3 Jenis Gejala Alergi pada Kulit Anak yang Wajib Diketahui

3 Jenis Gejala Alergi pada Kulit Anak yang Wajib Diketahui

Gejala alergi pada kulit bisa sangat memengaruhi suasana hati anak loh, Bun. Gatal karena alergi dan kulit memerah kerap membuat buah hati rewel. Yuk, pahami tiga jenis dan penyebab alergi pada kulit anak berikut ini.

Eczema

Dikenal juga dengan istilah dermatitis atopic, eczema atau eksim adalah masalah kulit kronis yang terasa rasa gatal dan bengkak. Eczema diestimasi menyerang sekitar 10-20 persen anak balita, dengan sekitar 60 persen yang dimulai dari usia 1 tahun dan 30 persen pada usia 5 tahun.

Jika Bunda menemukan adanya gejala eczema pada buah hati, biasanya itu merupakan pertanda awal alergi pada anak. Biasanya, eczema yang berangsur menghilang seiring pertumbuhan usia akan berubah menjadi alergi di saluran pernapasan atau lainnya.

  • Gejala

Gejala alergi pada kulit anak umumnya berawal dari kulit kering pada bagian pipi, lengan, dan kaki. Ketika digaruk terus karena gatal, eczema bisa menyebabkan kulit luka atau infeksi.

  • Penyebab

Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab eczema antara lain adanya faktor genetik dan sistem imunitas tubuh abnormal. Selain itu, faktor lingkungan dan melakukan aktivitas yang menyebabkan kulit menjadi semakin sensitif juga bisa menyebabkan eczema.

Sekitar 33-63 persen anak yang memiliki masalah eczema juga biasanya memiliki alergi terhadap tipe makanan tertentu. Karena itu, Bunda disarankan segera berkonsultasi ke dokter agar mengetahui penyebab alerginya. Setelah itu, Bunda dapat menghindari penyebab alerginya agar eczema buah hati tidak kambuh.

Perhatikan asupan yang dikonsumsi buah hati. Hentikan pemberian jenis makanan tertentu jika masalah terus berulang saat mengonsumsi jenis makanan tersebut.

  • Penanganan

Walaupun tidak menular, rasa gatal karena alergi ini bisa membuat kondisi kulit anak semakin memburuk. Penanganan tepat alergi anak ini bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, menyetop anak menggaruk hingga berkonsultasi pada dokter untuk obat.

Bunda juga disarankan agar jangan memandikan anak dengan air panas karena akan membuat kulit anak semakin kering. Hindari juga mandi atau berendam lama-lama. Gunakan produk pembersih kulit dan pelembab yang aman bagi kulit sensitif bayi. Jangan lupa juga untuk menggunting kuku anak secara rutin dan berikan pakaian yang nyaman untuk kulitnya.

Urtikaria (Biduran)

Urtikaria atau biduran adalah alergi pada kulit yang merupakan reaksi akibat alergen tertentu, tapi tidak berbahaya. Biduran bisa muncul di seluruh bagian di tubuh dan berlangsung sekitar beberapa jam atau seminggu, bahkan lebih.

  • Gejala

Pertanda urtikaria adalah bintik-bintik kecil ataupun berukuran besar sekali. Bintik ini terlihat seperti cincin atau sekumpulan cincin kecil yang saling berkelompok dan bisa berpindah- pindah dari satu area ke area kulit lainnya. Biduran juga terasa gatal dan timbul di permukaan kulit. Jika ditekan, biasanya urtikaria akan berubah warna menjadi putih.

  • Penyebab

Biduran bisa disebabkan beberapa hal. Beberapa yang bisa menjadi penyebab biduran adalah makanan, terutama kacang-kacangan, telur, dan makanan laut. Biduran juga bisa dikarenakan reaksi terhadap obat seperti antibiotik, perubahan cuaca, atau infeksi. Serbuk bunga juga bisa menjadi pencetus biduran.

  • Penanganan

Bunda boleh memperhatikan  beberapa jenis penyebab atau alergen pada jenis alergi pada kulit anak yang satu ini. Selain menghindari pemicu tersebut, bunda juga disarankan berkonsultasi kepada dokter anak untuk resep obat yang cocok.

Bantu anak dengan memberikan pakaian yang longgar, suhu sejuk, dan bujuk untuk tidak terus menggaruk bagian yang terserang urtikaria.

Dermatitis Kontak

Kulit anak tiba-tiba memerah setelah menggunakan aksesoris baru atau saat pulang dari pantai? Ini mungkin gejala contact dermatitis atau alergi akibat kontak terhadap pemicu tertentu.

  • Gejala

Beberapa gejala contact dermatitis antara lain:

  • Kulit terasa sakit

  • Kulit memerah, bengkak, dan terasa gatal

  • Kulit kering atau terkelupas

  • Penyebab

Penyebab contact dermatitis antara lain :

  • Sabun atau deterjen

  • Liur atau pipis

  • Produk lotion atau parfum

  • Metal atau lateks

  • Tanaman tertentu

  • Penanganan

Penanganan pertama dapat dilakukan dengan cara mencuci kulit anak dengan air dan sabun sesegera mungkin. Kompres dengan kain basah supaya meredakan bengkak, lalu memberikan krim kortikosteroid sesuai anjuran dokter. Dokter juga mungkin akan  memberi beberapa resep untuk meredakan gatal.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Membangun Kecerdasan Emosional Anak

Membangun kecerdasan emosional anak sama pentingnya dengan membangun kecerdasan intelektual.

Kembangkan Kemampuan Berbahasa Balita dengan ...

Walaupun berkembang secara alami, kemampuan berbahasa anak sesungguhnya dapat dilatih dan...

Resep: Bola Goreng Bayam

Bunda tentu sudah tidak asing lagi dengan sayuran bayam untuk menu sehari-hari. Namun, menyajikan...

Resep: Kaserol Kakap

Memasuki usia balita, Bunda pasti sudah sering berkutat dengan ide menu untuk buah hati. Menu ikan...

Tips Memberikan Stimulasi untuk Kecerdasan ...

Salah satu cara meningkatkan kecerdasan buah hati adalah memberikan stimulasi yang tepat dengan...

Ini Mungkin Sebabkan Bunda Kesulitan ...

Berkomunikasi dengan anak usia balita merupakan tindakan yang membantu perkembangan bahasa anak....

Artikel Terpopuler

Bun, Pastikan Periode Emas ...

Baca Selengkapnya 

3 Jenis Gejala Alergi pada ...

Baca Selengkapnya 

8 Nutrisi Penting untuk Daya ...

Baca Selengkapnya 

Bun, Kebiasaan Ini Bantu ...

Baca Selengkapnya 

Kenali Potensi Tumbuh Kembang ...

Baca Selengkapnya