Latihan Makan Sendiri dengan Finger Food

Latihan Makan Sendiri dengan Finger Food

Latihan Makan Sendiri dengan Finger Food

Metode Finger Food Untuk Melatih Bayi Makan Sendiri 

Memberi makan bayi merupakan bagian keseharian orang tua. Namun, seiring pertambahan usianya, buah hati tentu ingin melakukan lebih banyak hal secara mandiri. Pada tahap ini, konsep makan sendiri dapat memengaruhi perkembangan motorik halus bayi. Itulah alasan yang mendorong banyak orang tua memberikan finger food ketimbang menyuapinya langsung.

Sebelum memutuskan memberi finger food kepada buah hati, bunda perlu mempelajari beberapa hal penting berikut ini.

1. Saat Tepat untuk Memberikan Finger Food

Sebetulnya tidak ada patokan usia yang tepat untuk kapan memperkenalkan finger food kepada bayi. Namun, Bunda bisa melihat dari kesiapan buah hati untuk diperkenalkan kepada finger food.

Menurut UNICEF, terdapat beberapa kondisi yang menandakan bayi sudah siap untuk diberikan finger food. Pertama ditandai dengan bayi sudah dapat duduk dengan posisi yang stabil. Selanjutnya, bayi dapat dikategorikan siap untuk finger food jika sudah dapat mengoordinasikan mata, tangan, dan mulut untuk dapat melihat makanan, mengambilnya, serta memasukkannya ke dalam mulut. Bayi juga bisa dikatakan diperkenalkan kepada finger food ketika sudah dapat menelan.

Selain itu, kemampuan bayi untuk menggenggam berperanan dalam kesiapannya untuk diperkenalkan kepada finger food. Buah hati harus sudah mampu memegang dan menahan benda-benda di antara jempol dan jari telunjuknya. Jika bayi memiliki keterampilan motorik halus untuk mengambil dan memegang makanan dengan jari-jari tangan, tandanya ia siap untuk makan sendiri. Sebelum mulai memberikan finger food, pastikan buah hati juga sudah bisa mengunyah ya, Bun.

Meski membiarkan buah hati makan sendiri, Bunda harus tetap menemani dan mengawasinya saat makan. Hal ini untuk memastikan buah hati menghabiskan makanannya dan ia tidak mengalami kesulitan, seperti tersedak.

2. Jenis Makanan untuk Finger Food

Jenis makanan yang paling direkomendasikan tentu yang dapat dengan mudah diambil bayi dan mudah dihaluskan di antara gusinya. Jenis makanan seperti ini membantu bayi mulai belajar makan sendiri.

Buah dan sayuran yang dipotong kecil-kecil adalah jenis makanan yang paling tepat sebagai finger food. Bunda bisa membuat wortel kukus yang dipotong panjang-panjang, misalnya. Pisang adalah jenis makanan lain yang bisa Bunda berikan sebagai finger food. Selain itu, Bunda juga bisa memberikan potongan ayam kecil.

Sesuaikan ukuran potongan dengan genggaman tangan buah hati dan kemampuan mengunyahnya. Ukuran terlalu besar mungkin akan terlalu keras untuk buah hati, sementara terlalu kecil dapat berisiko membuatnya tersedak.

Sebelum menyajikannya kepada buah hati, sebaiknya Bunda mencoba memakannya sendiri. Cek apakah makanan itu mudah lumer di mulut atau mudah hancur. Kalau mudah lumer, berarti makanan itu aman untuk buah hati.

3. Minimalkan Risiko Tersedak

Memberi finger food memang menyenangkan dan bermanfaat bagi perkembangan motorik halusnya. Namun, penting untuk menghindari makanan yang dapat memicu tersedak.

Sebaiknya bunda menghindari memberikan potongan sayuran atau buah yang teksturnya keras, buah kering, dan kacang. Buah berbentuk bulat kecil seperti anggur atau tomat ceri juga berisiko tertelan dan membuat buah hati tersedak. Potongan keju, dan daging juga sebaiknya tidak diberikan sebagai finger food karena teksturnya kurang cocok untuk bayi.

4. Jangan Memaksa Bayi

Walau melihat kesiapan buah hati untuk memakan finger food, hindari memaksanya menghabiskan makanan tertentu. Pada usia ini, buah hati umumnya sudah bisa mengenali berbagai rasa dan tekstur makanan. Karena itu, ia pun akan mulai memiliki preferensi makanan yang ia sukai atau kurang disukainya.  

Jadi bunda sebaiknya menawarkan berbagai jenis makanan satu per satu, dan biarkan buah hati mengeksplorasi makanan sesuai keinginannya. Beberapa bayi mungkin lebih sensitif terhadap tekstur dan menolak makanan kasar.

Bunda bisa menawarkan makanan yang teksturnya lebih lunak atau diiris tipis. Bunda juga bisa mencoba memberi dorongan agar buah hati mau mencoba makanan jika ia terlihat enggan, tapi tidak memaksa. Kadang buah hati membutuhkan 10 kali percobaan sebelum akhirnya siap menerima makanan barunya.

Buah hati yang sering melihat orang tuanya memakan menu sehat, akan berpotensi besar menyukai menu yang sama. Ini karena buah hati adalah peniru ulung. Biarkan bayi mendapatkan pengalamannya sendiri mencoba makanan baru atau tekstur rasa yang baru. Tertarik memberikan finger food bagi buah hati?

 

Dapatkan informasi lengkap tentang Resep MPASI lainnya disini: Resep Labu Kuning ala SGM: Untuk Kebutuhan Bubur MPASI

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 7 - 12 bulan

Mengolah Ikan untuk Menu Buah ...

Dalam mengolah resep ikan untuk anak, bukan saja harus jeli memilih jenis ikan yang baik, tetapi...

Nutrisi Penting dalam Ikan untuk ...

Ikan termasuk salah satu asupan hewani dengan kualitas baik, untuk mendukung pertumbuhan fisik,...

Cara Cerdas Tumbuhkan Kreativitas Buah ...

Kreativitas diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk terus menerus melakukan inovasi untuk...

Resep MPASI: Bubur Biskuit Alpukat

Alpukat adalah pilihan makanan solid pertama yang ideal untuk buah hati. Teksturnya lembut dan...

Resep MPASI: Kaldu Gurih & Pisang

Pisang adalah salah satu buah favorit untuk resep MPASI karena praktis dan rasanya manis. Bubur...

Tips MPASI: Praktis Membuat Kaldu ...

Kaldu alias sari tulang, daging, atau sayuran yang direbus sangat esensial sebagai bahan dalam...

Artikel Terpopuler

Tahapan Tumbuh Kembang Anak

Baca Selengkapnya 

Bun, Ini Penyebab Bayi ...

Baca Selengkapnya 

MPASI untuk Rangsang Pertumbuhan ...

Baca Selengkapnya 

Resep MPASI: Bubur Beras ...

Baca Selengkapnya 

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya