Facebook Pixel Code 9 Ide Stimulasi Kognitif Anak 3-5 tahun Tanpa Alat

9 Ide Stimulasi Kognitif Tanpa Alat untuk Anak 3-5 tahun

9 Ide Stimulasi Kognitif Tanpa Alat untuk Anak 3-5 tahun

 

Sudah tahu kan bahwa perkembangan si kecil terdiri dari perkembangan fisik-motorik, kognitif-bahasa, dan sosioemosional? Dan sudah tahu kan bahwa seluruh perkembangan tersebut perlu distimulasi? 

Kabar baiknya, untuk menstimulasi perkembangan si kecil, tak harus menggunakan mainan atau alat apapun lho. Kita bisa menstimulasi dengan beragam cara, baik lewat permainan maupun kegiatan sehari-hari. 

Stimulasi Kognitif untuk Anak 3-5 Tahun

Khusus untuk anak 3-5 tahun, perkembangan kognitif yang menonjol adalah daya ingat, pemecahan masalah sederhana, fokus dan konsentrasi, serta kemampuan menggunakan simbol. Artinya permainan atau kegiatan stimulasi yang kita pilih diutamakan untuk mengembangkan kemampuan-kemampuan ini. 

9 Ide Stimulasi Kognitif Tanpa Alat untuk Anak 3-5 tahun

Berikut ini beberapa pilihan stimulasi perkembangan kognitif tanpa alat untuk anak 3-5 tahun:

1. Bercerita

Orangtua dapat menceritakan dongeng karangan sendiri atau menceritakan apa saja yang dialami orangtua hari itu. Tentu saja saat bercerita, orangtua perlu menggunakan bahasa yang sederhana agar dapat dipahami si kecil. Pilih juga topik yang ringan untuk anak, bukan sesuatu yang mengerikan atau terlalu rumit untuk si kecil. 

2. Tebak-tebakan Sederhana

Untuk usia prasekolah, tebak-tebakan ini untuk sesuatu yang sehari-hari mereka temui. Contohnya, “Binatang apa yang suaranya mengeong?” (Kucing) atau “Sandal siapa yang paling besar?” (sandal ayah, atau siapapun yang sandalnya paling besar).

3. Bernyanyi dan Bergerak Sesuai Lagu

Orangtua dapat mengajak si kecil bernyanyi bersama, dan menciptakan gerakan sesuai dengan lagu yang dinyanyikan. Misalnya menyanyikan “Kepala, pundak, lutut, kaki” sambil menyentuh bagian tubuh yang disebutkan. 

4. Sentuh Anggota Tubuh

Minta si kecil duduk sambil menutup mata. Orangtua dapat menyentuh bagian tubuh tertentu si kecil, lalu meminta si kecil menebak bagian tubuh apa yang disentuh. Misalnya orangtua menyentuh lutut, lalu si kecil diminta menebak. 5. 

5. Hitung Benda

Saat sedang di perjalanan atau sedang menunggu, bunda bisa meminta si kecil menghitung benda apapun yang dapat dicari di sekitar. Misalnya mengajak si kecil menemukan dan menghitung bus berwarna kuning yang ditemui, atau berapa tukang gorengan yang dilewati selama perjalanan. 

6. Cari Harta Krun

Saat sedang di suatu kegiatan yang durasinya agak panjang dan si kecil mulai bosan, ajak si kecil untuk menemukan benda apapun di sekitarnya yang bisa dikumpulkan. Setelahnya ia bisa diminta membuat karya dari benda-benda yang ditemukan itu. Misalnya ia diajak ke kebun, lalu mengumpulkan kerikil, daun kering, serta bunga liar, lalu diajak mengatur temuannya itu menjadi suatu karya. 

7. Meniru Bentuk dengan Tubuh

Si kecil diajak menemukan benda tertentu, lalu diminta membentuk tubuh atau bagian tubuhnya menjadi benda tersebut. Misalnya berusaha meniru bola dengan duduk dan tangan menyentuh kaki atau membuat lingkaran dengan jari jempol dan jari telunjuk. 

8. Meniru Gerakan Binatang

Ajak si kecil mengamati bagaimana binatang bergerak, lalu ajak untuk menirunya. Orangtua bisa memvariasikan jenis binatang yang ditiru gerakannya. 

9. Bermain ‘Ikuti Pemimpin’

Permainan ini kadang disebut ‘Simon Say’. Orangtua dapat memberi contoh dulu menjadi pemimpin, lalu memberi gerakan tertentu, dan mengajak si kecil mengikutinya. Lalu si kecil diminta bergantian menjadi pemimpin, dan ia yang mengatur gaya apa yang ditiru. 

Nah, tanpa menggunakan alat, ada banyak sekali ide kegiatan untuk menstimulasi si kecil kan? Seluruh kegiatan di atas membuat si kecil belajar untuk fokus dan berkonsentrasi, juga mengingat dan mengikuti instruksi. Iapun belajar menjadi lebih kreatif, belajar menggunakan simbol, dan wawasannya juga semakin luas. 

Yang perlu berperan besar memang orangtua. Apabila orangtua menjalankannya, maka tak hanya membuat perkembangan kognitif / kemampuan berpikir si kecil semakin terstimulasi. Kedekatan orangtua anak juga semakin baik dan menjadi pondasi positif bagi tumbuh kembangnya kelak. 

Selamat mencoba!

Referensi:

  1. Florio, J. (2023, February 7). 25 Cognitive Activities for Toddlers to Boost Development. Retrieved from Wonder Baby: https://www.wonderbaby.org/articles/cognitive-activities-for-toddlers
     
  2. McIlroy, T. (2024, January 22). 11 Ways to Improve Cognitive Development in Early Childhood. Retrieved from Empowered Parents: https://empoweredparents.co/cognitive-development-in-early-childhood/
     
  3. Raising Children Team. (2022, 12 20). Thinking and Play: Preschoolers. Retrieved from Raising Children: https://raisingchildren.net.au/preschoolers/play-learning/play-preschooler-development/thinking-play-preschoolers#:~:text=Here%20are%20play%20ideas%20to%20support%20your%20child%E2%80%99s,you%E2%80%99re%20happy%20and%20 you%20know%20it%E2%80%99.%20More%20i
     
  4. Spreeuwenberg, R. (2021, January 8). Activities to promote preschool cognitive development. Retrieved from Early Childhood Education Blog: https://www.himama.com/blog/preschool-activities-for-cognitive-development/

Artikel Terpopuler

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

call center bebeclub
foto careline