Facebook Pixel Code 6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil serta Manfaatnya

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil serta Manfaatnya

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil serta Manfaatnya

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil serta Manfaatnya

Bunda, rupanya imunisasi bukanlah hanya bermanfaat bagi seorang ibu, namun juga buah hati mereka sendiri. Pasalnya, ketika Bunda menerima vaksin ketika hamil, vaksin tersebut akan membuat antibodi yang melindungi dari penyakit. Nantinya, sebagian dari antibodi tersebut akan menurun pada si Kecil.

Hal ini pada dasarnya akan memberikan perlindungan bagi buah hati di bulan-bulan pertamanya di muka bumi. Nanti, ketika imunitas yang terbangun sudah menurun, barulah si Kecil akan menerima vaksin sesuai dengan rekomendasi Ikatan Dokter Indonesia (IDAI).

Jangan Takut Efek Samping dari Imunisasi saat Hamil

Apa pun jenis imunisasi saat hamil, perlu diketahui bahwa efek samping bisa jadi muncul. Seringnya, efek samping ini merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang menandakan tubuh terpicu oleh datangnya patogen lemah atau mati yang ada di vaksin. Singkatnya, KIPI adalah respons tubuh yang normal dan merupakan pertanda bahwa vaksin sedang bekerja.

Umumnya, KIPI akan menghilang dalam beberapa hari. Namun, jika keluhan yang dirasakan terlalu berat atau tidak wajar, Bunda dapat konsultasi dengan dokter untuk memastikan keamanan Bunda dan juga janin yang sedang Bunda kandung.

Jenis Imunisasi Ibu Hamil

  1. Vaksin Influenza - Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Beberapa gejalanya adalah demam, batuk, pilek, lemah lesu, dan lainnya.

  2. Tetanus/Difteri/Pertusis - Tetanus adalah penyakit yang menyerang saraf otot, sehingga sebabkan kejang-kejang pada penderitanya. Difteri merupakan penyakit yang menyerang selaput lendir dan tidak selalu menunjukkan gejala, namun bisa berbahaya. Pertusis atau batuk rejan merupakan peradangan di saluran nafas yang dapat sebabkan komplikasi berbahaya atau, bahkan, kematian.

  3. Imunisasi Hepatitis B

Virus ini menyerang organ hati dan dapat menyebar lewat kontak darah dari orang-orang yang sudah terinfeksi virus ini. Komplikasi yang muncul adalah kematian, sehingga jenis imunisasi ibu hamil ini wajib dilakukan.

  1. Vaksin Hepatitis A

Mirip dengan hepatitis B, virus ini juga menyerang organ hati. Namun, penularannya terjadi lewat makanan yang mengandung hepatitis A. Jenis penyakit ini terbilang tidak lebih parah dari hepatitis B karena dapat sembuh sendiri. Namun, jangan jadikan ini sebagai alasan untuk tidak memperoleh vaksin hepatitis A.

  1. Vaksin Meningitis

Meningitis merupakan peradangan yang terjadi di saraf tulang belakang dan otak dan saraf tulang belakang dan dapat mengancam kehidupan.

Vaksin Pneumokokus

Penyakit ini kerap menyerang balita dan mampu memicu kematian. Jangan lupakan jenis imunisasi ibu hamil ini, ya, Bun!

Demikian informasi seputar imunisasi dan jenis imunisasi ibu hamil. Kesimpulannya, jangan takut menghadapi vaksinasi, Bund. Vaksin berguna untuk melindungi Bunda, janin, dan juga orang-orang yang ada di sekitar. Yang terpenting, tetaplah patuhi protokol kesehatan yang diberlakukan oleh pemerintah setempat dan pastikan kesehatan Bunda selalu terjaga saat menerima vaksin tersebut.

Jagalah pola makan, perbanyak minum, serta pastikan asupan nutrisi tercukupi lewat makanan. Kemudian, bila perlu, Bunda pun bisa mengonsumsi SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi 1 gelas setiap hari. Setiap takarannya mengandung Vitamin dan Mineral (seperti Vitamin A, C, E, dan B, serta Biotin, Kalium, Magnesium, dan Zinc), Vitamin D dan Tinggi Kalsium (untuk penyerapan yang maksimal), Minyak Ikan (DHA), dan juga Tinggi Asam Folat.

SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi dirancang bagi para Bunda yang sedang hamil dan menyusui. Jadi, jangan ragu untuk memilih salah satu dari dua varian rasanya (cokelat dan stroberi) serta varian ukurannya (150 gram dan 300 gram). Semua varian ini bisa Bunda peroleh di berbagai toko, supermarket, minimarket, atau merchant lainnya yang tersedia di wilayah Bunda.

Selamat mencoba dan semoga Bunda dan si Kecil sehat selalu, ya!

Sumber:

https://journals.lww.com/pidj/FullText/2018/02000/Vaccination_in_

Pregnancy_Recent_Developments.19.aspx

https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/vacc-during-after.html

https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28832489/

https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/pregnant-women/need-to-know.html

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Trimester 1

Vaksin untuk Ibu Hamil? Cek ...

Vaksin saat hamil di tengah pandemi adalah hal yang bisa (bahkan perlu) untuk para ibu lakukan....

Imunisasi Ibu Hamil. Amankah?

Imunisasi adalah sesuatu yang mampu menyelamatkan Bunda dan janin jika dilakukan dengan tepat....

Bolehkah Ibu Menyusui Divaksin? Cek ...

Banyak yang mempertanyakan bolehkah ibu menyusui divaksin? Simak jawaban lengkapnya di sini!

5 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu ...

Ingin menambah asupan zat besi untuk ibu hamil? Berikut rekomendasi makanan penambah zat besi...

Begini Cara Memilih Susu yang ...

Memilih susu yang baik untuk ibu hamil tidak boleh sembarangan. Berikut cara-cara yang harus Bunda...

Perhatikan Kandungan Nutrisi Berikut Saat ...

Sedang mencari susu hamil untuk melengkapi nutrisi Bunda dan janin? Simak dulu kandungan nutrisi...


Artikel Terpopuler

Hindari Makanan & Minuman ini ...

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

5 Cara Menyusui yang Benar ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Optimalkan Periode Emas

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut