Facebook Pixel Code Waspada Risiko Pemberian Stimulasi yang Tidak Sesuai Usia Bayi

Waspada Risiko Pemberian Stimulasi yang Tidak Sesuai Usia Bayi

Waspada Risiko Pemberian Stimulasi yang Tidak Sesuai Usia Bayi

Waspada Risiko Pemberian Stimulasi yang Tidak Sesuai Usia Bayi

Pemberian stimulasi terarah sesuai usia sangat dianjurkan guna membantu perkembangan otak buah hati. Sebaiknya Bunda tidak membandingkan kemampuan buah hati dengan anak lain seusianya. Ini karena setiap anak memiliki tahapan tumbuh kembang masing-masing.

Akan tiba saatnya buah hati mampu melakukan berbagai hal sesuai tahapan usianya. Namun, sebaiknya Bunda juga menghindari memberikan stimulasi secara berlebihan kepada buah hati. Yuk, ketahui risiko stimulasi tidak sesuai usia bayi berikut ini.

Risiko Terlalu Lambat Stimulasi Pada Bayi

Semua anak harus melewati fase tumbuh kembang mereka masing-masing. Orang tua harus perhatikan secara saksama fase tersebut agar tidak terlewati. Cara Bunda memberikan stimulasi merupakan sesuatu yang sangat penting dalam tumbuh kembang sang buah hati.

Hindari keterlambatan stimulasi bayi dan sebaiknya tidak mengabaikan tanda-tanda keterlambatan tumbuh kembang mereka. Waspadai pula risiko stimulasi yang tidak sesuai usia bayi. Berikut beberapa resiko terlalu lambat stimulasi pada bayi:

Gangguan terhadap Gerak atau Motorik

Jika buah hati jarang mendapatkan stimulasi, ia bisa mengalami keterlambatan gerak atau motorik. Misalnya pada usia 5 bulan buah hati belum dapat berguling atau belum dapat memegang benda. Hal-hal lain dari gangguan gerak atau motorik adalah belum bisa menopang berat tubuh dengan kaki atau duduk meskipun dibantu. Indikasi lainnya adalah buah hati belum bisa memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain.

Gangguan bicara

Konsultasikan kepada ahlinya jika buah hati masih belum bisa bergumam atau mengoceh pada usia 0-6 bulan. Biasanya Bunda bisa melakukan tes pada usia 4 bulan dengan membunyikan sesuatu di dekatnya dan perhatikan apakah buah hati menoleh dan mencari sumber suara tersebut.

Interaksi Sosial Pasif

Interaksi bayi dapat diperhatikan dari respons terhadap suatu hal dan dari kontak matanya dengan orang lain. Apakah buah hati tertarik mencari benda atau mainan yang jatuh atau hilang juga merupakan hal sederhana untuk mengetahui responsnya. Hal-hal lain yang termasuk interaksi sosial pasif adalah tidak merespons jika dipanggil namanya, tampak tidak mengenali orang-orang yang sering ditemui, dan tidak berusaha melihat di titik yang ditunjuk.

Risiko Stimulasi Berlebihan

Tidak hanya risiko keterlambatan stimulasi saja yang harus diwaspadai. Risiko stimulasi berlebihan juga harus diperhatikan. Bunda harus dapat memperhatikan kemampuan buah hati berdasarkan usianya. Tidak berarti Bunda menghabiskan sepanjang waktu menggantungkan mainan di depan bayi atau mengajak mereka bermain seharian.

Stimulasi berlebihan pada bayi juga tidak bijak jika dilakukan. Stimulasi berlebihan terjadi jika buah hati dihadapkan pada sensasi, suara, dan aktivitas yang melebihi kemampuannya. Contoh sederhana adalah ketika banyak tamu datang ke rumah dan bergantian menggendong buah hati. Hal ini dapat membuat buah hati merasa gelisah dan menangis.

Stimulasi berlebihan akan membuat bayi kelelahan. Hal ini akan dikomunikasikan oleh buah hati dengan menangis dan rewel. Meskipun sejumlah bayi dapat sabar menghadapi stimulus baru dengan baik, beberapa bayi dapat dengan mudah mengalami over stimulation.

Tanda-tanda over stimulation pada bayi antara lain bayi gelisah, menangis, sulit ditenangkan, menguap, badannya meregang, memalingkan wajah, dan tidak ingin melakukan kontak mata. Berikut berbagai risiko stimulasi berlebihan pada bayi:

Emosi Negatif

Hindari memaksakan aktivitas berlebih apalagi yang tidak diinginkan bayi. Hal itu akan membuat mereka cepat marah, menangis terus, dan sulit ditenangkan. Stimulasi berlebihan akan membuat buah hati Bunda merasa cepat bosan.

Kemampuan Belajar Menurun

Jika buah hati merasa bosan dan tidak tertarik karena stimulasi berlebihan, tingkat kemampuan belajarnya akan menurun. Bayi akan kesulitan memahami stimulasi lain yang diberikan orang tua.

Menolak Stimulasi

Sangat berbahaya jika bayi sudah terus-menerus menolak stimulasi yang diberikan. Hal ini akan mengakibatkan bayi tidak responsif dan cenderung tak acuh terhadap apa pun di sekitarnya.

Setelah mengetahui risiko stimulasi tidak sesuai usia bayi, kini Bunda dapat memberikan stimulasi sesuai kapasitas dan fase tumbuh kembang buah hati. Segala sesuatu harus diberikan secukupnya, Bun. Sebaiknya tidak memaksakan kehendak Bunda apalagi berlomba-lomba dengan prestasi anak lain. Setiap anak memiliki karakter uniknya sendiri, Bun.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 0 - 6 bulan

Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak ...

Memahami milestone tumbuh kembang si Kecil sangat penting untuk memastikan si Kecil tumbuh dengan...

Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan dan ...

Bunda, yuk pantau perkembangan bayi 2 bulan dan penuhi segala kebutuhannya berikut ini!

Zat Besi, Nutrisi Penting untuk ...

Bagi si Kecil yang masih berusia 0-6 bulan, ASI menjadi satu-satunya sumber nutrisi. Lalu,...

Cara Melatih Bayi Tengkurap untuk ...

Tummy time membawa berbagai manfaat untuk si Kecil jika dilakukan dengan benar. Nah, Bunda perlu...

Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi?

Tumbuh gigi bayi (teething) adalah proses munculnya gigi susu di gusi si Kecil. Yuk Bun, persiapkan...

Panduan dalam Memilih Susu Formula ...

Apabila Ibu masih bingung dalam memilih susu formula yang bagus untuk bayi, sebaiknya berkonsultasi...


Artikel Terpopuler

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya >

Atasi Buah Hati Rewel ...

Baca Selengkapnya >

Buat Sendiri: 7 Mainan Alat ...

Baca Selengkapnya >

Penyebab Bayi Rewel Setelah ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan