Facebook Pixel Code Penyebab Anak Kurang Gizi dapat Memicu Stunting

Penyebab Anak Kurang Gizi dapat Memicu Stunting

Penyebab Anak Kurang Gizi dapat Memicu Stunting

Penyebab Anak Kurang Gizi dapat Memicu Stunting

Artikel ditinjau oleh: dr. AULIA A.M

Masalah kurang gizi pada anak, termasuk stunting, masih menjadi masalah yang krusial di Indonesia.  Menurut UNICEF, Indonesia menduduki peringkat kelima di dunia untuk masalah stunting pada anak balita dengan prevalensi 30,8 persen.  Dengan mencari tahu penyebab kurang gizi anak dan cara mengatasinya, diharapkan dapat membantu mencegah terjadinya stunting. 

Penyebab Kurang Gizi yang Memicu Stunting

Mungkin Bunda sering mendengar istilah stunting tapi belum benar-benar paham artinya. Stunting adalah salah satu bentuk gangguan tumbuh kembang anak yang menyebabkan tubuhnya menjadi kerdil. Umumnya anak penderita stunting memiliki panjang atau tinggi badan di bawah dua standar deviasi (SD) atau lebih dari median Standar Pertumbuhan Anak WHO untuk anak dengan umur dan jenis kelamin yang sama.

Penyebab utama terjadinya stunting pada anak adalah kurang gizi, terutama pada 1000 hari pertama dari kehidupan anak. Namun selain itu, ada beberapa penyebab lain yang membuat anak menderita stunting, yaitu:

  • Faktor rumah tangga dan keluarga

  • Faktor ibu. 

Besar sekali pengaruh kondisi ibu terhadap kondisi anak. Ibu yang mengalami kurang gizi saat hamil dapat menjadi penyebab kurang gizi pada anak, sehingga meningkatkan risiko kematian anak dan stunting.  Begitu pula ibu mengalami kurang gizi saat sebelum hamil dan setelah melahirkan (saat menyusui). 

Perawakan ibu yang pendek juga sering diasosiasikan dengan anak yang menderita stunting. Ibu yang mengalami stunting saat masih balita cenderung untuk memiliki keturunan yang juga mengalami stunting. Kondisi ini disebut dengan siklus stunting. 

  • Lingkungan rumah

Rumah tangga yang miskin dan kerawanan pangan juga menjadi salah satu penyebab kurang gizi pada anak. Ditambah dengan pengasuhan anak yang buruk serta stimulasi psikososial yang tidak memadai, semua kondisi ini dapat berpengaruh kepada tumbuh kembang anak. 

  • Infeksi berulang

Infeksi bisa terjadi saat tubuh diserang oleh mikroorganisme, bisa berupa bakteri, virus, parasit, jamur, dan lainnya. Kondisi lingkungan yang tidak higienis, misalnya akibat tidak tersedianya air bersih dan sanitasi yang buruk, membuat anak rentan menderita infeksi. Gizi yang buruk membuat proses penyembuhan infeksi tidak optimal sehingga infeksi akan terjadi berulang. 

Dampak Stunting pada Kemampuan Kognitif Anak

Kekurangan gizi kronis, yang merupakan penyebab utama stunting, dapat berdampak besar kepada kehidupan anak, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Salah satu dampak yang terasa adalah menurunkan kemampuan kognitif anak. 

Anak-anak yang menderita stunting kemungkinan tidak mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah. Jika pun akhirnya bersekolah, maka mereka telat mendaftar sehingga usianya sudah lebih tua. Mereka juga umumnya mendapat nilai pelajaran yang rendah serta memiliki kemampuan kognitif yang buruk dibanding anak-anak yang tidak stunting. 

Anak-anak penderita stunting juga lebih apatis dan menunjukkan perilaku yang kurang eksploratif. Sebuah penelitian di Jamaika menunjukkan bahwa anak-anak penderita stunting memiliki kecemasan dan depresi lebih tinggi, serta kepercayaan diri yang lebih rendah dibanding anak-anak yang tidak stunting pada usia 17 tahun. 

Cukup Kebutuhan Gizi Anak untuk Menghindari Stunting

Bunda, jangan biarkan si Kecil mengalami kurang gizi yang berisiko memicu terjadinya stunting. Jika ia berisiko mengalami kurang gizi, maka Bunda dapat mencukupi kebutuhan gizinya dengan formula tinggi kalori berdasarkan anjuran dokter.

Intervensi nutrisi merupakan penanganan pertama untuk kejar tumbuh anak yang mengalami stunting, yaitu dengan pemberian nutrisi yang adekuat.

                                                                                             ***

Baru!  formula tinggi kalori, SGM Ekplor Gain Optigrow dengan IronC memiliki formula padat energi dapat membantu kejar tumbuh anak di atas usia satu tahun yang berisiko mengalami stunting. Memiliki nutrisi kejar tumbuh berupa energi 100 kcal per 100 ml serta protein sebesar 9,4% En. Dilengkapi pula dengan nutrisi untuk perkembangan kognitifnya berupa PRO-GRESS MAX dengan IronC, kandungan DHA, AA, Omega-3, dan Omega-6 untuk mendukung perkembangan otak. 

Bantu penuhi kebutuhan nutrisi anak dan dukung ia tumbuh menjadi Anak Generasi Maju dengan SGM Ekplor Gain Optigrow dengan IronC. 

Bunda, penggunaan produk harus atas rekomendasi Dokter dan pastikan untuk selalu membaca peringatan pada label.

Sumber:

https://www.unicef.org/indonesia/sites/unicef.org.indonesia/files/2020-07/Situasi-Anak-di-Indonesia-2020.pdf

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4232245/

https://www.who.int/nutrition/topics/globaltargets_stunting_policybrief.pdf

https://www.who.int/news/item/19-11-2015-stunting-in-a-nutshell 

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

5 Cara Mendidik Anak Usia Dini ...

Bagaimana cara mendidik anak usia dini agar tumbuh kembangnya optimal? Simak informasi lengkapnya...

Bunda, Pahami Perkembangan Emosi Anak ...

Memahami tahapan perkembangan emosi anak dari usia 1 hingga 5 tahun sangat penting. Dengan begitu,...

5 Cara Mudah Supaya Anak Cerdas ...

Tahukah Bunda bahwa cara membuat anak pintar yang tepat adalah dengan melakukannya secara holistik?...

5 Makanan Sumber Nutrisi Otak Anak

Makanan sehat bergizi sumber nutrisi otak anak yang dapat menunjang perkembangan tidak harus selalu...

Tahapan Penting Perkembangan Balita

Balita adalah tahapan pertumbuhan di usia 2 hingga 4 tahun. Simak bagaimana si Kecil menunjukkan...

Jadwal Imunisasi Bayi IDAI 2020. Jangan ...

Pastikan agar imunisasi buah hati tidak terlewat. Simak jadwal imunisasi bayi yang dikeluarkan oleh...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut