Facebook Pixel Code Cara Menyusui yang Benar agar Bayi Cukup ASI

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar si Kecil Tumbuh Optimal

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar si Kecil Tumbuh Optimal

Cara Menyusui Bayi yang Benar agar si Kecil Tumbuh Optimal

Jika Bunda baru saja melahirkan, penting untuk mengetahui seperti apa cara menyusui yang benar. Termasuk juga memahami bagaimana posisi menyusui yang nyaman dan pelekatan mulut bayi yang tepat.

Sebab, cara menyusui bayi yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan Bunda menjalani Inisiasi Menyusui Dini (IMD) dan menyukseskan pemberian ASI eksklusif pada si Kecil sampai 6 bulan ke depan.

Tapi, Bunda tak perlu khawatir ya. Ikuti terus artikel ini untuk mengetahui cara menyusui bayi yang benar. Pasti berhasil!

Cara Menyusui Bayi yang Benar

Proses menyusui bayi baru lahir memang tidak selalu mudah. Apalagi di minggu-minggu pertama setelah melahirkan ketika Bunda masih harus beradaptasi dengan kehadiran si Kecil.

Kesulitan dalam menyusui umumnya dikarenakan posisi menggendong dan pelekatan mulut bayi yang kurang tepat. Akibatnya, tak jarang cara menyusui yang salah membuat payudara Bunda bengkak, nyeri, dan puting lecet sampai enggan menyusui.

Padahal, jarang menyusui malah akan membuat produksi ASI cepat berkurang dan akhirnya malah bayi susah menyusu. Hal ini bisa berdampak pada tumbuh kembang si Kecil nantinya.

Lantas, bagaimana cara menyusui bayi yang benar berdasarkan dua poin di atas? Demi sukses mengASIhi, ikuti panduannya berikut ini, yuk, Bun!

1. Pahami Posisi Menggendong Bayi

Pertama-tama, awali dengan mengatur posisi menggendong si Kecil terlebih dahulu. Bunda bisa melakukannya di kursi sambil duduk bersandar agar lebih nyaman. Adapun posisi menyusui yang benar dan bisa Bunda coba, meliputi:

  • Gendong bayi dengan salah satu lengan.

  • Letakkan kepalanya pada bagian dalam lengkungan siku Bunda.

  • Tahan bokong si Kecil dengan telapak tangan.

  • Gunakan satu tangan lagi untuk mendekap si Kecil.

  • Tempelkan perut bayi dengan perut Bunda.

  • Posisikan mulut bayi di hadapan puting Bunda.

Sebagai catatan, pastikan posisi kepala si Kecil disangga lebih tinggi daripada badannya. Posisi menyusui seperti ini akan memudahkan bayi menelan ASI tanpa tersedak ataupun gumoh.

Satu hal lagi yang tak kalah penting, pastikan Bunda menyusui bergantian antara payudara kanan dan kiri untuk menyeimbangkan produksi ASI.

Ketika menyusui dengan payudara kanan, kosongkan terlebih dahulu baru pindah ke payudara kiri. Hal ini dilakukan juga agar menghindari bengkak pada salah satu payudara.

Baca Juga: Pentingnya Kolostrum (ASI Pertama) bagi Bayi Baru Lahir

2. Cek Pelekatan Mulut Bayi pada Puting

Setelah memastikan posisi menggendong bayi sudah benar, Bunda juga perlu memperhatikan pelekatan mulut bayi pada puting (latch on). 

Jika perlekatan mulut bayi saat menyusui salah, bayi bisa tidak maksimal mengisap ASI. Bisa saja meski sudah menyusui lama, tapi ternyata bayi hanya minum sedikit dan jadi cepat lapar lagi.

Nah, menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), pelekatan menyusui yang benar seharusnya seperti ini:

  • Dagu menempel ke payudara ibu.

  • Mulut terbuka lebar.

  • Sebagian besar areola terutama yang berada di bawah, masuk ke dalam mulut bayi.

  • Bibir atas dan bawah si Kecil terlipat keluar.

  • Pipi bayi tidak kempot.

Untuk memastikan apakah posisi pelekatan sudah benar, Bunda bisa dengarkan suara bayi saat menyusui. Jika tidak ada bunyi decak melainkan bunyi menelan saat menyusu, artinya pelekatan mulutnya sudah tepat.

Rekomendasi 4 Teknik Posisi Menyusui Paling Nyaman

Nah, untuk memudahkan proses menyusui, Bunda juga bisa mencoba 4 teknik posisi menyusui berikut, yaitu:

1. Craddle position

Posisi menyusui ini sangat mudah dilakukan dan terbilang paling nyaman.

Bunda hanya perlu menggendong si Kecil dengan posisi tummy to tummy, yakni perut bayi menempel dengan perut Bunda.

Pastikan kepalanya bersandar di lekukan siku lengan Bunda, lalu gunakan juga lengan tersebut untuk menopang tubuh bayi. 

Saat akan menyusui, arahkan payudara dengan tangan Bunda yang lain ke arah mulut si Kecil. Jika perlekatan sudah benar, awasi hidung bayi agar tidak tertutup payudara Bunda.

Terus dekap si Kecil selama menyusui, agar bonding antara Bunda dan bayi semakin terbangun.

2. Football hold

Kalau ingin menyusui dengan posisi football hold, Bunda disarankan menopang tubuh bayi dengan bantal khusus menyusui.

Lalu, posisikan kepala bayi menghadap payudara, sementara tubuhnya dan kakinya dibaringkan ke arah punggung Bunda.

Football hold direkomendasikan untuk menyusui anak kembar dan bayi prematur, karena payudara akan lebih mudah digapai dengan posisi tersebut.

Selain itu, posisi menyusui football hold juga efektif untuk mencegah agar bayi tidak gumoh.

Baca Juga: Tips Aman dan Nyaman Menyusui di Tempat Umum

3. Side lying

Posisi menyusui ini sangat nyaman dilakukan, terutama bagi Bunda yang masih dalam pemulihan pascaoperasi caesar.

Bahkan jika melakukannya dengan benar, side lying position memungkinkan Bunda untuk menyusui sambil berbaring istirahat.

Cara menyusui bayi yang benar dalam posisi ini, cukup miringkan sedikit tubuh Bunda ke arah di mana si Kecil berbaring. Jika bayi ada di kiri, arahkan payudara kiri Bunda ke mulutnya sembari merangkul kepala bayi dengan lengan kiri Bunda.

Pastikan hidung bayi juga tidak tertutup payudara selama menyusui dengan posisi ini ya, Bun. 

4. Laid back position

Terakhir, ada posisi menyusui dengan teknik laid back. Bunda pasti juga menyukai posisi ini karena bisa dilakukan sambil bersandar pada kursi, tembok, atau sandaran tempat tidur. Waktu menyusui pun jadi lebih nyaman dan santai.

Sementara cara menyusui bayi yang benar dengan posisi ini, letakkan perut bayi di bawah dada Bunda dan kepala si Kecil harus sejajar dengan dada.

Jika bayi sudah melekat pada puting dan berhasil menghisap ASI, mulailah menyusui seperti biasa.

Baca Juga: Pentingnya Peran Ayah untuk Dampingi Bunda Selama Masa Menyusui

Jadwal Menyusui Bayi yang Benar

Bunda mungkin juga akan mempertanyakan hal ini; berapa kali sehari bayi perlu disusui? Nah, setelah memahami cara menyusui bayi yang benar, kini saatnya mengetahui jadwal menyusui si Kecil, Bun.

Seberapa sering bayi menyusu, semua tergantung pada kebutuhan dan usia si Kecil. Bayi yang baru lahir misalnya, ukuran lambungnya di usia tersebut masih sebesar kelereng. 

Maka, bayi yang baru lahir sebenarnya tidak bisa menerima banyak ASI. Kebutuhan ASI di satu minggu di beberapa minggu pertama kehidupan bayi kurang lebih hanya 15 ml-60 ml per hari.

Namun meski hanya mampu minum sedikit, Bunda tetap harus sering menyusui bayi baru lahir agar tidak kelaparan. Dengan kata lain, menurut IDAI Bunda perlu menyusui si Kecil setiap 1-3 jam sekali atau 8-12 kali dalam sehari.

Seiring dengan usia bayi yang terus bertambah, tentu kebutuhan menyusunya pun akan lebih banyak. Bunda perlu lebih sering menyusui untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar berjalan optimal. 

Lebih detil berikut adalah jadwal menyusui bayi yang benar:

  • Bayi baru lahir sampai usia 2 minggu: 8-12 kali sehari per 10-15 menit.

  • Bayi usia 2 minggu sampai 2 bulan: 7-9 kali sehari atau sebanyak 118–150 ml setiap 3–4 jam. 

  • Bayi usia 2 bulan sampai 4 bulan: Setiap 3–4 jam. Bayi biasanya mampu minum susu sekitar 118–177 ml setiap kali menyusu.

  • Bayi usia 4 bulan sampai 6 bulan: 5-8 kali sehari atau setiap 4–5 jam sekali.

  • Bayi usia 6-9 bulan: 4-6 kali sehari.

  • Bayi usia 9-12 bulan: 3-5 kali sehari.

  • Bayi 12 bulan- 2 tahun: 3 kali menyusu dengan 3 kali MPASI dalam sehari.

Jadi, Bunda tak perlu khawatir kesulitan menyusui lagi, ya! Sebab, Bunda kini sudah tahu bagaimana cara menyusui bayi yang benar, serta jadwal mengASIhi si Kecil dalam sehari. 

Nah selain itu, Bunda juga tetap perlu memenuhi asupan gizi harian lewat makanan yang bernutrisi tinggi agar nutrisi anak juga bisa terdukung lewat ASI. Jika si Kecil bisa mendapatkan ASI secara maksimal, tumbuh kembangnya setiap bulan akan berjalan optimal.

Untuk mengetahui informasi lainnya seputar menyusui, Bunda bisa menggunakan tools Panduan Menyusui yang ada di website Generasi Maju. Ada panduan lengkap menyusui serta beragam resep sehat tinggi zat besi agar lancar mengASIhi.

Gabung bersama Klub Generasi Maju untuk mulai! Daftar di sini ya, Bun.

 

Sumber:

  1. Hindawi - International Journal of Pediatrics. https://www.hindawi.com/journals/ijpedi/2019/8969432/. Diakses pada 25 Juni 2022
     
  2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/posisi-dan-perlekatan-menyusui-dan-menyusu-yang-benar. Diakses pada 24 Juni 2022
     
  3. Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/breastfeeding-positions/. Diakses pada 25 Juni 2022
     
  4. Centers for Disease Control and Prevention (CDC). https://www.cdc.gov/nutrition/InfantandToddlerNutrition/breastfeeding/how-much-and-how-often.html. Diakses pada 25 Juni 2022
     
  5. What to Expect. https://www.whattoexpect.com/first-year/feeding-baby/how-to-get-baby-on-feeding-schedule/ Diakses pada 25 Juni 2022
     

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Menyusui

10 Rekomendasi Makanan untuk Ibu Menyusui

Secara tak langsung, nutrisi yang Bunda konsumsi akan disalurkan ke si Kecil lewat pemberian ASI....

Pahami Perkembangan Bayi 3 Bulan dan ...

Jika sebelumnya hanya menangis saja, kini si Kecil sudah memunculkan beberapa perubahan. Simak...

Zat Besi, Nutrisi Penting untuk ...

Bagi si Kecil yang masih berusia 0-6 bulan, ASI menjadi satu-satunya sumber nutrisi. Lalu,...

Cara Menyimpan ASI Perah yang ...

Bunda yang bekerja dan sering bepergian pasti sering memerah ASI untuk si kecil. Namun, bagaimana...

Nutrisi Asi Untuk Kecerdasan Anak

Para pakar dan ahli kesehatan, juga American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI...

Makanan Untuk Dukung Kecerdasan Buah ...

Tidak bisa dimungkiri, ASI adalah sumber makanan dengan manfaat kesehatan terbesar untuk buah hati.


Artikel Terpopuler

Hindari Makanan & Minuman ini ...

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

6 Tips Penuhi Nutrisi Ibu ...

Baca Selengkapnya >

5 Cara Menyusui yang Benar ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut