Bunda, Kurangi Aktivitas Ini saat Kehamilan Trimester Kedua, Yuk!

Bunda, Kurangi Aktivitas Ini saat Kehamilan Trimester Kedua, Yuk!

Bunda, Kurangi Aktivitas Ini saat Kehamilan Trimester Kedua, Yuk!

Trimester kedua kehamilan kerap disebut “Golden Trimester”. Hal ini karena morning sickness yang sudah mereda, tubuh terasa berisi, dan stamina mulai fit. Meski Bunda merasa penuh energi, bukan berarti semua aktivitas yang biasa Bunda lakukan aman saat masa kehamilan. Yuk, simak lima hal yang tidak boleh dilakukan ibu hamil selama trimester kedua!

  1. Melahap Porsi Besar

Jika bunda sering mual dan muntah pada trimester pertama, di trimester kedua ini selera makan akan membaik. Perasaan ngidam juga umumnya akan muncul di masa ini. Namun, sebaiknya Bunda tidak membiarkan hal ini jadi alasan untuk lalai dalam mempertimbangkan porsi gizi yang tepat ya, Bun.

Selain kalori dan gizi yang penting untuk nutrisi buah hati, Bunda juga sebaiknya memperhatikan porsi makan. Ini karena risiko naiknya asam lambung akan mulai terasa pada trimester kedua. Naiknya asam lambung bisa dipicu hormon tubuh atau jenis makanan tertentu dalam porsi berlebihan. Karena itu, Bunda sebaiknya tetap prioritaskan konsumsi sayuran, buah-buahan yang tidak asam, dan hindari makanan olahan atau siap saji.

  1. Tidur dengan Posisi Kurang Tepat

Menurut American Pregnancy Association (APA), posisi tidur yang disarankan untuk Bunda adalah menyamping ke bagian kiri. Posisi ini bisa meningkatkan jalur peredaran darah dan nutrisi ke plasenta dan rahim.

Memasuki kehamilan trimester kedua, Bunda disarankan untuk mengurangi posisi tidur telentang. Ini dikarenakan posisi tidur telentang dapat menambah bobot pada bagian rahim.

  1. Mengenakan Sepatu Berhak Tinggi

Saatnya untuk menyimpan sepatu berhak tinggi untuk sementara waktu, Bun. Penambahan berat badan dan perubahan bentuk tubuh semasa kehamilan trimester kedua mengharuskan Bunda sedikit selektif memilih alas kaki. Daya tarik gravitasi otomatis akan meningkatkan potensi jatuh jika sepatu bunda terlalu tinggi atau kurang seimbang.

  1. Berolahraga dengan Risiko Tinggi

Beberapa olahraga yang harus dihindari sama sekali, terutama selama trimester kedua dan ketiga kehamilan adalah:

  • Olahraga kontak atau non-kontak fisik yang bisa berisiko jatuh atau kecelakaan.

  • Olahraga dengan intensitas tinggi misalnya lari, loncat, dan perubahan posisi secara spontan.

  • Olahraga dengan posisi yang terlalu menuntut keseimbangan dan otot punggung, termasuk posisi yoga tertentu.

  • Olahraga dalam jangka waktu yang terlalu lama (di atas 30 menit)

Sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter untuk rekomendasi olahraga yang paling cocok di trimester kedua kehamilan. Hindari aktivitas fisik yang melelahkan dan tetap jaga kadar hidrasi sepanjang hari.

  1. Stres/Depresi

Stres memang tidak akan jauh dari kehidupan manusia. Namun, untuk ibu hamil, stres berlebihan akan berpengaruh negatif terhadap kesehatan janin. Stres dan depresi akan menstimulasi produksi beberapa zat kimia tubuh dan hormon yang bisa menghalangi peredaran darah dan penurunan suplai oksigen ke bayi. Akibatnya pertumbuhan dan perkembangan bayi berisiko terganggu.

Atasi stres secara positif dengan istirahat cukup, menjauhi rokok dan minuman beralkohol, serta tetap mempertahankan komunikasi sosial dengan sahabat dan orang-orang kesayangan.

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Trimester 2

Bunda Butuh Vitamin Ini untuk ...

Vitamin menjadi salah satu nutrisi esensial untuk menjaga kinerja fungsi tubuh selama masa...

5 Jenis Makanan untuk Optimalkan Pertumbuhan ...

Asupan nutrisi tepat yang diberikan selama kehamilan akan membantu perkembangan otak janin secara...

Jenis Olahraga dan Manfaatnya bagi ...

Masa kehamilan sepatutnya tidak menghalangi Bunda untuk melakukan olahraga. Bila trimester pertama...

Stimulasi Janin dalam Kandungan dengan ...

Melakukan olahraga ibu hamil adalah salah satu hal terbaik yang bisa Bunda lakukan untuk kesehatan...

Perkembangan Janin pada Trimester Kedua ...

Saat masa-masa awal kehamilan, mungkin Bunda masih sulit percaya dengan adanya janin yang bernyawa...

Bun, Yuk Intip Makanan untuk ...

Pemberian ASI dilakukan sesaat setelah bayi lahir. Namun, ternyata tubuh Bunda mulai mempersiapkan...

Artikel Terpopuler

Bun, Lakukan Hal Ini ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin & Nutrisi Pelengkap ...

Baca Selengkapnya >

Kebutuhan Gizi untuk Optimalkan ...

Baca Selengkapnya >

Lancar Persalinan Normal dengan 10 ...

Baca Selengkapnya >

6 Cara Efektif Memperlancar ASI

Baca Selengkapnya >