Anak Alergi Dapat Sembuh

Anisa Rahmadani | 10 Sep 2019
Bagikan:

Penulis : dr Andre Christian Cundawan

Alergi merupakan salah satu jenis gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Alergi dapat terjadi bila sistem kekebalan seseorang memiliki sensitivitas yang berlebihan terhadap zat tertentu, yang bagi orang lain tidak menimbulkan masalah. Gejala alergi yang muncul pada anak dapat berbeda-beda, seperti mata gatal,berair, diare, nyeri perut, sariawan, nyeri kepala, batuk, pilek ataupun sesak. 

Dalam kasus yang parah, dapat menyebabkan ruam, tekanan darah turun, gangguan pernapasan, bahkan kematian. Biasanya gejala dapat berlangsung cukup lama atau tak kunjung sembuh jika paparan terhadap alergen (penyebab alergi) berulang. Ini misalnya jika mengonsumsi makanan tertentu, berada di dekat hewan berbulu atau terpapar debu rumah.1

Reaksi alergi adalah cara tubuh merespons “serangan” dari luar. Saat tubuh merasakan adanya benda asing, zat antigen akan memicu sistem kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini biasanya melindungi dari agen berbahaya seperti bakteri dan racun. Reaksi berlebihan terhadap zat yang tidak berbahaya (alergen) disebut reaksi hipersensitivitas, atau reaksi alergi. 

Risiko anak terkena alergi dapat dikaitkan dengan riwayat alergi pada orang tua. Rangkaian reaksi alergi dimulai dari anak terpapar alergen tertentu (seperti serbuk sari), yang direspons tubuh dengan memproduksi antibodi alergi (IgE). Tugas antibodi ini adalah menemukan molekul zat asing yang masuk ke dalam aliran darah dan membawanya ke sel mast tubuh (jenis sel darah putih) untuk dihancurkan. 

Saat sel mast menghancurkan alergen, bahan kimia yang disebut histamin akan dilepaskan ke aliran darah. Jika jumlah histamin ini menumpuk, dapat menyebabkan gejala gatal, memperbesar pembuluh darah, meningkatkan pengeluaran cairan tubuh dan penyempitan saluran napas. 

Semakin sering reaksi alergi terjadi, semakin besar kemungkinan sistem kekebalan tubuh akan menjadi respons imun dan dilakukan secara teratur oleh tubuh jika terpapar alergen. Hal ini yang menyebabkan alergi sulit “disembuhkan”.1,2

Gejala alergi umumnya bisa hilang atau berkurang pada siang hari karena secara alami, tubuh manusia memiliki siklus diurnal yang aktif pada siang hari. Tubuh akan memproduksi hormon adrenalin dan kortisol lebih banyak pada siang hari dan menurun saat malam hingga pagi hari. Adrenalin dan kortisol dapat menghilangkan atau mengurangi gejala alergi.3

Jika Bunda atau keluarga memiliki alergi, hal yang pertama kali harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter ahli untuk menegakkan diagnosis alergi. Tenaga kesehatan ahli nantinya akan dapat memberikan terapi yang sesuai gejala alergi yang muncul. Tidak ada obat untuk alergi. 

Bunda hanya dapat menata laksana alergi dengan cara mencegah dan merawat. Bila Bunda mendapatkan anak selalu mengalami gejala alergi saat mengonsumsi makanan tertentu, dapat diduga ia menderita alergi. Untuk memastikan, Bunda dapat melakukan pantang makan (eleminasi) produk makanan yang menyebabkan alergi dan makanan lainnya yang mengandung bahan sama selama tiga minggu. Bila secara konsisten gejala menghilang, lanjutkan dengan konsumsi kembali makanan kembali (provokasi) setiap hari selama seminggu. 

Bila gejala timbul lagi, boleh dikatakan anak bunda memang alergi terhadap makanan tersebut. Bila dalam tahap eleminasi, tetap timbul gejala alergi, kemungkinan anak juga dapat mengalami alergi terhadap makanan lainnya atau menderita alergi selain makanan, misalnya bulu binatang atau debu rumah. Anak bisa sembuh atau terbebas dari gejala alergi bila Bunda memiliki kemampuan mengenali gejala alergi, kemampuan untuk mendeteksi alergi dan menghindarikan anak dari alergen.

Image Footer Alergi Anak