Facebook Pixel Code Cegah Prestasi si Kecil Menurun dengan Asupan Zat Besinya!

Cegah Prestasi si Kecil Menurun dengan Asupan Zat Besinya!

Cegah Prestasi si Kecil Menurun dengan Asupan Zat Besinya!

Bunda, selama ini prestasi si Kecil sering kali dikaitkan dengan ketekunannya dalam belajar. Tentu tidak salah menghubungkan kedua hal tersebut. Penerapan metode bermain sambil belajar memang terbukti efektif dalam meningkatkan prestasi akademik si Kecil. Meski begitu, prestasi si Kecil sebetulnya sangat dipengaruhi oleh pemenuhan kebutuhan nutrisinya. Salah satu nutrisi penting yang mendukung prestasi akademik si Kecil adalah zat besi. 

 

Zat besi merupakan komponen penting dari hemoglobin atau bagian sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, jaringan dan organ tubuh tidak akan mendapatkan oksigen yang dibutuhkan untuk bekerja secara optimal. Selain itu, zat besi juga termasuk mineral penting untuk perkembangan otak, motorik dan sensorik, serta pertumbuhan fisik dan daya tahan tubuhnya.

 

Tentu jika anak kekurangan zat besi dapat menyebabkan dampak jangka panjang seperti prestasi akademiknya rendah akibat penurunan konsentrasi saat proses belajar, mudah terserang penyakit, serta terjadi  gangguan permanen pada sistem motorik dan sensorik. Tentu hal ini memiliki pengaruh pada masa depannya.

 

Mengenai ciri-ciri anak kekurangan zat besi, Bunda bisa melihat timbulnya gejala seperti kulit pucat yang berlangsung lama, mudah lelah, lemas, dan menurunnya konsentrasi saat belajar. Kekurangan zat besi dapat disebabkan oleh karena si Kecil kurang mengonsumsi makanan mengandung zat besi khususnya yang berasal dari hewan (heme), mengalami obesitas, peningkatan kebutuhan zat besi akibat infeksi kronis, atau kurang baiknya penyerapan zat besi dalam saluran cerna.

 

Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan asupan zat besi si Kecil selalu tercukupi. Si Kecil dengan usia 1-3 tahun membutuhkan 7 mg zat besi setiap hari, sedangkan si Kecil yang berusia 4-6 tahun memerlukan 10 mg zat besi per hari. Zat besi bisa didapat dari konsumsi daging dan sayuran berdaun hijau. Zat besi yang bersumber dari hewan (heme) lebih mudah diserap oleh tubuh dibandingkan zat besi dari tumbuhan (non-heme). Sebagai acuan, berikut ini makanan-makanan yang tinggi zat besi:

 

- Daging sapi, ayam, hati, ikan

- Telur

- Tahu 

- Biji-bijian dan kacang-kacangan

- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli

- Sereal yang diperkaya zat besi, roti, nasi, dan pasta

- Susu pertumbuhan terfortifikasi

 

Untuk memastikan si Kecil dapat asupan zat besi yang cukup, berikut ini cara menambah zat besi pada si Kecil:

 

1. Sajikan makanan tinggi zat besi dalam menu sehari-harinya, Daging merah dapat diberikan 3-4 kali per minggu. Bunda juga bisa memberi alternatif lain seperti sayuran, ikan, telur dan kacang-kacangan. Perhatikan cara mengolahnya agar kandungan zat besi dalam makanan tidak banyak berkurang. Untuk sarapan, Bunda sesekali dapat menyuguhkan si Kecil sereal yang diperkaya zat besi. 

 

2. Berikan si Kecil makanan mengandung vitamin C. Misalnya saja tomat, brokoli, jeruk, kiwi, pepaya, dan stroberi. Vitamin C berperan dalam mendukung penyerapan zat besi yang maksimal dalam tubuh si Kecil. Lebih baik lagi jika Bunda mengolah makanan mengandung zat besi bersama dengan makanan tinggi vitamin C.

 

3. Berikan susu pertumbuhan terfortifikasi oleh zat besi dan vitamin C

 

4. Hindari penyajian teh saat sedang makan utama. Teh mengandung zat tanin yang bisa mengurangi penyerapan zat besi. Minuman bersoda juga sebaiknya dihindari saat makan utama karena menghalangi penyerapan zat besi dari makanan.

 

5. Berikan suplemen zat besi jika diperlukan si Kecil. Cara ini perlu melalui pemeriksaan dan konsultasi ke dokter, jadi suplemen tidak bisa sembarangan Bunda berikan pada si Kecil. Bunda perlu tahu terlebih dahulu dosis tepat sesuai kebutuhannya.

 

Dengan melengkapi kebutuhan nutrisi termasuk zat besinya, si Kecil dapat memiliki tumbuh kembang yang optimal dan konsentrasi dalam belajar pun ikut meningkat. Jadi, si Kecil kelak bisa meraih prestasi akademik yang sesuai harapan Bunda! Untuk cek potensi kekurangan zat besi pada si Kecil, Bunda bisa mengunjungi bit.ly/CekResikoZatBesi.

 

Sumber:

 

https://kidshealth.org/en/parents/iron.html. Accessed Jan 21, 2021.

 

https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-

conditions---pediatrics/i/iron-deficiency-anemia-in-children.html. Accessed Jan 21, 2021.

 

https://www.uhcw.nhs.uk/download/clientfiles/files/Patient%20

Information%20Leaflets/Clinical%20Support%20Services/Transfusion

/Patient%20Blood%20Management/118224_How_can_I_increase_iron_in_my_child_s_diet_(1918)_-_oct18.pdf. Accessed Jan 21, 2021.

 

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/anemia-

defisiensi-besi-pada-bayi-dan-anak. Accessed Jan 21, 2021.

 

 

Artikel Lainnya

Kapan Usia Ideal Anak Masuk ...

Rata-rata anak siap masuk sekolah PAUD di usia 3 tahun. Akan tetapi, kesiapan anak bersekolah juga...

Pilihan Menu Makan untuk Anak 3 ...

Anak 3 tahun sudah bisa makan dengan menu yang lebih beragam. Berikut rekomendasi menu makan dan...

Sambut New Normal, 7 Tips Agar ...

Kondisi new normal menuntut kita untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk si Kecil, salah...

4 Pelajaran PAUD yang Bisa Dipelajari ...

Meski sudah sekolah, tapi anak usia dini perlu belajar di rumah agar semakin mahir. Berikut materi...

8 Cara Mengajarkan Anak agar Mau ...

Anak-anak perlu belajar berbagi supaya bisa berempati, suka menolong, dan mudah bergaul di sekolah...

Mengenal Tahap Perkembangan Anak Menurut ...

Apa saja ya Bun tahap perkembangan anak menurut umur 3-5 tahun? Untuk tahu lebih lengkap, simak...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut