Facebook Pixel Code Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Cek Perkembangannya di Sini

Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Cek Perkembangannya di Sini

Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Cara Deteksi Keterlambatan Bicara pada Anak

Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Cara Deteksi Keterlambatan Bicara pada Anak

Umur Berapa Bayi Bisa Bicara? Ini Cara Deteksi Keterlambatan Bicara pada Anak


Kemampuan bicara adalah salah satu tonggak pencapaian bayi yang paling dinanti-nanti setiap orang tua. Bagaimana tidak? Rasanya pasti sangat bahagia ketika mendengar si Kecil bisa memanggil Bunda untuk pertama kalinya. Lalu, di umur berapa bayi idealnya sudah mulai bisa bicara?

Yuk, bersama-sama kita simak seperti apa perkembangan bahasa bayi dari baru lahir sampai akhirnya bisa mengucapkan kata pertamanya!

Umur Berapa Bayi Bisa Mulai Bicara?

Bayi sebenarnya sudah bisa berkomunikasi dengan Ayah dan Bunda sejak ia lahir ke dunia, lho! Namun di awal-awal kehidupannya, ia hanya bisa “berbicara” lewat tangisan sebagai cara mengekspresikan emosi yang ia rasakan.

Seiring bayi bertumbuh kembang setiap bulan, kemampuan berbicaranya akan ikut mengalami kemajuan secara bertahap sampai bayi bisa mengucapkan kata pertamanya, misalnya “ma-ma” atau “da-da”, di sekitar usia 12 bulan.

Akan tetapi, di umur berapa tepatnya bayi Bunda akan mulai bicara bisa saja berbeda dengan bayi lainnya yang sebaya. Ada yang sudah belajar bicara dari usia 6 bulan dan ada juga yang mulai di antara 10-18 bulan. Perbedaan ini adalah hal yang wajar, kok, Bun. Karena setiap anak berkembang dalam kecepatan dan caranya sendiri-sendiri.

Tahapan Perkembangan Bahasa Bayi Sesuai Usia

Nah, untuk memastikan kemampuan bicara buah hati Bunda berkembang sesuai dengan tahapan usianya, penting juga untuk lebih dulu mengetahui seperti apa tahapan proses bicara bayi dari bulan ke bulan.

Berikut adalah tahapan perkembangan bahasa bayi sampai bisa bicara yang perlu Bunda tahu:

1. Usia 0-3 Bulan

Waktu baru lahir, menangis adalah satu-satunya cara untuk bayi mengekspresikan emosi atau kebutuhannya.

Kemudian menurut IDAI, bayi mulai dapat membuat suara-suara yang sedikit bernada, seperti aah atau uuh, yang dikenal dengan istilah cooing pada usia 2-3 bulan. Bayi juga mulai bereaksi terhadap orang lain dengan mengeluarkan suara, juga bereksperimen dengan berbagai bunyi yang dapat dihasilkannya, misalnya suara membuat busa dari mulut yang menyerupai berkumur. 

Setelah usia 3 bulan, bayi akan belajar mencari sumber suara yang didengarnya dan menyukai mainan yang mengeluarkan suara.

2. Usia 4-6 Bulan

Memasuki umur 4-6 bulan, cooing berangsur menjadi babbling, yaitu berceloteh dengan menaikkan dan menurunkan nada suaranya. Si Kecil bahkan bisa meniru beberapa suara yang dia dengar dari Bunda.

Meski begitu, ocehan bayi di rentang usia ini belum bermakna dan biasanya hanya kata-kata yang mengandung huruf “p”, “m”, dan “b”, seperti “mama”, “dada”, “baba”, “puh”, dan “buh”. Ketiga huruf konsonan ini adalah yang paling mudah diucapkan oleh bayi karena bisa dihasilkan hanya dengan mengatupkan kedua bibir.

Kemudian mendekati bulan ke-6 usianya, bayi juga mulai dapat mengatur nada bicaranya sesuai emosi yang dirasakannya dengan ekspresi wajah yang sesuai.

Di usia ini pun, si Kecil dapat merespon dengan menoleh ketika namanya dipanggil dan mengenali emosi dalam nada bicara Bunda atau orang di sekitarnya.

3. Usia 7-9 Bulan

Pada bulan 7-9, bayi sudah mulai bisa menggunakan lidah dan bibirnya secara bersamaan untuk menghasilkan suara. Jadi, di rentang umur inilah yang menjadi permulaan bayi bisa bicara.

Pada usia 6-9 bulan, bayi juga sudah mulai mengerti nama-nama orang dan benda serta konsep-konsep dasar seperti “ya”, “tidak”, dan “habis”. Si Kecil mungkin juga membuat beberapa suara sendiri, dan mungkin merangkai beberapa vokal ketika dia mengoceh, seperti "ah," "eh" dan "oh." Ia pun dapat mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” dan “papa”.

Kemudian saat babbling, ia sudah bisa menggunakan intonasi atau nada bicara seperti ibu dan ayahnya meski belum terlalu jelas. 

Pada akhir bulan ke-9, si Kecil mulai bereksperimen dengan membuat suaranya sendiri — termasuk dengan suku kata yang sangat panjang, seperti "ma-ma-ma-ma-ma-ma" dan "ba-ba-ba-ba-ba-ba."

4. Usia 10-12 Bulan

Di sekitar akhir bulan ke-9 sampai 12 bulan, bayi sudah bisa mengucapkan kata pertamanya yaitu “mama” dan “papa”, atau kata-kata berarti lainnya yang biasa digunakan Bunda dan Ayah kepadanya. Ia jua akan menengok apabila namanya dipanggil dan mengerti beberapa perintah sederhana, misalnya “Lihat sini, yuk!” atau “Ayo ke sini!”.

Sementara untuk mengungkapkan keinginannya, ia akan menggunakan isyarat tangan, misalnya menunjuk, merentangkan tangan ke atas untuk minta digendong, atau melambaikan tangan untuk dadah. 

Si Kecil di usia ini juga suka membeo, yaitu menirukan kata atau bunyi yang didengarnya. Pada usia 12 bulan bayi sudah mengerti sekitar 70 kata.

5. Usia 12-18 Bulan

Bayi biasanya mulai mengucapkan kata pertamanya yang berarti di antara umur 10-18 bulan. Pada awalnya Bunda mungkin menyadari bahwa hanya Bunda dan beberapa orang terdekatnya yang bisa memahami ucapannya.

Tapi, kosa kata anak akan bertambah dengan pesat sehingga pada usia 15 bulan ia akan bisa mengucapkan 3-6 kata dengan arti, dan pada usia 18 bulan kosakatanya telah mencapai 5-50 kata. Pada akhir masa ini, anak sudah bisa menyatakan sebagian besar keinginannya dengan kata-kata.

Pada usia ini juga, bayi biasanya sudah dapat mengangguk dan menggelengkan kepala untuk menjawab pertanyaan, menunjuk anggota tubuh atau gambar yang disebutkan orang lain, dan mengikuti perintah satu langkah, seperti “Tolong ambilkan mainan itu, ya.” 

6. Usia 18-24 Bulan

Mulai pada usia 18 bulan, kemampuan bicara bayi akan meningkat pesat dan dalam kurun waktu ini ia mengalami ledakan bahasa.

Hampir setiap hari si Kecil akan memiliki kosakata baru. Ia dapat membuat kalimat yang terdiri atas dua kata, misalnya “mama mandi” atau “mimi susu”, dan dapat mengikuti perintah dua langkah, seperti “ambil bonekanya terus masukin ke boks ini ya.”

Pada fase ini si Kecil juga akan senang mendengarkan cerita. Pada usia 24 bulan nanti, sekitar 50% kata-katanya sudah dapat dimengerti orang lain.

Kemudian setelah lewat 24 bulan, si Kecil sudah akan terbiasa mengucapkan kalimat yang terdiri dari 2-3 kata bahkan lebih, seperti “Aku mau main bola” dan mulai menggunakan kalimat tanya, seperti “Papa mana?”.

Lewat dari 24 bulan si Kecil juga dapat menyebutkan namanya sendiri dan fungsi dari benda-benda yang sering dilihatnya, sudah mengenal warna, dan senang bernyanyi misalnya Pok Ami-A.mi. Ia pun akan mulai belajar menjelaskan hal-hal yang dilihat, dirasakan, dipikirkan, atau yang diinginkannya di rentang usia ini.

Cara Menstimulasi Perkembangan Bicara Bayi

Peran orang tua sangat besar untuk bantu mengembangkan keterampilan bicara anak sejak usia sangat dini. Sebab, bertambahnya koleksi kosakata anak akan berbanding lurus dengan jumlah kata yang ia dengar selama periode emas perkembangannya.

Jadi, beberapa hal yang bisa Bunda dan Ayah lakukan untuk mengoptimalkan perkembangan bicara bayi antara lain:

  • Sering-seringlah mengajak bayi bicara kapan pun dan di mana pun, meski ia mungkin belum memahami apa yang Bunda katakan. Misalnya, ajak bayi ngobrol ketika akan mengganti popoknya dengan berkata “Waduh, pintar sekali pup-nya, Nak! Ayo ganti popok, yuk!” atau ketika mau makan “Adik sudah lapar, ya? Hari ini makan bubur pisang, yuk”.

  • Tunjuk dan sebutkan nama benda di sekitar rumah, nama-nama anggota tubuhnya, juga ketika menunjuk anggota keluarga lain di rumah. Sebagai contoh, “Nak, lihat itu ada kucing oren, lucu ya?”, “Wah rambut Adik sudah panjang, nih!, atau “Nak, ayo salim dulu sama Eyang Putri yuk.”

  • Respon setiap ucapan si Kecil meski Bunda mungkin juga tidak mengerti apa maksudnya. Ketika setiap ucapannya ditanggapi, ia akan semakin termotivasi untuk berkomunikasi lebih sering.

  • Berikan mainan dan buku yang mengeluarkan suara untuk membantu keterampilan mendengarkan anak.

  • Membacakan cerita setiap kali ada waktu luang dan sebelum tidur untuk memperbanyak kosakata anak. Sembari membaca, Bunda bisa tunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk supaya ia memahami artinya.

  • Bernyanyilah untuk bayi, bernyanyi bisa membantu mereka mengenali dan membiasakan diri dengan irama bahasa.

  • Bicara dalam bahasa bayi yang animatif (baby talk) untuk memancing perhatian si Kecil.

  • Jika si Kecil mencoba mengucapkan sebuah kata tetapi salah, tuntun ia untuk menggunakan kata itu dengan benar. Misalnya, jika mereka menunjuk ke seekor kucing dan berkata "Cing!" Bunda harus menjawab dengan, "Ya, itu kucing, Nak". Jangan mengkritik atau memberi tahu mereka karena mendapatkan kata yang salah.

  • Ketika ia sudah bisa bicara lebih lancar, tingkatkan kosakata anak dengan memberi mereka pilihan, seperti, "Mau apel atau pisang?" sambil menunjukkan dua buah tersebut.

  • Ulangi kata-kata yang Bunda ucapkan, misalnya, "Di mana sepatumu, Nak?", "Apakah kamu memakai sepatu biru hari ini?" dan "Ayo pakai sepatumu." Pengulangan membantu si Kecil mengingat kata-kata.

  • Gunakan instruksi sederhana, seperti "Coba ambil mobil merah itu" atau '"Dadah ke Ayah!"

  • Coba tanyakan "Yang mana mulut Adik?” kemudian minta anak si Kecil untuk menunjuk ke mulut, telinga, hidung, kaki, dan sebagainya.

Pada umumnya bayi akan mulai mengucapkan kata pertamanya di usia 9-12 bulan. Namun, kemampuan ini tentu tidak terjadi secara instan karena perkembangan bahasa adalah proses yang lambat. 

Bayi membutuhkan waktu yang cukup lama untuk membangun koleksi kosakata yang cukup luas sampai bisa mengucapkan kata yang bermakna dan bahkan bercakap-cakap dengan Bunda. 

Pentingnya Mewaspadai Keterlambatan Bicara pada Bayi

Setiap bayi akan bertumbuh kembang dalam kecepatan dan caranya sendiri-sendiri. Tapi jika anak Bunda tidak berbicara sebanyak kebanyakan anak pada usia yang sama, ini mungkin pertanda keterlambatan bicara alias speech delay.

Lalu, kapan bayi dikatakan terlambat bicara? Umumnya seorang anak bisa dikatakan mengalami terlambat bicara atau speech delay jika belum bisa berbicara dengan lancar ketika umurnya sudah 2-3 tahun.

Namun, Ayah dan Bunda bisa memperhatikan tanda-tanda awalnya lebih dini. Sebab menurut situs American Academy of Family Physicians, bayi mungkin dicurigai memiliki speech delay jika tidak bisa mengucapkan kata-kata sederhana seperti “mama” atau “dada” dengan jelas pada usia 12-15 bulan.

Sementara menurut IDAI sendiri, orang tua perlu mewaspadai risiko keterlambatan bicara jika bayi tidak menoleh saat dipanggil namanya dari belakang atau tidak ada babbling di rentang usia 2-6 bulan.

Bayi juga mungkin dicurigai menunjukkan tanda-tanda keterlambatan bicara pada usia 6-12 bulan jika ia tidak bisa menunjuk dengan jari dan ekspresi wajahnya kurang variatif. Begitu pula jika pada usia 16 bulan si Kecil tidak mengucapkan satu kata berarti.

Menurut IDAI, keterlambatan bicara pada bayi dapat disebabkan oleh gangguan pendengaran, gangguan pada otak (misalnya retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif), atau autisme.

Speech delay juga bisa disebabkan oleh gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata yang dikenal sebagai gangguan artikulasi. Gangguan ini membuat koordinasi antara bibir, lidah, dan rahang untuk membuat suara menjadi lebih sulit. 

Karena penyebabnya beragam, bayi yang mengalami speech delay akan memerlukan pemeriksaan yang lebih intensif tidak hanya dari dokter anak saja, tapi juga pemeriksaan di dokter THT, psikolog atau psikiater anak, serta terapis wicara.

Sebagai orang tua, peran Bunda dan Ayah sangat penting untuk mengenali keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa anak sejak dini sehingga si Kecil bisa mendapatkan penanganan yang tepat secepatnya.

Sarihusada sangat berkomitmen untuk mendukung tumbuh kembang setiap anak Indonesia sesuai dengan usianya. Apabila Bunda masih memiliki pertanyaan atau kekhawatiran seputar perkembangan bahasa bayi, jangan ragu untuk daftar menjadi member Klub Generasi Maju sekarang. SGM Eksplor bekerja sama dengan pakar kesehatan dan psikologi anak untuk mendukung si Kecil tumbuh jadi Anak Generasi Maju.

Referensi: 

  1. IDAI | Keterlambatan Bicara. (2013). Idai.or.id. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara
     
  2. When do babies start talking? (2022, July 19). BBC Tiny Happy People; BBC. https://www.bbc.co.uk/tiny-happy-people/when-babies-start-talking/zd7bscw
     
  3. Trust), C. (2022, August 18). Baby talk: speech development from 12-18 months | Baby & toddler articles & support | NCT. NCT (National Childbirth Trust). https://www.nct.org.uk/baby-toddler/learning-talk-and-communication-your-baby/baby-talk-speech-development-12-18-months
     
  4. NHS Choices. (2022). Help your baby learn to talk. https://www.nhs.uk/conditions/baby/babys-development/play-and-learning/help-your-baby-learn-to-talk/
     

Artikel Lainnya di Tahapan 4 - 6 Bulan

Umur Berapa Bayi Bisa Duduk ...

Idealnya, bayi mulai bisa duduk dengan bantuan di sekitar umur 4-6 bulan. Lantas, di umur berapa...

Perkembangan Bayi 5 Bulan, Si Kecil ...

Setelah memasuki bulan kelima, si Kecil akan menunjukkan berbagai milestones atau perubahan...

Menu MPASI Umur 6 Bulan untuk ...

Demi tumbuh kembang bayi yang optimal, Bunda perlu memberikan MPASI saat si Kecil memasuki usia 6...

Perkembangan Bayi 4 Bulan, Si Kecil ...

Bayi usia 4 bulan sudah bisa diajak berinteraksi, sehingga dapat membuat suasana rumah jadi lebih...

7 Aktivitas untuk Stimulasi Bayi 6 Bulan

Bukan hanya pemberian MPASI saja yang dibutuhkan, si Kecil juga membutuhkan kegiatan-kegiatan yang...

Menu MPASI 6 Bulan untuk Anak ...

Menginjak usia 6 bulan sudah waktunya anak diberikan menu MPASI oleh Bunda. Berikut contoh menu...


Artikel Terpopuler

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya >

Atasi Buah Hati Rewel ...

Baca Selengkapnya >

Seperti Apa Perkembangan Bayi ...

Baca Selengkapnya >

MPASI yang Tepat untuk ...

Baca Selengkapnya >

Optimalkan Periode Emas

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut