Facebook Pixel Code Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Dini

Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Dini

Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Dini

Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Dini

Semua orang tua pasti menginginkan anaknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Memahami milestone tumbuh kembang si Kecil sangat penting untuk memastikan si Kecil tumbuh dengan sehat, karena milestone tumbuh kembang si Kecil membantu memberikan indikasi awal bila si Kecil memiliki masalah kesehatan, baik fisik maupun mental. Salah satu milestone yang perlu jadi perhatian Bunda adalah tahapan pengembangan kognitif anak usia dini.

Perkembangan Kognitif Anak

Perkembangan kognitif sangat penting bagi tumbuh kembang anak, karena kemampuan kognitif merupakan fondasi dari kemampuan belajar si Kecil dalam jangka panjang. Kemampuan kognitif anak tak hanya mencakup kemampuan si Kecil untuk berpikir, belajar, memecahkan masalah, dan bereksplorasi, tapi juga berhubungan dengan perkembangan kemampuan bahasa dan sosial si Kecil.

Itulah sebabnya, memastikan kemampuan kognitif anak berkembang secara optimal sejak dini sangat penting bagi tumbuh kembang anak hingga dewasa.

Dilansir dari buku Introduction to Psychology oleh University of Minnesota, psikolog asal Swiss, Jean Piaget, memiliki teori bahwa anak-anak mengembangkan kemampuan kognitif secara bertahap dan dengan urutan tertentu. Seiring dengan pertambahan usianya, anak mengembangkan skema, yaitu pola pengetahuan dalam memori jangka panjang yang membantu anak-anak mengingat, mengatur, dan merespon informasi.

Ketika anak-anak mempelajari atau mengalami suatu hal baru, mereka mencoba menyesuaikan pengetahuan baru tersebut dengan skema yang sudah mereka pelajari sebelumnya. Dengan kata lain, pengembangan kognitif anak usia dini tidak hanya penting untuk perkembangan kemampuan kognitifnya saja, tapi juga perkembangan kemampuan lain seperti kemampuan visual, bahasa, dll.

Tahap Perkembangan Kognitif Anak

Perkembangan kemampuan kognitif si Kecil berjalan beriringan dengan pertambahan usianya, tapi perkembangan paling pesat terjadi pada 5 tahun pertama hidupnya. Tahapan perkembangan kemampuan kognitif anak sejak bayi hingga usia 5 tahun bisa Bunda simak berikut ini.

Usia 0-6 bulan

Walaupun baru lahir, si Kecil sudah bisa melihat benda yang berada di hadapannya dan menunjukkan reaksi terhadap suara yang dia dengar seperti mencari sumber suara atau menangis saat mendengar suara keras.

Saat mencapai usia 6 bulan, si Kecil tak hanya menunjukkan reaksi terhadap suara yang dia dengar, tapi juga berusaha untuk meraih atau mendekati sumber suara. Si Kecil juga bisa mengamati benda dan lingkungan di sekitarnya serta menggunakan tangan dan mulutnya untuk mengeksplorasi benda-benda di sekitarnya.

Usia 6-9 bulan

Pada usia 6 bulan, si Kecil sudah bisa menggenggam benda dengan baik, bahkan memindahkan benda dari tangan kanan ke tangan kiri, dan sebaliknya. Kemampuan ini terus berkembang hingga usia 9 bulan, ketika si Kecil bisa mengambil benda berukuran kecil menggunakan telunjuk dan jempolnya. Si Kecil bahkan sudah bisa membalik halaman buku, lho! Selain itu, pada usia 9 bulan, si Kecil juga sudah memahami permainan sederhana seperti ‘cilukba’.

Usia 9-12 bulan

Kemampuan kognitif si Kecil terus berkembang pada usia 12 bulan, termasuk kemampuan untuk memahami instruksi sederhana seperti ‘ambil mainan’. Si Kecil juga sudah memahami fungsi dan nama dari beberapa benda sederhana yang digunakan sehari-hari, seperti cangkir untuk minum, sisir untuk menyisir rambut, dll.

Usia 1-2 tahun

Pada usia ini, pemahaman si Kecil atas dirinya dan lingkungannya semakin berkembang. Si Kecil sudah bisa memahami nama anggota tubuhnya serta nama benda-benda sederhana di sekitarnya.

Selain itu, pada usia ini si Kecil juga mulai memahami konsep bentuk dan warna, menyusun menara dengan balok mainan, mencari benda-benda yang disembunyikan, serta memahami instruksi yang cukup kompleks, seperti ‘ambil mainan kamu dan simpan dalam kotak’.

Usia 3-4 tahun

Perkembangan kemampuan sosial si Kecil semakin terlihat pada usia ini. Pada usia 3 tahun, si Kecil akan bermain di samping temannya, tetapi dia belum bisa bermain bersama teman dan melakukan hal seperti bermain bergiliran atau berbagi mainan.

Namun, pada usia 4 tahun, si Kecil mulai bisa bermain bersama dan mulai memahami konsep bermain bergiliran, walaupun dia mungkin masih belum bisa berbagi mainan. Pada usia ini, si Kecil juga sudah mulai bisa menyelesaikan puzzle sederhana dan melakukan percakapan dengan 2-3 kalimat.

Usia 4-5 tahun

Pada usia 5 tahun, pemahaman si Kecil terhadap berbagai konsep dalam kehidupan sehari-hari semakin berkembang. Si Kecil sudah memahami konsep waktu, seperti besok pagi, kemarin, dll.

Selain itu, si Kecil juga bisa mengenali setidaknya 4 macam warna serta mengenali beberapa angka dan huruf. Perkembangan kognitif ini jelas semakin mempersiapkan si Kecil untuk menghadapi masa sekolah dan tantangan lain dalam kehidupannya.

Mendukung Perkembangan Kognitif si Kecil

Seperti yang disebutkan di atas, si Kecil membutuhkan stimulasi untuk mengembangkan kemampuan kognitifnya. Pada usia 0-5 tahun, stimulasi terbaik adalah melalui permainan, karena si Kecil akan berpikir, bereksperimen, belajar, dan memecahkan masalah saat bermain.

Selain stimulasi, asupan nutrisi yang cukup juga penting untuk pengembangan kognitif anak usia dini. Dilansir dari The Role of Nutrients in Child’s Brain Development pada Journal of Education and Human Development, nutrisi yang cukup memiliki peran penting dalam perkembangan otak.

Karena itulah, si Kecil yang tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup akan merasakan dampaknya pada kemampuan kognitifnya pada usia sekolah dan dewasa. Efek dari kekurangan nutrisi memiliki dampak jangka panjang bagi kehidupan si Kecil. Karena itu, lengkapi stimulasi yang tepat dengan asupan nutrisi yang cukup, terutama nutrisi untuk perkembangan otak seperti zat besi, zinc, iodine, vitamin D, dan nutrisi penting lainnya.

Dengan stimulasi dan asupan nutrisi terbaik, tumbuh kembang optimal si Kecil, termasuk perkembangan kemampuan kognitifnya, tentu bisa Bunda berikan untuk si Kecil.

 

Referensi:

Aspek Kognitif Pada Anak Usia 0-7 Tahun. (2021). Retrieved 3 February 2021, from http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/09/aspek_kognitif.pdf

Karakteristik Bayi-Balita dan Anak Pra-Sekolah. (2021). Retrieved 3 February 2021, from https://dinkes.jatimprov.go.id/userimage/dokumen/Karakteristik%20Bayi%20Balita%20dan%20Anak%20Pra%20Sekolah_rev%20(1).pdf

Perdana Publishing. (2021). Pengembangan Kognitif Anak Usia Dini (1st ed.). Medan.

Karavida, V., Tympa, E., & Charissi, A. (2019). The Role of Nutrients in Child’s Brain Development. JOURNAL OF EDUCATION AND HUMAN DEVELOPMENT, 8(2). doi: 10.15640/jehd.v8n2a18

Thinking and play: toddlers. (2021). Retrieved 20 January 2021, from https://raisingchildren.net.au/toddlers/play-learning/play-toddler-development/thinking-play-toddlers

 

publisher], [. (2021). 6.2 Infancy and Childhood: Exploring and Learning. Retrieved 29 January 2021, from https://open.lib.umn.edu/intropsyc/chapter/6-2-infancy-and-childhood-exploring-and-learning/

 

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 0 - 6 bulan

Perkembangan Bayi Usia 2 Bulan dan ...

Bunda, yuk pantau perkembangan bayi 2 bulan dan penuhi segala kebutuhannya berikut ini!

Zat Besi, Nutrisi Penting untuk ...

Bagi si Kecil yang masih berusia 0-6 bulan, ASI menjadi satu-satunya sumber nutrisi. Lalu,...

Cara Melatih Bayi Tengkurap untuk ...

Tummy time membawa berbagai manfaat untuk si Kecil jika dilakukan dengan benar. Nah, Bunda perlu...

Kapan Bayi Mulai Tumbuh Gigi?

Tumbuh gigi bayi (teething) adalah proses munculnya gigi susu di gusi si Kecil. Yuk Bun, persiapkan...

Panduan dalam Memilih Susu Formula ...

Apabila Ibu masih bingung dalam memilih susu formula yang bagus untuk bayi, sebaiknya berkonsultasi...

Atasi Buah Hati Rewel Dengan ...

Meski terkadang sulit dihindari, ada kalanya Bunda mesti menghadapi kondisi buah hati terus menerus...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan