Facebook Pixel Code 5 Imunisasi yang Aman untuk Ibu Hamil

5 Jenis Imunisasi yang Aman untuk Ibu Hamil, dan yang Harus Ditunda

5 Jenis Imunisasi yang Aman untuk Ibu Hamil, dan yang Harus Ditunda

Bunda tentu ingin menjalani kehamilan yang sehat agar si Kecil bisa lahir dengan sehat. Nah, salah satu cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh saat hamil adalah dengan mendapatkan imunisasi. Tapi pertanyaannya, apa saja jenis imunisasi yang harus didapatkan ibu hamil? Penting, lho, untuk Bunda mengetahui hal ini karena ada juga beberapa jenis vaksin yang sebetulnya tidak dianjurkan didapat selama kehamilan. Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel ini, Bun!

Apakah Aman Jika Harus Imunisasi Saat Hamil?

imunisasi idealnya didapat dan dilengkapi sebelum mulai merencanakan kehamilan, Bun. Kenapa begitu? 

Ini karena ibu hamil pada umumnya memang lebih rentan terhadap infeksi dan penularan penyakit, mengingat perubahan kadar hormon juga berpengaruh kepada fungsi sistem kekebalan tubuh Bunda.

Nah, imunisasi berperan sebagai perlindungan diri dari penyakit menular sejak sebelum hamil. Pada umumnya, respon imun terhadap suatu penyakit akan terbentuk dalam waktu sekitar 7 hingga 21 hari setelah mendapatkan vaksin. Jadi, tubuh Bunda nantinya akan lebih siap untuk melawan berbagai penyakit itu selama kehamilan. 

Namun, ini bukan berarti Bunda tidak boleh mendapatkan vaksin meski sudah hamil. Imunisasi saat hamil itu aman dan boleh-boleh saja, kok. Sebab, kapan pun itu, imunisasi tetap penting Bunda dapatkan, termasuk selama kehamilan.

Tujuannya tentu saja untuk melindungi Bunda sekaligus calon buah hati dalam kandungan Bunda. Pasalnya, vaksin yang masuk ke tubuh Bunda akan berjalan masuk lewat plasenta dan turut membentuk antibodi pada tubuh si Kecil.

Bahkan, perlindungan dari vaksin yang didapat Bunda selama kehamilan akan bisa melindungi bayi dari penyakit yang mungkin muncul pada beberapa bulan pertama setelah ia lahir nanti.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu Hamil dan yang Harus Dihindari

Jenis Imunisasi yang Aman untuk Ibu Hamil

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mendapatkan imunisasi aman selama kehamilan. Namun, pastikan untuk tetap memperhatikan jenis vaksinnya, ya!  Berikut ini adalah beberapa jenis vaksin ibu hamil yang direkomendasikan Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

1. Vaksin Influenza

Influenza memang merupakan penyakit yang tergolong ringan. Meski demikian, ternyata Bunda lebih berisiko terserang flu karena sistem kekebalan tubuh yang menurun, terutama saat musim hujan atau cuaca sedang lebih dingin. Akibatnya, kondisi kesehatan tubuh Bunda dan janin dalam kandungan bisa saja terganggu karenanya.

Pada kondisi yang parah, influenza yang parah bisa menyebabkan komplikasi, seperti persalinan prematur dan bayi lahir dengan berat badan rendah. Kondisi ini bisa membuat Bunda dirawat di rumah sakit.

Maka itu, vaksin influenza menjadi salah satu jenis imunisasi ibu hamil yang direkomendasikan untuk mencegahnya. Biasanya, jadwal vaksin ini diberikan saat musim flu melanda, seperti saat cuaca lebih dingin. Vaksin influenza aman diberikan pada ibu hamil pada usia trimester kehamilan berapa pun. 

Ketika Bunda mendapatkan vaksin influenza, antibodi akan masuk ke tubuh bayi melalui plasenta, sehingga si Kecil akan terlindungi dari penyakit flu selama beberapa bulan pertama setelah ia lahir.

2. Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus)

Vaksin DPT (DTaP atau Diphtheria, Tetanus, Pertussis) juga direkomendasikan sebagai imunisasi untuk ibu hamil. 

Sesuai namanya, jenis vaksin ini dapat membantu mencegah penyakit tetanus, difteri, dan pertusis pada ibu hamil dan janin.

Jadwal imunisasi DPT bisa ibu hamil dapatkan kapan saja selama kehamilan. Namun, imunisasi difteri, pertusis, dan vaksin tetanus saat hamil ini akan lebih optimal jika Bunda melakukannya saat memasuki minggu 27-36 usia kehamilan.

Bila tidak dilakukan saat hamil, vaksin DPT atau imunisasi tetanus (tt) disarankan segera dilakukan setelah Bunda melahirkan. 

3. Vaksin Hepatitis B

Selain vaksin influenza, DPT, dan Covid-19, ada beberapa jenis imunisasi ibu hamil yang boleh diberikan dalam keadaan tertentu.

Misalnya, ketika terdapat risiko kesehatan yang lebih tinggi pada individu (misalnya jika Bunda merupakan tenaga kesehatan atau Bunda sedang tinggal dengan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu yang kronis).

Salah satunya adalah vaksin hepatitis B. Ibu hamil yang berisiko terkena hepatitis B atau mengalami hepatitis B saat hamil perlu melakukan jenis imunisasi ini. Karena ibu hamil yang mengalami hepatitis B sangat mungkin menularkan penyakit ini pada bayinya saat persalinan. 

Sebelum menjalani imunisasi ini, Bunda harus melakukan tes hepatitis B terlebih dulu. Jika hasilnya negatif, vaksin hepatitis B untuk ibu hamil baru dapat diberikan.

Biasanya, imunisasi ini perlu dlakukan tiga kali sepanjang masa kehamilan. Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat.

4. Vaksin Hepatitis A

Selain vaksin hepatitis B, vaksin hepatitis A juga menjadi imunisasi ibu hamil yang boleh diberikan. Namun, biasanya dokter merekomendasikan vaksin ini jika Bunda memiliki riwayat penyakit hati kronis.

Pastikan Bunda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk melakukan jenis vaksin ini. Nantinya, dokter akan mempertimbangan risiko dan manfaat dari pemberian vaksin hepatitis A ini dengan kondisi kesehatan Bunda.

5. Vaksin Covid-19

Vaksin Covid-19, seperti Pfizer dan Moderna, dapat diberikan sebelum atau selama masa kehamilan. Ini karena ibu hamil lebih berisiko mengalami gejala berat saat terinfeksi virus penyebab Covid-19 dibandingkan dengan orang yang tidak hamil. 

Untuk itu, Bunda disarankan untuk melakukan vaksin Covid-19 saat hamil guna mencegah Bunda mengalami gejala berat saat terinfeksi virus penyebab Covid-19. 

Jika Bunda sedang dalam kondisi hamil dan berkeinginan untuk menerima vaksin Covid-19, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter kandungan, ya. Ini perlu dilakukan agar mengetahui apa saja efek samping yang mungkin ditimbulkan.

Baca Juga: Cara Mencegah Toksoplasma pada Ibu Hamil

Jenis Imunisasi yang Perlu Ditunda Selama Kehamilan

Setelah mengetahui jenis-jenis imunisasi ibu hamil yang aman diberikan, Bunda juga perlu tahu apa saja jenis imunisasi yang perlu dihindari ibu hamil. Ini karena umumnya jenis vaksin tersebut mengandung virus hidup yang tidak dianjurkan untuk ibu hamil. 

Perlu Bunda ketahui nih, virus yang masih hidup terkadang akan lebih berisiko membuat si Kecil terinfeksi penyakit dan membahayakan kesehatannya. Vaksin dari virus hidup dapat menyebabkan janin terinfeksi, bahkan disebut-sebut dapat menyebabkan keguguran hingga menimbulkan bayi cacat lahir. 

Padahal, tujuan utama vaksin adalah untuk membangun antibodi, sehingga dapat meringankan atau bahkan membuat tubuh kebal dari suatu penyakit. Maka itu, jenis-jenis imunisasi di bawah ini sebaiknya perlu dihindari ibu hamil.

1. Vaksin MMR (Campak, Mumps, dan Rubella)

Vaksin MMR (Mumps Measles Rubella) dapat mencegah tiga jenis penyakit, yaitu campak, gondongan, dan rubella. Jenis imunisasi ini perlu Bunda hindari saat hamil. 

Karena vaksin ini berisi virus hidup, yang bisa berbahaya bagi ibu maupun janin. Jika diberikan saat hamil, bisa menyebabkan bayi cacat lahir, gangguan perkembangan janin, hingga keguguran.

Bunda bisa mendapatkan bisa Bunda dapatkan sebulan sebelum merencanakan kehamilan, atau bahkan setelah melahirkan

2. Vaksin Cacar Air

Sama seperti vaksin MMR, vaksin cacar air juga tidak direkomendasikan untuk diberikan saat hamil karena berisi virus hidup yang membahayakan bumil dan janin dalam kandungan. 

Untuk mencegah Bunda dan janin terkena cacar air sebelum maupun setelah melahirkan, Bunda disarankan agar melakukan vaksinasi ini setidaknya satu bulan sebelum merencanakan kehamilan.

3. Vaksin HPV 

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit oleh virus dengan nama yang sama. 

Virus tersebut dapat menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa, yang salah satunya terletak pada area kelamin, dan dapat menyebabkan keganasan atau kanker.

Vaksin HPV tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita hamil. Sebab, belum ada studi yang membuktikan bahwa vaksin ini benar-benar aman dan tidak menyebabkan gangguan pada ibu maupun janin.

Itulah sebabnya, dokter merekomendasikan rangkaian vaksin HPV pada sebelum atau setelah kehamilan. Bila bumil masih perlu melengkapi dosis vaksin HPV, tunda melakukannya sampai setelah melahirkan.

Baca Juga: Mengapa Urutan Imunisasi Bayi Harus Benar? Ini Penjelasannya

Nah, demikian informasi seputar jenis imunisasi ibu hamil. Kesimpulannya, jangan takut menghadapi vaksinasi ya, Bun. Vaksin berguna untuk melindungi Bunda, janin, dan juga orang-orang yang ada di sekitar. 

Ketika Bunda sedang hamil dan akan melakukan vaksinasi, segera beri tahu dokter kandungan agar mereka dapat mengetahui mana imunisasi untuk ibu hamil yang dapat Bunda lakukan dan mana yang tidak. Tanyakan pula mengenai manfaat dan risiko yang mungkin ditimbulkan pasca imunisasi. 

Selanjutnya, jangan lupa juga untuk mencukupi kebutuhan gizi Bunda dengan terus mengonsumsi makanan sehat dan bergizi tinggi selama kehamilan, ya! Menjaga pola makan di masa kehamilan adalah hal yang sangat penting untuk mendukung perkembangan si Kecil sejak ia berada di kandungan.

Baca Juga: Tetap Bugar selama Kehamilan dengan Trik Ini

Tertarik mencoba? Untuk mendapatkan beragam promo menarik seputar susu SGM Bunda, jangan lupa daftarkan diri menjadi anggota Klub Generasi Maju sekarang juga!

Selamat menjalani kehamilan dan semoga sehat selalu, ya, Bun!

Sumber:

  1. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/vaccines-during-pregnancy.html#Not.
  2. NHS. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vaccinations/
  3. Immunize. https://www.immunize.org/catg.d/p4040.pdf
  4. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp-toolkit/guidelines.html
  5. https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/vaccines-during-pregnancy.html#Not
  6. https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vaccinations/
  7. https://www.immunize.org/catg.d/p4040.pdf
  8. https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp-toolkit/guidelines.html

Artikel Lainnya

Manfaat Minyak Ikan untuk Ibu ...

Minyak ikan untuk ibu hamil baik dikonsumsi sejak trimester dua kehamilan, karena nutrisi ini...

3 Manfaat Kalsium untuk Ibu Hamil ...

Kalsium untuk ibu hamil berguna untuk menjaga kepadatan tulang. Kalsium juga penting untuk...

6 Jenis Imunisasi Ibu Hamil serta ...

Imunisasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, termasuk bagi para ibu yang sedang hamil. Simak...

Vaksin untuk Ibu Hamil? Cek ...

Vaksin saat hamil di tengah pandemi adalah hal yang bisa (bahkan perlu) untuk para ibu lakukan....

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil ...

Imunisasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, termasuk bagi para ibu yang sedang hamil. Simak...

11 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu ...

Ingin menambah asupan zat besi untuk ibu hamil? Berikut rekomendasi makanan penambah zat besi...


Artikel Terpopuler

Hindari Makanan & Minuman ini ...

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

6 Tips Penuhi Nutrisi Ibu ...

Baca Selengkapnya >

5 Cara Menyusui yang Benar ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut