Facebook Pixel Code Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun yang Wajib Dipenuhi

Daftar Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun yang Wajib Dipenuhi

Daftar Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun yang Wajib Dipenuhi

Daftar Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-5 Tahun yang Wajib Dipenuhi

Gizi memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang anak balita. Jika kebutuhan gizi balita tidak terpenuhi dengan baik, hal ini akan dapat membuat pertumbuhan dan perkembangannya terganggu dan dampaknya mungkin akan terlihat hingga ia dewasa. 

Sesuai namanya, masa balita dimulai sejak Si Kecil berusia 1 tahun sampai di usia 5 tahun. Tapi pertanyaannya, sudah tahukah Bunda berapa kebutuhan gizi balita yang tepat dan seimbang?

Yuk, cari tahu informasi pentingnya dalam artikel berikut ini!

Berapa Kebutuhan Gizi Balita yang Harus Dipenuhi?

Usia balita adalah masa periode emas yang sangat penting dan tidak boleh sampai terlewatkan. Sebab pada rentang usia ini tumbuh kembang anak balita tentu sudah semakin pesat dari segala sisi.

Tidak hanya kemampuan motorik dan sosial emosionalnya yang makin bertambah, tapi juga kemampuan otaknya. Bayangkan saja, karena sekitar 80% perkembangan kognitif anak terjadi paling optimal pada 3 tahun pertama kehidupannya. Menariknya lagi, 90% pertumbuhan otak anak masih akan terus berlangsung hingga si Kecil berusia lima tahun, lho!

Itu kenapa sangat penting bagi orang tua untuk memahami pentingnya peran nutrisi di 5 tahun pertama usia anak-anak. Nutrisi akan menjadi pondasi untuk pengembangan keterampilan kognitif, motorik, dan sosio-emosional sepanjang masa kanak-kanak dan dewasa nanti.

Sebaliknya, kekurangan gizi pada anak balita diketahui bisa memengaruhi kesiapannya bersekolah nanti. Sebab, penelitian dari jurnal Nutrition Reviews tahun 2014 bahkan melaporkan, kekurangan gizi pada anak usia dini cenderung berisiko mempengaruhi proses berpikir, perilaku, dan produktivitas anak di usia sekolah.

Oleh karena itu, Bunda juga perlu memperhatikan asupan dan kebutuhan gizi balita agar bisa terpenuhi dengan baik. 

Nah, berikut adalah kebutuhan gizi balita sesuai dengan pembagian usianya menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dikeluarkan oleh Permenkes Nomor 28 Tahun 2019,

1. Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-3 Tahun

Adapun kebutuhan gizi seimbang pada balita usia satu sampai tiga tahun meliputi:

  • Energi: 1350 kkal

  • Protein: 20 gr

  • Lemak: 45 gr

  • Karbohidrat: 215 gr

  • Serat: 19 gr

  • Air: 1150 ml

Kemudian, angka kecukupan vitamin yang dianjurkan untuk balita usia satu sampai tiga tahun, yakni sebagai berikut:

  • Vitamin A: 400 RE

  • Vitamin D: 15 mikrogram (mcg)

  • Vitamin E: 6 mcg

  • Vitamin K: 15 mcg

  • Vitamin B1: 0,5 mg

  • Vitamin B2: 0,5 mg

  • Vitamin B3: 6 mg

  • Vitamin B5: 2 mg

  • Vitamin B6: 0,5 mg

  • Folat: 160 mcg

  • Vitamin B12: 1,5 mcg

  • Kolin: 200 mg

  • Vitamin C: 40 mg

Sementara itu, anjuran mineral yang perlu dikonsumsi Si Kecil berusia satu sampai tiga tahun adalah sebagai berikut:

  • Kalsium: 650 mg

  • Fosfor: 460 mg

  • Magnesium: 65 mg

  • Besi: 7 mg

  • Natrium: 800 mg

  • Iodium: 90 mcg

  • Zinc: 3 mg

  • Selenium: 18 mcg

  • Mangan: 1.2 mg

2. Kebutuhan Gizi Balita Usia 4-5 Tahun

Berikut adalah kebutuhan asupan gizi balita usia empat sampai lima tahun. 

  • Energi: 1400 kkal

  • Protein: 25 gr

  • Lemak: 50 gr

  • Karbohidrat: 220 gr

  • Serat: 20 gr

  • Air: 1450 ml

Selanjutnya, kebutuhan asupan vitamin yang perlu dipenuhi balita usia empat sampai lima tahun adalah sebagai berikut: 

  • Vitamin A: 450 RE

  • Vitamin D: 15 mcg

  • Vitamin E: 7 mcg

  • Vitamin K: 20 mcg

  • Vitamin B1: 0,6 mg

  • Vitamin B2: 0,6 mg

  • Vitamin B3: 8 mg

  • Vitamin B5: 3 mg

  • Vitamin B6: 0,6 mg

  • Folat: 200 mcg

  • Vitamin B12: 1,5 mcg

  • Biotin: 12 mcg

  • Kolin: 250 mg

  • Vitamin C: 45 mg

Sementara itu, ada pula takaran sejumlah mineral yang juga perlu dipenuhi balita usia empat sampai lima tahun, seperti:

  • Kalsium: 1000 mg

  • Fosfor: 500 mg

  • Magnesium: 95 mg

  • Besi: 10 mg

  • Natrium: 900 mg

  • Iodium: 120 mcg

  • Zinc: 5 mg

  • Selenium: 21 mcg

  • Mangan: 1.5 mg

Nah supaya tahu apakah kebutuhan gizi balita di rumah sudah tercukupi dengan baik atau belum, Bunda bisa gunakan Kalkulator Nutrisi untuk mengukur berapa kandungan nutrisi yang terkandung dalam satu porsi makanan si Kecil.

Baca Juga: Tahapan Perkembangan Balita yang Wajib Ibu Ketahui

Status Gizi Balita dan Faktor yang Memengaruhinya

Status gizi balita adalah salah satu indikator kesehatan balita. Status gizi penting untuk dipantau karena menjadi salah satu faktor penentu seorang anak terhadap risiko berbagai penyakit atau gangguan kesehatan yang terkait dengan gizi, seperti obesitas atau stunting.

Itu kenapa sebagai orang tua, Bunda perlu mengetahui seperti apa status gizi buah hati.

Mengutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, status gizi terbagi menjadi sebagai berikut. 

  1. Gizi lebih (overweight), termasuk kegemukan yang selanjutnya dapat berlanjut pada obesitas.

  2. Gizi baik (well nourished).

  3. Gizi kurang (underweight), masih tergolong ringan.

  4. Gizi buruk, termasuk marasmus dan kwashiorkor. 

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi status gizi, yakni: 

  • Langsung: nutrisi, jenis makanan yang dikonsumsi, dan penyakit infeksi.

  • Tidak langsung: sanitasi lingkungan, rendahnya ketahanan pangan tingkat rumah tangga, hingga sosial ekonomi, pengetahuan, dan pola asuh. 

Baca Juga: Pentingnya Nutrisi untuk Optimalkan Perkembangan Anak 3 Tahun ke Atas

Rekomendasi Menu Makanan untuk Balita

Memasuki usia balita, si Kecil sudah bisa menyantap menu makanan keluarga di rumah, Bun. Ia tidak perlu lagi tekstur makanan yang dihaluskan. 

Ini sebenarnya sangat memudahkan Bunda dalam menyajikan menu makanan karena cukup melakukan satu kali proses memasak. 

Pilihan makanan anak usia 1 tahun ke atas pun semakin bervariasi dan bisa mengikuti menu orang dewasa. Namun, Bunda tetap perlu berhati-hati dalam memilih agar tubuhnya mendapatkan nutrisi dan gizi seimbang demi tumbuh kembangnya. 

Untuk rekomendasi menu makanan untuk balita, Bunda perlu memastikan agar makanan yang dikonsumsi Si Kecil mengandung nutrisi sebagai berikut. 

1. Karbohidrat

Menu makanan Si Kecil harus mengandung karbohidrat yang berfungsi sebagai energi, nutrisi, dan serat yang baik untuk balita. 

Ada dua jenis karbohidrat yang terkandung di dalam makanan, Bun, yakni karbohidrat kompleks dan sederhana. 

Karbohidrat kompleks adalah jenis karbohidrat yang cenderung lebih sulit dicerna dan membuat Si Kecil lebih lama kenyang. Beberapa contoh makanan berkarbohidrat kompleks, yaitu roti, pasta, kentang, ubi, jagung, dan singkong. 

Sementara itu, karbohidrat sederhana atau yang biasa kita kenal dengan gula, bisa ditemukan pada gula putih, susu, buah-buahan, hingga permen. 

2. Buah-buahan dan Sayur-Sayuran

Memang sudah bukan rahasia lagi ya, Bun, kalau buah-buahan dan sayuran adalah makanan tinggi serat, vitamin, dan mineral. 

Bunda bisa mengenalkan berbagai macam buah-buahan dan sayuran sedini mungkin pada balita. Pastikan buah-buahan dan sayuran selalu menjadi bagian dari menu Si Kecil sehari-hari.

Tiap sayur dan buah-buahan mengandung vitamin dan mineral yang berbeda. Jadi, semakin bervariasi jenis makanan sayur dan buah yang balita konsumsi, semakin baik untuk pertumbuhannya. Bunda bisa menyajikan ragam potongan buah segar, serta sup sayur bening. 

3. Protein

Untuk memenuhi kebutuhan protein balita, Bunda bisa memenuhinya dari berbagai jenis makanan, seperti produk hewani dan nabati. 

Beberapa jenis makanan mengandung protein yang baik dikonsumsi balita, antara lain telur, daging ikan, daging ayam, daging merah, makanan laut, kacang-kacangan, sayuran, biji-bijian, tahu, dan tempe. 

4. Lemak

Untuk memenuhi kebutuhan gizi pada balita, Bunda jangan lupa menambahkan asupan lemak dalam menu makanan anak sehari-hari, ya. Namun, Bunda perlu memperhatikan apakah itu lemak sehat atau tidak. 

Lemak berfungsi sebagai energi, membuat tubuh tetap hangat, melindungi organ vital dalam tubuh, serta membantu menyerap sejumlah asupan vitamin. 

Menurut American Heart Association, anak balita usia 2-3 tahun sebaiknya mengonsumsi lemak total sekitar 30 sampai 35 persen dari kalorinya.

Asupan lemak bisa Bunda temukan dalam sejumlah produk hewani (daging dan susu) dan kacang-kacangan. 

5. Susu pertumbuhan

Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D yang utama bagi balita. Keduanya berfungsi untuk mendukung pertumbuhan tulang dan gigi.

Selain nutrisi dari makanan, Bunda bisa melengkapi kebutuhan gizi balita dengan memberikan susu pertumbuhan seperti SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx dua gelas per hari. 

Selain tinggi kalsium dan merupakan sumber vitamin D, SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx memiliki keunggulan penting karena menjadi satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung IronC, yaitu kombinasi unik antara Zat Besi dan Vitamin C dengan perbandingan 1:2 untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi penting hingga 2x lipat.

Kombinasi IronC juga berperan penting dalam proses daya pikir dan kemampuan belajar anak. Selain itu, kombinasi zat besi dan vitamin C (IronC) juga berperan penting dalam mendukung pertumbuhan fisik & daya tahan tubuh anak. 

SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx IronC dilengkapi dengan DHA, minyak Ikan, omega 3&6, tinggi protein, tinggi zinc, dan nutrisi penting lainnya untuk maksimalkan tumbuh kembang anak.

 juga sudah diperkaya dengan DHA, Omega 3&6, minyak ikan, kalsium, vitamin D, serta IronC (kombinasi unik zat besi dan vitamin C yang tidak hanya penting untuk tumbuh kembang anak, tapi juga kesiapannya bersekolah nanti.

Sebagai contoh, zinc dapat membantu meningkatkan kemampuan atensi (fokus dan perhatian), kapasitas memori, mendukung motivasi untuk belajar, dan energi untuk beraktivitas. Sementara itu, asupan zat besi dari susu pertumbuhan membantu fungsi kognitif anak berjalan optimal dengan mendukung cara pengambilan keputusan, penalaran, pembelajaran, dan kecerdasannya.

Ingin mencari inspirasi seputar pemenuhan gizi anak sehari-hari sebelum ia mulai masuk sekolah? Yuk, daftarkan diri Bunda di Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses ke banyak informasi parenting terbaru serta fitur-fitur menarik lainnya. Gratis!

Referensi: 

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20170216/0519737/status-gizi-balita-dan-interaksinya/. Diakses pada 1 September 2022. 
     
  2. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/toddler-food.html. Diakses pada 1 September 2022. 
     
  3. Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/myplate.html. Diakses pada 1 September 2022. 
     
  4. Kids Health. https://kidshealth.org/en/kids/carb.html. Diakses pada 1 September 2022. 
     
  5. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 Tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Masyarakat Indonesia. Diakses pada 1 September 2022. 
     
  6. American Heart Association. https://www.heart.org/en/healthy-living/healthy-eating/eat-smart/nutrition-basics/dietary-recommendations-for-healthy-children. Diakses pada 1 September 2022.
     

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Resep Menu Makanan untuk Anak 1 ...

Anak susah makan tentu menjadi tantangan terbesar bagi Bunda. Untuk mengatasinya, coba resep menu...

Ketahui Tinggi Badan Anak yang ...

Tinggi badan setiap anak pasti berbeda-beda karena tergantung pada usia, berat, dan faktor genetik....

7 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan ...

Ada banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain nutrisi dari makanan,...

Anak Tantrum? Ini Penyebab dan ...

Anak tantrum biasanya karena ingin meluapkan emosi atau amarah tapi tidak bisa mengungkapkannya...

5 Perkembangan Motorik Anak 1-3 Tahun ...

Si Kecil akan menunjukkan berbagai macam perkembangan motorik yang perlu Bunda perhatikan dan...

Cari Tahu 5 Manfaat Minum Susu ...

Mengonsumsi susu sangat penting bagi pertumbuhan dan kesehatan si Kecil, termasuk mereka yang...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut