Facebook Pixel Code 7 Cara Melatih Anak Banyak Akal dan Berpikir Cepat

7 Cara Melatih Anak agar Punya Banyak Akal dan Berpikir Cepat

7 Cara Melatih Anak agar Punya Banyak Akal dan Berpikir Cepat

7 Cara Melatih Anak agar Punya Banyak Akal dan Berpikir Cepat

Melatih anak agar banyak akal serta berpikir cepat sejak dini, termasuk kemampuan berpikir kreatif dan memecahkan masalah, adalah bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak, lho, Bun. Bahkan, memiliki banyak akal dan bisa berpikir cepat juga menjadi salah satu karakteristik anak yang berpotensi prestasi di sekolah.

Meski begitu, mengajarkan anak agar dapat berpikir cepat tentu bukanlah tugas yang mudah, Bun. Terlebih di rentang usia 1-3 tahun, anak-anak masih butuh waktu untuk menyerap berbagai informasi yang Bunda dan Ayah contohkan. 

Lalu, bagaimana, ya, cara mendorong anak supaya bisa berpikir cepat dan punya banyak akal? Yuk, simak terus artikel ini sampai habis!

Manfaat Anak Punya Banyak Akal dan Bisa Berpikir Cepat

Bunda, berpikir cepat di sini artinya bukan sekadar anak bisa menjawab pertanyaan dengan cepat.

Tapi, justru lebih kepada kemampuan anak mempelajari masalah dan menentukan penyebabnya untuk kemudian memperoleh informasi kunci dan menyelesaikan masalah tersebut. Sederhananya, si Kecil bisa membaca situasi dan beradaptasi dengan cepat.

Misalnya begini, Bun. Si Kecil sedang di taman bermain dan ingin bermain ayunan, tapi tidak tahu cara untuk mendorongnya. Bundajuga sedang tidak berada di dekatnya untuk membantu.

Setelah mengamati anak-anak lain, si Kecil bisa menyimpulkan bahwa supaya bisa main ayunan sendiri tanpa bantuan Bunda, ia harus menjejakkan kakinya di tanah dan mendorongnya kuat-kuat.

Anak yang punya banyak akal juga biasanya bisa melihat sesuatu secara mendetail dan memperhatikan apa yang sering terlewatkan oleh orang lain. Jadi contohnya ketika Bunda memberikan puzzle, anak yang banyak akal akan bisa mencoba berbagai macam cara untuk menyelesaikannya.

Misalkan dengan mulai menyusun dari pinggir atau mengelompokkan kepingan berdasarkan bentuk atau warna, kemudian mencontoh hasil gambar yang ada di kardus kemasannya.

Dari pengalaman-pengalaman ini, anak yang bisa berpikir cepat dan punya banyak akal bisa jadi lebih terbuka dengan cara-cara atau ide baru untuk mencari solusi dari sebuah masalah. 

Dengan begitu, si Kecil akan tumbuh menjadi anak yang mandiri, cerdas, kreatif, dan memiliki mental yang kuat. Jadi ketika di sekolah nanti nanti, ia akan lebih mampu menghadapi beragam tantangan baru dengan lebih baik.

Baca Juga: Kenali Tahap-Tahap Perkembangan Kognitif Anak Sejak Dini

Cara Melatih Anak Punya Banyak Akal dan Berpikir Cepat Sejak Dini

Anak yang cerdik dan bisa berpikir cepat akan bisa lebih cepat beradaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, anak akan lebih mudah membuat keputusan yang baik dan menyelesaikan masalah tanpa konflik. Pada akhirnya, keterampilan berpikir cepat bisa memengaruhi kemampuan bersosialisasi anak ke depannya. 

Lalu, seperti apa, ya, cara mendorong anak agar cerdas sejak dini dalam kehidupan sehari-hari? Berikut penjelasannya. 

1. Dorong Anak Melakukan Sesuatu dengan Caranya Sendiri

Si Kecil memang maunya dibantu karena masih merasa tidak mampu. Tapi, di sinilah tugas Bunda sebagai orang tua untuk meyakinkan anak bahwa ia bisa sendiri. Tidak ada hal yang tidak mungkin kalau kita tidak mau berusaha.

Ingat, Bun, kalau kita selalu membimbing anak untuk melakukan segala hal tanpa ada memberi kesempatan untuk mencobanya sendiri, mereka tidak akan mau menyelesaikan masalahnya sendiri. Padahal, ini adalah pengalaman penting yang mereka butuhkan untuk belajar dan tumbuh.

Jadi ambil contoh ketika Bunda minta Si Kecil untuk membereskan mainannya tanpa dibantu. Mula-mula ia mungkin akan bingung bagaimana caranya. Hasil pekerjaannya mungkin juga tidak rapi dan butuh waktu yang lama. 

Nah setelah beberapa menit mengamatinya kerepotan bolak-balik, Bunda bisa bantu memfasilitasi cara berpikirnya dengan mengajukan pertanyaan, seperti “Hayo, daripada bolak-balik, kamu bisa lho beresin mainannya dengan lebih cepat rapi kalau pakai baskom ini. Coba, caranya gimana?”

Di sinilah proses berpikirnya dimulai untuk memecahkan masalah, Bun. Si Kecil bisa tahu bahwa suatu situasi mungkin memiliki lebih dari satu “jawaban” yang benar untuk menemukan cara yang paling efisien untuk membereskan semua mainannya.

Misalkan, ia bisa menarik baskom itu ke setiap sudut ruangan layaknya sebuah troli untuk mengangkut mainan, atau menaruh baskom itu di tengah ruangan sebagai wadah sementara sampai akhirnya semua mainan terkumpul. 

2. Jangan Terus Berkata “Tidak”, “Bukan”, atau “Jangan”

Ketika anak sedang bermain dan mencoba bereksperimen, jangan batasi imajinasinya dengan terus mengucapkan “Tidak”, “Bukan”, atau “Jangan”. Misalnya, “Jangan pegang gunting!” atau “Bukan begitu cara main puzzle yang benar!”, atau bahkan “Tidak boleh pakai gelas untuk mainan air, ya!”

Lama kelamaan, anak malah akan merasa segala hal yang dilakukannya salah sehingga tidak berani lagi untuk mencoba mengungkapkan ide atau keinginannya. Bisa juga membuat anak jadi murung bila Bunda dan Ayah melarangnya sambil marah.

Padahal, anak yang banyak akal dan bisa berpikir cepat biasanya tertarik untuk mempelajari cara kerja suatu alat secara spesifik dan sedetail mungkin. Mereka juga biasanya suka mengulik segala hal dengan bereksperimen demi memuaskan rasa ingin tahu dan rasa penasarannya.

Solusinya, Bunda bisa tawarkan alternatif lain untuk anak dengan memberi tahu juga efek baik dan buruknya. Seperti dengan berkata, “Gelas itu kan untuk kita minum, nanti kalo dipakai main jadi kotor. Kakak pakai yang lain, ya?”

Kalau hanya melarang anak dengan kata “tidak boleh” atau “jangan” justru bisa membuatnya tambah penasaran untuk mencoba. 

3. Biasakan Anak Pecahkan Masalahnya Sendiri

Ketika menghadapi masalah atau konflik, anak perlu diajarkan bagaimana cara menggunakan keterampilan berpikir kritis untuk mendapatkan solusi terbaik. Ajarkan anak untuk membuat langkah-langkah pemecahan masalah sebelum akhirnya menemukan solusi. 

Coba juga untuk mendorong anak-anak mengeksplorasi, mengajukan pertanyaan, atau melakukan berbagai hal secara berbeda agar ia bisa mengasah kemampuan berpikirnya. Memancing anak berpikir lewat tanya jawab bisa jadi salah satu cara meningkatkan rasa ingin tahu anak. 

Misalnya, saat Si Kecil bertanya bagaimana cara mengambil bola yang menggelinding di bawah meja, Bunda bisa memberi tahunya, “Hayo, kalau mau ambil bola di kolong itu, pakai benda apa, ya?” 

Dengan begitu, anak akan terbiasa berpikir cepat dan mengeluarkan ide-ide baru. Ia juga jadi terbiasa untuk menyelesaikan masalahnya sendiri sebelum meminta bantuan orang dewasa.

Misalnya, ketika anak membuat ruang atau wadah mainannya berantakan saat bermain. Maka, anak perlu tahu kalau solusi untuk hal tersebut bukan hanya sekadar meminta maaf. 

4. Ajak Anak Bermain Prakarya

Cara melatih anak agar punya banyak akal berikutnya bisa dengan mengajak Si Kecil bermain prakarya atau kreasi seni. Melakukan percobaan ini dapat memunculkan imajinasi anak, Bun. 

Semakin sering anak melakukan eksperimen atau prakarya, semakin berkembang pula ide, daya pikir, dan akalnya. 

Sebagai contoh, membangun istana dari mainan balok, membuat rumah-rumahan atau mobil-mobilan dari kardus bekas, atau mengeksplor alam dengan berbagai permainan. 

Bunda hanya perlu mendampingi dan membimbing Si Kecil melakukan permainan edukasi ini. Seiring berjalannya waktu, Si Kecil akan mengeluarkan ide-ide baru sendiri untuk menyelesaikan eksperimennya.

5. Rutin Membacakan Dongeng atau Cerita

Rutin membacakan dongeng atau cerita anak bisa mempertajam keterampilan pendengaran anak, lho, Bun. Ketika anak mendengarkan cerita yang berbeda, anak akan mampu mendeskripsikan karakter dan perannya seperti apa. 

Dengan begitu, anak menjadi penasaran untuk membayangkan dan menebak apa yang akan terjadi selanjutnya, serta seperti apa akhir ceritanya. 

Tak hanya mendongeng, Bunda juga bisa mengajak anak untuk bercerita tentang berbagai topik. Ketika ia bercerita, pikirannya akan terbuka luas dan memikirkan jalan ceritanya sampai akhir. 

6. Bantu Anak Mencari Minatnya

Bantu anak memuaskan rasa ingin tahunya sehingga ia bisa terus mengasah akalnya dan makin mengenal dunia sekitar. 

Jadi bila anak-anak menunjukkan ketertarikan dan minat pada suatu topik, Bunda bisa fasilitasi proses belajar mereka, seperti dengan menyediakan alat atau perlengkapan yang terkait dengan hobi barunya. Dengan begitu, anak akan lebih banyak terlibat dan mau bereksperimen lebih dalam mengenai topik atau hobi tersebut. 

Nah, proses eksplorasi in bisa memperluas pengetahuan anak sekaligus menciptakan banyak peluang agar anak menciptakan banyak akal dan berpikir kritis. 

7. Dukung dengan Asupan Nutrisi yang Tepat

Untuk mendukung Si Kecil agar banyak akal dan menjadi anak yang berpikir cepat, pastikan Bunda memberikan asupan nutrisi yang tepat, ya!

Adapun beberapa jenis makanan yang baik untuk otak anak di antaranya telur, aneka sayuran berwarna hijau, makanan laut, jeruk, dan yogurt.  Selain itu, Bunda bisa memberikan susu pertumbuhan terfortifikasi seperti SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx

Susu pertumbuhan terfortifikasi SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx adalah satu-satunya susu pertumbuhan yang mengandung IronC, yaitu kombinasi unik antara Zat Besi dan Vitamin C dengan perbandingan 1:2 untuk memaksimalkan penyerapan nutrisi penting hingga 2x lipat dan berperan penting dalam proses perkembangan otak anak. 

SGM Eksplor 1 Plus Pro-gress Maxx IronC juga dilengkapi dengan DHA dari minyak ikan tuna, omega 3&6, tinggi protein, serta nutrisi penting lainnya untuk maksimalkan perkembangan daya pikir anak.

Baca Juga: Tips Menghadapi Si Kecil yang Selalu Aktif

Memiliki anak yang punya banyak akal dan bisa berpikir cepat pasti membanggakan, ya, Bun. Jangan lupa juga untuk bergabung menjadi member Klub Generasi Maju supaya Bunda bisa terus dapatkan informasi terbaru soal tumbuh kembang anak. Menariknya, Bunda juga bisa dapatkan berbagai penawaran menarik lainnya, lho!

Referensi:

  1. Psych Central. https://psychcentral.com/blog/9-ways-to-support-your-childs-creativity#1. Diakses pada 5 September 2022. 
     
  2. Very Well Family. https://www.verywellfamily.com/teach-kids-problem-solving-skills-1095015. Diakses pada 5 September 2022. 
     
  3. Parents. https://www.parents.com/parenting/better-parenting/advice/25-ways-to-spark-your-childs-creative-thinking/. Diakses pada 5 September 2022. 
     
  4. Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/brain-food-for-kids#. Diakses pada 5 September 2022. 
     
  5. Child Mind. https://childmind.org/article/how-to-help-kids-learn-to-fail/#first-show-empathy.  Diakses pada 5 September 2022.
     

Artikel Lainnya di Tahapan Anak 3 - 5 tahun

8 Cara Mengajarkan Anak agar Mau ...

Anak-anak perlu belajar berbagi supaya bisa berempati, suka menolong, dan mudah bergaul di sekolah...

Kenali Tanda Anak Kecanduan Gadget ...

Anak kecanduan gadget tidak bisa dibiarkan, Bun. Sebelum mempengaruhi tumbuh kembangnya, yuk atasi...

Si Kecil Masuk Sekolah? Persiapkan ...

Sebelum anak masuk sekolah, Bunda perlu membekali si Kecil dengan keterampilan dasar agar ia siap...

7 Inspirasi Bekal Anak Sekolah yang ...

Dalam rangka siap-siap masuk sekolah, yuk intip inspirasi resep bekal makanan anak yang sehat,...

Pentingnya Susu untuk Bantu Penuhi ...

Kebutuhan cairan anak tergantung ukuran tubuh, hingga tingkat aktivitasnya. Penuhi terus kebutuhan...

5 Cara Ampuh Ajarkan Anak Belajar ...

Usia TK adalah momen bagi orang tua untuk mulai mengenalkan anak dengan kemampuan menulis agar si...


Artikel Terpopuler

Penanganan Diare pada Anak

Baca Selengkapnya >

Tips Jaga Kesehatan Physical ...

Baca Selengkapnya >

Anak Susah Makan? Simak 7 ...

Baca Selengkapnya >

Permainan Sederhana Bantu Perkembangan ...

Baca Selengkapnya >

3 Jenis Gejala Alergi Pada ...

Baca Selengkapnya >

Website ini menggunakan cookies untuk memastikan Anda mendapat pengalaman terbaik di dalam website kami. Pelajari lebih lanjut