Tanggap Ciri Alergi Susu Sapi Demi Tumbuh Kembang Optimal si Kecil

Anisa Rahmadani | 09 Oct 2020
Bagikan:

Bunda, si Kecil kerap bersin-bersin, diare, atau timbul ruam merah di kulit setelah mengonsumsi susu sapi dan produk turunannya? Jangan-jangan, ia menderita alergi susu sapi, Bun. Bunda tidak perlu khawatir jika si Kecil menunjukkan gejala alergi setelah mengonsumsi susu sapi dan produk turunannya seperti mentega, yoghurt, atau keju. Ia tetap bisa sehat dan ceria seperti teman-teman seusianya, kok. 

Untuk mengatasi gejala alergi dan mendukung tumbuh kembang optimal si Kecil, jadilah Bunda Tanggap Alergi dengan 3 langkah mudah. Pertama, kenali gejala yang muncul pada tubuh si Kecil. Kedua, konsultasikan ke dokter untuk memperoleh diagnosis dan arahan yang tepat. Ketiga, Kendalikan dengan mencukupi kebutuhan gizi si Kecil dan mencarikannya alternatif nutrisi. 

Kenali Gejala Alergi

Gejala alergi susu sapi bisa menyerang bermacam-macam organ tubuh si Kecil. Ciri alergi susu sapi bisa terjadi pPada saluran napas, si Kecil mungkin memperlihatkandengan menunjukkan tanda seperti pilek dan batuk berulang hingga sesak napas. 

Pada saluran cerna, ciri alergi susu sapi gejala yang timbul biasanya berupa sakit perut berulang, muntah-muntah, hingga diare yang disertai darah. Ciri alergi susu sapi Alergi susu sapi juga bisa menimbulkan reaksi pada kulit seperti timbulnya ruam merah, biduran, gatal, dan bengkak pada mata, telinga, dan bibir. Bahkan pada kasus tertentu, anak alergi susu sapi juga bisa mengalami syok anafilaksis. 

Ciri alergi susu sapi Gejala alergi susu sapi biasanya akan terlihat dalam durasi antara 30 menit sampai 1 jam setelah mengonsumsi protein susu sapi. Pada kelompok anak tertentu, gejala alergi bisa muncul lebih lambat, yaitu sekitar 1-3 jam setelahnya. 

Konsultasikan Gejala Alergi Susu Sapi ke Dokter

Setelah mengenali ciri alergi pada susu sapi yang timbul pada tubuh si Kecil, ini saatnya Bunda berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Untuk memastikan diagnosis alergi susu sapi, dokter biasanya akan melakukan berbagai pemeriksaan seperti uji alergi kulit, pemeriksaan darah, serta uji eliminasi dan provokasi protein susu sapi. Pada tahap ini, Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter spesialis anak terpercaya ya, Bun. Jangan tergoda mencoba pemeriksaan alergi yang tidak didukung tenaga ahli terpercaya. 

Kendalikan dengan Alternatif Nutrisi yang Tepat

Setelah berkonsultasi dengan dokter, patuhi langkah-langkah yang dianjurkan oleh dokter untuk menangani anak alergi susu sapigejala alergi pada si Kecil. Pada dasarnya, prinsip utama terapi bagi anak yang alergi susu sapi adalah menghindari segala bentuk produk susu sapi. 

Meski demikian, anak dengan alergi susu sapi si Kecil yang alergi susu sapi tetap harus memperoleh nutrisi yang lengkap dan seimbang seusai tahapan usianya. Pastikan si Kecil makan 3 kali sehari dengan 2-3 kali makan selingan di antaranya. Idealnya, menu makan si Kecil harus mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.

Untuk menggantikan susu sapi, Bunda bisa memberikan si Kecil beberapa alternatif yang direkomendasikan oleh IDAI. Formula Asam Amino biasanya diberikan untuk anak dengan gejala alergi berat sementara Formula Terhidrolisa Ekstensif diberikan untuk gejala alergi sedang hingga ringan. Alternatif lainnya untuk gejala alergi sedang hingga ringan adalah Formula Isolat Protein Soya (kedelai). Sejumlah kajian ilmiah menyatakan bahwa formula dengan isolat protein kedelai dinilai aman untuk tumbuh kembang, metabolisme tulang, daya tahan tubuh, maupun fungsi neurologi pada si Kecil. 

Bun, jika tidak ditangani dengan baik, tentu gejala alergi yang dialami si Kecil dapat menghambat kesempatan si Kecil mengeksplorasi dunia sekitar dan tumbuh menjadi anak generasi maju. Oleh karena itu, penting sekali bagi Bunda untuk menjadi Bunda Tanggap Alergi dengan 3K: Kenali, Konsultasikan, Kendalikan. 

Untuk membantu mendukung nutrisi si Kecil yang tidak cocok minum susu sapi, Bunda bisa memberikan SGM Eksplor Advance+ Soya dengan formula COMPLINUTRI Soy+ yang mengandung Isolat Protein Soya, Minyak Ikan, Omega 3 & 6, 13 vitamin & 7 mineral, serta serat pangan. Dengan asupan nutrisi yang lengkap dan seimbang, si Kecil yang alergi susu sapi pun bisa tetap tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usianya. 

   

Sumber:

Mengenali Alergi Susu Sapi pada Anak. Jakarta: IDAI; 2013. Retrieved from

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenali-alergi-susu-sapi-pada-anak Accessed Sep 22, 2020 

Waspada Alergi Susu Sapi pada Bayi. Jakarta: IDAI; 2013. Retrieved from

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/waspadai-alergi-susu-sapi-pada-bayi Accessed Sep 22, 2020 

Rekomendasi Diagosis dan Tatalaksana Alergi Susu Sapi. Jakarta: IDAI; 2013. Retrieved from

https://www.idai.or.id/professional-resources/guideline-consensus/rekomendasi-diagnosis-dan-tatalaksana-alergi-susu-sapi

Accessed Sep 22, 2020

Peraturan Menteri Kesehatan RI No 41/2014 (Pedoman Gizi Seimbang). Retrieved from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf

Accessed Aug 27, 2020

Image Footer Alergi Anak