Facebook Pixel Code Ini Manfaat Kolin untuk Perkembangan Kognitif Buah Hati

Ini Manfaat Kolin untuk Perkembangan Kognitif Buah Hati

Ini Manfaat Kolin untuk Perkembangan Kognitif Buah Hati

Ini Manfaat Kolin untuk Perkembangan Kognitif Buah Hati

Menurut sebuah studi yang dilakukan Universitas Cornell, asupan kolin harus sesuai dengan kebutuhan nutrisi harian. Kolin sangat penting, terutama bagi ibu hamil agar memiliki bayi yang cerdas. Ini karena kolin bisa membantu perkembangan  kognitif bayi dengan lebih baik.

Sebenarnya, apa itu kolin dan apa pentingnya untuk tahapan perkembangan otak anak? Yuk, simak penjelasannya, Bun.

Apa itu Kolin?

Kolin merupakan zat yang sangat penting dalam perkembangan otak anak pada masa prenatal. Untuk mendapatkan kolin, ibu hamil dapat mengonsumsi protein dari kuning telur, daging merah tanpa lemak, ikan, dan unggas. Kolin juga terdapat dalam kacang-kacangan serta sayur-sayuran. Misalnya brokoli dan kembang kol.

Ibu hamil yang setiap hari mengonsumsi hampir 2 kali lipat jumlah kolin yang direkomendasikan selama trimester ketiga, dapat melahirkan bayi yang cerdas dan memiliki daya kognitif yang baik. Pendapat tersebut telah dibuktikan dalam publikasi penelitian para pakar dan ilmuwan The FASEB Journal. Penelitian ini diklaim sangat penting karena membuktikan pentingnya kolin dalam mendukung kecerdasan otak bayi.

Manfaat Kolin bagi Ibu Hamil

Kecerdasan otak bayi membutuhkan dukungan asupan kolin loh, Bun. Kolin telah lama diketahui dapat membantu dalam tahapan perkembangan otak anak dan mencegah cacat tabung saraf. Ibu hamil tentu sangat selektif dalam mengonsumsi nutrisi kehamilan. Mungkin Bunda adalah salah satunya. Telur, ikan, dan kacang almond memberikan banyak manfaat kesehatan.

Cornell University melakukan sebuah studi untuk mengetahui bagaimana kolin dapat memengaruhi perkembangan kognitif anak. Sebanyak 26 wanita dalam usia kehamilan trimester ketiga dibagi menjadi dua kelompok secara acak. Kelompok I terdiri atas 13 wanita diminta mengonsumsi kurang dari 450 mg kolin per hari. Sedangkan 13 wanita di kelompok II mengonsumsi sekitar 930 mg kolin per hari.

Ketika bayi mereka lahir, dilakukan sejumlah tes untuk mengevaluasi seberapa cepat respons bayi untuk memproses informasi di kisaran usia 4 bulan, 7 bulan, 10 bulan, dan 13 bulan. Tes dilakukan dengan mengukur waktu berapa lama setiap bayi melihat ke arah gambar pada layar komputer.

Bayi yang dilahirkan oleh para Bunda di kelompok II dapat memproses informasi secara signifikan dan lebih cepat. Bayi dari Bunda di kelompok 1 juga memiliki daya kognitif baik, tapi masih kurang jika dibandingkan bayi kelompok 2. Karena itu, sangat penting bagi ibu hamil untuk mengonsumsi kolin selama usia kehamilan trimester ketiga.

Penelitian lanjutan masih terus dilakukan untuk mengetahui seberapa besar rekomendasi jumlah kolin yang diperlukan, agar bayi mencapai potensi daya kognitif maksimal. Dengan ini, tentu kini Bunda semakin memahami peran penting kolin bagi perkembangan otak anak, kan?

Artikel Lainnya di Tahapan Bayi 7 - 12 bulan

Menu MPASI untuk Anak Usia 6 ...

Menginjak usia 6 bulan sudah waktunya anak diberikan menu MPASI oleh Bunda. Berikut contoh menu...

5 Tips Penting MPASI untuk Dukung ...

Bunda, masa pemberian MPASI adalah salah satu masa yang penting dalam tumbuh kembang si Kecil. Ia...

Nutrisi Penting dalam Menu MPASI ...

bayi yang berusia 6 bulan membutuhkan makanan pendamping ASI (MPASI) untuk membantu memenuhi...

Mengapa si Kecil Butuh MPASI ...

Saat berusia 6 bulan, si Kecil membutuhkan makanan padat selain ASI untuk membantu memenuhi...

MPASI Tepat untuk Bayi Usia 6...

Memasuki usia 6 bulan, kebutuhan energi dan nutrisi bayi semakin meningkat, sehingga ia membutuhkan...

Tips Menyiapkan Menu MPASI untuk ...

Bunda, yuk ketahui apa saja tips menyiapkan menu MPASI untuk Si Kecil berikut ini.


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan