Toksoplasma pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Pencegahan

Toksoplasma pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Pencegahan

Toksoplasma pada Ibu Hamil: Penyebab dan Cara Pencegahan

Toksoplasma adalah penyakit yang bisa menyebabkan infeksi dan disebabkan protozoa yang disebut Toxoplasma gondii. Infeksi toksoplasma dapat menyerang Bunda yang sedang mengandung pada masa awal hingga akhir kehamilan.

Risiko Terpapar Toksoplasma pada Ibu Hamil

Dikutip dari jurnal yang ditulis oleh Jurnal Biomedik, (2012), toksoplasma lebih sering menyerang penduduk yang tinggal di negara dengan iklim panas. Bahkan 22,5% penduduk Amerika Serikat dengan rentang umur 12 tahun ke atas, dipastikan terinfeksi toksoplasma.

Bagi Bunda yang sedang berada dalam fase kehamilan, toksoplasma jadi satu jenis infeksi protozoa yang perlu diwaspadai. Ada beberapa efek samping yang bisa memengaruhi janin dalam kandungan. Sebaiknya Bunda memperhatikan risiko toksoplasma terhadap janin dalam kandungan. Penyakit ini bekerja dengan cepat dan dapat berisiko keguguran bila tidak segera ditangani.

Potensi penularan toksoplasma ke janin sangat kecil, dengan catatan parasit penyebab toksoplasma menyerang pada periode 6-9 bulan sebelum kehamilan. Sebaliknya, bila Bunda terkena penyakit ini saat sedang mengandung, potensi penularannya ke janin jadi jauh lebih besar.

Saat hamil pada trimester pertama, Bunda memiliki berisiko 15% terkena penyakit ini; pada kehamilan trimester kedua sebesar 30%; dan pada trimester ketiga sebesar 60%. Fakta ini menunjukkan saat hamil, Bunda sebaiknya mengetahui cara mencegah dan menghindari toksoplasma (Suparman, Toksoplasmosis dalam kehamilan, 2012).

Beberapa kondisi seperti hydrocephalus, gangguan saraf pusat, kelainan saraf mata, pendarahan, pembesaran hati, atau penyakit kuning, merupakan beberapa kelainan yang berpotensi muncul bila toksoplasma menyerang Bunda saat hamil.

Hal lain yang sebaiknya Bunda ketahui adalah sifat toksoplasma yang ternyata tidak ditularkan dari manusia yang terinfeksi ke manusia lainnya. Hal ini terkecuali penularan  dari Bunda yang sedang hamil ke janin yang dikandungan. Sebaiknya Bunda selalu sigap memeriksakan kesehatan kandungan untuk memastikan tubuh bersih dari penyakit toksoplasma.

Toksoplasma tidak hanya bisa menyerang Bunda yang sedang hamil, tetapi juga bisa menyerang pria. Kalau bunda membiarkan parasit toksoplasma tumbuh di tempat kotor, penyakit ini akan mengakibatkan peradangan saluran telur.

Tentu saja sebuah penyakit tidak mungkin datang tiba-tiba. Secara umum berikut beberapa penyebab utama toksoplasma:

  1. Menyantap Daging Mentah atau Setengah Matang

Parasit penyebab toksoplasma biasanya menyelinap melalui daging mentah. Bunda sebaiknya lebih berhati-hati ketika menyantap makanan dengan menu daging. Bunda sebaiknya jeli dalam memilih makanan berbasis daging dan memastikan proses memasaknya sampai matang.

  1. Makanan Terkontaminasi Parasit Pembawa Toksoplasma

Bahan makanan sebaiknya dicuci dengan sangat bersih sebelum mulai proses memasak. Ini agar parasit yang ada di dalam bahan makanan bisa terbuang. Sayur-sayuran atau buah-buahan bisa saja terpapar polusi, zat kimia, atau hal lainnya, yang menyebabkannya jadi kurang higienis. Karena itu, Bunda sebaiknya memastikan bahan makanan yang akan dikonsumsi sudah dicuci bersih.

  1. Kucing yang Tidak Dirawat dengan Bersih

Banyak peneliti dan dokter mengatakan kucing adalah salah satu penyebab datangnya toksoplasma. Bahkan, hewan ini berpotensi menularkan toksoplasma.

Secara alamiah, parasit pembawa toksoplasma memang berkembang biak di dalam usus kucing dan akan terbawa keluar bersama kotoran kucing. Parasit penyebab toksoplasma yang terbawa kotoran kucing akan mengendap di dalam tanah dan bisa bertahan selama 24 jam. Parasit itu berpotensi tersebar ke binatang lainnya, bahkan ke pepohonan di sekitarnya.

Solusi untuk menanganinya sederhana, jangan biarkan kotoran kucing menumpuk terlalu lama di dalam rumah. Sekali tubuh terpapar parasit penyebab toksoplasma, penyakit ini bisa dengan cepat masuk ke jaringan otak, otot, bahkan jantung.

Tubuh gemetar, kejang-kejang, disorientasi penglihatan, pembengkakan getah bening, badan terasa lemas, sakit kepala, demam, serta mata berkunang-kunang, adalah beberapa gejala toksoplasma yang mudah dikenali. Sebaiknya bunda segera memeriksakan diri ke dokter bila merasakan gejala serupa.

Gejala toksoplasma biasanya berjalan lambat, apalagi bila menjangkiti orang dengan daya tahan tubuh kuat. Namun, begitu daya tahan tubuh menurun, parasit penyebab toksoplasma akan langsung aktif. Sebetulnya tidak ada cara jitu untuk mengetahui apakah toksoplasma sudah menginfeksi atau belum. Satu-satunya cara adalah melakukan pemeriksaan TORCH di rumah sakit.

Selain itu, ada beberapa hal yang bisa bunda lakukan untuk mencegah toksoplasma menjangkiti tubuh.

  1. Menjaga Kebersihan

Menjaga kebersihan merupakan solusi teoritik, tetapi memiliki manfaat yang sangat besar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa toksoplasma mudah muncul di lingkungan yang kotor. Ibu yang sedang mengandung, khususnya pada trimester ke-2 harus bisa memastikan bahwa lingkungan disekitar sudah bersih dari berbagai macam kotoran. Semakin bersih lingkungan, maka semakin kecil kemungkinan toksoplasma muncul.

  1. Berhenti Konsumsi Makanan Setengah Matang atau Mentah

Konsumsi makanan setengah matang, atau mentah, berpotensi menularkan toksoplasma. Karena itulah bunda sebaiknya segera mengurangi konsumsi makanan seperti itu, walaupun mungkin bunda sangat suka menyantapnya. Bunda sebaiknya hanya mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang selama masa kehamilan. Tentu saja harus dipastikan bahwa makanan tersebut sudah bersih dari segala macam kotoran.

  1. Perhatikan Kebersihan Kucing di Sekitar

Di balik lucu dan lugunya kucing, Bunda sebaiknya memastikan kucing peliharaan dirawat dengan benar. Pastikan kotoran kucing cepat-cepat dibersihkan dengan benar agar parasit penyebab toksoplasma tidak menyebar ke dalam rumah. Selain itu, Bunda pun sebaiknya memastikan tidak ada interaksi antara kucing dengan makanan yang disantap keluarga.

Sebaiknya Bunda tidak berinteraksi dengan kucing liar selama masa kehamilan. Walaupun kucing tersebut terlihat bersih, alangkah lebih baik bila Bunda hanya berinteraksi dengan kucing peliharaan yang Bunda sudah tahu kebersihannya.

  1. Pastikan Alat Memasak dalam Keadaan Bersih

Kebersihan memang menjadi kunci utama dalam menangani penyakit ini. Terlebih lagi kebersihan alat-alat yang digunakan untuk memasak menu harian. Walaupun alat memasak tertentu belum digunakan dalam jangka waktu beberapa hari, Bunda sebaiknya tetap memastikan kebersihannya. Bunda bisa mencuci dulu alat masak sebelum digunakan.

Dalam keadaan apa pun, daya tahan tubuh tentu jadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Parasit apa pun akan susah menyerang tubuh bila bunda mampu menjaga kondisi tubuh untuk tetap dalam keadaan prima. Selain itu, terjaganya daya tahan tubuh juga membantu janin berkembang sehat dalam kandungan Bunda.

Vitamin C menjadi salah satu solusi ampuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh Bunda saat hamil pada trimester kedua. Ada banyak manfaat yang bisa Bunda dapatkan dengan mengonsumsi makanan yang mengandung Vitamin C secara rutin (Rumbold A, et al. Vitamin C supplementation in pregnancy. Cochrane Database Syst, 2005).

Berikut beberapa manfaat Vitamin C bagi kehamilan di trimester kedua:

  1. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Asupan vitamin C yang cukup berperan penting dalam membentuk antibodi yang kuat di dalam tubuh. Adanya antibodi yang kuat menjadikan bunda dan janin akan lebih terjaga dari serangan parasit yang masuk ke dalam tubuh.

  1. Menyerap Zat Besi

Asupan zat besi lebih sempurna apabila dikombinasikan dengan asupan Vitamin C dalam jumlah cukup. Zat besi berperan dalam pembentukan hemoglobin di dalam tubuh serta mencegah anemia. Vitamin C memiliki peran dalam membantu pembentukan hemoglobin dan memastikan zat besi terserap ke dalam tubuh dengan sempurna dan utuh.

  1. Memperbaiki Jaringan dan Sel

Pertumbuhan jaringan dan sel pada tubuh Bunda dan janin dalam kandungan akan terbantu dengan asupan vitamin C dalam jumlah cukup. Manfaat lain yang bisa didapatkan dari konsumsi vitamin C adalah perkembangan dan pertumbuhan janin.

Sebaiknya Bunda selalu menjaga kesehatan diri sendiri. Toksoplasma jelas tidak bisa dianggap enteng meski bisa dicegah dengan cara sangat sederhana. Walaupun tidak memiliki dampak fisik yang begitu besar, toksoplasma akan sangat berpengaruh terhadap kehamilan Bunda. Kebersihan masih menjadi solusi utama untuk mencegah, sekaligus mengurangi potensi terjangkit toksoplasma.

Itulah sedikit paparan mengenai bahaya toksoplasma dan cara mencegahnya. Bunda sebaiknya menyadari lingkungan yang kotor memberi dampak besar, tidak hanya untuk Bunda, tapi juga untuk janin dalam kandungan.

Setelah mengetahui tentang toksoplasma dan bahayanya, Bunda dapat terus menjaga kesehatan diri dan buah hati dengan lebih optimal. Bunda disarankan untuk selalu menjaga asupan makanan dan pola makan sehat, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Yuk, jaga janin dari serangan toksoplasma. Semoga kehamilan bunda di trimester kedua ini selalu lancar, ya.

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Trimester 2

Bunda Butuh Vitamin Ini untuk ...

Vitamin menjadi salah satu nutrisi esensial untuk menjaga kinerja fungsi tubuh selama masa...

5 Jenis Makanan untuk Optimalkan Pertumbuhan ...

Asupan nutrisi tepat yang diberikan selama kehamilan akan membantu perkembangan otak janin secara...

Jenis Olahraga dan Manfaatnya bagi ...

Masa kehamilan sepatutnya tidak menghalangi Bunda untuk melakukan olahraga. Bila trimester pertama...

Stimulasi Janin dalam Kandungan dengan ...

Melakukan olahraga ibu hamil adalah salah satu hal terbaik yang bisa Bunda lakukan untuk kesehatan...

Perkembangan Janin pada Trimester Kedua ...

Saat masa-masa awal kehamilan, mungkin Bunda masih sulit percaya dengan adanya janin yang bernyawa...

Bunda, Kurangi Aktivitas Ini saat ...

Trimester kedua kehamilan kerap disebut “Golden Trimester”. Hal ini karena morning sickness...

Artikel Terpopuler

Bun, Lakukan Hal Ini ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin & Nutrisi Pelengkap ...

Baca Selengkapnya >

Kebutuhan Gizi untuk Optimalkan ...

Baca Selengkapnya >

Lancar Persalinan Normal dengan 10 ...

Baca Selengkapnya >

6 Cara Efektif Memperlancar ASI

Baca Selengkapnya >