Alternatif Makanan Pengganti Telur

Oleh Anisa Rahmadani | 04 Apr 2019
Alternatif Makanan Pengganti Telur

Alergi telur adalah jenis alergi makanan lain yang cukup umum pada anak-anak. Sering kasus alergi telur terjadi sejak dari usia bayi, tetapi berangsur membaik sejak memasuki usia balita atau remaja. Tidak heran jika telur termasuk salah satu makanan yang tidak dianjurkan untuk bayi, setidaknya hingga usia 12 bulan.

Reaksi Alergi Telur

Gejala reaksi akibat alergi telur hampir sama dengan alergi makanan pada umumnya, antara lain:

  • Mata gatal, berair, atau bengkak
  • Gatal-gatal pada kulit, bengkak, atau memerah
  • Kesulitan bernapas, batuk, dan tenggorokan tercekik
  • Gangguan pencernaan, seperti diare, atau sakit perut
  • Mual atau muntah

Reaksi alergi telur pada setiap anak akan berbeda-beda, Bun. Gejalanya bisa ringan seperti gatal-gatal pada satu bagian kulit, hingga reaksi serius seperti kesulitan bernapas atau tenggorokan tercekik.

Alternatif Protein Pengganti Telur

Cara terbaik untuk mengatasi alergi telur adalah menghindari makanan yang mengandung telur. Karena itu, orang tua harus pintar menghindari menu yang menggunakan bahan telur dalam makanan buah hati.

Telur merupakan sumber protein yang baik dan mendukung asupan nutrisi penting untuk pertumbuhan. Ini menjadikan telur sebagai salah satu pilihan utama dalam masakan sehari-hari. Kendati demikian, banyak cara dan alternatif yang bisa bunda dapatkan untuk mengganti posisi telur.

Dalam membuat kue untuk anak, Bunda bisa mengganti telur dengan bahan lain. Ada dua alternatif pengganti telur cukup bisa diandalkan untuk resep kue Bunda:

  • Saus Apel.
    4 sendok makan saus apel (apel yang dimasak) bisa menggantikan 1 butir telur dalam resep kue.
  • Pisang
    Setengah buah pisang matang yang dilumatkan juga bisa menggantikan 1 butir telur dalam resep kue.

Sedangkan untuk alternatif protein untuk anak, Bunda bisa menggunakan:

  • Susu atau formula soya, sebanyak dalam takaran 240 ml untuk 8 gram telur.
  • Yogurt, sebanyak 30 ml atau 1 kotak kecil untuk 9 gram telur.
  • Kacang-kacangan, sebanyak 30 gram kacang atau 2 2 sdm selai kacang untuk 8 gram telur.
  • Ayam, sebanyak 4 ons potongan daging untuk 30 gram telur.
  • Tahu, sebanyak 65 gram potongan tahu untuk 10 gram telur.

Selama anak masih menerima asupan 4 sehat 5 sempurna dalam menu sehari-hari, Bunda tidak perlu khawatir kekurangan zat protein karena alergi telur. Pastikan asupan protein anak tetap seimbang, supaya berat badannya juga terjaga karena protein yang tidak terpakai dalam tubuh bisa berubah menjadi kalori atau lemak.

ARTIKEL TERKINI

Reaksi Alergi pada Kulit
Kenali Alergi
Reaksi Alergi pada Kulit

Alergi pada kulit merupakan kondisi reaksi sistem imun berlebihan terhadap alergen. Alergi dapat...

Hal yang Kerap Sebabkan Biduran
Kenali Alergi
Hal yang Kerap Sebabkan Biduran

Biduran kerap dikenal sebagai kaligata/urtikaria, adalah kondisi kulit dengan ruam merah dan gatal....

Gejala Alergi pada Pencernaan
Kenali Alergi
Gejala Alergi pada Pencernaan

Tahukah anda bahwa gejala langsung dari alergi makanan adalah gangguan di saluran pencernaan. Dari...

Bagaimana Membedakan Flu dengan Rinitis Alergi
Kenali Alergi
Bagaimana Membedakan Flu dengan Rinitis...

Bunda mungkin belum dapat membedakan flu dengan reaksi rinitis alergi. Gejala seperti flu bisa jadi...

testaje