Tepati Jadwal Imunisasi Bayi demi Keselamatan Buah Hati

Terlambat Imunisasi? Ini yang Perlu Bunda Lakukan

Terlambat Imunisasi? Ini yang Perlu Bunda Lakukan

Tepati Jadwal Imunisasi demi Keselamatan Buah Hati

Apakah manfaat imunisasi akan berkurang jika tidak dilakukan tepat waktu? Perihal imunisasi bayi dan jadwal imunisasi bayi memang masih menimbulkan banyak tanda tanya bagi sebagian orang tua.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah membuat jadwal imunisasi untuk bayi dan anak yang biasanya tercantum di bagian belakang buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Jadwal tersebut dibuat supaya Bunda bisa memberikan imunisasi tepat waktu kepada buah hati.

Namun, ada kalanya jadwal imunisasi terlewat karena berbagai alasan. Lalu, bagaimana dampaknya kalau sampai melewatkan jadwal imunisasi bayi?

Dampak Melewatkan Jadwal Imunisasi

Jadwal imunisasi umumnya disusun dengan mengacu pada respons tubuh buah hati terhadap imunisasi dengan maksimal. Jadwal imunisasi juga dibuat dengan melihat kemungkinan risiko terbesar bagi buah hati untuk terkena penyakit di usia tertentu. Secara garis besar, jadwal imunisasi dibuat dan ditentukan agar buah hati mendapatkan perlindungan optimal dari penyakit.

Secara alamiah, tubuh akan tetap membentuk antibodi untuk melawan penyakit sehingga manfaat imunisasi tidak akan berkurang meski jadwalnya terlewat. Hanya saja, melewatkan jadwal imunisasi berarti mengurangi kemampuan tubuh memproduksi antibodi dengan optimal.

Sebagai contoh, imunisasi Hepatitis B seharusnya diberikan saat bayi sebelum usianya 1 bulan, kemudian dijadwalkan lagi pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. Kalau salah satu terlewat, bukan berarti imunisasinya gagal.

Melewatkan jadwal imunisasi berarti proses pembentukan antibodi untuk melawan virus Hepatitis B bisa jadi tidak optimal. Bila tubuh buah hati seharusnya sudah membentuk antibodi di usia 4 bulan, bisa jadi antibodi baru terbentuk pada usia 6 bulan atau 7 bulan.

Adakah Pengurangan Manfaat Imunisasi?

Melewatkan jadwal imunisasi bayi tidak akan mengurangi manfaatnya. Hanya saja butuh waktu lebih lama bagi tubuh untuk merespons imunisasi karena prosesnya kurang optimal. Lalu, apa yang sebaiknya Bunda lakukan kalau buah hati terlanjur melewatkan jadwal imunisasi?

  1. Telusuri Riwayat Imunisasi Anak

Hal paling pertama yang bisa Bunda lakukan adalah melacak kembali riwayat imunisasi buah hati Bunda. Periksa buku KIA dan periksa jenis imunisasi apa saja yang sudah dilakukan dan mana saja yang terlewat.

Kalau riwayatnya tidak ada, Bunda bisa meminta informasi tersebut dari fasilitas kesehatan tempat Bunda biasa membawa buah hati untuk imunisasi. Biasanya fasilitas kesehatan tersebut memiliki riwayatnya. Catat informasi yang diterima dan konsultasikan dengan dokter atau petugas imunisasi nantinya.

  1. Konsultasikan dengan Dokter atau Petugas Puskesmas

Setelah tahu riwayat imunisasi si buah hati dan imunisasi yang terlewat, beritahukan kepada dokter dan konsultasikan langkah berikutnya yang sebaiknya Bunda lakukan.. Umumnya dokter akan menyarankan melakukan catch-up atau menyusulkan imunisasi yang terlewat.

Tidak semua imunisasi yang disusulkan bisa benar-benar dilakukan, Bun. Contohnya adalah vaksin atau imunisasi HIB. Vaksin ini sifatnya tidak akan efektif walaupun disusulkan pada anak yang usianya di atas 5 tahun.

  1. Langsung Menyusulkan Imunisasi yang Terlewat

Kalau ternyata memang memungkinkan, dokter atau petugas Puskesmas akan langsung menjadwalkan imunisasi susulan. Bisa jadi langsung dilakukan saat konsultasi itu juga. Kalau ketersedian vaksinnya harus disiapkan terlebih dahulu, Bunda akan diminta kembali dalam beberapa hari ke depan.

Beberapa Hal yang Sebaiknya Bunda Lakukan

Agar hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindari saat melakukan imunisasi susulan, Bunda sebaiknya tetap mematuhi aturan umum imunisasi. Beberapa aturan itu antara lain:

  1. Kondisi anak sehat dan tidak demam untuk bisa mendapatkan imunisasi susulan.

  2. Menginformasikan kepada dokter jika buah hati memiliki kondisi alergi yang terjadi pada imunisasi sebelumnya. Utarakan juga vaksin yang menyebabkan reaksi alergi tersebut serta tanyakan apakah buah hati menderita penyakit tertentu.

  3. Imunisasi susulan tidak hanya untuk buah hati yang terlewat jadwal imunisasinya. Bunda juga bisa menyusulkan imunisasi bila tidak yakin apakah sudah pernah memberikan imunisasi tertentu kepada buah hati sebelumnya.

Bagaimana kalau ternyata buah hati sudah pernah diimunisasi, tapi Bunda lupa dan kemudian jadi diimunisasi dua kali? Jangan khawatir, Bun. Umumnya tidak akan ada efek samping akibat kelebihan dosis imunisasi, terutama imunisasi MMR, hepatitis B, polio, dan cacar air.

Nah, itulah penjelasan yang sebaiknya Bunda lakukan kalau melewatkan jadwal imunisasi bayi. Semoga informasi di atas bisa membantu ya, Bun.

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 0 - 6 bulan

Bun, Atasi Buah Hati Rewel ...

Meski terkadang sulit dihindari, ada kalanya Bunda mesti menghadapi kondisi buah hati terus menerus...

Manfaat Permainan Sederhana untuk Stimulasi ...

Perkembangan kecerdasan buah hati sudah dimulai sejak dalam kandungan dan terus berlanjut setelah...

Cilukba: Stimulasi Sederhana yang Menyenangkan ...

Dalam setiap tahapan perkembangan, buah hati membutuhkan stimulasi berbeda. Stimulasi bayi 4 bulan...

Permainan Sederhana untuk Stimulasi Fisik ...

Usia 0-6 bulan adalah masa yang menakjubkan dalam perkembangan buah hati. Memasuki usia 2 bulan,...

Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Stimulasi ...

Beberapa orang tua mungkin khawatir untuk memberikan stimulasi tidak sesuai usia buah hati....

Tips Memilih Jenis Pakaian untuk ...

Sebagai salah satu kebutuhan dasar bayi, Bunda juga perlu memperhatikan pemilihan jenis pakaian...

Artikel Terpopuler

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya >

Bun, Ini Penyebab Bayi ...

Baca Selengkapnya >

MPASI untuk Rangsang Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Resep MPASI: Bubur Beras ...

Baca Selengkapnya >

Tips Aktivitas untuk Mendukung ...

Baca Selengkapnya >