Facebook Pixel Code Tips Membuat Jadwal Makan Bayi 7 Bulan

Tips Membuat Jadwal Makan Bayi

Tips Membuat Jadwal Makan Bayi

 Tips Membuat Jadwal Makan Bayi

Pedoman Jadwal Makan Bayi 7 Bulan 

Ketika masih masa pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan, Bunda bisa langsung menyusui buah hati ketika ia menangis untuk tahu apakah ia memang merasa lapar. Namun, saat sudah mulai masa MPASI, sebaiknya buat jadwal makan bayi 7 bulan yang lebih teratur. Ini karena MPASI tidak bisa langsung diberikan seperti Bunda memberikan ASI.

MPASI perlu disiapkan sebelumnya sebelum disantap buah hati. Karena itu, Bunda sebaiknya menyiapkan strategi dalam membuat jadwal makan buah hati. Beberapa tips simpel berikut ini bisa Bunda coba.

  1. Perhatikan Kegiatan Bayi

Mungkin sulit jika memaksakan jadwal makan bayi 7 bulan sesuai keinginan Bunda. Cara terbaik adalah menyusun jadwal sesuai kebiasaan kegiatan buah hati. Cermati kapan buah hati tidur, beraktivitas, atau rewel. Coba kenali tanda-tanda bayi merasa lapar dengan perhatikan waktu menyusuinya juga. Dari situ, Bunda mulai bisa membuat jadwal makan untuk buah hati sesuai kesehariannya.

  1. Buat Jadwal Makan Berat

Seperti untuk orang dewasa, minimal Bunda membuat jadwal makan utama untuk buah hati tiga kali sehari. Makan utama adalah makanan dengan porsi ideal dan komposisi nutrisi lengkap. Contoh makanan berat untuk bayi seperti bubur, puree, atau nasi tim. Sebisa mungkin, sesuaikan jadwal makan utama buah hati dengan waktu makan orang dewasa.

  1. Sediakan Jadwal Camilan

Selain membuat jadwal makan utama, sebaiknya Bunda juga sediakan jadwal untuk menyantap camilan. Umumnya camilan untuk bayi diberikan 2-3 kali sehari. Buatlah waktu camilan di antara jadwal makan utama. Jika makan utama ada pukul 8 pagi, 1 siang, dan 5 sore; jadwal camilan bisa dibuat pukul 10 pagi, 3 sore, dan 7 malam.

Camilan amat berguna untuk mencegah buah hati terlalu lapar yang berpotensi mengganggu kesehatan lambungnya. Rasa lapar pada bayi juga tetap mungkin terjadi, meski Bunda sudah memberikan bayi makan utama tiga kali sehari.

  1. Buat Bayi Fokus

Meski sudah membuat jadwal sesuai rutinitasnya, ada kemungkinan buah hati menolak ketika disuapi karena merasa belum lapar. Bisa jadi juga buah hati menolak disuapi karena telanjur fokus dengan hal lain selain makanan dari Bunda.

Ketika memberikan makan, sebaiknya Bunda jauhkan buah hati dari gangguan di sekitarnya. Misalnya, Bunda bisa mencoba mematikan televisi saat memberikan makan untuk buah hati.

  1. Cobalah untuk Makan Bersama

Pelan tapi pasti, coba sesuaikan jadwal makan buah hati dengan waktu makan keluarga. Tentu peralihan ini tidak bisa langsung, Bun. Biasanya jadwal rutinitas makan bayi tidak berbeda jauh dengan waktu makan orang dewasa. Peralihan waktunya pun bisa Bunda siasati dengan memberikan camilan sambil menunggu waktu makan bersama. Makan bersama juga bisa lebih memudahkan Bunda untuk menyiapkan makanan untuk keluarga.

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 0 - 6 bulan

Cara Mudah Melatih Bayi Tengkurap ...

Tummy time membawa berbagai manfaat untuk si Kecil jika dilakukan dengan benar. Nah, Bunda perlu...

Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi?

Tumbuh gigi bayi (teething) adalah proses munculnya gigi susu di gusi si Kecil. Yuk Bun, persiapkan...

Panduan dalam Memilih Susu Formula ...

Apabila Ibu masih bingung dalam memilih susu formula yang bagus untuk bayi, sebaiknya berkonsultasi...

Atasi Buah Hati Rewel Dengan ...

Meski terkadang sulit dihindari, ada kalanya Bunda mesti menghadapi kondisi buah hati terus menerus...

Stimulasi Yang Menyenangkan Bagi Buah ...

Dalam setiap tahapan perkembangan, buah hati membutuhkan stimulasi berbeda. Stimulasi bayi 4 bulan...

Stimulasi Fisik Bayi dengan Permainan ...

Usia 0-6 bulan adalah masa yang menakjubkan dalam perkembangan buah hati. Memasuki usia 2 bulan,...


Artikel Terpopuler

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya >

Atasi Buah Hati Rewel ...

Baca Selengkapnya >

Penyebab Bayi Rewel Setelah ...

Baca Selengkapnya >

MPASI untuk Rangsang Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjutSAYA SETUJU