Facebook Pixel Code Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini hingga Sekolah

Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini hingga Sekolah

Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini hingga Sekolah

Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini hingga Sekolah

Mendorong pengembangan kognitif anak sejak usia dini dapat menjadi modal penting ketika ia memasuki usia sekolah. Setiap tahapan pengembangannya dapat menjadi acuan Ibu untuk mengetahui apakah tumbuh kembang si kecil sudah optimal. Sebagai referensi, berikut tahapan pengembangan kognitif yang umum dialami oleh anak-anak.

Tahapan pengembangan kognitif usia dini hingga sekolah

Sebelum melihat tahapan pengembangan kognitif si kecil, perlu diingat bahwa tumbuh kembang setiap anak berbeda-beda. Ibu dianjurkan untuk tidak terlalu membandingkan si kecil dengan anak lain dan lebih fokus untuk memenuhi berbagai kebutuhan nutrisi dan melakukan stimulasi untuk merangsang pertumbuhannya.

Berikut tahapan pengembangan kognitif di setiap usia yang mengacu dari CDC dan beberapa sumber lain.

Bayi baru lahir hingga satu tahun

Kemampuan kognitif si kecil dimulai dengan mencoba mengenali wajah orang di sekitar. Menginjak usia 3-4 minggu, ia akan mulai tersenyum ketika mendengar suara tertentu seperti saat Ibu berbicara. 

Setelah menginjak usia satu bulan, si kecil biasanya mulai mengoceh dan tertawa. Tak hanya itu, upaya untuk mengeksplorasi juga sudah terlihat seperti dengan menoleh, menendang, hingga mencoba meraih sebuah benda.

Di rentang usia ini, Ibu dan orang-orang terdekat bisa melakukan stimulasi dengan cara mengajak si kecil berinteraksi seperti mengajak bicara atau bermain.

Bayi usia 1 tahun

Setelah merayakan ulang tahun pertamanya, Ibu akan menemukan si kecil mulai bermain dengan cara membanting atau melempar mainan. Hal ini juga termasuk bentuk eksplorasi anak dan baik untuk pengembangan kognitif anak usia dini.

Si kecil juga bahkan biasanya sudah dapat mencari mainannya sendiri lalu menaruhnya kembali ke tempat penyimpanannya. Pengembangan menarik lain di usia ini adalah bayi biasanya dapat meniru gestur atau gerakan yang dilakukan Ibu.

Oleh karena itu, untuk menstimulasi pengembangan kognitif Ibu dapat semakin memberikan bentuk kasih sayang dengan memeluk, mencium, hingga memujinya setiap kali melakukan perilaku yang sesuai dengan yang diajarkan.

Anak usia 2 tahun

Ibu dapat mulai memberikan mainan yang dapat merangsang kemampuan berpikir si kecil, seperti menyesuaikan bentuk atau warna. Untuk melatih disiplin, ia juga sudah mulai dapat memahami dua perintah sekaligus, seperti mengambil mainan dan menaruhnya kembali di tempatnya jika sudah selesai.

Ketika membaca buku bersama atau berkomunikasi, ajarkan si kecil untuk mengingat nama-nama hewan, benda, atau warna. Ia dapat mulai memahami perbedaan bentuk dan menyebutkan nama-nama benda yang berbeda.

Usia ini untuk sebagian orang tua merupakan waktunya untuk mendaftarkan si kecil untuk mengikuti prasekolah. Namun Ibu tetap harus menyesuaikan kemampuan anak dan tidak perlu membandingkan dengan anak lain.

Anak usia 3 tahun

Pengembangan kognitif anak di usia tiga tahun akan mulai terlihat dengan meningkatnya kemampuan berhitung. Tak hanya menghitung, si kecil dapat mulai menggambar dengan meniru lingkaran dengan pensil atau krayon.

Ibu perlu bersiap untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga si kecil tetap dalam lingkup aman karena aktivitasnya juga semakin bertambah. Bahkan, biasanya ia mulai dapat membuka toples hingga membuka pintu sendiri.

Selain terus melakukan stimulasi atau merangsang agar pengembangan kognitif optimal, di usia ini orang tua juga perlu lebih siap ketika mendapati si kecil dalam kondisi yang bisa merugikan.

Anak usia 4 tahun

Di usia ini, si kecil sudah bisa mengingat beberapa warna dan angka serta menghitungnya secara benar. Lalu, ia juga sudah memahami konsep dari waktu atau jam, misalnya kapan waktunya bermain dan waktunya tidur.

Sebagai contoh pengembangan kognitif yang mudah dikenali, ia sudah bisa menggunakan gunting dengan baik. Meski sebaiknya Ibu tidak boleh membiarkan si kecil bermain benda satu ini.

Permainan yang ia lakukan pun menjadi semakin kompleks, misalnya seperti permainan papan atau kartu sudah dapat ia lakukan. Ibu akan lebih sibuk untuk menemani ia bermain sekaligus belajar mulai dari usia 4 tahun hingga sebelum sekolah. Semangat, ya, Bu!

Anak usia 5 tahun

Semakin mendekati usia sekolah, pengembangan kognitif anak akan semakin matang meski tetap butuh stimulasi agar semakin optimal. Ibu dapat melihat pengembangannya misalnya dari kemampuan ia untuk menghitung lebih dari 10 dan menggambar orang dengan setidaknya enam bagian tubuh yang sesuai.

Pada umumnya juga anak sudah mengerti konsep uang dan menggunakannya sebagai alat tukar. Pemahaman dalam waktu juga semakin bertambah. Si kecil akan mengerti apa itu 'kemarin', 'hari ini', dan 'besok'.

Anak usia sekolah (6 tahun ke atas)

Setelah memasuki sekolah, ia akan mulai memiliki sudut pandang lain tentang berbagai hal karena belajar teman-teman sebayanya. Tentunya kemampuan ia dalam membaca dan menghitung semakin bertambah.

Semakin bertambahnya usia, kemampuan untuk mempertimbangkan setiap langkah atau keputusan akan dilakukan. Lalu ia akan memiliki tujuan atau keinginan sendiri yang ingin diraih dengan cara yang berbeda-beda untuk setiap anak.

Pengembangan kemampuan kognitif merupakan proses yang pasti menyertai anak terutama di fase awal kehidupan. Peran Ibu atau orang tua adalah mendukung dan merangsangnya agar perkembangannya dapat optimal sehingga ia memiliki tumbuh kembang yang normal. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahlinya apabila memiliki pertanyaan mengenai salah satu aspek penting dalam pertumbuhan si Kecil.
 

Referensi:

CDC. (2013). Learn the Signs. Act Early. Retrieved September 17, 2020,

from https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/pdf/checklists/all_checklists.pdf

Council for Professional Recognition. (2017). Cognitive Learning Begins at Birth:

Take Part in Infants and Toddlers’ Brain Development. Retrieved September 17, 2020,

from https://www.cdacouncil.org/council-blog/905-cognitive-learning-begins-at-birth

Virtuallabschool.org. (2019). Cognitive Development: School-Age | VLS. Retrieved September 17,

2020, from https://www.virtuallabschool.org/school-age/cognitive/lesson-2

Queensland Government - Department of Child Safety. (2007).

Physical and Cognitive Developmental Milestones.

Retrieved from https://www.communities.qld.gov.au/resources/childsafety/

practice-manual/physical-cognative-milestones.pdf

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Cara Mengatasi Alergi Makanan

Cara mengatasi alergi makanan yang paling ampuh adalah dengan menghindari sumber pemicu alergi atau...

Kenali Ciri-ciri Alergi Susu Sapi ...

Anak usia 1-3 tahun berpotensi alami alergi susu sapi. Perhatikan ciri-ciri alergi susu sapi...

Waspadai 6 Gejala si Kecil Mengalami ...

Tahukah Bunda, gejala alergi dingin berbeda dengan alergi debu. Cari tahu seputar alergi dingin,...

Berbagai Kebaikan dan Manfaat Minyak ...

Wajar ketika Ibu masih ragu ketika akan memberikan minyak ikan untuk anak karena belum tahu manfaat...

Menilik Manfaat dan Sumber Terbaik ...

Bayi hingga anak membutuhkan 200 sampai 1000 mg kalsium per hari. Oleh sebab itu, yuk simak ragam...

Mengenal Omega-3, Nutrisi Esensial untuk ...

Penting bagi Bunda untuk memastikan kecukupan omega 3 pada menu harian anak. Temukan beragam...


Artikel Terpopuler

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut