Facebook Pixel Code Jadwal Imunisasi Bayi IDAI Terbaru, Bunda Wajib Ingat, Ya!

Jadwal Imunisasi Bayi IDAI Terbaru, Bunda Wajib Ingat, Ya!

Jadwal Imunisasi Bayi IDAI Terbaru, Bunda Wajib Ingat, Ya!

Jadwal Imunisasi Bayi IDAI Terbaru, Bunda Wajib Ingat, Ya!

Bunda, sudah tahu jadwal imunisasi anak terbaru di 2022 ini? Kalau belum, jangan terlalu khawatir, ya! Jenis-jenis imunisasi untuk bayi dan anak-anak memang sangat banyak. Waktu pemberiannya juga berbeda-beda sehingga mungkin ada 1-2 yang terlupa.

Namun, hal ini tidak lantas menjadikan Bunda sebagai orang tua yang lalai atau pelupa, kok!

Nah agar tidak lupa lagi, yuk Bunda simak artikel berikut ini untuk mengetahui jadwal imunisasi selengkapnya. 

Jadwal Imunisasi Bayi dan Anak Terbaru Rekomendasi IDAI 

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sudah memperbarui jadwal imunisasi pada 2020 lalu. Ini bertujuan agar Bunda mengetahui waktu imunisasi yang tepat sesuai usia Si Kecil. 

Namun sebelum membaca lebih lanjut, Bunda perlu tahu dulu bahwa tabel di bawah ini hanya meliputi jadwal imunisasi wajib untuk anak baru lahir hingga 24 bulan. 

Berikut adalah jadwal vaksin IDAI terbaru untuk bayi dan anak usia 2 tahun:

Menyesuaikan dengan jadwal yang sebelumnya, jadwal vaksin IDAI terbaru di tahun 2022 ini juga mencantumkan warna berbeda untuk tiap jenis imunisasi yang diberikan, nih, Bun. 

Berikut penjelasannya:

  • Kotak berwarna biru menandakan imunisasi wajib atau primer, yakni jenis imunisasi yang diberikan sesuai usia yang dianjurkan. 

  • Kotak berwarna kuning menandakan imunisasi kejar (catch up immunization), yaitu jenis imunisasi yang diberikan di luar waktu yang direkomendasikan. Tujuannya adalah untuk mengejar pemberian vaksin yang mungkin terlewatkan oleh Bunda. Tapi, perlu diketahui bahwa untuk catch up imunisasi ini, Bunda dan Si Kecil hanya diberikan jangka waktu terbatas. 

  • Kotak berwarna merah muda (pink) menandakan imunisasi penguat atau booster. Kalau belum familiar, imunisasi booster adalah vaksin yang diberikan di luar yang primer dengan tujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Umumnya, imunisasi booster (atau juga disebut sebagai imunisasi ulangan) akan diberikan ketika kekebalan tubuh si Kecil menurun.

  • Kotak berwarna oranye menandakan imunisasi yang direkomendasikan untuk daerah endemis. Contohnya, imunisasi JE (Japanese encephalitis) perlu diberikan bagi orang yang akan tinggal di daerah endemis, seperti Jepang, Indonesia, Korea, Tiongkok, dan Thailand. Nah, imunisasi JE merupakan imunisasi jenis daerah endemis.

Untuk membaca bagian kolom usia, bayi usia kurang dari dua tahun hitungannya dalam bulan. Sementara itu, anak usia lebih dari dua tahun hitungannya dalam tahun.

Baca Juga: Manfaat Imunisasi untuk Bayi dan Anak

Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi 0-11 Bulan

Imunisasi wajib adalah program imunisasi bayi yang disediakan oleh pemerintah untuk dipenuhi sebelum buah hati Ibu mencapai usia 1 tahun.

Untuk lebih lengkapnya, berikut jadwal imunisasi bayi sesuai usianya mulai dari 0 - 11 bulan tahun. 

1. Hepatitis B (HB)

Jika melihat dari tabel jadwal imunisasi IDAI terbaru 2020, anak akan mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB) pertama, yaitu monovalen yang sebaiknya diberikan kepada bayi segera setelah lahir sebelum berusia 24 jam. Adapun dosis selanjutnya diberikan pada usia 2 bulan, 3 bulan, dan 4 bulan. 

Mengutip dari Sari Pediatri, bayi-bayi yang tidak mendapat vaksin HB pada waktu lahir berisiko terinfeksi 3.5 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang mendapat imunisasi waktu lahir. 

2. Polio

Polio adalah penyakit menular karena infeksi virus yang menyerang sistem saraf di otak dan saraf tulang belakang. 

Pada kasus yang parah, penyakit ini bisa menyebabkan sesak napas, kelumpuhan, hingga kematian. Nah, imunisasi polio ini bertujuan untuk mencegah anak tertular infeksi virus polio.

Pembagian vaksin bisa secara Oral Poliovirus Vaccine (OPV) dan suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV).

Bayi akan mendapatkan imunisasi polio tipe OPV ketika ia baru lahir sampai usia 1 bulan. Kemudian, ada pengulangan setiap bulan pada usia 2, 3, dan 4 bulan. OPV minimal diberikan 2 kali sebelum berumur 1 tahun.

3. BCG

Imunisasi BCG adalah jenis imunisasi untuk melindungi tubuh anak Bunda dari kuman penyebab penyakit tuberkulosis (TBC). 

TBC merupakan penyakit menular berbahaya yang menyerang paru-paru dan terkadang bagian lain dari tubuh, seperti otak, tulang, sendi, dan ginjal.

Menurut rekomendasi IDAI 2020, imunisasi BCG sebaiknya diberikan segera setelah bayi lahir atau sesegera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan.

4. DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) dan Hib (Haemophilus influenzae tipe B)

Imunisasi DPT dilakukan untuk mencegah tiga penyakit sekaligus dalam satu suntikan, yaitu difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. 

Jadwal imunisasi DPT diberikan bersamaan dengan imunisasi Hib sebanyak 3 kali dan. Pertama kali diberikan pada bayi usia 6 minggu, kemudian diberikan berturut-turut pada bayi usia 2, 3, dan 4 bulan atau usia 2, 4, dan 6 bulan.

Booster pertama diberikan pada umur 18 bulan. Booster berikutnya diberikan pada umur 5 - 7 tahun atau pada program BIAS kelas 1.

5. Campak, Mumps, dan Rubella (MR)

Imunisasi campak, penyakit gondok (mumps), dan rubella (MR) diberikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit campak dan rubella yang mudah menular.

Nah, menurut jadwal imunisasi IDAI terbaru, anak usia 9 bulan sudah bisa menerima vaksin MMR. Lalu, saat anak usia 18 bulan dan menginjak 5 tahun, akan menerima kembali imunisasi MMR ulang (booster).

6. Pneumokokus (PCV)

Pneumokokus (PCV) adalah jenis imunisasi yang bertujuan untuk mencegah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini, di antaranya radang paru (pneumonia), radang selaput otak (meningitis), dan infeksi darah (bakteremia). Penyakit pneumokokus merupakan penyebab kematian yang paling tinggi pada anak balita. 

Penyakit yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dapat menyerang siapa saja dengan angka tertinggi menyerang anak usia kurang dari 5 tahun dan usia di atas 50 tahun. 

Jadwal imunisasi PCV diberikan sejak anak Bunda berusia 2 bulan dan diberikan 3 kali dengan interval 4 - 8 minggu (usia bayi 2, 4, 6 bulan).

Sebaiknya, pemberian imunisasi pada Si Kecil ketika kondisi bayi dalam keadaan sehat dan tidak sedang batuk, pilek, atau demam, ya, Bun. 

7. Rotavirus 

Imunisasi rotavirus bertujuan untuk mencegah diare akibat rotavirus. Rotavirus bisa menyebabkan diare sampai membuat tubuh anak dehidrasi akibat kekurangan cairan.

Sesuai jadwal imunisasi IDAI, vaksin rotavirus monovalen diberikan 2 dosis, y.aitu pada usia 2 bulan dan 4 bulan dosis pertama mulai usia 6 - 12 minggu, dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu, dan dosis kedua diberikan paling lambat 24 minggu atau 6 bulan.

Sementara itu, jadwal vaksin rotavirus pentavalen diberikan dalam 3 dosis. Dosis pertama diberikan pada usia 6 - 12 minggu. Dosis kedua dan ketiga diberikan dengan interval 4 - 10 minggu. Dosis ketiga paling lambat diberikan pada usia 32 minggu atau 8 bulan. 

Baca Juga: Tips Mengatasi Anak Demam Setelah Imunisasi

Supaya tidak terlewat atau terlupa, Bunda bisa dapatkan jadwal imunisasi anak terbaru dari IDAI melalui Pengingat Jadwal Imunisasi. Dengan mendaftarkan diri, Bunda bisa mendapatkan pengingat jadwal imunisasi anak langsung ke nomor ponsel Bunda melalui Whatsapp.

Di tools ini Bunda juga bisa mencatat dan memantau riwayat imunisasi anak, mana yang sudah dan mana yang belum, lho!

Jadwal Imunisasi Anak Tambahan

Selain imunisasi wajib yang telah dijelaskan sebelumnya, IDAI juga menganjurkan agar Ayah dan Bunda mendapatkan jenis imunisasi lain selain yang sudah disebutkan di atas. Berikut adalah rinciannya.

1. Varisela

Vaksin varisela adalah jenis vaksin yang digunakan untuk mencegah infeksi virus penyebab penyakit cacar air. 

Menurut panduan jadwal imunisasi IDAI terbaru, imunisasi varisela diberikan sejak anak usia 12 - 18 bulan. 

Pada usia 1 – 12 tahun diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Lalu, pada usia 13 tahun atau lebih diberikan 2 dosis dengan interval 4 - 6 minggu.

2. Japanese Ensefalitis

Vaksin Japanese Ensefalitis (JE) digunakan untuk mencegah infeksi virus Japanese Encephalitis penyebab penyakit radang otak. Umumnya, jenis vaksin ini diberikan pada daerah endemis atau turis yang akan bepergian ke daerah tersebut.

Area endemis JE di Indonesia antara lain adalah Bali, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Yogyakarta, Jawa Barat, dan Jakarta.

Di panduan jadwal imunisasi IDAI, jenis vaksin ini diberikan mulai umur 9 bulan di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1 - 2 tahun kemudian.

3. Hepatitis A

Imunisasi hepatitis A diberikan untuk mencegah infeksi virus hepatitis A yang dapat menyebar melalui makanan dan minuman yang terinfeksi. Pemberian imunisasi diberikan kepada anak mulai usia 1 tahun. Anak akan menerima imunisasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan interval atau jeda 6 - 12 bulan setelah suntikan pertama. 

4. Tifoid

Pemberian imunisasi tifoid bertujuan untuk mencegah infeksi bakteri penyebab penyakit tipes, yang dapat menyebar melalui makanan atau minuman yang terinfeksi. Jenis imunisasi ini diberikan pada anak usia 2 tahun yang diulang setiap 3 tahun sekali. 

5. Influenza

Imunisasi influenza diberikan mulai bayi berusia 6 bulan yang diulang setiap tahun. Pada usia 6 bulan - 8 tahun imunisasi pertama, diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Sementara itu, usia di atas 9 tahun akan mendapat imunisasi pertama sebanyak 1 dosis.

6. Human Papillomavirus (HPV)

Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang bertujuan untuk mencegah penyakit oleh virus dengan nama yang sama. 

Virus tersebut dapat menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa, yang salah satunya terletak pada area kelamin, dan dapat menyebabkan keganasan atau kanker.

Pada area kelamin, kanker bisa terjadi pada leher rahim, vulva, vagina, dan penis. Sementara itu untuk area nonkelamin, kanker bisa terjadi pada area mulut dan saluran pernapasan atas.

Vaksin HPV dapat diberikan pada anak perempuan usia 9 -14 tahun sebanyak 2 kali dengan jarak 6 -15 bulan.

Sayangnya, IDAI mengungkapkan bahwa vaksin HPV belum tersedia di Puskesmas karena belum termasuk program imunisasi nasional. Meski demikian, Ibu bisa menemukannya di sejumlah klinik atau rumah sakit terdekat. 

Terkadang, vaksin HPV mungkin diberikan secara gratis pada anak perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar di beberapa sekolah tertentu. 

7. Dengue

Tahukah, Ibu? Indonesia merupakan negara kedua di dunia dengan jumlah kasus demam berdarah tertinggi. 

Infeksi virus dengue sendiri bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Oleh karena itu, vaksin dengue diberikan untuk mencegah atau mengurangi risiko anak terkena infeksi penyakit yang berat. 

Lantas, kapan sebaiknya vaksin dengue diberikan? Menurut IDAI, vaksin dengue paling baik diberikan pada anak usia 9 - 16 tahun. 

Ini karena bila anak Bunda diberikan vaksin dengue di usia kurang dari 9 tahun justru akan meningkatkan risiko terkena infeksi dengue. Khususnya, pada anak dengan kelompok usia 2 - 5 tahun.

Vaksin dengue juga sebaiknya diberikan walaupun anak Bunda sudah pernah terinfeksi demam berdarah. Kenapa? Sebab, saat anak terinfeksi dengue, hampir tidak mungkin Si Kecil akan terinfeksi 4 jenis serotipe sekaligus. 

Biasanya anak hanya terkena satu serotipe virus saja pada satu kali infeksi. Dengan pemberian vaksin dengue yang mengandung 4 serotipe, anak yang sudah terinfeksi akan tetap membentuk kekebalan terhadap serotipe lain yang belum menginfeksi si Kecil.

Sama seperti vaksin HPV, vaksin dengue belum termasuk program nasional. Ibu bisa menemukannya di sejumlah klinik dan rumah sakit terdekat. 

Baca Juga: Mengapa Urutan Imunisasi Harus Benar?

Nah, itu dia Bunda penjelasan seputar jadwal imunisasi bayi dan anak. Kesimpulannya, imunisasi adalah sesuatu yang wajib dilakukan demi membangun antibodi atau kekebalan si Kecil agar ia dapat tumbuh besar menjadi Anak Generasi Maju.

Di Mana Bisa Dapatkan Imunisasi Anak?

Bunda bisa membawa Si Kecil ke pusat pelayanan kesehatan, seperti posyandu, puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit untuk mendapatkan imunisasi sesuai jadwal yang tepat.

Untuk jenis imunisasi primer atau wajib, Bunda bisa memperolehnya secara gratis di puskesmas atau posyandu. Sementara itu, imunisasi anak tambahan bisa didapat di klinik atau rumah sakit terdekat.

Agar mencapai efek perlindungan optimal, semua jenis imunisasi, baik yang wajib dan tambahan, sebaiknya didapat sesuai dengan jadwal yang direkomendasikan. 

Tapi, bila Si Kecil mengalami ketertinggalan satu atau lebih dosis vaksin dari yang seharusnya diberikan, pelaksanaanya bisa bersamaan dengan jadwal imunisasi rutin atau pada kegiatan imunisasi khusus.

Selanjutnya, pastikan kesehatan si Kecil terus terjaga dengan pemberian nutrisi lengkap dan seimbang lewat makanan bergizi, ya, Bun!

Sumber:

  1. IDAI | Jadwal Imunisasi IDAI 2020: https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020
     
  2. Apa Istilah Catch Up Imunisasi? Yuk Cari Tahu, Moms! | Orami: https://www.orami.co.id/magazine/catch-up-imunisasi/
     
  3. SKATA: https://skata.info/article/detail/727/mengenal-imunisasi-dasar-lanjutan-dan-ulangan-booster-untuk-anak
     
  4. Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?: https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/imunisasi/vaksin-japanese-encephalitis/
     
  5. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-i
     
  6. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/tentang-idai/pernyataan-idai/jadwal-imunisasi-idai-2020. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  7. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-dengue. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  8. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-tentang-vaksin-hpv. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  9. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-polio. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  10. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/sekilas-vaksin-pneumokokus. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  11. Sari Pediatri. https://saripediatri.org/index.php/sari-pediatri/article/view/1900. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  12. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://promkes.kemkes.go.id/?p=5422. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20220411/5839627/imunisasi-kejar-lengkapi-imunisasi-dasar-anak-yang-tertunda/. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  14. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polio/symptoms-causes/syc-20376512. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  15. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/japanese-encephalitis-virus-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20072758. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  16. Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements/hepatitis-a-vaccine-intramuscular-route/description/drg-20067499. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  17. Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/immunizations/Pages/Rotavirus-Vaccine-What-You-Need-to-Know.aspx. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  18. Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/vaccines/hcp/vis/vis-statements/typhoid.html. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  19. KidsHealth. https://kidshealth.org/en/parents/hepa-vaccine.html. Diakses pada 12 Agustus 2022.
     
  20. NHS. https://www.nhs.uk/conditions/vaccinations/bcg-tuberculosis-tb-vaccine/. Diakses apda 12 Agustus 2022
     
  21. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022, Apr 23). Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV. https://www.kemkes.go.id/article/view/22042400001/kemenkes-tambah-3-jenis-vaksin-imunisasi-rutin-salah-satunya-hpv.html. Diakses pada 18 Agustus 2022.
     
  22. Prasetyo D. (2018, Apr 30). Mengenal Japanese Encephalitis. Ikatan Dokter Anak Indonesia. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/japanese-encephalitis
     

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Resep Menu Makanan untuk Anak 1 ...

Anak susah makan tentu menjadi tantangan terbesar bagi Bunda. Untuk mengatasinya, coba resep menu...

Daftar Kebutuhan Gizi Balita Usia 1...

Memenuhi kebutuhan gizi balita sangat penting untuk tumbuh kembangnya, Bun. Yuk, ketahui panduan...

Ketahui Tinggi Badan Anak yang ...

Tinggi badan setiap anak pasti berbeda-beda karena tergantung pada usia, berat, dan faktor genetik....

7 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan ...

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain nutrisi dari makanan,...

Anak Tantrum? Ini Penyebab dan ...

Anak tantrum biasanya karena ingin meluapkan emosi atau amarah tapi tidak bisa mengungkapkannya...

5 Perkembangan Motorik Anak 1-3 Tahun ...

Si Kecil akan menunjukkan berbagai macam perkembangan motorik yang perlu Bunda perhatikan dan...


Artikel Terpopuler

Tips Menyiapkan MPASI untuk ...

Baca Selengkapnya >

Atasi Buah Hati Rewel ...

Baca Selengkapnya >

Seperti Apa Perkembangan Bayi ...

Baca Selengkapnya >

Bagaimana Tumbuh Kembang Anak 0...

Baca Selengkapnya >

MPASI yang Tepat untuk ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut