Facebook Pixel Code Cegah Difteri dengan Imunisasi

Cegah Difteri dengan Imunisasi

Cegah Difteri dengan Imunisasi

Cegah Difteri dengan Imunisasi

Kesehatan anak adalah prioritas bagi setiap orang tua. Itulah sebabnya Bunda direkomendasikan memberikan imunisasi lengkap kepada buah hati agar terlindungi dari berbagai penyakit atau infeksi. Imunisasi diberikan supaya anak memiliki kekebalan tubuh untuk melawan berbagai virus dan kuman berbahaya.

Di Indonesia, imunisasi DPT yang terdiri atas difteri, pertussis, dan tetanus pun termasuk dalam imunisasi dasar wajib yang harus didapatkan oleh setiap anak. Pemerintah pun menggalakkan imunisasinya belakangan ini karena penyakit tersebut sempat mewabah pada awal tahun ini.

Difteri merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri. Jika sudah terinfeksi, racun dari bakteri tersebut membuat lapisan tebal di bagian belakang hidung atau tenggorokan sehingga membuat penderitanya sulit bernapas.

Pembengkakan juga timbul di jalur pernapasan, hingga bisa sampai melumpuhkan otot jantung. Penyakit difteri perlu diwaspadai karena anak-anak memiliki risiko yang lebih besar.

Gejala awal penyakit ini tidak berbeda jauh dari demam. Biasanya diikuti dengan nafsu makan anak yang menurun hingga ia menjadi lesu. Lama-kelamaan tenggorokan buah hati akan merasa tenggorokannya makin terasa sakit hingga bisa mengeluarkan darah dari hidung.

Dikarenakan berbahayanya penyakit ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) terus mengingatkan tiap orang tua untuk memberikan imunisasi difteri kepada buah hatinya. Imunisasi ini juga disarankan diberikan secara berkala sesuai waktu yang telah dianjurkan Kementerian Kesehatan.

Waktu Imunisasi Difteri

Tahukah Bunda, imunisasi difteri bukan merupakan imunisasi yang diberikan 1 kali seumur hidup? Imunisasi difteri bahkan dianjurkan untuk terus diberikan hingga buah hati menginjak usia dewasa.

Buah hati sebaiknya sudah mendapatkan imunisasi difteri sebanyak 3 kali sebelum usianya 1 tahun. Imunisasi tersebut bisa diberikan secara berulang ketika usianya 2, 4, dan 6 bulan. Jangan lupa kembali memberikan imunisasi difteri ketika buah hati menginjak usia 15 dan 18 bulan. Imunisasi yang sama bisa diberikan kembali ketika anak berusia 4 dan 6 tahun.

Imunisasi bisa kembali diberikan kepada anak lewat program Bulan Imunisasi Anak Sekolah ketika buah hati sudah duduk di bangku sekolah dasar. Setidaknya imunisasi difteri di SD diberikan sebanyak 4 kali, yakni ketika buah hati Bunda duduk di kelas I, II, III, dan V SD.

Apakah setelah itu imunisasi bisa dihentikan? Sebaiknya tidak. Meskipun sudah bisa bernapas lega, alangkah lebih baik imunisasi difteri terus diulang setiap 10 tahun.

Efek Imunisasi Difteri

Umumnya imunisasi difteri tidak menimbulkan efek samping apa pun kepada penerimanya, selama Bunda memastikan buah hati dalam keadaan sehat saat menerima imunisasi Apabila ada, efek sampingnya tergolong ringan. Setelah mendapatkan imunisasi, bisa saja anak Bunda terkena demam, ruam-ruam pada kulit, hingga muntah. Namun, biasanya merasakan efek samping tersebut sangat jarang terjadi.

Efek tersebut akan hilang dalam 3-4 hari. Apabila demamnya cukup tinggi, Bunda bisa memberikan obat penurun panas kepada buah hati. Bunda juga bisa membantu redakan demamnya dengan kompres air hangat.

Mari lindungi buah hati dari bahaya penyakit difteri dengan imunisasi lengkap ya, Bun.

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 1 - 3 tahun

Cara Mencukupi Asupan Zat Besi ...

Simak cara mudah mencukupi zat besi pada anak. Tak lupa cari tahu pentingnya makanan yang...

Mengulik Fungsi Serta Manfaat Minyak ...

Fungsi dari minyak ikan untuk anak penting dalam mendorong pertumbuhan dan kecerdasannya. Bagaimana...

5 Cara Mendidik Anak Supaya Tumbuh ...

Pencapaian atau prestasi akan menyertai anak yang pintar. Untuk itu, orang tua perlu tahu cara...

Minyak ikan dan DHA, Penting ...

Salah satu fungsi minyak ikan untuk anak adalah membantu perkembangan otak anak. Karena di dalamnya...

Kalsium dan Vitamin D, Kunci ...

Vitamin D dan Kalsium menjadi salah satu kandungan penting untuk dukung perkembangan motorik si...

Dukung Tumbuh Kembang Optimal si ...

Serat menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk menjaga kesehatan si Kecil. Yuk simak apa saja...


Artikel Terpopuler

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut