Kolostrum Asi Penting Untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Bayi

Pentingnya Kolostrum bagi Bayi

Pentingnya Kolostrum bagi Bayi

ASI merupakan sumber nutrisi pertama untuk bayi. ASI pertama mengandung kolostrum asi.  Kolostrum adalah zat gizi penting bagi pertumbuhan buah hati. Dikarenakan sistem kekebalan tubuhnya masih dalam proses perkembangan, ASI dapat membantu melindungi bayi dari berbagai infeksi yang akan menyerang sistem kekebalan tubuh. Kandungan gizi dalam ASI inilah yang tidak dapat tertandingi oleh asupan lainnya.

Mengenal Komposisi ASI

ASI merupakan asupan yang sangat penting untuk mengoptimalkan tumbuh kembang buah hati. Ini karena kandungan kolostrum dalam ASI yang juga merupakan makanan sempurna bagi bayi. Apa saja sih, kandungan gizi yang terdapat dalam ASI?

  1. Kandungan Utama ASI adalah Air

Sekitar 88% komposisi ASI terdiri atas air. Selain air, ASI mengandung enzim seperti karbohidrat, laktosa, protein, lemak, serta vitamin dan mineral. Nah, kandungan laktosa dalam ASI berperan penting sebagai sumber energi utama bagi otak. Jumlahnya juga sekitar 7% lebih banyak dibandingkan jumlah laktosa dalam susu formula.

Dalam saluran pencernaan, laktosa berubah jadi glukosa dan galaktosa yang membantu mengoptimalkan perkembangan otak. Laktosa membantu proses penyerapan kalsium dan magnesium yang lebih tinggi sehingga penting selama masa pertumbuhan.

Sangat jarang terjadi kasus bayi mengalami diare karena konsumsi ASI. Ini karena tubuh bayi lebih bisa mencerna laktosa dalam ASI daripada laktosa dalam susu formula.

  1. Kaya Kandungan Protein

Kandungan protein seperti whey dan casein dalam ASI mencapai 0,9% dan terhitung lebih tinggi dibandingkan susu formula. Inilah sebabnya memberikan ASI untuk buah hati adalah pilihan yang lebih baik daripada susu formula.

  1. Asam Amino untuk Meningkatkan Daya Ingat

Kandungan asam amino merupakan salah satu komponen utama di dalam ASI yang penting untuk meningkatkan daya ingat buah hati. Asam amino membantu membentuk struktur otak bayi menjadi lebih sempurna. Selain itu, enzim ini juga membantu meningkatkan daya ingat buah hati.

  1. Lemak untuk Membantu Sistem Kekebalan Tubuh

Kandungan lemak yang terdapat dalam ASI lebih tinggi dibandingkan susu formula. Namun, ASI juga mengandung enzim lipase yang membantu mencerna lemak. Karena itu, Bunda tak perlu khawatir buah hati mengalami kelebihan lemak karena minum ASI. Kandungan asam lemak yang seimbang dalam ASI juga membantu membangun sistem kekebalan tubuh buah hati.

  1. Asam Linoleat dan Alfa Linoleat untuk Perkembangan Otak

ASI mengandung asam linoleat dan alfa linoleat yang bermanfaat bagi perkembangan sel otak bayi. Ketika ASI dicerna, kedua jenis kandungan asam dalam ASI ini berubah menjadi AA dan DHA. Selain membantu perkembangan sel otak, kedua enzim ini juga membantu menajamkan penglihatan buah hati.

  1. Vitamin dan Mineral pada ASI

Kandungan yang tak kalah penting lainnya dalam ASI adalah vitamin dan mineral; seperti vitamin A untuk kesehatan mata, vitamin D untuk pertumbuhan tulang, vitamin E untuk mencegah kekurangan darah, vitamin K untuk membantu pembekuan darah, dan vitamin B untuk perkembangan saraf.

Mineral yang terkandung dalam ASI antara lain adalah kalsium, zat besi, dan zinc. Tingkat penyerapan ketiga kandungan mineral pada ASI ini sekitar 75% lebih baik dibandingkan susu formula.

Dikarenakan kandungan gizi yang lengkap dan sempurna, Bunda disarankan memberikan ASI eksklusif untuk buah hati. Bagi Bunda yang akan menyusui untuk pertama kalinya, terutama pada momen ketika bayi baru saja lahir, tidak perlu kaget bila melihat ASI berwarna kekuningan dan kental. Ini adalah ASI pertama yang mengandung kolostrum.

Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali, yang biasanya keluar pada akhir kehamilan hingga setidaknya hari kelima setelah bayi lahir. Ada mitos bahwa ASI pertama, yang mengandung kolostrum ini, harus dibuang karena cairan kekuningan dan kental itu dianggap kotor. Sebaliknya, kolostrum mengandung zat gizi yang paling baik dan kaya manfaat.

Jumlah kolostrum yang keluar biasanya tidak banyak, tapi akan lebih mudah dicerna bayi baru lahir. Berikut adalah beberapa manfaat kolostrum untuk bayi:

  • Memenuhi kandungan gizi pada bayi yang baru lahir karena kaya protein, vitamin, dan lemak sehat, serta rendah gula.

  • Membantu perkembangan sistem kekebalan tubuh bayi.

  • Melindungi tubuh dari berbagai alergi serta dari infeksi bakteri dan virus, seperti flu, bronchitis, dan infeksi lainnya.

  • Dapat membantu mencegah penyakit kuning pada bayi. Ini karena kolostrum membantu mengurangi bilirubin serta mengeluarkan berbagai zat tubuh berbahaya dari bayi.

  • Membantu perkembangan otak, mata, dan jantung pada bayi.

  • Membantu perkembangan sistem pencernaan serta mengeluarkan mekonium (feses pertama bayi berwarna kehitaman).

Selain kandungan protein, vitamin, dan lemak sehat tinggi, kolostrum juga mengandung immunoglobulin A. Zat ini berperan sebagai antibodi yang dapat melindungi bayi dari berbagai infeksi yang mungkin menyerang.

Zat ini juga berperan penting dalam melindungi serta melancarkan pencernaan bayi. Fungsinya adalah melindungi lapisan pencernaan dan mencegah serangan bakteri dan virus pada bagian pencernaan bayi.

Selain kandungan immunoglobulin, kolostrum juga mengandung laktoferin yang berfungsi mengangkut zat besi ke sel darah merah. Selain itu, kandungan lactalbumin berfungsi melawan sel kanker.

Kolostrum yang mengandung berbagai manfaat ini akan berubah menjadi ASI transisi, kemudian menjadi ASI matur dalam beberapa minggu setelah persalinan. Waktu keluarnya kolostrum memang biasanya sangat singkat, hanya sekitar lima hari pertama setelah persalinan.

Optimalkan Kolostrum untuk Buah Hati

Apa yang bisa Bunda lakukan supaya buah hati mendapatkan kolostrum secara optimal? Salah satu caranya adalah memerah kolostrum pada minggu terakhir kehamilan sebelum melahirkan. Meski demikian, ada kondisi tertentu yang membuat produksi kolostrum terhambat, di antaranya:

  • Bayi lahir prematur atau melalui operasi Caesar. Pada kondisi ini, kemungkinan besar bayi akan langsung dipisahkan setelah lahir. Karena itu, sangat penting untuk memerah kolostrum terlebih dahulu sebelum persalinan.

  • Bayi yang mengalami kelainan seperti kelainan jantung, down syndrome, atau kelainan mulut. Bayi dengan kelainan ini sebaiknya segera mendapatkan kolostrum. Jika kelainan mulut sudah terdeteksi sejak masa kehamilan, Bunda mesti segera memerah kolostrum sebelum persalinan. Bayi dengan kondisi kelainan mulut dikhawatirkan sulit melakukan inisiasi menyusui dini, yaitu proses bayi segera mencari puting dan menyusui sendiri setelah lahir. Dengan memberikan kolostrum yang sudah diperah, bayi akan tetap mendapatkan nutrisi terbaik.

  • Bayi yang lahir kembar. Akan sulit bagi Bunda untuk menyusui dua bayi pada saat bersamaan.

  • Bunda yang menderita diabetes. Jika selama kehamilan Bunda mengidap diabetes, kadar gula bayi akan cenderung lebih rendah setelah kelahiran. Cara yang dapat dilakukan agar kadar gula darah tetap stabil adalah segera memberikan kolostrum.

Setelah masa keluar kolostrum ini habis, kolostrum berubah menjadi ASI transisi. Warna susu yang tadinya kekuningan akan berubah menjadi lebih putih. Kalau dibandingkan dengan kolostrum, ASI transisi mengandung lebih banyak lemak, laktosa, dan vitamin.

Dikarenakan kebutuhan ASI bayi semakin banyak, masa ASI transisi ditandai dengan produksi ASI yang lebih banyak. Selama masa ini payudara Bunda mungkin akan terasa sakit karena ukurannya lebih besar dan kencang.

Pada akhir minggu kedua setelah melahirkan, ASI akan berubah lagi menjadi ASI matur. Selama masa ini, kandungan air dalam ASI lebih banyak, sekitar 90%. ASI matur dapat dibagi lagi menjadi dua tipe, yaitu foremilk dan hindmilk.

Foremilk adalah air susu yang keluar pada awal masa menyusui. Air susunya cenderung tidak berwarna, tapi terkadang ada sedikit warna kebiruan. Foremilk mengandung laktosa, protein, air, dan vitamin.

Di tengah proses menyusui, ASI akan berubah menjadi hindmilk, yang air susunya berwarna putih seperti susu sapi. Dalam hindmilk, kandungan kadar lemaknya lebih tinggi dibandingkan foremilk.

Beberapa Bunda mungkin mengalami masa-masa produksi ASI kurang lancar. Padahal, buah hati sangat membutuhkan nutrisi terbaiknya ASI. Kalau Bunda mengalaminya, ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar kebutuhan ASI bayi selalu terpenuhi:

  • Melakukan pijatan pada puting.

  • Rutin menyusui 2-3 jam agar selalu sesuai kebutuhan bayi.

  • Memompa ASI setelah selesai menyusui agar ASI di payudara menjadi kosong dan kembali memproduksi yang baru.

  • Mengompres payudara saat terasa keras.

  • Mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan produksi ASI, seperti pepaya, daun katuk, wortel, sayuran hijau, kacang-kacangan; serta rutin minum air putih 10-12 gelas sehari.

  • Cari posisi menyusui yang pas.

Bunda sangat disarankan memberikan ASI eksklusif kepada buah hati karena tidak ada nutrisi yang lebih baik dan sempurna untuk bayi selain ASI. ASI eksklusif adalah masa bayi hanya diberikan ASI tanpa makanan pendamping sampai usia 6 bulan. Kandungan gizi yang terkandung dalam ASI sangat membantu memenuhi nutrisi bayi karena sesuai proses pencernaan bayi yang masih berkembang.

Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan sangat bermanfaat bagi buah hati dan Bunda, antara lain:

  • Sistem kekebalan tubuh lebih kuat.

  • Membantu mengurangi berbagai jenis penyakit seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes.

  • Membantu kesehatan dan tumbuh kembang bayi.

  • Mengembangkan kecerdasan otak.

  • Membantu bayi memperoleh berat badan ideal.

  • Melindungi bayi dari sindrom kematian mendadak.

  • Memperkuat hubungan antara Bunda dan buah hati.

  • Sebagai kontrasepsi alami.

  • Membantu membakar kalori di tubuh Bunda.

Itulah beberapa informasi mengenai pentingnya kolostrum dan pemberian ASI bagi buah hati. Jadi, usahakan untuk selalu menjaga pola makan dan suasana hati agar ASI Bunda selalu lancar. Berikan ASI eksklusif hingga selama enam bulan agar asupan nutrisi buah hati selalu terpenuhi.

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Menyusui

Nutrisi dalam ASI yang Penting ...

Para pakar dan ahli kesehatan, juga American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan ASI...

Sumber Makanan untuk Dukung Kecerdasan ...

Tidak bisa dimungkiri, ASI adalah sumber makanan dengan manfaat kesehatan terbesar untuk buah hati.

Pentingnya Hormon Prolaktin dalam Masa ...

Tubuh manusia memproduksi berbagai macam hormon, salah satunya adalah hormon prolaktin. Prolaktin...

Manfaat ASI bagi Perkembangan Kecerdasan ...

Pemberian ASI eksklusif memiliki peran yang sangat besar dalam tumbuh kembang buah hati. Hal ini...

Kelebihan ASI untuk Bayi pada 1000 ...

Tentu Bunda sudah mulai menjaga kesehatan buah hati sejak masa kehamilan dari konsumsi makanan yang...

Manfaat Menyusui bagi Kesehatan Bunda

Selama 6 bulan, Bunda sangat dianjurkan untuk memberikan ASI secara eksklusif kepada buah hati. Ini...

Artikel Terpopuler

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya >

Bun, Ini Penyebab Bayi ...

Baca Selengkapnya >

MPASI untuk Rangsang Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Resep MPASI: Bubur Beras ...

Baca Selengkapnya >

Tips Aktivitas untuk Mendukung ...

Baca Selengkapnya >