Facebook Pixel Code 7 Makanan Sumber Zat Besi untuk Pertumbuhan si Kecil

7 Makanan Sumber Zat Besi untuk Pertumbuhan si Kecil

7 Makanan Sumber Zat Besi untuk Pertumbuhan si Kecil

7 Makanan Sumber Zat Besi untuk Pertumbuhan si Kecil

Nutrisi berperan penting dalam membantu tumbuh kembang si Kecil secara optimal. Untuk itu, Bunda perlu memberikan si Kecil makanan harian yang mengandung zat gizi makro dan mikro seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Salah satu nutrisi yang punya peranan krusial dalam mendukung pertumbuhan si Kecil adalah zat besi.

 

Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh. Di samping itu, zat besi mendukung pembentukan saraf otak, perkembangan kognitif dan motorik. Zat besi juga menjadi sumber energi bagi otot sehingga mempengaruhi ketahanan fisik seseorang.  Jika kebutuhan zat besi si Kecil terpenuhi, maka Ia pun akan memiliki pertumbuhan yang baik. 

 

Sebaliknya, kekurangan zat besi pada anak dapat memicu pertumbuhan fisik terhambat seperti lebih pendek dari anak seusianya yang cukup zat besi. Gejala kekurangan zat besi antara lain si Kecil jadi mudah lelah, pucat, tidak tertarik bermain, kurang nafsu makan, pusing hingga pingsan. Untuk menjaga kadar zat besi dalam tubuh si Kecil, Bunda perlu memberinya asupan makanan tinggi zat besi setiap hari. Menurut AKG 2019, si Kecil usia 1-3 tahun membutuhkan 7 mg zat besi per hari dan si Kecil usia 4-6 tahun  sebesar 10 mg per hari.

 

Sumber zat besi terdiri dari heme dan non-heme. Zat besi heme berasal dari produk hewani sementara zat besi non-heme berasal dari produk nabati. Terkait penyerapannya dalam tubuh, zat besi heme lebih baik dibandingkan non-heme. 

 

Agar Bunda mudah menentukan pilihan menu bernutrisi bagi si Kecil, berikut ini ada 7 sumber zat besi untuk anak:

 

1. Daging

Daging termasuk bahan makanan yang paling tinggi zat besi. Pilihannya bisa daging sapi, ayam, kambing dan hati. Bunda bisa mengolahnya jadi bola-bola daging, semur atau menu lain yang lebih disukai si Kecil.

 

2. Telur

Selain pengolahannya praktis dan enak, telur termasuk salah satu menu kegemaran si Kecil. Bunda bisa menyajikannya dalam bentuk telur rebus, orak arik, isian roti dan banyak lagi kreasi lainnya. Sebutir telur rebus mengandung 1 mg zat besi. Jika digabung dengan roti akan memberi tambahan 1 mg zat besi lagi.

 

3. Ikan

Bunda sebaiknya menambahkan ikan pada menu si Kecil karena ikan memiliki gizi tinggi. Misalnya saja ikan sarden kaleng mengandung 2,9 mg zat besi per 100 gr. Di samping zat besi, ikan juga merupakan sumber terbaik protein. Beberapa jenis ikan seperti salmon bahkan mengandung asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung dan otak. Bunda dapat mengolah ikan jadi bakso atau ikan panggang/goreng.

 

4. Kacang-kacangan

Kacang merupakan sumber zat besi, protein dan nutrisi penting lainnya. Contohnya saja kacang mete dan kacang tanah. Bunda bisa mengolah kacang jadi saus sate, taburan ayam goreng atau kue kering. Agar praktis, Bunda juga dapat memanfaatkan selai kacang. Bunda dapat membuat roti atau biskuit yang diolesi selai kacang untuk si Kecil.

5. Biji-bijian

Biji-bijian juga memiliki kandungan zat besi yang baik seperti kacang kedelai, kacang polong, kacang hijau dan kacang merah. Olahannya seperti tahu dan tempe juga merupakan sumber zat besi. Ada banyak sajian yang bisa Bunda berikan pada si Kecil menggunakan bahan makanan tersebut. Misalnya saja sup, bubur, tumisan, dan lainnya.

 

6. Sayuran

Banyak anak yang menolak makan sayur, padahal ada banyak manfaat nutrisi pada bahan makanan ini. Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli termasuk tinggi akan zat besi. Untuk itu, Bunda perlu kreatif mengolahnya agar si Kecil mau makan sayur. Coba buat nasi goreng, telur dadar, atau makaroni panggang yang diselipkan cacahan sayuran. Bunda juga bisa membuat jus berbahan sayur dan buah-buahan.

 

Tidak hanya mengonsumsi makanan kaya zat besi, Bunda juga perlu mendukung penyerapan zat besi dengan makanan kaya vitamin C  seperti jeruk, nanas, kiwi, pepaya, tomat, paprika dan brokoli pada menu harian si Kecil. Bunda bisa memberikan si Kecil susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi dengan zat besi dan vitamin C. Selain itu, Bunda bisa pula mengombinasikan makanan mengandung zat besi dan vitamin C menjadi satu sajian agar hasilnya semakin optimal. Untuk cek potensi kekurangan zat besi pada si Kecil, Bunda bisa mengunjungi bit.ly/CekResikoZatBesi. Selamat berkreasi di dapur ya, Bunda!

 

Sumber:

 

https://www.unicef.org/media/60806/file/SOWC-2019.pdf. Accessed Jan 22, 2021.

 

https://www.medicalnewstoday.com/articles/322574#how-much-iron-do-toddlers-need.

Accessed Jan 22, 2021.

 

https://www.schn.health.nsw.gov.au/fact-sheets/ways-to-boost-iron-intake.

Accessed Jan 22, 2021.

 

https://ods.od.nih.gov/factsheets/Iron-HealthProfessional/. Accessed Jan 22, 2021.

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 1 - 3 tahun

Jadwal Imunisasi Bayi IDAI 2020. Jangan ...

Pastikan agar imunisasi buah hati tidak terlewat. Simak jadwal imunisasi bayi yang dikeluarkan oleh...

7 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum ...

Agar proses imunisasi dasar si Kecil berjalan lancar, sebaiknya Bunda melakukan beberapa tips ampuh...

Bunda, Pahami Kunci Penting Perkembangan ...

Apa saja kunci penting yang perlu Bunda perhatikan guna mendukung perkembangan anak usia dini?...

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Catat! Ini Pentingnya Zat Besi ...

Kekurangan Zat Besi masih menjadi masalah bagi sebagian anak Indonesia. Kondisi ini bahkan memiliki...

Ini Nutrisi Pengganti Susu Sapi ...

Salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan si Kecil adalah Zat Besi, yang...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut