, 28 Apr. 2018, sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20180428/5625737/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-rinciannya/. Accessed 5 Jan. 2023.

  6. dinkes. “Vaksin MR Dan Vaksin MMR: Ini Bedanya!” Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, 29 Aug. 2018, dinkes.palangkaraya.go.id/vaksin-mr-dan-vaksin-mmr-ini-bedanya/. Accessed 5 Jan. 2023.

  7. “IDAI | Tanya Jawab HIB (Haemophilus Influenza Tipe B).” Idai.or.id, 2013, www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-hib-haemophilus-influenza-tipe-b. Accessed 5 Jan. 2023.

  8. “IDAI | Sekilas Vaksin Pneumokokus.” Idai.or.id, 2017, www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus. Accessed 5 Jan. 2023.

  9. Rokom. “Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV.” Sehat Negeriku, 23 Apr. 2022, sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220423/2939708/39708/. Accessed 5 Jan. 2023.

  10. “IDAI | Japanese Encephalitis.” Idai.or.id, 2018, www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis. Accessed 5 Jan. 2023.

  11. ‌ LEMBAR INFORMASI VAKSIN Vaksin Varicella (Cacar Air). https://www.immunize.org/vis/indonesian_varicella.pdf

  12. “Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.” Kemkes.go.id, 2022, yankes.kemkes.go.id/view_artikel/235/yuk-ketahui-tentang-vaksin-hepatitis-a#:~:text=Vaksin%20Hepatitis%20A%20diperlukan%20untuk,Nyeri%20perut%20hebat%2C%20diare.. Accessed 5 Jan. 2023.

  13. “Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.” Kemkes.go.id, 2022, yankes.kemkes.go.id/view_artikel/239/yuk-kenali-vaksin-tifoid. Accessed 5 Jan. 2023.

  14. “Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan.” Kemkes.go.id, 2022, yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1883/manfaat-vaksin-influenza-bagi-anak. Accessed 5 Jan. 2023.‌

Artikel Lainnya

Apa Penyebab Kolik pada Bayi, ...

Kolik pada bayi memang bukanlah kondisi serius, tapi jangan dibiarkan begitu saja. Berikut ciri,...

Normalkah Bayi Baru Lahir Tidur ...

Bayi yang baru lahir ingin tidur terus adalah normal. Yang perlu diwaspadai adalah kebiasaan tidur...

Kenapa Bayi Sering Gumoh dan ...

Bayi umumnya gumoh 2-4 kali dalam satu hari. Apakah normal jika bayi gumoh lebih sering dari itu,...

Perkembangan Bayi 1 Bulan, Si Kecil ...

Bayi 1 bulan masih banyak tidur dan menyusu, tapi ia sudah bisa mengenali orang tuanya. Apa lagi...

Apa itu Growth Spurt? Kenali ...

Growth spurt adalah percepatan pertumbuhan yang terjadi di awal-awal kelahiran bayi. Ini ditandai...

Pentingnya 1000 Hari Pertama Kehidupan untuk ...

1000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Berikan...


Artikel Terpopuler

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya >

Atasi Buah Hati Rewel ...

Baca Selengkapnya >

Seperti Apa Perkembangan Bayi ...

Baca Selengkapnya >

MPASI yang Tepat untuk ...

Baca Selengkapnya >

Optimalkan Periode Emas

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut