Si Kecil Alergi atau Sakit Kulit

Oleh Anisa Rahmadani | 22 Mar 2019
Si Kecil Alergi atau Sakit Kulit

Penulis: dr. Fidelis Jacklyn Adella

Kelainan kulit pada si Kecil sering terjadi dan biasanya bukan merupakan sesuatu yang berbahaya. Penyebab kelainan ini dapat merupakan iritasi, alergi, infeksi (di mana infeksi dapat disebabkan berbagai organisme, misalnya jamur, parasit, bakteri, atau virus), maupun penyakit autoimun. Meski seringnya tidak berbahaya, kebanyakan kondisi ini dapat diobati, dan terapi untuk masing-masing penyebab adalah berbeda. Jadi, bagaimana Bunda dapat membedakan penyebab kelainan kulit si Kecilnya?

Untuk membedakan apakah kelainan kulit si Kecil merupakan alergi atau karena penyebab lain, Bunda dapat mengira-ngira seberapa besar kemungkinan alergi berdasarkan beberapa hal. Alergi bersifat keturunan, sehingga bila Bunda atau pasangan memiliki riwayat alergi, kemungkinan alergi akan menurun pada si Kecil dan potensinya lebih besar daripada anak lain yang orang tuanya tidak memiliki riwayat alergi. Penyakit kulit akibat alergi biasanya sering muncul pada si Kecil yang memiliki alergi lainnya. Jadi, apabila si Kecil  memiliki konjungtivitis alergi (mata merah karena alergi), rhinitis alergi (hidung meler, bersin-bersin yang disebabkan alergi), alergi makanan, asma, atau alergi lainnya, Bunda dapat mencurigai bahwa kelainan kulit yang dimiliki si Kecil merupakan reaksi alergi. Reaksi alergi terkait dengan alergen, yaitu zat tertentu yang dapat mencetuskan reaksi alergi, yang berbeda-beda bagi setiap orang sehingga alergi hanya muncul pada situasi tertentu yang memaparkan si Kecil dengan alergennya, misalnya saat terpapar debu atau binatang tertentu.1

Reaksi alergi pada kulit yang paling sering terjadi pada si Kecil bernama dermatitis atopi, sering juga disebut eczema/eksim. Biasanya, dermatitis atopi muncul pertama kali saat berusia di bawah usia satu tahun, meski tidak menutup kemungkinan muncul di atas usia tersebut.2 Gejala utama yang dirasakan adalah gatal dan kemerahan di kulit sehingga si Kecil sering menggaruk tempat-tempat tertentu. Pada usia di bawah satu tahun, kelainan muncul pada wajah, kulit kepala, siku, dan lutut, sedangkan pada usia lebih tua muncul pada lipat siku dan lipat lutut.2–4

Selain dermatitis atopi, beberapa kondisi lain juga sering disalahartikan sebagai “alergi”, tetapi sebenarnya disebabkan karena iritasi. Contoh dari keadaan ini adalah iritasi akibat kontak dengan barang tertentu, misalnya ruam popok akibat kontak dengan popok, serta biang keringat (miliaria) akibat pengeluaran keringat yang tidak sempurna. Pada iritasi kontak, daerah yang bergejala terbatas pada daerah yang terkena dengan barang iritan saja dan terkadang kemerahan pada kulitnya mengikuti bentuk barang iritannya. Biang keringat sendiri dapat dibedakan dengan penyakit infeksi dan alergi dari bentuknya yang bintil-bintil kecil, gatal, dan letaknya di bagian tubuh yang berkeringat dan tertutup pakaian.3

Kelainan pada kulit yang bukan disebabkan oleh alergi atau iritasi bentuknya bermacam-macam, tetapi adapun kesamaan dari kondisi kulit yang disebabkan oleh alergi dan iritasi adalah bahwa kondisi ini tidak menular. Selain itu, alergi dan iritasi pada umumnya tidak menyebabkan gejala yang menyeluruh pada si Kecil, misalnya demam, lemas, hilang napsu makan, atau diare.5 Apabila Bunda, anggota keluarga lain, atau orang-orang yang dekat dengan si Kecil (misal pengasuh atau teman bermainnya) baru-baru ini memiliki gejala kulit yang sama dengan si Kecil dan apabila ia memiliki gejala-gejala yang tidak lazim di atas, Bunda dapat mencurigai apakah kondisi kulitnya disebabkan oleh penyakit lainnya.

Apapun kelainan pada kulit si Kecil Bunda, meski tidak berbahaya, biasanya akan dapat ditangani dengan berbeda-beda sesuai dengan penyebabnya. Bunda dapat melakukan 3K : Kenali, Konsultasi dan Kendalikan gejala alergi. Bila Bunda sudah mengenali gejala alergi pada si Kecil, konsultasikanlah kepada Dokter untuk mendapatkan saran nutrisi yang tepat.

Daftar Pustaka

  1. Dan Atkins, Donald Y.M. Leung. Diagnosis of Allergic Disease. Dalam: Nelson Textbook of Pediatrics. 19 ed. Elsevier Health Sciences; 2007.
  2. Donald Y.M. Leung. Atopic Dermatitis. Dalam: Nelson Textbook of Pediatrics. 19 ed. Elsevier Health Sciences; 2007.
  3. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 6 ed. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia; 1999. 464 hal. James WD, Berger T, Elston D. Andrew’s Diseases of the Skin: Clinical Dermatology. Elsevier Health Sciences; 2011. 6063 hal.

ARTIKEL TERKINI

Si Kecil Alergi atau Sakit Kulit
Kenali Alergi
Si Kecil Alergi atau Sakit Kulit

Kelainan kulit pada si Kecil sering terjadi dan biasanya bukan merupakan sesuatu yang berbahaya....

Alternatif Makanan untuk Anak dengan Alergi Susu Sapi
CMPA
Alternatif Makanan untuk Anak dengan...

Alergi susu sapi biasanya muncul pada tahun-tahun pertama kehidupan dan gejalanya umumnya makin...

Deteksi Dini Alergi Pada Anak
Kenali Alergi
Deteksi Dini Alergi Pada Anak

Deteksi dini gejala alergi bisa membantu orangtua memelihara kesehatan anak secara lebih optimal....

Bagaimana Membedakan Flu dengan Rinitis Alergi
Kenali Alergi
Bagaimana Membedakan Flu dengan Rinitis...

Bunda mungkin belum dapat membedakan flu dengan reaksi rinitis alergi. Gejala seperti flu bisa jadi...

testaje