Facebook Pixel Code Yuk, Kenali Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini

Yuk, Kenali Perkembangan Kemampuan Berbahasa si Kecil Usia 1 Tahun

Yuk, Kenali Perkembangan Kemampuan Berbahasa si Kecil Usia 1 Tahun

Yuk, Kenali Perkembangan Kemampuan Berbahasa si Kecil Usia 1 Tahun

Bunda tentu ingin si Kecil lancar berkomunikasi dan bahagia ketika ia lancar berbicara. Maka itu, penting untuk Bunda merangsang kemampuan berbahasa si Kecil sejak dini.

Tidak perlu khawatir untuk memulai dari mana, panduan berikut ini bisa menjadi acuan untuk melatih perkembangan kemampuan berbahasa anak!

Kemampuan Berbahasa si Kecil yang Berusia 1 Tahun

Untuk mulai melatih komunikasi si Kecil, hal pertama yang dilakukan adalah mengetahui terlebih dahulu bagaimana normalnya kapasitas dan kemampuan berbahasa anak di rentang usia tersebut. 

Encyclopedia of Children’s Health menjabarkan kemampuan berbahasa anak satu tahun adalah sebagai berikut:

Usia 12-18 bulan (1 tahun)

-Menghafal nama-nama orang terdekat

-Memahami arahan sederhana

-Tertawa dengan baik

-Bisa berkata “tidak” dan membuat gesturnya

-Mulai meminta bantuan dengan suara dan gestur

-Mampu mengucapkan kalimat dengan 2-3 kata

Selain itu, berdasarkan Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak dari Kementerian Kesehatan, memasuki usia 1 tahun, si Kecil biasanya sudah dapat mengulang atau menirukan bunyi yang didengar, bereaksi terhadap suara pelan atau bisikan, serta dapat menyebutkan 2 hingga 3 suku kata tanpa arti atau yang belum bisa sepenuhnya dipahami. 

Setelah usia 1 tahun hingga 18 bulan, si Kecil biasanya sudah bisa mulai memanggil Ayah dengan panggilan sederhana, contohnya dengan sebutan “Papa”, ataupun memanggil Ibu, dengan sebutan “Mama”. Tidak jarang juga, si Kecil di rentang usia ini, sudah mulai dapat menunjuk apa yang diinginkan dengan gestur sederhana, seperti menarik tangan ibu, tanpa menangis ataupun merengek. Pada usia ini, biasanya si Kecil sudah bisa memahami arti dari suatu kata dan sudah mampu menyebut 3-6 kata yang memiliki arti atau makna tertentu. 

Cara Melatih Komunikasi si Kecil

Melatih komunikasi si Kecil tidak bisa dilakukan secara instan, Bun. Dibutuhkan proses seiring dengan perkembangan bahasanya, serta pengulangandan kesabaran agar si Kecil semakin paham dan terampil berkomunikasi.

Dilansir dari laman Webmd, stimulasi yang bisa Bunda lakukan diantaranya sering tersenyum pada si Kecil dan memandangnya ketika dia tertawa atau membunyikan suara. Kemudian, Bunda juga bisa membuat percakapan dengan meniru suara-suara yang dikeluarkannya (misalnya papa dan mama), merespon perkataannya walaupun Bunda tak mengerti apa yang dikatakan, serta berkomunikasi dengan gestur atau gerakan badan.

Stimulasi lain yang juga bisa Bunda lakukan adalah membuat suara-suara dengan beberapa benda yang ada di rumah, seperti membuat suara menggunakan kaleng bekas, atau membuat kerincingan dengan bahan yang ada di rumah. 

Bunda bisa sekalian mengajak si Kecil untuk membuat benda-benda yang bisa mengeluarkan suara. Contohnya seperti dengan mengajaknya memukulkan sendok pada kaleng bekas, atau sekedar menggoyangkan kerincingan untuk menciptakan suara. 

Selain itu, Bunda juga bisa mulai mengajarkan si Kecil nama dari gambar-gambar yang ada dalam buku. Misalkan, menunjukkan gambar mobil, dan menyebutkan “mobil”, lalu ajak si Kecil mengulanginya. Bunda bisa melakukan aktivitas ini bersama si Kecil dan anggota keluarga lain, lho!

Jangan lupa juga ya, Bunda, untuk sering memberikan sentuhan seperti pelukan, gendongan, dan gestur yang menunjukkan rasa sayang lainnya pada si Kecil.

Nutrisi Penting

Tidak hanya berkomunikasi langsung dengan si Kecil, memberikan nutrisi yang baik dapat mendukung mengasah kemampuan berbahasa anak usia dini. Pasalnya, nutrisi dibutuhkan otak untuk memproses informasi dan menjalankan fungsi-fungsinya secara optimal.

Apa saja nutrisi yang dibutuhkan otak dan tubuh si Kecil? Bunda bisa menyajikan makanan atau kudapan selingan yang mengandung zat besi, omega 3 & 6, antioksidan, kolin, karbohidrat kompleks, protein, hingga beragam vitamin, karena nutrisi-nutrisi tersebut penting untuk perkembangan otak si Kecil. Misalnya, makanan yang bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan otak untuk si Kecil yang berusia di atas 1 tahun antara lain daging yang dihaluskan, puree buah dan sayur, sereal,  hingga bubur tahu. 

 Namun faktanya, berdasarkan RISKESDAS 2018, 1 dari 3 anak di Indonesia berpotensi terhambat tumbuh kembangnya karena kekurangan zat besi. Zat besi mendukung pertumbuhan jaringan sel, termasuk sel-sel otak. Sehingga, zat besi juga mendukung perkembangan otak si Kecil dan mendukung kemampuannya dalam belajar berkomunikasi sejak dini.

Makanan yang kaya zat besi relatif banyak tersedia dan mudah ditemukan, sehingga Bunda tidak perlu khawatir. Untuk si Kecil berusia 1 tahun ke atas, Bunda bisa menyajikan ikan dan daging yang diperhalus, puding tahu yang lembut, sereal, dan kreasi lainnya yang sesuai dengan usia si Kecil. Bunda juga bisa mendukung penyerapan zat besi dengan memberikan si Kecil makanan yang kaya akan vitamin C.

Untuk semakin mendukung pertumbuhan otak, berikan pula susu pertumbuhan yang telah difortifikasi dengan kombinasi zat besi dan vitamin C untuk meningkatkan penyerapan zat besi serta nutrisi penting lainnya agar membantu kecukupan asupan zat besi si Kecil. Untuk mengetahui apakah si Kecil memiliki potensi kekurangan zat besi, Bunda dapat melakukan pengecekan di sini 

 

Yuk, rutin berkomunikasi, memberikan kasih sayang, hingga menyajikan nutrisi terbaik agar Bunda semakin cepat dalam mengasah kemampuan berbahasa anak usia dini.     

Referensi

healthofchildren.com. Language Development: Baby, Stages, Meaning, Definition. Retrieved December 17, 2020, from:

http://www.healthofchildren.com/L/Language-Development.html

Webmd.com. Babies Talk: How Babies Communicate, Talking to Your Baby. Retrieved December 17, 2020, from:

https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-talk#1

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI.

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 2018. https://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_

519d41d8cd98f00/files/Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf 

Kementerian Kesehatan RI. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak, 2016.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Catat! Ini Pentingnya Zat Besi ...

Kekurangan Zat Besi masih menjadi masalah bagi sebagian anak Indonesia. Kondisi ini bahkan memiliki...

Ini Dia Alternatif Nutrisi Pengganti ...

Salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan si Kecil adalah Zat Besi, yang...

Tanggap Ciri Alergi Susu Sapi ...

Bunda perlu tanggap jika anak mengalami alergi, salah satunya dengan tahu ciri alergi susu sapi dan...

Apakah Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Bermanfaat ...

Kebutuhan nutrisi si Kecil selalu menjadi prioritas utama pada setiap orang tua. Orang tua tentu...

8 Nutrisi Ini Bisa untuk Bantu ...

Si Kecil yang memasuki usia 1-3 tahun akan mengalami masa pertumbuhan yang signifikan karena pada...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan