Facebook Pixel Code 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

 

Agar demamnya tidak semakin tinggi dan tubuhnya terasa lebih nyaman, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat anak demam. Bunda bisa temukan daftarnya pada ulasan ini. 

Apa yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam?

Anak disebut demam ketika suhu tubuhnya mencapai 38°C atau lebih. Berikut adalah beberapa hal yang tidak boleh dilakukan: 

1. Kompres Air Dingin

Memberikan kompres air dingin (air es) saat demam dapat membuat tubuh anak mengira ia sedang kedinginan. 

Maka, pusat pengatur suhu tubuh yang berada di otak (bagian hipotalamus) akan meningkatkan suhu tubuh. Akibatnya, si Kecil bisa menggigil kedinginan dan demamnya semakin tinggi.

Sebaiknya, Bunda memberikan kompres air hangat untuk bantu menurunkan demam. Kompreslah di bagian ketiak dan selangkangan selama 10-15 menit.

2. Kompres Alkohol

Hal selanjutnya yang tidak boleh dilakukan saat anak demam adalah mengompres anak dengan alkohol yang dicampur air. 

Selain terbukti tidak efektif menurunkan demam, metode ini juga berbahaya. Sebab, alkohol dapat terhirup anak selama proses pengompresan, menimbulkan hipoglikemia hingga koma. 

Hipoglikemia merupakan kondisi kadar gula darah di bawah normal. Hal ini dapat membuat anak merasa lelah, pusing, pucat, gemetar, jantung berdebar, hingga bibir kesemutan.  

3. Memakai Baju Tebal

Bunda sebaiknya tidak memakaikan baju berlapis atau baju tebal pada anak yang sedang demam. Sebab, baju yang terlalu tebal justru membuat suhu tubuh anak semakin naik. 

Lebih baik berikan baju tipis yang terbuat dari bahan katun. Dengan begitu, panas tubuh lebih mudah menguap melalui pori-pori kulit yang terbuka. 

Anak juga akan merasa lebih nyaman karena baju berbahan katun lebih lembut dan menyerap keringat (obat turun panas akan memicu keluarnya keringat berlebih). 

4. Memberi Selimut Tebal

Apabila si Kecil tampak kedinginan atau menggigil, Bunda dapat memberikan selimut. Pastikan selimut tidak terlalu tebal dan tidak digunakan untuk membungkus anak dengan erat. 

Sebab, hal itu juga akan menghambat penguapan suhu tubuh anak. Lebih disarankan untuk memberikan selimut tipis atau sleeping sack (kantong tidur untuk anak). 

Sleeping sack bentuknya lebih longgar dan tipis, namun tidak akan melilit badan anak. Cek secara berkala apakah si Kecil terlihat nyaman menggunakan selimut. 

Baca Juga: Ciri-Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak

5. Memberi Aspirin

Hal yang tidak boleh dilakukan saat anak demam berikutnya adalah memberikan aspirin sebagai obat penurun panas. 

Pemberian aspirin pada anak di bawah 16 tahun dapat memicu gangguan kesehatan serius bernama Reye’s syndrome, yaitu pembengkakan di area hati dan otak. 

6. Memberi Ibuprofen 

Ibuprofen merupakan obat penurun panas dan pereda nyeri yang dapat dibeli secara bebas di apotek. Namun, tidak semua anak dapat mengkonsumsi obat ini. 

Anak dengan riwayat asma, riwayat alergi ibuprofen, gejala dehidrasi, serta masalah perut, jantung, dan hati tidak boleh minum ibuprofen untuk menurunkan demam. 

Pemberian ibuprofen pada anak-anak dengan kondisi di atas hanya boleh dilakukan berdasarkan rekomendasi dokter. 

7. Memberi Obat Campuran

Pemberian parasetamol dan ibuprofen secara selang-seling selama 4 jam sekali merupakan hal yang tidak boleh dilakukan saat anak demam, terlebih tanpa rekomendasi dokter. 

Pemberian obat campuran dinilai tidak bisa menurunkan demam pada anak dengan lebih cepat. Metode ini justru meningkatkan risiko over dosis (kelebihan dosis obat). 

Apabila si Kecil over dosis, ia mungkin keracunan (intoksikasi) hingga terancam keselamatan jiwanya. 

8.  Memaksa Anak Tidur Terus

Aktivitas fisik yang tinggi memang dapat meningkatkan suhu tubuh anak. Namun, memaksa anak demam untuk tidur terus (bed rest/tirah baring) terbukti tidak efektif menurunkan suhunya. 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), tidur terus justru dapat mengganggu kondisi psikologis si Kecil sehingga ia menjadi semakin tidak ceria. 

Jadi, lebih baik Bunda tetap mengizinkan si Kecil untuk melakukan beberapa aktivitas ringan seperti membaca buku, bermain lego, menyusun puzzle, atau menggambar. 

9. Memberi Minuman Berkafein

Demam dapat membuat anak kehilangan cairan di dalam tubuh dengan lebih cepat. Oleh karena itu, Bunda harus memberikan banyak cairan tambahan. 

Namun, hindari memberikan minuman berkafein seperti teh, minuman bersoda, matcha, kopi, dan coklat panas. Sebab, minuman berkafein dapat memperparah dehidrasi pada anak

Selain itu, minuman berkafein juga tidak baik bagi anak karena dapat membuat gelisah, tekanan darah meningkat, jantung berdebar, asam lambung, dan gangguan tidur. 

10. Memaksa Anak Makan

Sebaiknya Bunda tidak memaksa anak untuk makan dalam porsi besar, dengan alasan supaya cepat sembuh. Terlebih, anak yang sedang demam cenderung kehilangan nafsu makan. 

Tawarkan makanan dalam porsi kecil. Berikan porsi tambahan jika si Kecil mau. Supaya nafsu makannya meningkat, berikan jenis makanan sehat yang cenderung disukai anak. 

Berikan juga makanan yang mengandung banyak cairan bernutrisi untuk bantu menurunkan risiko dehidrasi. Contohnya sup daging ayam atau sup telur yang lembut. 

Baca Juga: Ketahui Ciri-Ciri Anak yang Sehat Secara Fisik dan Psikis

Kapan Harus Bawa Anak Demam ke Dokter?

Segera bawa anak ke dokter ketika anak demam dan menunjukkan tanda-tanda berbahaya berikut: 

  • Anak demam berusia 3-36 bulan lebih dari 3 hari. 

  • Anak berusia 3-36 bulan dengan demam 39°C atau lebih. 

  • Anak-anak usia berapapun, dengan suhu di atas 40°C. 

  • Anak yang demam berulang lebih dari 7 hari. Walaupun setiap kali demam hanya berlangsung selama beberapa jam saja. 

  • Anak dengan riwayat penyakit kronis seperti jantung, kanker, lupus, dan ginjal. 

  • Demam disertai kejang. 

  • Muncul ruam merah.

  • Muncul bintik-bintik merah yang tidak hilang ketika ditekan (bisa jadi gejala DBD).

  • Muncul bercak keunguan seperti memar. 

  • Anak tampak kesulitan bernapas. 

  • Bibir, lidah, dan kuku anak tampak kebiruan. 

  • Ubun-ubun tampak cekung atau benjol. 

  • Muncul kekakuan di area leher. 

  • Anak mengeluhkan nyeri kepala hebat. 

  • Anak mengeluhkan nyeri perut hebat. 

  • Muntah-muntah. 

  • Tidak mau makan atau minum. 

  • Terlihat terlalu lemah untuk minum. 

  • Menangis terus-menerus. 

  • Anak tampak lebih gelisah daripada biasanya. 

  • Buang air kecil menjadi lebih sedikit atau lebih jarang daripada biasanya. 

  • Anak tidak merespon seperti biasanya. 

  • Anak sulit dibangunkan dari tidur atau tidak bisa bergerak.

Itulah 10 hal yang yang tidak boleh dilakukan saat anak demam. Dengan menghindari hal-hal tersebut, diharapkan tubuh anak lebih nyaman dan demamnya lebih cepat mereda. 

Apabila masih ada pertanyaan mengenai yang tidak boleh dilakukan saat anak demam dan masalah kesehatan lainnya, Bunda dapat menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju

Layanan interaktif ini tersedia selama 24/7 secara gratis. Jadi, Bunda dapat menghubungi kapan saja dan dimana saja ketika membutuhkan konsultasi dengan tenaga ahli. 

Referensi:

  1. ‌IDAI | Penanganan Demam pada Anak. (2014). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
  2. IDAI | Demam: Kapan Harus ke Dokter? (2015). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/demam-kapan-harus-ke-dokter
  3. ‌Apakah itu Hipoglikemia dan bagaimana hal itu dapat dicegah dan dikelola - Penyakit Tidak Menular Indonesia. (2017). Kemkes.go.id. https://p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/subdit-penyakit-diabetes-melitus-dan-gangguan-metabolik/apakah-itu-hipoglikemia-dan-bagaimana-hal-itu-dapat-dicegah-dan-dikelola
  4. Reye’s syndrome - Symptoms and causes. (2023). Mayo Clinic; https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/reyes-syndrome/symptoms-causes/syc-20377255
  5. Fever Without Fear: Information for Parents. (2024). HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/Fever-Without-Fear.aspx
  6. Fevers - Partners in Pediatrics. (2024). Pipstop.com. https://www.pipstop.com/educationmaterials/article/7902/fever-and-taking-your-childs-temperature
  7. ‌Fevers - Partners in Pediatrics. (2024). Pipstop.com. https://www.pipstop.com/educationmaterials/article/7902/fever-and-taking-your-childs-temperature
  8. ‌NHS Choices. (2024). High temperature (fever) in children. https://www.nhs.uk/conditions/fever-in-children/
  9. NHS Choices. (2024). Who can and cannot take ibuprofen for children - Brand names: Nurofen for Children, Calprofen, Brufen. https://www.nhs.uk/medicines/ibuprofen-for-children/who-can-and-cannot-take-ibuprofen-for-children
  10. ‌IDAI | WASPADA DEMAM BERDARAH DENGUE. (2016). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/waspada-demam-berdarah-dengue
  11. Charles, A. (2021, June 14). 10 Foods and Drinks with Caffeine. Healthline; Healthline Media. https://www.healthline.com/nutrition/foods-with-caffeine#2.-Cocoa-beans-and-chocolate
  12. Is Coffee Bad for Kids? (2023, July 24). Hopkinsmedicine.org. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/is-coffee-bad-for-kids

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut