Mengatasi Gatal karena Eksim oleh Alergi

Oleh Anisa Rahmadani | 30 Jul 2019
Mengatasi Gatal karena Eksim oleh Alergi

Dermatitis atopik atau yang sering dikenal dengan eksim adalah peradangan kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam kulit yang memerah. Permasalahan yang sering dihadapi pada anak yang menderita eksim adalah rasa gatal yang menyebabkan anak rewel, kelainan kulit yang menimbulkan rasa rendah diri pada anak yang lebih besar serta kewajiban menghindari berbagai jenis alergen yang perlu pemahaman baik oleh penderita juga orang-orang disekitarnya.

Sensitisasi (kontak dengan) makanan dan aeroalergen (alergi makanan dan alergi hirup) memegang peran pada timbulnya eksim. Sebelum diberikan terapi pengobatan, penentuan faktor pencetus serta menghindarinya merupakan salah satu faktor yang penting dalam keberhasilan pengobatan eksim. Prinsip pengobatan eksim adalah menghindari bahan iritan dan faktor pencetus, mengatasi rasa gatal dan kekeringan kulit serta mengatasi reaksi peradangan dan infeksi sekunder. Pengobatan eksim harus disesuaikan dengan keadaan pasien, apakah akut atau kronik.

Mengetahui cara mengatasi eksim sangat penting karena kondisi ini dapat terjadi berulang dan dapat menimbulkan frustasi baik bagi pasien, orang tua maupun dokter yang menanganinya. Walaupun demikian, dengan tatalaksana yang adekuat keadaan ini dapat diatasi. Berikut cara mengatasinya menurut Prof Dr Zakiudin Munasir, SpA (K) seperti yang dimuat dalam Jurnal Sari Pediatri:

1. Mengatasi Rasa Gatal

Rasa gatal pada eksim merupakan gejala utama dan sangat mengganggu. Goresan akibat garukan dapat dikurangi dengan memotong kuku, menggunakan sarung tangan, serta obat antihistamin. Manfaat antihistamin untuk mengatasi rasa gatal pada eksim masih dalam perdebatan. Namun, beberapa peneliti membuktikan penggunaan hidroksisin, loratadin serta setirisin sangat bermanfaat mengatasi rasa gatal pada eksim. Konsultasikan dengan Dokter untuk penggunaan obat ini ya, Bun.

2. Mengatasi Reaksi Peradangan

Beberapa obat digunakan untuk mengatasi reaksi peradangan yaitu kortikosteroid (lokal atau sistemik). Kortikosteroid topikal sering diperlukan pada saat eksaserbasi akut eksim. Kortikosteroid topikal mempunyai efek antiinflamasi (antiradang), antipruritus (antigatal) serta vasokonstriktor (penyempitan pembuluh darah). Bentuk krim lebih mudah penggunaannya tetapi mudah menimbulkan kekeringan. 

Bentuk salep mempunyai efek melindungi kulit dari kekeringan, tetapi dapat meningkatkan rasa gatal serta dapat menimbulkan folikulitis. Karena itu, bentuk krim cocok untuk lingkungan yang lembab sedangkan lotion dan spray lebih cocok untuk kulit kepala atau kulit berambut. Penggunaan kortikosteroid topikal sebaiknya tidak lebih dari dua kali sehari karena tidak meningkatkan efikasi malah menambah biaya pengobatan.

Pemberian kortikosteroid sistemik (obat minum) biasanya tidak dianjurkan walaupun dapat menunjukkan penyembuhan yang cepat. Terkadang didapatkan efek rebound (kembalinya gejala setelah efek obat habis) pada penghentian pengobatan sehingga diperlukan pengawasan ketat dari dokter selama pemakaiannya.

Lakukan Pencegahan

Selain memberikan beberapa jenis obat di atas, Bunda juga bisa melakukan beberapa macam tindakan lain untuk memperingan gejala dan mencegah kemunculan eksim. 

  • Hindari Pemicunya

Cara pertama untuk mengatasi dermatitis atopi adalah dengan menghindari alergen pemicunya. Alergen dapat terdapat pada makanan seperti susu sapi, kacang-kacangan, ikan laut; dan alergen hirup seperti tungau debu rumah, kecoa, jamur (Candida albicans), serpihan kulit hewan peliharaan (kucing, anjing, kelinci) dapat menimbulkan reaksi alergi pada buah hati.

  • Hindari Hal yang Dapat Memperburuk Gejala

Kulit pasien eksim biasanya kering, sensitif serta mudah mengalami iritasi. Untuk mencegah iritasi, penggunaan sabun dan pembersih kulit yang lain harus dikurangi. Sebaiknya sabun yang digunakan harus mempunyai pH netral, sebaiknya menggunakan pembersih kulit yang tidak mengandung bahan sabun. Sisa deterjen pada pakaian juga dapat menimbulkan iritasi. Karena itu, setiap mencuci pakaian harus dilakukan pembilasan sampai benar-benar bersih. 

Pengeluaran keringat karena suhu, emosi, atau lingkungan sekitar dapat menimbulkan rasa gatal. Aktivitas fisik harus dikurangi untuk mencegah pengeluaran keringat yang berlebihan. Suhu dan kelembaban lingkungan harus optimal (suhu 33-41 derajat Celcius dengan kelembaban berkisar 45-55 persen).

Pakaian jangan terlalu ketat, bahan pakaian harus disesuaikan dengan keadaan kulit, misalnya jangan menggunakan bahan wol bagi yang sensitif terhadap wol. Berenang merupakan olahraga yang dianjurkan. Setelah berenang harus segera dibilas dengan air bersih, ya, Bun. Ini karena kolam renang sering mengandung kaporit dan harus segera menggunakan pelembab atau pembalutan kulit yang sakit. Sebaiknya jangan mandi dengan air panas karena sering merangsang timbulnya gatal. Setelah mandi kulit dikeringkan dengan handuk lembut dan segera diberikan terapi topikal.

Tidak perlu panik ya, Bun, bila buah hati mengalami eksim ini. Hal terpenting adalah Bunda mengerti tata cara penanganan yang tepat ketika gejala itu datang.

ARTIKEL TERPOPULER

ARTIKEL TERKINI

Gejala Alergi Pada Kulit
Kenali Alergi
Gejala Alergi Pada Kulit

Tahukah anda bahwa beberapa anak mengalami reaksi alergi yang muncul secara jelas di kulit,...

10 Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu
CMPA
10 Makanan yang Mungkin Mengandung...

Susu sapi merupakan sumber protein yang populer di dunia. Namun, protein di susu sapi bisa jadi...

Perlukah Tes Alergi? Ini Jenis Tes untuk Mengetahui Status Alergi Anak
Kenali Alergi
Perlukah Tes Alergi? Ini Jenis Tes...

Sistem imun anak masih terus berkembang dan belum matang. Karena itu, seorang anak rentan sekali...

Benarkah Anak dengan Alergi Mengalami Dampak Psikologis
Kenali Alergi
Benarkah Anak dengan Alergi Mengalami...

Sebagai orang tua, tentu Bunda berharap agar pertumbuhan dan perkembangan si kecil selalu optimal

testaje