Facebook Pixel Code Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Cara Mudah Menghitung Usia Kehamilan Secara Manual

Jika ini adalah kehamilan pertama Bunda, penting untuk mengetahui bagaimana cara menghitung usia kandungan sendiri. Tujuannya tidak hanya untuk memprediksi hari perkiraan lahir si Kecil, tapi juga untuk memastikan perkembangan janin berjalan semestinya sesuai dengan usia kehamilan yang tepat.

Nah, bagaimana cara manual menghitungnya? Yuk, cari tahu di sini, Bun!

Cara Manual Menghitung Usia Kehamilan

Untuk mendapatkan usia kehamilan saat ini, Bunda perlu lebih dulu memahami bedanya usia kehamilan dan usia janin. Sebab, dua hal ini yang akan menjadi penentu keakuratan hasilnya.

Usia kehamilan (gestation) adalah usia yang terhitung dari hari pertama menstruasi terakhir. Di rentang waktu ini, proses pembuahan (pertemuan sel telur dengan sperma) mungkin sudah berlangsung tapi janin belum berkembang.

Usia janin (fetal age) merupakan usia sebenarnya dari janin yang sedang tumbuh dalam rahim. Usia janin terhitung setelah proses pembuahan berhasil. Umumnya, usia janin selisih dua minggu sebelum usia kehamilan.

Setelah mengetahui perbedaan usia kandungan dan usia janin, berikut adalah beberapa cara yang bisa Bunda coba untuk menghitung usia kehamilan sendiri:

1. Metode HPHT

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, usia janin dapat terhitung dari waktu pembuahan hingga melahirkan. Namun, menghitung usia janin ini sebenarnya tidak semudah yang dibayangkan karena sering kali sulit bagi Bunda untuk menentukan kapan pembuahan sebenarnya terjadi.

Oleh karena itu, biasanya cara menghitung usia kehamilan yang paling umum digunakan adalah menghitung mulai dari hari pertama siklus menstruasi terakhir atau Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT).

Metode ini dikenal juga dengan nama rumus Naegele. Cara ini dianggap sebagai metode terbaik bagi para wanita yang memiliki siklus haid teratur 28 hari. Lalu, bagaimana cara menghitungnya?

 Bagi kebanyakan wanita, HPHT terjadi sekitar dua minggu sebelum ovulasi (terlepasnya sel telur dari indung telur) dan pembuahan. Jadi, coba ingat-ingat lagi kapan hari pertama haid terakhir Bunda. Kemudian, tambahkan 40 minggu atau 280 hari dari tanggal tersebut untuk menentukan perkiraan hari persalinan. Hal ini didasari pada asumsi bahwa kehamilan biasanya dijalani selama 9 bulan alias 40 minggu atau 280 hari. Dengan mengetahui perkiraan hari kelahiran bayi, maka usia kehamilan bisa diketahui.

Berikut adalah langkah perhitungan yang lebih mudah:

  • Tentukan hari pertama haid terakhir (HPHT) Bunda.

  • Kemudian, tambahkan satu tahun ke depan.

  • Dari hasil di atas, tambahkan tujuh hari.

  • Setelah mendapatkan hasilnya, mundurkan tiga bulan.

Sebagai contoh, bila HPHT Bunda adalah tanggal 11 Agustus 2020 maka perhitungannya seperti ini:

  • 11 Agustus 2022 + 1 tahun = 11 Agustus 2023.

  • 11 Agustus 2022 + 7 hari = 18 Agustus 2023.

  • 11 Agustus 2023 - 3 bulan = 18 Mei 2023.

Jadi, perkiraan hari kelahiran bayi Bunda adalah 18 Mei 2023.

Jika siklus yang Bunda alami lebih panjang maupun pendek, upaya cek usia kehamilan dan perkiraan hari persalinan mungkin dapat menunjukkan hasil yang sedikit berbeda.

Untuk mempermudah hitung-hitungan Bunda, langsung saja, yuk, gunakan tools Kalkulator Kehamilan. Bunda tinggal masukkan tanggal HPHT secara manual, kemudian hari perkiraan lahir (HPL) si Kecil berikut informasi tentang perkembangannya di minggu kehamilan itu akan langsung muncul otomatis, lho!

2. Pengukuran Tinggi Fundus Uteri

Cara menghitung usia kehamilan juga dapat dilakukan dengan mengukur tinggi fundus. Pengukuran ini bisa dilakukan secara manual, tapi hanya dokter atau bidan yang bisa menghitungnya.

Tinggi fundus itu sendiri adalah jarak dari puncak tulang pubis atau tulang kemaluan sampai ke bagian paling atas perut ibu hamil. Jadi, dokter akan mengukur berapa sentimeter panjang tulang kemaluan sampai puncak rahim Bunda menggunakan alat pengukur bernama spekulum.

Setelah usia 20 minggu kehamilan, tinggi fundus dalam sentimeter biasanya akan sama dengan jumlah minggu kehamilan. Misalnya saja, jika tinggi fundus adalah 21 sentimeter, maka usia kehamilan Bunda adalah 21 minggu. 

Mana Cara Menentukan HPL yang Paling Akurat?

Sebetulnya, ada cara yang lebih akurat untuk mengetahui usia kandungan Bunda saat ini, yaitu lewat pemeriksaan USG. Terutama jika Bunda tidak ingat kapan tanggal menstruasi terakhir.

Pemeriksaan USG untuk menentukan usia kehamilan bisa dilakukan kapan pun setelah Bunda merasakan tanda-tanda awal kehamilan. Namun jika ingin mengetahui perkiraan HPL, untuk hasil yang akurat disarankan pada trimester awal kehamilan, atau sebelum usia 13 minggu kehamilan.

Ada beberapa metode USG yang bisa digunakan untuk mengetahui usia kehamilan jika Bunda lupa HPHT, yaitu:

  • USG transvaginal. Selama prosedur USG, panjang janin diukur dari ujung paling atas hingga paling bawah untuk menentukan usia kehamilan. Saat melakukan prosedur USG, sebuah alat panjang akan dimasukkan ke dalam vagina dan dokter akan memeriksa kondisi janin di dalam rahim.

  • USG abdomen. Pada ini USG abdomen, alat pemindai hanya digunakan di permukaan perut yang hamil.

Selain itu, pemeriksaan USG juga bisa sekaligus melihat perkembangan janin yang ada di dalam rahim Bunda. 

Menurut jurnal Gestational Age Assessment, untuk menghitung usia kehamilan dengan USG, ada beberapa bagian tubuh bayi yang dijadikan patokan usia kehamilan, yaitu:

  • CRL (Crown-rump length): mengukur panjang janin dari ujung kepala hingga bokong janin. Pengukuran ini biasanya dilakukan pada usia trimester pertama kehamilan.

  • BPD (Biparietal diameter): mengukur diameter kepala janin.

  • HC (Head circumference): mengukur keliling kepala janin.

  • FR (Femur length): mengukur panjang tulang kaki janin.

  • AC (Abdominal circumference): mengukur keliling perut janin.

Baca Juga: Tahapan Tumbuh Kembang Bayi Bunda Selama Kehamilan

Pentingnya Menghitung Usia Kehamilan

Mengetahui cara menghitung usia kehamilan bisa membantu Bunda menyesuaikan berbagai macam hal untuk menstimulasi pertumbuhan janin

Ini karena usia kandungan merupakan data penting yang dibutuhkan dokter kandungan atau bidan untuk menentukan waktu tes dan pemeriksaan tepat bagi Bunda dan janin selama kehamilan.

Adapun berbagai manfaat pentingnya menghitung usia kehamilan Bunda adalah sebagai berikut.

1. Menjadwalkan Tes Screening untuk Mencegah Komplikasi

Tahukah Bunda? Risiko komplikasi mungkin saja terjadi dalam usia kehamilan tertentu. Misalnya, diabetes yang kerap muncul di usia 24-28 minggu kehamilan, tapi akan menghilang sendirinya. Maka, penting untuk dilakukan tes screening diabetes pada rentang usia kehamilan ini. 

Contoh lainnya adalah melakukan pemeriksaan USG pada bayi kembar untuk mengetahui apakah kantung ketuban memiliki kelainan atau tidak pada usia kehamilan 11-14 minggu.

Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi kehamilan pada ibu maupun anak.

2. Memantau Perkembangan Janin

Mengetahui usia kehamilan juga dapat membantu dokter memantau perkembangan janin. Saat berkunjung ke dokter kandungan, dokter akan memeriksa denyut jantung bayi dengan alat USG, tinggi fundus uterus (bagian teratas dari rahim ibu), dan pergerakan bayi.

Hasil pemeriksaan kemudian akan dibandingkan dengan tahapan perkembangan janin yang normal untuk menilai apakah ada gangguan pada perkembangan janin atau tidak.

3. Memastikan Perawatan Tepat di Masa Kehamilan

Seperti yang sudah disebutkan di atas, beberapa komplikasi kehamilan dapat terlihat pada usia kehamilan tertentu. Dengan mengetahui usia kehamilan, dokter tahu perawatan apa yang tepat pada usia kehamilan tersebut. Ketika Ibu membutuhkan obat pun, dokter juga bisa menentukannya karena ada obat yang hanya boleh diberikan pada trimester-trimester tertentu.

Contohnya bila Ibu memiliki risiko tinggi preeklamsia, dokter dapat memberikan aspirin dosis rendah untuk pencegahan. Namun obat ini hanya boleh diberikan pada usia kehamilan setelah 12 minggu. 

4. Mengetahui Perkiraan Kapan Hari Persalinan

Pentingnya mengetahui usia kehamilan maupun usia janin adalah untuk dapat memperkirakan hari persalinan. Hal ini penting karena berpengaruh saat persiapan lainnya, seperti perlengkapan bayi, biaya persalinan, dan masih banyak lagi.

Secara medis, tanggal perkiraan kelahiran menjadi penting untuk mengetahui apakah bayi terlahir cukup bulan (usia kehamilan 37-42 minggu). Jika bayi terlahir prematur (kurang dari 37 minggu) atau justru postterm (lebih dari 42 minggu), tentunya risiko terjadinya komplikasi pada bayi pun meningkat.

Baca Juga: 16 Tanda-Tanda Mau Melahirkan yang Wajib Bunda Kenali

Pada dasarnya, cara menghitung sendiri usia kehamilan adalah salah satu hal penting yang perlu Bunda ketahui. Karena tak hanya untuk menjaga pertumbuhan janin, memeriksa usia kehamilan juga dapat menjadi kunci dalam menjaga kesehatan Bunda.

Selain mencermati usia kehamilan, Bunda perlu memastikan agar proses kehamilan berjalan lancar dengan mengutamakan kesehatan fisik, serta pemberian asupan nutrisi yang cukup. Salah satunya dengan mengonsumsi susu SGM Bunda Pro-gress Maxx

SGM Bunda Pro-Gress Maxx dengan tinggi zat besi diperkaya nutrisi penting lainnya seperti minyak ikan tuna, asam folat, kalsium, dan sumber vitamin D. Bunda bisa meminumnya setiap hari sampai memasuki masa menyusui.

Semoga kehamilan Bunda terus berjalan lancar dan sang buah hati lahir sehat, ya!

Referensi:

  1. American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/getting-pregnant/calculating-conception/. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  2. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/how-many-weeks-pregnant-am-i-2758651. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  3. Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/what-is-gestation#gestational-age. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  4. Gestasional Age Assesment. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK526000/. Diakses pada 26 Oktober 2022. 
     
  5. Healthline. https://www.healthline.com/health/pregnancy/fundal-height#how-its-measured-and-why. Diakses pada 26 Oktober 2022.
     
  6. Edwards KI, Itzhak P. Estimated Date of Delivery. [Updated 2021 Oct 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536986/
     
  7. Edwards KI, Itzhak P. Estimated Date of Delivery. [Updated 2021 Oct 30]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536986/
     
  8. Fowler JR, Mahdy H, Jack BW. Pregnancy. [Updated 2022 Sep 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK448166/
     

Artikel Lainnya

Manfaat Minyak Ikan untuk Ibu ...

Minyak ikan untuk ibu hamil baik dikonsumsi sejak trimester dua kehamilan, karena nutrisi ini...

3 Manfaat Kalsium untuk Ibu Hamil ...

Kalsium untuk ibu hamil berguna untuk menjaga kepadatan tulang. Kalsium juga penting untuk...

6 Jenis Imunisasi Ibu Hamil serta ...

Imunisasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, termasuk bagi para ibu yang sedang hamil. Simak...

Vaksin untuk Ibu Hamil? Cek ...

Vaksin saat hamil di tengah pandemi adalah hal yang bisa (bahkan perlu) untuk para ibu lakukan....

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil ...

Imunisasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, termasuk bagi para ibu yang sedang hamil. Simak...

5 Jenis Imunisasi yang Aman untuk ...

Imunisasi adalah sesuatu yang mampu menyelamatkan Bunda dan janin jika dilakukan dengan tepat....


Artikel Terpopuler

Hindari Makanan & Minuman ini ...

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

6 Tips Penuhi Nutrisi Ibu ...

Baca Selengkapnya >

5 Cara Menyusui yang Benar ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut