Facebook Pixel Code Mengatasi Gangguan Sistem Pernapasan karena Alergi

Gangguan Pernapasan Karena Alergi

Gangguan Pernapasan Karena Alergi

Gangguan Pernapasan Karena Alergi

Gangguan Sistem Pernapasan

Gejala alergi pada saluran pernapasan cukup umum diderita anak. Bagaimana jika buah hati Bunda mengalami gangguan sistem pernapasan karena alergi?

Sebaiknya Bunda mengetahui apa yang menjadi penyebab timbulnya gejala alergi pada saluran pernapasan anak. Setelah itu, Bunda dapat menentukan cara mengatasi dan pencegahannya agar gejalanya tidak memburuk.

Gejala Alergi pada Saluran Pernapasan

Gangguan sistem pernapasan karena alergi ditandai dari beberapa gejala. Untuk mengetahui apakah buah hati Bunda mengidap alergi pada saluran pernapasan, coba cek gejala-gejalanya berikut ini:

  • Hidung berair

  • Hidung mampet/tersumbat

  • Hidung merah akibat sering digosok

  • Bersin-bersin

  • Batuk

  • Mata merah/berair

  • Kantung mata yang hitam, agak bengkak, dan sensitif terhadap cahaya.

Penyebab dan Mengatasi Alergi pada Saluran Pernapasan Anak

Jika buah hati menunjukkan gejala-gejala alergi pada saluran pernapasan seperti di atas, saatnya Bunda mencari tahu apa penyebabnya. Berikut beberapa penyebab alergi yang terjadi pada saluran pernapasan yang mungkin terjadi pada anak Bunda.

  1. Tungau Debu

Binatang tungau debu berukuran sangat kecil dan tidak kasat mata. Bentuknya yang serupa laba-laba sering bersembunyi di perangkat rumah tangga seperti tempat tidur, sofa, tirai, selimut, bahkan boneka kesayangan buah hati. Karena itu, tungau debu sangat rentan terhirup buah hati. Jika sampai mengganggu saluran pernapasan, anak akan menunjukkan gejala alergi yang cukup sulit dihilangkan.

Cara mengatasi:

  • Bersihkan rumah secara rutin, seperti mengelap seluruh perabot dengan kain basah dan vakum, minimal 2-3 kali seminggu.

  • Ganti seprei kasur tidur, serta lap rangka tempat tidur buah hati secara berkala. Rendam seprei kotor dalam air panas selama 10 menit untuk membasmi tungau debu.

  1. Jamur

Jamur bisa memperparah gejala alergi pada anak, seperti sulit bernapas, batuk-batuk, dan hidung tersumbat parah. Jamur umumnya ditemukan di tempat lembap seperti kamar mandi, dapur, atau bagian luar rumah yang jarang dibersihkan.

Cara mengatasi:

  • Perhatikan titik-titik di rumah dan sekitarnya yang rentan lembap dan bersihkan secara rutin.

  • Periksa kondisi rumah yang mengalami kebocoran, lantai lapuk, karpet, dan perabot. Jika terkontaminasi, Bunda harus mencucinya dengan cairan antiseptik/pembersih khusus serta menyingkirkannya dari jangkauan buah hati.

  • Buat ventilasi atau lubang udara di kamar mandi agar tidak lembap.

  • Pastikan ada sirkulasi udara yang lancar di seluruh ruangan dalam rumah, terutama kamar buah hati.

  1. Hewan Peliharaan

Anjing dan kucing peliharaan bisa menjadi salah satu penyebab alergi dan gangguan sistem pernapasan. Jika di rumah ada hewan peliharaan, ada baiknya minimalkan kontak langsung dengan buah hati. Tunda rencana penambahan hewan peliharaan sampai bisa memastikan kondisi anak sudah lebih baik.

Cara mengatasi:

  • Mandikan hewan peliharaan secara rutin.

  • Sebisa mungkin hindari kontak langsung hewan peliharaan dengan anak.

  1. Serbuk Bunga/Pollen

Jika buah hati menunjukkan gejala-gejala alergi atau gangguan sistem pernapasan saat berada di ruangan terbuka, mungkin ia mengidap alergi serbuk bunga, Bun. Jenis ini termasuk alergi yang terjadi musiman.

Cara mengatasi:

  • Rajin membilas hidung dengan cairan khusus rongga hidung setelah pulang ke rumah.

  • Pakai topi atau masker penutup hidung saat keluar rumah jika diperlukan.

  • Hindari bepergian pada pagi/siang hari jika memungkinkan karena merupakan masa penyebaran serbuk sari.

Mengantisipasi kambuhnya alergi sangat penting dilakukan sebelum gejala alergi menjadi lebih buruk. Tips-tips di atas bisa meringankan gejala alergi pada anak jika dilakukan secara rutin. Selalu terapkan pola hidup sehat untuk seluruh keluarga agar buah hati tidak merasa diberi perlakuan berbeda.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Tahukah Bunda, Kekurangan Zat Besi ...

Tak hanya menghambat kemampuan belajar, simak beberapa dampak kekurangan Zat Besi yang dapat...

Catat! Ini Pentingnya Zat Besi ...

Kekurangan Zat Besi masih menjadi masalah bagi sebagian anak Indonesia. Kondisi ini bahkan memiliki...

Ini Dia Alternatif Nutrisi Pengganti ...

Salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan pada masa pertumbuhan si Kecil adalah Zat Besi, yang...

Tanggap Ciri Alergi Susu Sapi ...

Bunda perlu tanggap jika anak mengalami alergi, salah satunya dengan tahu ciri alergi susu sapi dan...

Apakah Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Bermanfaat ...

Kebutuhan nutrisi si Kecil selalu menjadi prioritas utama pada setiap orang tua. Orang tua tentu...

8 Nutrisi Ini Bisa untuk Bantu ...

Si Kecil yang memasuki usia 1-3 tahun akan mengalami masa pertumbuhan yang signifikan karena pada...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut

Butuh Bantuan