Facebook Pixel Code Imunisasi Ibu Hamil. Amankah?

Imunisasi Ibu Hamil. Amankah?

Imunisasi Ibu Hamil. Amankah?

Imunisasi Ibu Hamil. Amankah?

Melakukan imunisasi di tengah kehamilan menjadi sebuah dilema bagi sebagian ibu. Pasalnya, masa kehamilan membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang ekstra, sedangkan imunisasi adalah sesuatu yang sangat bermanfaat dan, bahkan, dapat menyelamatkan jiwa.

Simak informasi seputar aman atau tidaknya imunisasi ibu hamil serta jenis vaksin apa yang boleh dan tidak boleh diberikan berikut ini!

Hubungan Imunisasi Ibu Hamil dan Janin dalam Kandungan

Pemberian vaksin pada umumnya cenderung aman dan, bahkan, menjadi sebuah rekomendasi yang harus dilakukan oleh para Bunda. Tapi, buat apa, ya?

Tentu saja tujuannya adalah untuk menjaga kesehatan buah hati dan juga Bunda sendiri. Perlu disadari, ketika Bunda menerima vaksin, antibodi akan menghadirkan respons. Perlindungan tidak hanya untuk Bunda, tapi juga janin. Pasalnya, vaksin yang masuk ke tubuh para ibu hamil akan melewati plasenta dan turut membentuk antibodi si Kecil.

Lalu, apa saja vaksin yang boleh diberikan di masa-masa kehamilan?

Jenis Imunisasi yang Aman untuk Ibu Hamil

Bila sedang hamil, Bunda mungkin khawatir akan pengaruhnya pada proses kehamilan. Tapi, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, imunisasi ibu hamil cenderung aman.

Namun, pastikan untuk tetap memperhatikan vaksin-vaksin yang aman diberikan. Pasalnya, memang ada beberapa jenis imunisasi yang sebaiknya tidak diberikan.

Langsung saja simak daftar vaksin yang direkomendasikan tersebut, yuk!

  • Vaksin Influenza

  • Vaksin COVID-19

  • Tetanus, Difteri, dan Pertusis (TD)

Namun, selain beberapa jenis vaksin di atas, rupanya ada juga vaksin yang boleh diberikan dalam keadaan tertentu, misalnya ketika terdapat risiko kesehatan yang lebih tinggi pada individu (misalnya jika Bunda merupakan tenaga kesehatan atau Bunda sedang tinggal dengan orang-orang yang memiliki masalah kesehatan tertentu yang kronis).

Beberapa contohnya, antara lain:

  • Hepatitis A

  • Hepatitis B

  • Hib

Jenis Imunisasi yang Sebaiknya Tidak Diberikan kepada Ibu Hamil

Setelah mengetahui jenis-jenis imunisasi ibu hamil yang aman diberikan, kini Bunda harus mengetahui daftar imunisasi yang jarang sekali direkomendasikan atau, bahkan, tidak diberikan. Himbauan ini umumnya muncul karena adanya pertimbangan seputar jenis vaksin (umumnya meliputi virus yang masih hidup).

Perlu diketahui, virus yang masih hidup terkadang akan lebih berisiko membuat si Kecil terinfeksi penyakitnya dan membahayakan dia. Padahal, tujuan utama vaksin adalah untuk membangun antibodi, sehingga dapat meringankan atau bahkan membuat tubuh kebal dari suatu penyakit.

Berikut adalah beberapa jenis vaksin yang umumnya tidak disarankan!

  • HPV (human papillomavirus)

  • MMR (measles, mumps, and rubella)

  • Varicella (cacar air)

  • Herpes zoster

Jadi, ketika Bunda sedang hamil dan akan melakukan vaksinasi, segera beritahu tenaga ahli agar mereka dapat mengetahui mana imunisasi ibu hamil yang dapat dilakukan dan mana yang tidak. Selanjutnya, jangan lupa untuk menjaga kesehatan Bunda demi memperlancar proses imunisasi dan juga kehamilan.

Penuhi nutrisi harian Bunda dengan makanan dan minuman yang bernutrisi lengkap serta seimbang. Bahkan, bila perlu, Bunda pun bisa mengonsumsi SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi sebagai asupan nutrisi tambahan.

Perlu diketahui, produk SGM Bunda Pro-gress Maxx ini dirancang khusus bagi para ibu yang tengah mengandung atau menyusui. Makanya, setiap kandungan di dalamnya pun diharapkan dapat bermanfaat bagi Bunda dan buah hati. Adapun kandungan-kandungan tersebut, yakni Minyak Ikan, Tinggi Kalsium dan Vitamin D, dan Tinggi Asam Folat. Selain itu, terdapat juga berbagai macam vitamin dan mineral lainnya yang tentunya berguna untuk menjaga kesehatan Bunda secara keseluruhan.

Selain itu, SGM Bunda Pro-gress Maxx dengan Tinggi Zat Besi juga enak dikonsumsi, loh! Pasalnya, terdapat dua varian rasa, yakni cokelat dan stroberi yang lezat. Produk SGM ini tersedia dalam ukuran 150 gram dan juga 300 gram serta bisa Bunda beli di toko-toko terdekat.

Perlu dipahami juga bahwa untuk menjaga nutrisi di masa kehamilan adalah hal yang sangat penting. Dengan begitu, Bunda turut mendukung perkembangan si Kecil semenjak dia berada di kandungan. Nantinya, dia dapat tumbuh lebih sehat serta mampu meraih Potensi Prestasinya:  mampu berpikir cepat, tumbuh tinggi, tangguh, aktif bersosialisasi, dan percaya diri.

Selamat menjalani kehamilan dan semoga sehat selalu, ya, Bund!

Sumber:

https://www.cdc.gov/vaccinesafety/concerns/vaccines-during-pregnancy.html#Not

https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/vaccinations/

https://www.immunize.org/catg.d/p4040.pdf

https://www.cdc.gov/vaccines/pregnancy/hcp-toolkit/guidelines.html

Artikel Lainnya di Tahapan Kehamilan & Menyusui Trimester 1

Vaksin untuk Ibu Hamil? Cek ...

Vaksin saat hamil di tengah pandemi adalah hal yang bisa (bahkan perlu) untuk para ibu lakukan....

6 Jenis Imunisasi Ibu Saat Hamil ...

Imunisasi adalah hal yang wajib untuk dilakukan, termasuk bagi para ibu yang sedang hamil. Simak...

Bolehkah Ibu Menyusui Divaksin? Cek ...

Banyak yang mempertanyakan bolehkah ibu menyusui divaksin? Simak jawaban lengkapnya di sini!

5 Rekomendasi Makanan Sehat untuk Ibu ...

Ingin menambah asupan zat besi untuk ibu hamil? Berikut rekomendasi makanan penambah zat besi...

Begini Cara Memilih Susu yang ...

Memilih susu yang baik untuk ibu hamil tidak boleh sembarangan. Berikut cara-cara yang harus Bunda...

Perhatikan Kandungan Nutrisi Berikut Saat ...

Sedang mencari susu hamil untuk melengkapi nutrisi Bunda dan janin? Simak dulu kandungan nutrisi...


Artikel Terpopuler

Hindari Makanan & Minuman ini ...

Baca Selengkapnya >

Pergerakan Janin Trimester Kedua ...

Baca Selengkapnya >

5 Cara Menyusui yang Benar ...

Baca Selengkapnya >

Perkembangan Janin Kehamilan Trimester 1

Baca Selengkapnya >

Optimalkan Periode Emas

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut