Facebook Pixel Code Bunda, Lakukan Ini untuk Ringankan Efek Alergi pada Anak

Ringankan Efek Alergi Pada Anak

Ringankan Efek Alergi Pada Anak

Ringankan Efek Alergi Pada Anak

Mencegah reaksi alergi pada anak bisa dimulai dari kegiatan sederhana seperti mengajak seluruh anggota keluarga membersihkan rumah, Bun. Jika buah hati kerap mengalami reaksi alergi ringan di rumah seperti batuk, pilek, atau bersin-bersin, sudah sepatutnya Bunda mengambil tindakan lebih lanjut. Yuk, ajak seluruh anggota keluarga untuk melakukan tindakan pencegahan berikut untuk meringankan efek alergi pada anak.

1. Bersama-sama Mengidentifikasi Penyebab Alergi

Ketika cuaca hangat dan cerah, jutaan partikel serbuk sari dan spora jamur melayang di udara. Anak-anak yang menderita alergi musiman, seperti alergi serbuk bunga, misalnya, bisa mengalami reaksi seperti gatal-gatal, mata berair, hidung tersumbat, bersin, atau demam.

Untuk menanganinya cukup mudah, kok. Bunda bisa meminta anak mengganti pakaian dan mandi sampai bersih setelah melakukan aktivitas di luar ruangan. Ini dilakukan supaya partikel penyebab alergi tidak menempel di tubuh anak ketika dia beristirahat. 

Selain itu, Bunda bisa menggunakan penyaring udara untuk mengurangi konsentrasi alergen di dalam ruangan. Menurut catatan jurnal Frontiers in Pediatrics tahun 2017, penggunaan AC dapat mengurangi konsentrasi sumber alergi dari hewan peliharaan yang dimasukkan ke dalam rumah.  

2. Menjaga Kebersihan Tempat Tidur

Tempat tidur bisa jadi tempat bersarang tungau yang jadi salah satu sumber penyebab alergi, seperti asma. Karena itu, Bunda sebaiknya sering-sering mengajak seluruh anggota keluarga mengganti sprei, selimut, dan bed cover dan mencuci bersih menggunakan deterjen. 

Untuk rekomendasi jenis sprei, Bunda bisa memilih sprei khusus yang terbuat dari sejenis plastik, serat sintetis non-anyaman, maupun sprei yang terbuat dari tenunan halus dengan pori-pori kain yang rapat. Masih menurut jurnal Frontiers of Pediatrics, semua jenis sprei khusus tersebut bisa mencegah menempelnya tungau dan bakteri bulu hewan di atas kasur. 

3. Menyingkirkan Karpet Berbulu

Reaksi alergi pada anak juga bisa disebabkan bulu hewan atau karpet yang bertebaran di udara. Keluarga bisa mempertimbangkan untuk beralih ke lantai biasa tanpa karpet agar lebih “ramah” terhadap anak yang memiliki alergi.

Selain lebih mudah dibersihkan setiap hari, yang paling penting bisa menghindari alergen seperti tungau debu atau kutu yang biasanya menyebabkan gangguan pernapasan. Ketika membersihkan lantai, sebaiknya gunakan vacuum cleaner atau kain pel basah. Menggunakan sapu debu bisa berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan pada anak.

4. Merawat Hewan Peliharaan dengan Baik

Cara terbaik untuk meringankan alergi pada anak yang disebabkan bulu hewan peliharaan adalah menempatkan hewan di luar rumah. Jika memang tidak bisa menempatkan hewan kesayangan di luar rumah, sebaiknya sediakan ruangan khusus untuk memelihara hewan, seperti anjing atau kucing dengan jarak satu atau dua kamar dari kamar tidur anak.

Hewan peliharaan dapat membawa alergen lewat bulu-bulu hewan peliharaan. Ajaklah anggota keluarga untuk memandikan hewan peliharaan dan menjaga kebersihannya. Cara ini dapat membantu menyingkirkan bulu hewan halus yang beredar di udara. 

5. Mengajak Anggota Keluarga Bersih-bersih

Jurnal Frontiers in Pediatrics mencatat sumber alergi lain seperti serbuk sari dan spora jamur yang bisa masuk ke dalam rumah dan mencemari bagian-bagian penting di dalam rumah. Bunda sebaiknya mengajak anggota keluarga untuk mencuci permukaan furniture dengan deterjen dan air, kemudian mengeringkannya sampai tuntas. 

Lalu jangan lupa untuk mengingatkan seluruh anggota keluarga tentang pentingnya mandi rutin dan mengganti pakaian setelah melakukan aktivitas seharian. Kegiatan sederhana seperti ini membantu menyingkirkan sumber alergi dari tubuh dan rambut. 

Demikianlah beberapa tips meringankan efek alergi pada anak yang bisa didukung keluarga. Berkonsultasilah dengan dokter sebelum menerapkan perawatan yang tepat bagi alergi anak.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 5 - 12 tahun

Perbedaan Alergi Susu dan Intoleransi ...

Walaupun keduanya sama-sama harus menghindarkan produk susu sapi, alergi susu sapi dan intoleransi...

Cara Belajar Efektif Agar Tidak ...

Yuk lakukan tips ini sebagai cara membimbing anak agar proses belajar tetap efektif sekaligus...

Fase Perkembangan Psikologi Anak Usia ...

Tahap perkembangan psikologi anak usia sekolah, dari usia 6 hingga 12 tahun, dapat Bunda baca di...

Tips Mudah Atur Pola Makan ...

Di masa pandemik Covid-19 seperti saat ini, penting sekali memerhatikan pola makan sehat pada...

Tips Mendapatkan Sumber Vitamin D ...

Vitamin D merupakan vitamin yang berperan penting bagi kesehatan & tumbuh kembang si Kecil.

Ajak Si Kecil Aktif Bermain ...

Selama pandemi COVID-19, ajak Si Kecil untuk tetap aktif di rumah dengan melakukan permainan anak...


Artikel Terpopuler

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut