Facebook Pixel Code Mengatasi Anak Hiperaktif

Mengatasi Anak Hiperaktif

Mengatasi Anak Hiperaktif

Mengatasi Anak Hiperaktif

Mengatasi Anak Hiperaktif

Cara mengatasi anak hiperaktif

Mungkin hal ini kadang membuat Bunda sulit menahan emosi karena perilaku buah hati yang terkesan “nakal”. Namun, sebaiknya Bunda menahan emosi. Ini karena perilaku tersebut bisa saja terjadi di luar kontrol buah hati.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa mulai mengarahkan berbagai aktivitas yang bisa membuat kondisi hiperaktif buah hati lebih terkontrol. Berikut ini beberapa pilihan inspirasi yang bisa Bunda coba.

  • Bermain di Luar Ruangan

Anak yang kerap aktif sebaiknya sering diajak bermain di luar ruangan. Berada di luar rumah akan membuatnya lebih leluasa melakukan aktivitas fisik sehingga energinya tersalurkan dengan lebih baik.

Aktivitas yang intens ini juga sebaiknya Bunda dukung dengan nutrisi harian yang seimbang. Bekali buah hati dengan menu bernutrisi seperti buah-buahan setiap kali hendak bermain di luar.

  • Buat Jadwal Aktivitas

Anak yang hiperaktif cenderung sulit mengontrol konsentrasinya. Hal ini menyebabkan buah hati terlihat gelisah jika disuruh diam dalam waktu lama. Hal ini bisa diatasi dengan membuatkan jadwal harian rutin.

Bunda bisa membuat jadwal bermain, belajar, dan menonton pada jam-jam tertentu, di samping menentukan waktu makan dan tidur. Berikan juga waktu untuk anak bermain di luar rumah selama beberapa jam setiap harinya. Jadwal harian yang teratur dan rutin dilakukan dapat membuat energi buah hati tersalurakan dengan efektif.

Biasakan anak untuk makan dan tidur tepat waktu. Beri penjelasan ia tidak boleh berlari-lari atau bermain pada waktu makan atau belajar. Kemudian, biarkan buah hati bebas bermain pada waktu yang sudah ditentukan. Meski demikian, sebaiknya Bunda tetap memantau buah hati saat bermain untuk memastikannya tetap aman.

  • Batasi Makanan Manis

Kandungan gula dalam makanan akan memberikan tambahan energi bagi tubuh. Namun, ini tidak selalu bagus untuk buah hati yang cenderung hiperaktif. Tambahan energi berlebih dari makanan manis akan membuatnya makin aktif.

Sebaiknya Bunda membatasi asupan makanan manis untuk buah hati yang aktif. Anak bisa tetap menyantap makanan manis sesekali dalam porsi yang dibatasi.

  • Jauhkan dari Gadget

Bermain dengan gadget bisa membuat anak tenang. Namun, bagi anak hiperaktif ini berarti menumpuk energi untuk kemudian dikeluarkan. Sebaiknya hindari penggunaan gadget tanpa pengawasan Bunda.

  • Hindari Bentakan

Selain sulit mengontrol konsentrasi, anak yang hiperaktif juga cenderung sulit mengontrol emosinya. Tingkah lakunya pun akan didasarkan pada kondisi tersebut. Bunda sebaiknya menghindari menanggapi kelakuan buah hati yang hiperaktif dengan emosi.

Bentakan dapat membuat anak merasa cemas dan takut. Bila ada tingkah lakunya yang tidak Bunda suka, sebaiknya Bunda menasihatinya dengan lembut dan sabar agar buah hati bisa menerimanya dengan baik.

Artikel Lainnya di Tahapan 3 Tahun

Mengenal Tahap Perkembangan Anak Menurut ...

Apa saja ya Bun tahap perkembangan anak menurut umur 3-5 tahun? Untuk tahu lebih lengkap, simak...

Cari Tahu 5 Manfaat Minum Susu ...

Mengonsumsi susu sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan si Kecil, termasuk mereka yang...

Gejala Anemia Pada Anak dan ...

Bunda wajib tahu apa saja gejala anemia pada anak, penyebab, dan cara mengatasinya agar bantu...

Bunda Waspadai Anemia pada Anak ...

1 dari 3 anak Indonesia di bawah 5 tahun berpotensi mengalami anemia, khususnya anemia defisiensi...

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Benarkah Si Kecil yang Tidak ...

Zat Besi merupakan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif si...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Tahapan Perkembangan dan Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut