Pilek Anak Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Rinitis Alergi!

Oleh Anisa Rahmadani | 16 May 2019
Pilek Anak Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Rinitis Alergi!

Oleh: dr. Via Arsita Dewi

 

Mungkin sebagian orang tua ada yang mengeluhkan buah hati selalu mengalami pilek atau hidung tersumbat?

Rinitis alergi adalah salah satu bentuk alergi. Respons alerginya menyebabkan peradangan pada kulit dalam hidung. Anak dengan rinitis alergi memiliki sistem imun lebih sensitif dibandingkan anak lain. Sistem imun yang sensitif itu biasanya terpapar dengan zat penyebab alergi atau alergen yang pada akhirnya menimbulkan reaksi alergi. Alergen banyak macamnya, dan penyebab alergi antar individu tidak selalu sama, semua bergantung pada respon imun setiap individunya.3

Gejala rinitis alergi yang paling sering terjadi dapat berupa hidung berair atau pilek, hidung tersumbat, hidung terasa gatal, dan bersin-bersin yang dapat sembuh spontan atau dengan pengobatan. Kadang gejala juga disertai mata terasa merah dan berair.

Anak-anak yang mengalami rinitis alergi biasanya juga memiliki riwayat alergi lain, seperti gatal jika memakan seafood. Ada tanda khas pada anak-anak yang memiliki riwayat alergi khususnya rinitis alergi yaitu alergic shiner dan alergic crease.4,5

Dari pengamatan di lapangan, tanda alergi shiner yang paling banyak ditemukan, yaitu sekitar 86,48%. Alergic shiner merupakan tanda alergi di wajah yang ditandai dengan adanya pembengkakan pada kelopak mata, mata terlihat merah, dan terdapat lingkaran hitam di daerah bawah mata. Tanda ini akan semakin jelas apabila gejala alergi tersebut timbul.

Alergic crease didapati tanda berupa garis melintang yang terdapat di hidung disebabkan kebiasaan menggosok hidung secara terus-menerus oleh si penderita atau sering disebut Alergic Sallut.4,5

Rinitis alergi dapat terjadi karena melibatkan interaksi antara lingkungan dengan predisposisi genetik dalam perkembangan penyakitnya. Faktor genetik dan herediter sangat berperan pada ekspresi gen rinitis alergi. Pada orang tua yang memiliki riwayat alergi hampir dapat dipastikan anaknya juga akan mengalami riwayat alergi.

Rinitis alergi sebenarnya adalah penyakit yang terkesan sepele tapi ternyata cukup mengganggu dan diderita oleh cukup banyak orang. Rinitis alergi pada anak hampir sebagian besarnya akan berkembang menjadi asma. Jadi bagi orang tua harus selalu waspada dan mencegah agar rinitis alergi pada anak tidak kambuh.6

Alergen yang biasanya dapat menyebabkan rinitis alergi di antaranya adalah udara, debu, suhu, serbuk bunga, rambut halus hewan, atau zat-zat lainnya bergantung dari individu masing-masing. Untuk itu, orang tua dengan anak yang berkemungkinan memilki rinitis alergi atau bahkan sudah memiliki rinitis alergi harus menjaga rumah selalu bersih, tidak memelihara binatang, tidak menggunakan bantal atau kasur dari kapuk, dan sebaiknya tidak menggunakan karpet. Jika memungkinkan, perlu digunakan penyaring udara berupa Air Conditioner (AC) atau High Efficiency Particulate Air (HEPA). Hindari anak berada dekat bunga pada musim penyerbukan, dan gunakan masker saat berkebun.6

Nah, Bunda perlu memahami pencegahan terhadap rinitis alergi dan alergi-alergi lainnya pada buah hati yang dikenal dengan istilah 3K, Kenali, Ketahui, dan Kendalikan. Kenalilah zat-zat apa saja yang mungkin dapat menjadi zat alergen pada anak, lalu ketahuilah zat alergen mana yang menyebabkan buah hati mengalami alergi. Terakhir, kendalikan jangan sampai buah hati Bunda terpapar alergen tersebut.3,6

 

 

 

Reference:

  1. Cauwenberge PV, Bachert C, Passlacqua GJ, Durham SR, Mygind N, Scadding GK, wang DY. The Impact of Alergic Rinitis. Executive Summary. Allergy.2013.

  2. Nugraha, 2015, Pemeriksaan Sitologi Eosinofil Mukosa Hidung untuk Diagnosis Rinitis Alergi, Yogyakarta.  

  3. Brozek JL, Bousquet J, Baena-Cagnani CE, Bonini S, Canonica GW, Casale TB, et al. Alergic rinitis and its impact on asthma (ARIA) guidelines: 2016 revision. J Allergy Clin Immunol.

  4. Brunet C, Bedard P. J. Alergic rinitis to  ragweed pollen. Modulation of histamine-releasing factor production by specific immunotherapy. J Allergy Clin Immunol 2013; 89:8345.

  5. Kay AB. Mechanisms And Treatment Of Alergic Rhinits. In: Scott-Brown’s Otolaryngology. Kerr AG, Groves J. Editors.Rhinology. Mackay IS, Bull TR. Editors. Fifth Edition. Butterworths. London. 2013; 93-104.

  6. Mallol J, Crane J, von Mutius E, Odhiambo J, Keil U, Stewart A. The International Study of Asthma and Alergies in Childhood (ISAAC) Phase Three: A global synthesis. Allergol Immunopathol (Madr). 2013;41(2):73–85.

ARTIKEL TERKINI

Pilek Anak Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Rinitis Alergi!
Kenali Alergi
Pilek Anak Tak Kunjung Sembuh? Waspadai...

Rinitis alergi adalah salah satu bentuk alergi. Respons alerginya menyebabkan peradangan pada kulit...

Hal yang Kerap Sebabkan Biduran
Kenali Alergi
Hal yang Kerap Sebabkan Biduran

Biduran kerap dikenal sebagai kaligata/urtikaria, adalah kondisi kulit dengan ruam merah dan gatal....

Efek Jangka Panjang dari Alergi
Kenali Alergi
Efek Jangka Panjang dari Alergi

Alergi seringnya bukan merupakan kondisi yang mengancam nyawa, bahkan bisa jadi derajatnya sangat...

Deteksi Dini Alergi Pada Anak
Kenali Alergi
Deteksi Dini Alergi Pada Anak

Deteksi dini gejala alergi bisa membantu orangtua memelihara kesehatan anak secara lebih optimal....

testaje